in: Desktop | July 18, 2018 | by: Gatot Tri Yuwono

Review Intel NUC8i7HVK “Hades Canyon”: PC Gaming Mini Bertenaga Besar

Hasil Pengujian – System Benchmark

CPU Clock Analysis

Untuk menganalisa karakteristik kerja Core i7 8809G pada Intel NUC8i7HVK, kami menggunakan aplikasi Intel XTU (Extreme Tuning Utility).

Pada skenario rendering 3D dengan aplikasi Blender pada kecepatan kipas Balanced (Auto), kami menemukan gejala power throttling selama pengujian. Untunglah gejala power throttling hanya terjadi dalam sekejap sehingga tidak terlalu mempengaruhi performa prosesor. Di skenario ini tampak prosesor mencapai rating TDP 65 Watt dengan kecepatan kerja 3,9 GHz selama pengujian berlangsung.

Menariknya gejala power throttling tidak kami temukan saat menggunakan kecepatan kipas 100%. Rating TDP maksimal yang dicapai adalah 64 Watt dengan kecepatan 3,9 GHz.

Gejala power dan thermal throttling tidak kami temukan di skenario gaming saat menggunakan kecepatan kipas Balanced (Auto).

Kondisi serupa juga kami temukan di skenario gaming saat menggunakan kecepatan kipas 100%.

Performance Consistency with Cinebench R15

Untuk menguji konsistensi performa prosesor Core i7 8809G, kami menjalankan aplikasi render 3D Cinebench R15 sebanyak 20 kali secara berturut-turut. Semakin kecil selisih skor antar pengujian maka semakin baik dan konsisten performa yang diberikan prosesor tersebut.

Bahkan pada kecepatan kipas Balanced (Auto), tingkat stabilitas performa prosesor dapat terjaga dengan baik. Perolehan skor paling tinggi dan paling rendah tampak hanya bergerak sejauh 8 poin saja, Pada kecepatan kipas 100% tingkat stabilitas semakin baik dengan perolehan skor paling tinggi dan paling rendah hanya terpaut 5 poin saja. Menandakan sistem pendingin Intel NUC8i7HVK memiliki kinerja memuaskan bahkan pada kecepatan kipas Balanced (Auto) yang menghasilkan kebisingan sangat rendah dibandingkan di kecepatan 100%.

PCMark 7

Note: DC (Dual Channel) | SC (Single Channel)

PCMark 7 Creativity berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan viewing, editing, transcoding, dan storing file foto dan video.

PCMark 7 Entertainment berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan recording, viewing, streaming, dan transcoding acara televisi beserta film. Performa sistem dalam melakukan importing, organizing, dan browsing file musik beserta bermain game juga diuji disini.

PCMark 7 Productivity berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan loading halaman werbsite dan menjalankan aplikasi office kelas rumahan.

PCMark 7 Computation berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa komputasi CPU dan GPU.

PCMark7 Storage berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa komponen storage pada sebuah sistem.

PCMark 8

Note: DC (Dual Channel) | SC (Single Channel)

PCMark 8 Home berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna pada umumnya pada sistem rumahan mereka. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing, Writing, Casual Gaming, Photo Editing, dan Video Chat.

PCMark 8 Creative berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna tingkat lanjut pada sistem rumahan mereka. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing, Photo Editing, Batch Photo Editing, Video Editing, Media To Go, Mainstream Gaming, dan Video Group Chat. Pengujian ini memiliki beban lebih berat terhadap sistem dibandingkan PCMark 8 Home.

PCMark 8 Work berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna di lingkungan perkantoran. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing dan Writing.

PCMark 10

Note: DC (Dual Channel) | SC (Single Channel)

Cinebench

CINEBENCH R15 SS

Cinebench merupakan aplikasi pengujian untuk mengukur kemampuan prosesor atau graphics card saat melakukan render sebuah objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam bentuk skor. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, semakin baik. Grafik di bawah merupakan hasil pengujian pada komponen prosesor.

Geekbench 3

Note: DC (Dual Channel) | SC (Single Channel)

Autodesk 3DS Max

3DS Max merupakan salah satu aplikasi 3D modeling populer dan umum digunakan di industri film, game, dan masih banyak lagi. Kami menggunakan aplikasi ini untuk menguji performa prosesor dalam melakukan render pada objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu yaitu detik. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Blender

Blender merupakan aplikasi 3D modeling bersifat gratis dan juga open source. Kami menggunakan aplikasi ini untuk menguji performa prosesor dalam melakukan render pada objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu yaitu detik. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Handbrake

Handbrake

Handbrake merupakan salah satu aplikasi transcoding video gratis yang cukup popular. Aplikasi tersebut mampu memanfaatkan sejumlah thread prosesor dan sangat menyukai prosesor dengan clock speed tinggi. Oleh karena itu aplikasi tersebut sangat ideal untuk menguji “kekuatan” sebuah prosesor. Hasil pengujian disajikan dalam average frame per second alias jumlah frame yang dapat dikonversi/diolah prosesor setiap detiknya.

Video SourceTears Of Steel (3840 x 1714 pixels; H.264; Bitrate 73,244 Mb/s; Total Frame 17616)

Video Output: 1920 x 1080 pixels (H.264; Handbrake Normal Preset)

Video SourceTears Of Steel (3840 x 1714 pixels; H.264; Bitrate 73,244 Mb/s; Total Frame 17616)

Video Output: 1920 x 1080 pixels (H.265; Handbrake Normal Preset)

Photoshop CC

Photoshop CC merupakan aplikasi manipulasi gambar versi terbaru dari Adobe. Kami masih menguji menggunakan Action bernama Photoshop Speed Test yang telah sedikit kami modifikasi untuk lebih mencerminkan operasi-operasi yang biasa dilakukan apabila bekerja dengan Photoshop.

Storage Test

ATTO Disk Benchmark

Crystal Disk Mark

Temperature

Suhu Operasional

Mungilnya bodi Intel NUC8i7HVK sempat membuat kami khawatir akan kemampuan sistem pendinginnya. Terlebih dengan tingginya rating TDP COre i7 8809G. Siapa menyangka jika sistem pendingin Intel NUC8i7HVK sukses menjinakkan panas di skenario rendering 3D dengan baik. Pada kecepatan Balanced (Auto) sekalipun suhu CPU tetap dapat dijaga di bawah 90 °C. Saat kecepatan kipas pada kondisi maksimal, tampak temperatur CPU dapat diturunkan sekitar 6-8 °C lebih rendah. Performa pendinginan yang memuaskan.

Sementara di skenario gaming, tampak temperatur CPU naik lebih tinggi dibandingkan skenario rendering 3D meskipun masih relatif ama. Temperatur Radeon RX Vega M GH Graphics justru membuat kami terkejut dengan torehan dibawah 70 °C di kecepatan kipas Balanced (Auto).

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES