in: News | May 3, 2018 | by: Yufianto Gunawan

Dell: Performa 3D XPoint Sudah Memuaskan Kami

Storage menjadi salah satu lini produk yang cukup diperhatikan Dell dan banya dibahas di Dell Technologies World 2018, konferensi akbar Dell Technologies yang saat ini digelar di Las Vegas, AS. Di bawah Dell EMC, terdapat banyak sekali produk terkait dengan storage dan beberapa produk baru, seperti PowerMax, pun turut unjuk kebolehan di acara ini. Di tengah padatnya acara di #DTW2018, salah satu petinggi divisi storage Dell EMC, Caitlin Gordon, sempat menjumpai perwakilan media dari Indonesia untuk membahas beberapa hal terkait tren di dunia storage.

Caitlin Gordon dari Dell EMC

Storage Class Memory (SCM) Sudah Makin Dekat!

Salah satu topik menarik yang sempat kami, perwakilan dari Jagat Review dan Info Komputer, bahas bersama Ms. Caitlin Gordon adalah Storage Class Memory (SCM), seperti Intel 3D XPoint. Sejak diperkenalkan tahun 2015 lalu, memori jenis baru ini terus dikembangkan untuk mengejar tujuan utamanya, yaitu menjembatani jarak antara DRAM dan NAND Flash. Memang, 3D XPoint sendiri sudah mulai digunakan di beberapa perangkat, termasuk di PC, tetapi justru masih belum digunakan untuk perangkat storage. Namun, bisa saja dalam waktu dekat ini SCM hadir di storage.

Ms. Caitlin Gordon menyebutkan bahwa 3D XPoint saat ini sudah membuat Dell EMC puas. Hal itu berarti tingkat performa yang ditawarkan oleh chip 3D XPoint sudah berada di tingkat yang membuatnya siap digunakan di storage, memenuhi apa yang sudah dijanjikan Intel. Bila tidak ada halangan, storage yang mengusung SCM akan hadir tahun 2019 mendatang.

Akan Bantu Tingkatkan Lagi Performa Storage

Hadirnya SCM di storage yang disiapkan untuk kebutuhan perusahaan tentu saja akan membawa perubahan positif. Performa dari storage bisa ditingkatkan lebih baik lagi dari yang sudah ditawarkan saat ini, terutama karena keunggulan SCM, seperti 3D XPoint ini, akan membuka kemungkinan pengelolaan data yang lebih optimal terlebih lagi bila dikombinasikan dengan machine learning.

Saat ini, machine learning memang sudah digunakan di perangkat storage, untuk optimasi pengelolaan data, misalnya untuk penentuan tier, deduplikasi, dan lain sebagainya. Namun, karena masih belum tersedianya opsi yang memungkinkan storage menawarkan kombinasi kapasitas dan kecepatan di harga yang terbilang masuk akal, pemanfaatan machine learning ini bisa dikatakan belum benar-benar di titik terbaiknya. Hal itulah yang nantinya akan bisa diatasi dengan menyertakan SCM di perangkat storage. Sementara, walaupun belum digunakan di titik terbaik, machine learning tetap membantu membuat storage menjadi lebih optimal, karena dengan perkembangan kebutuhan data yang ada saat ini, tanpa machine learning, storage sudah kesulitan mengakomodasi kebutuhan yang ada.

QLC: Masih Jauh

Hal lain, selain SCM, yang diharapkan bisa membuat storage menjadi lebih baik lagi adalah memori QLC (Quad Level Cell), yang seharusnya akan menawarkan ruangan penyimpanan data yang lebih besar lagi, dengan harga murah, untuk kebutuhan penyimpanan data tier rendah, atau yang jarang sekali diakses tetapi butuh untuk disimpan. QLC sendiri disebut sudah akan mulai diproduksi dalam waktu dekat ini, bisa jadi di tahap awalnya digunakan untuk kebutuhan pengguna akhir. Namun, menurut Dell, untuk QLC, tampaknya masih belum bisa digunakan di storage dalam waktu dekat ini.

Berkaca dari era di awal kehadiran TLC, banyak sekali masalah yang menghantui chip TLC, yang membuatnya terlihat dijauhi oleh banyak pihak. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi produksi dan lain sebagainya, TLC kini disebut bisa menawarkan kapasitas, kecepatan, dan durabilitas yang memuaskan untuk harganya. Tampaknya, untuk QLC, hal serupa akan terjadi dan perkembangan dalam beberapa tahun ke depan tampaknya dipandang baru bisa membawa QLC ke tingkat yang membuatnya siap digunakan di lebih banyak perangkat, terutama untuk kebutuhan di tingkat perusahaan.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES