in: News | June 14, 2018 | by: Friska Suryawinata

CES Asia 2018: Perkembangan Teknologi VR dan AR untuk Pasar Konsumen Umum

Salah satu topik utama yang menjadi bagian dari beragam informasi dan pameran teknologi yang hadir di CES Asia 2018 kali ini adalah Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR), di mana dalam beberapa tahun belakangan ini, kedua tren tersebut tengah mulai bertumbuh semakin pesat.

“Di sekitar tahun 2015 hingga 2017, pangsa pasar untuk VR dan AR masih lesu untuk bisa digunakan oleh sebagian besar masyarakat dikarenakan teknologi ini tergolong baru dan lebih banyak digunakan untuk industri besar atau enterprise. Tapi menjelang di tahun 2018 ini, teknologi VR dan AR sudah semakin pesat berkembang dan lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya, dan ini adalah saatnya di mana teknologi VR dan AR, beserta perangkat pendukungnya, mulai harus lebih gencar dalam mengembangkan sekaligus memasarkan perangkat ini,” jelas Henry Zhou, selaku CEO dari Pico Technology yang merupakan salah satu perusahaan pengembang untuk perangkat VR atau AR, dalam sesi mengenai prediksi tentang VR dan AR di masa depan.

Teknologi AR dan VR ini sendiri, terutama di Tiongkok, memang masih lebih banyak digunakan untuk keperluan militer, kesehatan, hingga manufaktur dan enterprise. Untuk konsumen biasa yang umum menggunakannya sebagai alat pendukung kebutuhan hiburan seperti menonton film atau bermain game, permintaan akan perangkat ini masih tergolong kecil dibandingkan dengan bidang lainnya.

“Untuk bisa agar para perangkat ini diterima di masyarakat luas, kita juga perlu berpikir untuk mendesain sebuah perangkat VR atau AR yang memiliki desain menarik, tidak berat atau terlalu besar untuk digunakan semua orang, memiliki performa yang sesuai dengan kebutuhan pasar, juga memiliki harga yang lebih terjangkau,” jelas John C. C. Fan selaku President, CEO, dan Chairman dari Kopin Corporation.

Dari pihak Epson, Atsunari Tsuda selaku HMD Business Management General Manager, turut mengutarakan bahwa perangkat VR dan AR saat ini lebih dibutuhkan untuk industri besar atau enterprise karena fungsi dan kegunaannya untuk efisiensi dan akurasi lebih baik, bukan karena desainnya yang menarik atau bobot serta besarnya yang masih cenderung berat. Pasar VR dan AR saat ini memang lebih condong untuk digunakan untuk perusahaan besar ketimbang konsumen umum, akan tetapi Tsuda juga mengutarakan bahwa walau akan membutuhkan waktu yang lebih lama, perangkat VR dan AR ini pada nantinya juga akan bisa masuk ke pasar konsumen, di mana hiburan dan gaming masih menjadi fungsi utama untuk penggunaan perangkat tersebut.

Tags: