in: Networking | August 16, 2018 | by: Yufianto Gunawan

Hands-On Review D-Link DCS-8100LH

Penggunaan kamera surveillance yang bisa terhubung ke Internet untuk mendukung aspek keamanan saat ini bisa dikatakan sudah sangat umum. Baik di rumah, di kantor, ataupun di tempat-tempat lain, kamera jenis ini digunakan karena bisa mendukung pemantauan kondisi di suatu lingkungan, bahkan dari jarak jauh sekalipun, melalui Internet. Kali ini, kami kedatangan produk kamera surveillance dari salah satu merek ternama di dunia perangkat jaringan, yaitu D-Link.

D-Link DCS-8100LH

Kamera yang dipinjamkan D-Link untuk kami coba ini adalah DCS-8100LH. Kamera ini masuk ke jajaran produk pendukung smart home dari merek asal Taiwan tersebut. Salah satu kelebihan yang paling ditonjolkan oleh D-Link untuk kamera surveillance mereka yang satu ini adalah sudut panjang yang sangat luas, 180°, yang tentunya menarik, karena bisa melakukan pemantauan untuk area yang luas, bisa mencakup hampir satu ruangan penuh bila diletakkan secara benar, hanya dengan satu buah kamera saja.

DCS-8100LH ini hadir dalam bentuk yang menarik, dengan ukuran ringkas, dengan desain dasar menyerupai tabung yang terbagi ke dalam 3 bagian, yaitu bagian dasar, engsel, dan bagian kamera. Bagian dasar dari unit kamera ini bisa dilepas membantu mempermudah pemasangan di dinding atau atap. Sementara untuk engsel, bagian ini dibutuhkan untuk mendukung peletakan kamera dalam berbagai posisi. Engsel ini juga memiliki mekanisme di mana bagian dasar dan kamera bisa diputar 360° untuk membantu mengarahkan kamera saat dipasang, sehingga sudut pandang yang pas dengan yang dibutuhkan bisa didapatkan.

Sayangnya, walaupun memiliki desain yang menawarkan fleksibilitas tinggi, pengaturan posisi dan arah dari DCS-8100LH ini hanya bisa dilakukan secara manual. Namun, hadirnya sudut pandang mencapai 180° tampaknya menjadi alasan D-Link tidak melengkapi kamera ini dengan motor elektrik, di mana dengan penempatan di posisi yang tepat, kamera ini seharusnya sudah bisa mencakup area yang luas, yang akan menguntungkan untuk pemantauan, sehingga kontrol dengan motor elektrik tidak lagi dibutuhkan. Selain itu, tanpa adanya motor elektrik, D-Link bisa mendesain kamera ini sebagai kamera dengan ukuran yang ringkas.

Sensor CMOS 1/2.7″ dengan resolusi 1 MP digunakan D-Link untuk kamera ini. Sensor tersebut membuat resolusi maksimal yang bisa ditawarkan kamera ini, baik untuk video maupun foto, hanya 1280 x 720 piksel, atau HD. Namun, resolusi ini masih bisa dikatakan memadai untuk kebutuhan surveillance saat ini. Lensa yang digunakan bisa memberikan view angle hingga 180° untuk arah horizontal dan diagonal, serta 80° di arah vertikal, dengan aperture f/2.2 dan focal length 1.8 mm, yang bisa membuatnya bisa mencakup area yang luas.

D-Link menawarkan fitur infrared illumination, yang membuat kamera ini bisa menangkap gambar di ruangan tanpa cahaya sama sekali, dengan jarak pandang hingga 5 meter. Fitur seperti ini tentu saja dibutuhkan, mengingat pemantauan pun harus tetap bisa dilakukan di kondisi gelap sekalipun. Kamera ini juga dilengkapi dengan sensor pendeteksi gerakan di area tertentu dalam cakupan sudut pandangnya, serta sensor suara hingga tingkat kebisingan tertentu.

Terdapat slot Micro SD di sisi samping kamera ini, yang dapat digunakan untuk menampung Micro SD yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan video yang direkam oleh kamera. Sementara di sekeliling lensa kamera, terdapat beberapa LED indikator untuk menunjukkan aktivitas kamera. Di sisi belakang kamera, terdapat tombol reset dan konektor Micro USB sebagai tempat masuknya daya ke kamera. Kamera ini juga dibekali dengan speaker, sehingga memungkinkan komunikasi dua arah.

Untuk koneksi ke Internet, DCS-8100LH ini hanya dibekali dengan WiFi 802.11 b/g/n saja. Kamera ini memang mendukung Bluetooth, tetapi hanya bisa digunakan untuk konfigurasi awal, pendukung kemudahan set up kamera dengan menggunakan smartphone. Tidak ada konektor Ethernet di kamera ini, sehingga koneksi hanya bisa dilakukan melalui WiFi saja.

Paket Penjualan

DCS-8100LH ini hadir di lab. pengujian kami lengkap dengan paket penjualannya. Kemasan paket penjualan kamera ini dibungkus dalam color box dengan warna dasar putih – biru muda, warna yang digunakan oleh D-Link di jajaran produk pendukung smart home mereka. Di dalam color box tersebut, terdapat kemasan lagi dengan bahan yang lebih tebal, yang di dalamnya terdapat dua box lagi, satu untuk unit kamera dan satu lagi untuk perlengkapannya.

Berikut ini adalah perlengkapan yang disediakan D-Link untuk kamera ini:

  • Adapter Daya
  • EU Plug untuk Adapter Daya
  • 2 set Baut
  • Set Dokumen

Set perlengkapan pendukung DCS-8100LH ini terbilang sederhana, tetapi memang sudah memadai untuk penggunaan kamera ini. Hadirnya baut di paket penjualan akan memudahkan pengguna dalam memasang kamera ini ke tembok atau atap, tidak perlu mencari baut dan mounting yang cocok untuk kamera ini secara terpisah. Secara umum, tidak ada perlengkapan lain lagi yang dibutuhkan untuk mendukung penggunaan kamera ini.

Penggunaan

Sebelum mulai menggunakan DCS-8100LH ini, pengguna harus melakukan set up awal, yang salah satu tujuannya adalah membuat kamera ini terhubung ke Internet. Hal itu bisa dilakukan melalui aplikasi yang telah disediakan oleh D-Link, yaitu myDLink, yang tersedia di Android maupun iOS. Aplikasi ini membutuhkan akun myDLink, dan bila pengguna belum memilikinya, akun bisa dibuat dengan mudah.

myDLink akan melakukan pemindaian QR Code yang ada di balik kamera dan menawarkan konfigurasi WiFi untuk kamera. Di tahap ini, pengguna harus mengaktifkan Bluetooth dan meletakkan smartphone di dekat kamera. Setelah konfigurasi WiFi dan akun berhasil ditransfer ke kamera, pengguna bisa mengakses kamera dari manapun selama smartphone terhubung ke Internet dan kamera berada dalam kondisi online.

Saat mengakses kamera dengan myDLink, pengguna bisa melakukan perekaman video langsung ke smartphone atau mengambil foto/snapshot untuk kondisi aktual. Opsi untuk resolusi dan audio pun tersedia, di mana pengguna bisa mengatur apakah audio aktif atau tidak. Selain itu, ada juga opsi komunikasi dua arah yang bisa diakses dengan menekan tombol untuk mengirimkan pesan audio ke kamera dan kamera pun akan menampilkan pesan itu lewat speaker internal.

Tampilan aplikasi saat menampilkan live stream dari kamera

Kamera ini dilengkapi dengan infrared illumination yang seharusnya akan otomatis aktif saat kamera mendeteksi ruangan berada dalam kondisi gelap. Sayangnya, fitur otomatis ini seringkali tidak berfungsi selama kami mencoba DCS-8100LH ini, sekalipun opsi tersebut sudah benar diatur ke “Auto”. Bila dibutuhkan, pengguna harus mengaktifkan fitur ini secara manual agar kamera tetap bisa mengambil video dengan baik di ruangan yang gelap.

Sensor gerakan dan suara pun tersedia di kamera ini, dan bisa digunakan untuk membuat kamera secara otomatis melakukan perekaman video ke Micro SD dan memberikan notifikasi ke smartphone pengguna, sesuai pengaturan yang dilakukan. Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna harus membuat rule automation baru di myDLink, mengatur apa yang akan dilakukan kamera ketika ada gerakan atau suara terdeteksi selama rule automation aktif. Menariknya, rule ini pun bisa dijadwalkan, sehingga tidak aktif setiap waktu, tetapi di waktu-waktu tertentu saja sesuai kebutuhan pengguna.

Automation Rule bisa digunakan untuk membuat kamera otomatis melakukan perekaman setiap mendeteksi adanya gerakan atau suara.
Aplikasi juga akan menampilkan daftar kejadian yang dipicu oleh Automation Rule

Privacy Mode juga tersedia, yang bisa diaktifkan untuk membuat kamera tidak menangkap audio dan video, yang mungkin dibutuhkan di saat-saat tertentu. Namun, sayangnya, tidak ada kunci apapun yang bisa dipasang untuk mengamankan fitur ini, sehingga semua pengguna yang terhubung ke kamera bisa mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini tanpa butuh menggunakan kunci keamanan khusus. Hal ini tentu saja membuat fitur ini bisa saja disalahgunakan. Hal ini juga beberapa kali kami jumpai di kamera sejenis dari merek-merek lain.

Fitur penjadwalan Automation Rule juga tersedia, jadi kamera hanya mengaktifkan rule tertentu di waktu tertentu saja.
Di luar jadwal otomatis, bila pengguna merasa butuh sewaktu-waktu mengaktifkan suatu Automation Rule, fitur “One Tap” juga tersedia.

Terkait aplikasi myDLink sendiri, aplikasi ini bukan hanya digunakan untuk koneksi ke kamera seperti DCS-8100H ini, melainkan ke semua perangkat smart home D-Link. Aplikasi ini secara umum terbilang mudah digunakan. Hanya saja, kami masih mendapati bahwa aplikasi ini masih kurang stabil di beberapa keadaan, di mana aplikasi seringkali tidak bisa terhubung ke kamera atau user interface tiba-tiba tidak memberikan respon. Menutup total aplikasi kemudian membukanya kembali selalu bisa menyelesaikan masalah ini.

Berikut ini adalah hasil foto & video yang didapatkan dari perangkat ini:

Hasil foto dari DCS-8100LH, terlihat bahwa kamera ini menawarkan view angle horizontal yang sangat luas.
Hasil foto dalam keadaan Night Vision aktif (1)
Hasil foto dalam keadaan Night Vision aktif (2)

Kualitas hasil foto dan video dari DCS-8100LH bisa dikatakan sesuai dengan apa yang bisa ditawarkan oleh sensor 2 MP. Kita tidak akan bisa mendapatkan video dengan tingkat ketajaman yang sangat tinggi, karena memang kamera seperti ini akan lebih dioptimalkan untuk bitrate video yang rendah, untuk kebutuhan live streaming ke perangkat yang digunakan pengguna. Wajar bila untuk video, kamera seperti DCS-8100LH ini akan menghasilkan ukuran file video yang relatif kecil, tetapi dengan kualitas tidak terlalu tinggi.

Masih terkait video, file yang dihasilkan dari perekaman langsung dari aplikasi saat live streaming dan file yang direkam ke dalam Micro SD akan menawarkan kualitas yang berbeda. Hal ini wajar, mengingat saat live streaming, bila kita merekam video dari aplikasi, kita akan mendapatkan video sesuai dengan apa yang kita lihat di live stream, yang bisa saja terganggu oleh kestabilan koneksi, dan hal-hal lain. Sementara video di Micro SD akan direkam dengan kondisi lebih optimal, sehingga ketika di-download ke smartphone, hal-hal yang membuat kualitas video menurun tidak akan dirasakan.

Kesimpulan

(+)

  • Sudut pandang luas, dengan view angle horizontal mencapai 180°
  • Ukuran ringkas dengan desain yang cukup mempermudah penempatan
  • Set up mudah dengan aplikasi myDLink
  • Integrasi dengan sistem smart home populer
  • Fitur komunikasi dua arah
  • Sensor gerakan dan suara
  • Automation dan Scheduling di myDLink

(+/-)

  • Resolusi maksimal hanya 720p, tetapi tetap memadai untuk surveillance
  • Tersedia Privacy Mode, tetapi tanpa fitur keamanan lain
  • Infrared bisa membantu surveillance di kondisi gelap, tetapi auto switch masih belum berfungsi dengan baik

(-)

  • Belum mendukung WiFi 5 GHz
  • Aplikasi myDLink belum stabil

 

Sebagai kamera surveillance terhubung ke Internet pendukung smart home, D-Link berhasil menawarkan DCS-8100LH sebagai kamera dengan instalasi yang mudah, serta kegunaan yang terbilang sesuai dengan apa yang bisa diharapkan dari sebuah kamera di kelasnya. Kamera ini bisa diatur dengan menggunakan myDLink dan juga bisa diintegrasikan dengan sistem smartphone seperti dari Amazon atau Google. Set fitur yang ditawarkan pun bisa membantu memenuhi kebutuhan surveillance, termasuk perekaman otomatis saat kamera mendeteksi gerakan atau suara, serta bisa mengirimkan notifikasi ke smartphone pengguna.

Satu hal yang perlu diperhatikan, terdapat setidaknya dua aplikasi dari D-Link yang mendukung jajaran kamera mereka, myDLink dan myDLink Lite. myDLink Lite menawarkan fitur-fitur dasar, jauh lebih sederhana dari myDLink, dan seharusnya cocok untuk pengguna yang lebih menyukai user interface sederhana. Namun, saran kami, tetap gunakan myDLink karena selain fiturnya lebih lengkap, D-Link tampaknya akan mulai meninggalkan versi “Lite”, karena di update firmware terbaru, kamera ini sudah tidak lagi bisa terhubung ke myDLink Lite.

Terkait myDLink sendiri, aplikasi ini terbilang cukup mudah digunakan. Akses ke berbagai fitur yang ditawarkan perangkat pendukung smart home D-Link, termasuk DCS-8100LH, melalui aplikasi ini, terbilang cukup mudah. Namun, aplikasi ini tampaknya masih belum benar-benar stabil, karena kami beberapa kali menjumpai aplikasi ini tidak memberikan respon saat digunakan dan terkadang gagal terhubung ke kamera.

Kamera ini memang hanya menawarkan resolusi 720p, tetapi hal tersebut seharusnya tidak terlalu menjadi masalah, karena untuk kemungkinan besar pengguna akan lebih banyak menggunakan resolusi tidak terlalu tinggi untuk pemantauan. Hasil video yang didapatkan pun masih bisa dikatakan memadai, ditambah lagi dengan sudut pandang yang luas, yang mempermudah pemenuhan kebutuhan surveillance. DCS-8100LH bisa jadi pilihan untuk Anda yang mencari kamera surveillance pendukung smart home dengan kemampuan night vision, komunikasi dua arah, dan perekaman video dengan basis sensor gerak dan suara, yang juga terbilang mudah untuk dikonfigurasi dan digunakan.

Tags: