in: News | August 23, 2018 | by: Irham

Yuk, Jajal 5G dan WiGig Gratis di Kota Tua

XL AXiata bersama dengan Ericsson dan juga Pemprov DKI mengadakan uji coba 5G dan juga WIGig. Uji coba ini dilakukan untuk memperlihatkan teknologi jaringan terbaru berbasis 5G dan juga teknologi WIGig, yang diharapkan di tahun mendatang dapat diimplementasikan di Jakarta sebagai Jakarta Smart City. Demo 5G dan juga jaringan WIGig ini dilaksanakan di Kota Tua Jakarta.

Teknologi 5G memiliki keunggulan antara lain berupa kemampuan mengantar pengiriman data hingga 20Gbps. Selain itu juga memiliki latency atau waktu jeda layanan yang sangat rendah (<=1ms end to end latency) dan mampu mendukung koneksi simultan hingga sekitar 2.000 pengguna aktif. Dari sisi energi, teknologi 5G juga memerlukan energi yang lebih hemat, yaitu mampu 1000 kali lebih efisien dibandingkan dengan teknologi perangkat yang dipergunakan hari ini. Karena kemampuan ini pula,maka 5G mampu mendukung lahirnya sejumlah layanan baru, seperti mobil otonom, otomatisasi dan robotik dalam industri, juga aplikasi kedokteran.

Pada pengujian demo yang dilakukan, kecepatan rata-rata berhasil mencapat hingga 7Gbps. Ada beberapa teknologi yang didemonstrasikan sebagai contoh dari pengimplementasian dari teknologi jaringan 5G untuk konsep Jakarta Smart City. Seperti misalnya Smart Garbage, yang berfungsi sebagai platform monitoring sampah pembuangan. Dengan sensor yang terhubung dengan internet 5G, pengelola sampah pembuangan dapat mengetahui kapan tumpukan sampah di suatu tempat harus segera diangkut. Sistem ini bahkan juga bisa dilengkapi dengan kamera dan GSP untuk bisa memberikan informasi yang lebih detail terkait lokasi titik lokasinya.

Adapula teknologi monitoring kadar air sungai. Dimana teknologi dengan sensor yang juga terhubung dengan jaringan internet ini bisa memantau kadar polusi dalam air seperti misalnya memastikan tingkat kadar oksigen, amonia, juga mineral lain di dalam air sungai. Yang nantinya akan menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan untuk membersihkan air sungai di wilayah tersebut.

Begitu pula dengan pengelolaan taman-taman, dapat dipantau menggunakan teknologi berbasis IoT. Seperti yang didemokan, teknologi ini  bisa memantau kadar kelembaban dalam tanah, sehingga secara otomatis sistem akan melakukan penyiraman saat kadar air dalam tanah sedang kurang. Tentunya ini akan jauh lebih efektif dan efisien, karena penyiraman hanya dilakukan saat dibutuhkan. Terakhir, uji coba WiGig dilakukan pada sistem pemantauan kondisi lingkungan perkotaan melalui kamera surveillance atau CCTV.

Namun demikian, teknologi jaringan 5G dengan kecepatan yang sangat tinggi serta latency yang rendah tidak hanya bisa dimplementasikan pada ekosistem IoT tetapi juga di level consumer kepada end user. Apalagi konten-konten yang dinikmati oleh para pengguna internet di dunia maya saat ini memiliki kualitas yang semakin tinggi seperti misalnya video streaming. Tak hanya kualitas gambar yang baik, diprediksikan kedepannya juga akan hadir dengan format VR atau video 360 derajat. Yang notabene memiliki ukuran yang besarnya mencapai 5 hingga 7 kali lipat format standar. Disinilah peran teknologi 5G, untuk kebutuhan transfer data yang lebih cepat dan stabil.

WiGiG, Internet Cepat Untuk Wilayah Yang Tak Terjangkau Kabel Optik

Sementara itu, teknologi WiGig memiliki keunggulan spesifik antara lain berupa koneksi ke rumah dengan kecepatan tinggi 1 Gbps dan melengkapi area yg tidak dijangkau fiber optik serta instalasi perangkat di rumah dengan mudah karena ukurannya yang kecil.

Secara umum, uji coba penerapan teknologi 5G ini menggunakan frekuensi khusus yaitu 28 Ghz. Sementara itu untuk WiGig menggunakann frekuensi 60Ghz. Selain itu untuk 5G juga dipergunakan perangkat end-to-end radio dan core yang terhubung ke perangkat pengguna. Sedangkan untuk sistem WiGig juga menggunakan end-to-end system yang terhubung ke perangkat home unit sehingga masyarakat umum di kota tua bisa menikmati layanan internet super cepat secara gratis.

Teknologi WiGig ini di uji coba selama enam bulan kedepan mulai dari 20 Agustus 2018 di area Kota Tua Jakarta, tepatnya di Museum Fatahillah, museum wayang, museum seni rupa, kafe batavia dan kantor pos kota tua. Untuk bisa menikmati WiGig ini pelanggan perlu menggunakan deviceyang memiliki spesifikasi teknologi wigig (802.11ad /802.11ay) atau menggunakan smartphone dengan spesifikasi teknologi wifi umumnya (802.11a/b/g/n) maupun smartphone dengan teknologi wifi terbaru (802.11ac)

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES