in: Graphics Card - News | August 22, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Lebih Dekat Dengan GeForce RTX ‘Turing’

Tanggal 20 Agustus 2018 lalu, ratusan media dan PC enthusiast dari berbagai penjuru dunia menjadi saksi peluncuran kartu grafis terbaru dari NVIDIA: GeForce RTX Series. Setelah kurang lebih 2 tahun solusi GPU NVIDIA kelas consumer/gamer dimotori arsitektur ‘Pascal’, kini NVIDIA mengusung arsitektur ‘Turing‘ yang baru. Begitu banyak perubahan yang terjadi pada Turing ini sendiri, dan saat artikel ini rilis belum banyak informasi lengkap dan review resmi dari GPU tersebut yang muncul ke permukaan (meskipun demikian, pre-order untuk GPU ini sudah dimulai!).

NVIDIA mengatakan bahwa mereka akan memberikan berbagai informasi mendetail pada beberapa media di tanggal 22 Agustus 2018, namun kami dari JagatReview ingin mencoba sedikit memberi beberapa ulasan singkat mengenai GPU baru tersebut saat ini. Mari simak bersama 🙂

 

Turing: Loncatan Terbesar NVIDIA sejak 2006

NVIDIA mengatakan bahwa Turing adalah loncatan inovasi terbesar mereka sejak tahun 2006, dan dikembangkan selama 10 Tahun. Salah satu yang unik dari GPU ini dibandingkan seri ‘Pascal’ sebelumnya adalah  tambahan beberapa dedicated processing unit yang mereka sebut sebagai ‘RT Core‘ dan ‘Tensor Core‘, untuk membantu Streaming Multiprocessor(SM) yang lama.

Singkatnya, Turing GPU akan terdiri dari:

  • SM Unit: Prosesor grafis yang utama di Turing untuk sebagian besar kalkulasi grafis, NVIDIA mengatakan arsitektur Turing akan memberikan performa rasterization yang lebih baik dibanding Pascal.
  • Tensor Core: Unit untuk mengakselerasi kalkulasi AI seperti deep learning dan inferencing. Unit ini pertamakali ditemukan pada arsitektur Volta.
  • RT Core: NVIDIA menyebutnya sebagai ‘dedicated ray-tracing processor‘ untuk mengakselerasi kalkulasi Ray Tracing.

Belum ada informasi lebih lanjut seputar berapa banyak RT Core unit dan Tensor Core pada setiap model GeForce RTX.

 

Turing: Seberapa kencang dibandingkan Pascal?

Turing GPU akan menjadi powerful ketika ketiga unit yang ada padanya bekerjasama seperti yang diilustrasikan di bawah ini:

Bagian Turing tertentu memproses jenis instruksi yang berbeda *Klik untuk memperbesar*

 

GPU Turing (kami berasumsi versi GPU teratas yakni RTX 2080 Ti) dikatakan bisa memproses:

  • SM Unit: 14 TFlops (FP32) dan 14 TIPS (INT32) – SM unit ini dapat mengerjakan floating-point dan integer operation secara parallel.
  • Tensor Core: bisa memproses 110 TFLOPS (FP16)
  • RT Core :memiliki kemampuan proses hingga ‘10 Giga Rays/s‘.

 

Giga Rays/s

Pada GPU Turing, NVIDIA nampak sering menggunakan istilah baru untuk menunjukkan processing power yang dimilikinya. Salah satunya adalah perhitungan Giga Rays/s.

Belum ada informasi bagaimana perhitungan ‘Giga Rays/s’ ini dibuat (dan Jensen Huang nampak senang sekali dengan variabel ini :p ), dan setiap GeForce RTX Turing sudah memiliki rating Giga rays/s masing-masing:

  • GeForce RTX 2080 Ti : 10 Giga Rays/s
  • GeForce RTX 2080: 8 Giga Rays/s
  • GeForce RTX 2070: 6 Giga Rays/s

Sebagai perbandingan, NVIDIA sendiri mengatakan bahwa Pascal seperti GTX 1080 Ti hanya memiliki kemampuan 1.2 Giga Rays/s.
 

 

Tidak ada demo performa seputar Turing vs Pascal yang ditunjukkan NVIDIA saat ini, namun NVIDIA memberikan sedikit perhitungan performa beberapa GPU saat menjalankan ‘Star Wars UE4 Real-time Ray Tracing Cinematic Demo – Reflections’, sebagai berikut:

  • Sebuah DGX Station dengan 4x GPU Volta memiliki render time sekitar 55ms (~18 FPS)
  • Sebuah Pascal (kami berasumsi sebuah 1080 Ti) memiliki render time sekitar 308ms (~3.2 FPS)
  • 1x Turing GPU (kami berasumsi sebuah RTX 2080 Ti) memiliki render time 45ms (~22 FPS)

Ini menunjukkan bahwa performa GeForce RTX Turing pada skenario spesifik yang menggunakan heavy ray-tracing, akan berkali-kali lipat dari Pascal.

 

RTX-OPS

Istilah baru berikutnya yang digunakan NVIDIA untuk menggambarkan performa GeForce RTX adalah ‘RTX-OPS‘, yang didefinisikan sebagai “gabungan operasi math yang dilakukan Turing Shader, CUDA Cores, Tensor Cores, dan RT Cores saat melakukan rendering“.

Berikut performa setiap model GeForce RTX:

  • GeForce RTX 2080 Ti: 78T RTX-OPS
  • GeForce RTX 2080: 60T RTX-OPS
  • GeForce RTX 2070: 45T RTX-OPS

Sebagai perbandingan ke Pascal, GTX 1080 Ti dan bahkan Titan X hanya memiliki <20T RTX-OPS . Titan X memililki sekitar 12T RTX-OPS, dan ini yang membuat NVIDIA menyebut bahwa Turing kurang lebih 6x lebih cepat dari Pascal.

 

NVIDIA RTX Platform

Seperti yang kami sebut di atas, NVIDIA GeForce RTX akan powerful pada skenario tertentu, dimana GeForce RTX melakukan berbagai kalkulasi grafis yang memanfaatkan semua processing unitnya. GPU Turing mendukung mode rendering grafis yang disebut sebagai ‘hybrid rendering‘, menggabungkan kalkulasi dari Rasterization, Ray-TracingCompute, dan AI.

Untuk memanfaatkan kemampuan Turing secara maksimal, NVIDIA menciptakan sebuah game development platform bernama NVIDIA RTX Platform. NVIDIA RTX platform menyediakan berbagai tool dan SDK untuk memudahkan game developer menambahkan berbagai ray-tracing dan AI Effects pada game dan aplikasi mereka, memanfaatkan RT Core dan Tensor core yang ada pada GPU Turing.

Berikut penjelasan tambahan mengenai RTX Platform, dikutip dari NVIDIA :

The RTX platform provides software APIs and SDKs running on advanced hardware to provide solutions capable accelerating and enhancing graphics, photos, imaging and video processing. These include:

  • Ray Tracing (OptiX, Microsoft DXR, Vulkan)
  • AI-Accelerated Features (NGX)
  • Rasterization (Advanced Shaders)
  • Simulation (CUDA 10, PhysX, Flex)
  • Asset Interchange Formats (USD, MDL)

Secara singkat, ini bisa diartikan bahwa NVIDIA GeForce RTX tidak akan secara otomatis membuat SEMUA game Anda menjadi jauh lebih kencang.

Lebih tepatnya, game dan aplikasi yang memiliki dukungan untuk RTX Platform akan bisa dijalankan dengan lebih kencang pada GeForce RTX, jika dibandingkan dengan kartu grafis yang BUKAN NVIDIA GeForce RTX.

Secara teori, game yang tidak mendapat dukungan RTX platform (a.k.a “Non-RTX Games”), hanya akan mendapat performa ekstra berkat SM Unit beperforma tinggi yang dimililki Turing, dan juga mungkin tambahan performa karena Turing menggunakan GDDR6 14Gbps dengan bandwidth besar.

 

RTX Games

Saat launch, berikut ini beberapa game yang akan mendapat dukungan RTX Platform khususnya pada bagian real-time Ray-Tracing

 

RTX Founders Edition: Lebih Kencang, Lebih Mahal, Pre-Overclocked

Baca : NVIDIA GeForce RTX Founders Edition

 

Spesifikasi GeForce RTX

Berikut spesifikasi GeForce RTX yang sudah rilis kemarin di 20 Agustus 2018, dibanding beberapa GPU Pascal versi sebelumnya:

 

*klik untuk memperbesar gambar

Berikut beberapa hal yang bisa diambil dari spesifikasi tersebut:

  • Pada kelas yang sama, GeForce RTX nampak memiliki jumlah CUDA Cores lebih banyak dari Pascal.
  • SEMUA GeForce RTX ‘Turing’ menggunakan GDDR6 14Gbps, ini akan memberikan bandwidth yang besar dibanding GDDR5X 11Gbps dengan bus-width serupa, dan bandwidthnya nampak JAUH lebih besar dari GDDR5
  • Tambahan CUDA Cores dan Memory Bandwidth ini mungkin akan membuat Turing lebih kencang dari Pascal pada game-game Non-RTX Platform
  • Pada kelas yang sama pula, GeForce RTX nampak memiliki rating TDP lebih besar dari Pascal, mungkin ini disebabkan oleh Jumlah CUDA cores, atau juga tambahan Tensor Core dan RT Core pada Turing.
  • Harga GeForce Turing pada kelas setara dengan Pascal JAUH lebih mahal (RTX 2080 Ti ada di 999 USD, atau 1199 USD versi Founders Edition, GTX 1080 Ti saat launch hanya ada di 699 USD).
  • Ini adalah pertamakalinya NVIDIA GeForce Non-Titan versi Founders Edition mencapai harga di atas 1000 USD. Harga tersebut nampak menunjukkan bahwa NVIDIA sangat percaya diri dengan performa Turing, atau harga tersebut dibuat dengan perhitungan bahwa saat ini tidak ada persaingan di kelas-nya

 

Kesimpulan (sementara)

GeForce RTX ‘Turing’ terlihat lebih kompleks dibandingkan dengan berbagai GeForce GPU yang sudah rilis sebelumnya. Umumnya perkembangan GPU GeForce dari tahun ke tahun yang umum terlihat adalah salah satu dari ketiga hal berikut:

  • Perubahan desain dan jumlah shader unit  / ‘CUDA Cores’  (Seperti pada Kepler yang memiliki jumlah CUDA Cores JAUH lebih banyak dari Fermi)
  • Peningkatan clockspeed (Seperti Maxwell yang membutuhkan pendingin LN2 untuk berjalan di 2 Ghz, namun Pascal bisa menjalankan hal tersbeut di aircooling)
  • Penggunaan Video RAM lebih kencang/ Frekuensi RAM lebih tinggi (Beberapa Pascal GPU di-refresh dengan versi GDDR5 lebih kencang)

Namun GPU Turing menunjukkan bahwa NVIDIA menggunakan metode lain untuk mencapai performa lebih baik. Sejujurnya, kami ragu apakah kata-kata ‘performa lebih baik’ layak digunakan di sini, kata tersebut nampak terlalu ‘sederhana’ untuk menggambarkan upaya yang dilakukan NVIDIA dengan GPU Turing-nya.

Hal utama yang dicari oleh GeForce RTX ‘Turing’ adalah memberikan realisme grafis yang belum pernah dicapai sebelumnya, dan mencapai hal tersebut tidak hanya membutuhkan ‘brute-force performance‘, namun harus ditempuh dengan arsitektur baru, bantuan beberapa prosesor tambahan (Tensor dan RT Core), serta dukungan dari developer aplikasi/game yang bisa mengakses teknologi tersebut seperti NVIDIA RTX Platform. Sejauh mana realisme grafis yang diberikan GeForce RTX, serta bagaimana performa GeForce RTX pada ‘non-RTX games’ tentunya masih menjadi pertanyaan besar yang hanya bisa dijawab di masa mendatang, saat ada informasi lengkap dari NVIDIA, atau menunggu GPU review unit-nya datang dan diuji oleh para reviewer GPU.

Kami akan kembali dengan berbagai update seputar GeForce RTX, sampai jumpa di artikel berikutnya!

 

P.S: Bagaimana dengan pre-order GPU Turing? Untuk urusan ini, kami setuju dengan berbagai reviewer lain yang mengatakan: “Wait for Benchmarks” (kecuali Anda termasuk pengguna kelas ‘Sultan’ dimana harga bukan masalah dan Anda hanya ingin menikmati teknologi terbaru tanpa mempedulikan aspek lain :p )

 

Tags: