in: News | June 8, 2018 | by: Pladidus Santoso

Booth Raid: Acer

Sebagai salah satu produsen produk PC dan desktop ternama, sekaligus ragam peripheral yang pantas untuk dibicarakan, hampir mustahil rasanya bagi ACER untuk tidak memanfaatkan event Computex 2018 yang tengah berlangsung di Taipei, Taiwan untuk memperkenalkan produk-produk teranyar mereka. Tidak sekedar mengembangkan hype saja, tetapi juga edukasi soal tren produk seperti apa yang tengah mereka persiapkan tidak hanya untuk pasar Asia saja, tetapi juga global. Memang tidak bisa dipastikan bahwa setiap dari mereka akan masuk ke pasar Indonesia atau mempertahankan spesifkasi yang serupa mengingat kebutuhan gamer lokal yang sedikit unik, namun ia tetap membuktikan diri sebagai produk yang pantas untuk dilirik.

Ada sesuatu yang unik dengan ACER di Computex 2018 kali ini. Alih-alih mengikuti sepak terjang para produk kompetitor yang biasanya menjadikan Exhibition Center di Nangang sebagai fokus, ACER lebih memilih untuk menjadikan daerah utama Computex 2018 tersebut tidak kurang dari sekedar “bukti” bahwa mereka masih eksis di pasar gaming PC, baik notebook ataupun desktop. Untuk sebuah area yang terhitung luas, mereka hanya membawa empat produk ke sana. Apa yang mendasari keputusan tersebut? Kami sendiri mempertanyakannya. Mereka sepertinya berstrategi untuk lebih berfokus menarik perhatian pangsa pasar gamer tertentu dengan Computex 2018 ini.

Hanya ada 4 produk yang diperlihatkan ACER di booth besar mereka di Nangang. Salah satunya? Tentu saja si Orion 9000.
Monitor X27 yang mengusung 144Hz, 4K, dengan HDR ini sepertinya jadi salah satu barang paling menarik di ruang demo inii.

Di Nangang Exhibition Center, ACER hanya membawa setidaknya empat buah produk berbeda. Selain Helios 500 dan Helios 300 Special Edition yang terhitung baru dan istimewa, sisanya adalah teknologi yang sempat kita lihat sebelumnya. Anda bisa melihat desktop gaming kuat mereka – Orion 9000 diperlihatkan di sana, beserta dengan monitor Predator X27 yang terhitung istimewa. Kita bicara soal sebuah monitor gaming 4K yang menawarkan refresh rate 144Hz, sembari tetap berambisi mempertahankan kualitas visual dan warna lewat fitur HDR yang juga disematkan di dalamnya. Sebuah paket lengkap fitur yang dibalut dengan desain yang terlihat garang dan unik di saat yang sama.

Mereka mengembangkan setidaknya 5 booth demo terpisah di XinYi Plaza.
Tangan robot industri tampil sebagai lampu cahaya untuk produk-produk teranyar ACER ini.

Namun “kekuatan utama” ACER memang lebih terlihat di booth utama mereka yang berlokasi di Xinyi Plaza. Bertempat di sebuah pusat perbelanjaan yang ramai dengan anak muda, ACER membangun “basecamp” dadakan berjumlah setidaknya, 5 buah. Selain area utama yang mereka sebut sebagai “Main Cave” dimana pengenalan produk dilakukan dengan tangan robotik untuk kepentingan industri, ACER membangun 4 booth berbeda yang masing-masing difokuskan pada satu produk tertentu. Di booth Helios, Anda bisa melihat sepak terjang Helios 300 Special Edition dan Helios 500, di booth Orion bejejer barisan Orion 3000. Orion 5000, dan Orion 9000 yang semuanya didesain sebagai mesin gaming yang mumpuni, sementara di booth Nitro, Anda bisa melihat pendekatan seperti apa yang ditempuh ACER jika mereka berusaha meracik jajaran produk gaming yang lebih terjangkau. Setiap dari produk Nitro ini, baik Nitro 5, Nitro 50, Nitro RG0 dan Nitro VG0 hadir sebagai lini produk yang juga menyuntikkan opsi pilihan spesifikasi untuk fleksibilitas budget gamer.

Helios 500 dengan AMD?
Para pengunjung booth juga bisa menikmati kualitas Surround 3D Galea 500 yang tersemat hampir di semua produk yang ada.

ACER memang membawa banyak produk yang sempat diperkenalkan di event Amerika Serikat mereka beberapa waktu yang lalu, namun ada salah satu produk mereka yang tampil cukup mengejutkan bagi kami. Bahwa varian notebook gaming mereka – Helios 500 ternyata tidak hanya didukung dengan spesifikasi berbasis kombinasi Intel + NVIDIA saja. Mereka juga membawa varian berbasis teknologi AMD sebagai processor dan GPU di booth yang sama, menjadikannya menarik untuk Anda yang memang punya preferensi spesifik untuk selalu menggunakan produk AMD. ACER juga tidak lupa menyematkan headset high-end mereka yang mendukung fitur audio 3D memesona – Galea 500 di setiap konfigurasi yang ada. Untuk Anda yang mencari pengalaman gaming yang unik, ada satu booth juga yang difokuskan untuk mendemonstrasikan perangkat headset Mixed Reality milik ACER.

Menjajal ACER Mixed Reality dengan game VR – Lightning Wing
Terlepas dari keputusan “penuh resiko” untuk tidak berfokus di Nangang yang dilakukan Acer, lini produknya tetap menarik.

Melihat usaha ACER untuk tampil berbeda dengan tidak lagi menjadikan Nangang sebagai fokus presentasi produk tentu saja cukup menyegarkan. Namun sulit rasanya untuk juga tidak mengakui bahwa langkah ini bisa dibilang penuh resiko. Selalu ada kemungkinan ia berakhir dengan eksposure yang minim karena ragam media luar “malas” untuk bergerak jauh dari Nangang untuk melihat apa yang mereka tawarkan, atau bagaimana konsumen di akhir minggu nanti bisa terpapar oleh jajaran produk menggoda mereka ini. Apakah langkah ini akan menjadi strategi yang berhasil bagi ACER? Ataukah ia akan jadi bumerang? Kita tunggu saja.

Tags:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES