in: News | September 6, 2018 | by: Irham

Nokia 5G Inovation Day, Demokan Pemanfaatan 5G Lanjutan

Teknologi jaringan 5G kembali didemonstrasikan oleh salah satu pionir di dunia telekomunikasi yaitu Nokia. Dalam ajang Nokia 5G Inovation Day yang digelar di Jakarta kemarin, Nokia menampilkan beragam demo inovasi teknologi 5G disana. Rangkaian demo ini dilakukan guna menyambut ekosistem 5G yang diprediksi juga akan segera menyambangi Indonesia.

Adapun demo 5G yang dilakukan Nokia kali ini berkaitan dengan pengembangan AI, sistem produksi 5G tactile, serta pemanfaatan sistem Slicing di jaringan 5G. Pada demo 5G dengan teknologi AI, demo ini menggambarkan kemampuan kognitif yang didistribusikan ke base transceiver stations (BTS). Dengan machine learning disematkan ke bagian non-real time (NRT) dalam BTS, BTS akan mampu mengumpulkan data dari setiap peristiwa di jaringan, secara cerdas memetakan kualitas untuk pengguna dan merekomendasikan tindakan-tindakan kritis. Sehingga nantinya penangan masalah dapat dilakukan secara pintar berdasarkan kecerdasan buatan yang ada pada jaringan.

Demo berikutnya yaitu sistem produksi tactile yang menampilkan peningkatan teleoperation secara tactile dan force feedback melalui mobile edge computing (MEC).  Penggunaan sensor, virtual reality, serta perangkat operasional yang terhubung dengan sistem jaringan 5G memungkinkan operator produksi menjalankan aktiivtas secara remote jarak jauh, namun merasakan seolah sedang bersentuhan langsung dengan alat produksi yang berjalan. Pemanfaatan teknologi ini bisa diimpelemntasikan untuk industri dengan material yang berbahaya seperti bahan kimia atau radioaktif. Bisa juga diterapkan di industri 4.0, telemedis atau ritel tingkat lanjut. Kecepatan jaringan 5G dengan latency yang sangat rendah memungkinkan pengguna seolah bisa merasakan langsung menggunakan indera peraba mereka apa yang ditampilkan dari jarak jauh.

Pada demo Slicing jaringan 5G, Nokia menampilkan contoh penggunaan slicing dari jaringan 5G dapat menghasilkan penerapan pada teknologi pada service baru. Contohnya pada biadng automation otomotif dan Public Safety dengan sistem pemantauan CCTV yang terhubung internet. Apabila terjadi kecelakaan, akan mentrigger lahirnya service baru seperti report ke kepolisian dan juga ke tenaga medis. Penerapan Slicing jaringan juga memungkinkan industri vertikal menerapkan layanan yang dibuat khusus secara cepat dengan persyaratan ketat yang mengubah seluruh model bisnis. Bagi operator juga akan menjadi sumber pendapatan baru dengan beralih dari layanan pasar massal ke solusi industri vertikal yang disesuaikan.

Robert Cattanach, Presiden Direktur, Nokia Indonesia, berkata, “Teknologi terbaru yang dikombinasikan keahlian kelas dunia menjadikan kami partner yang ideal untuk operator di Indonesia. Khususnya yang ingin mengembangkan dan menempatkan solusi guna mempercepat masa depan digital untuk negara ini serta menggenjot penerapan Industri 4.0. Khususnya ekosistem 5G kami, memiliki potensi yang luar biasa untuk membuat kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia menjadi lebih baik.”

 

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES