in: News | November 9, 2018 | by: Dian Syarifuddin

idEA Works, Solusi untuk Calon Mahasiswa Agar Tidak Salah Ambil Jurusan

Pada Kamis kemarin (08/11), idEA (Indonesian e-Commerce Association) yang merupakan wadah komunikasi antar pelaku industri E-Commerce Indonesia, mengungkapkan hasil surveinya dimana ada 87% calon mahasiswa di Tanah Air kebingungan untuk mengambil jurusan. Alhasil, banyak mahasiswa yang ternyata mengambil kursus tambahan setelah mereka lulus kuliah. Hasil penelusuran lain juga mengungkapkan bahwa ada 71.1% para pekerja saat ini tidak menjalani profesinya yang sesuai dengan jurusan kuliahnya.

Melihat fenomena tersebut, idEA menghadirkan solusi bernama idEA Works. Solusi dalam bentuk workshop tersebut bertujuan untuk lebih mengembangkan SDM yang berbakat. Ignatius Untung selaku Ketua Umum idEA menyatakan bahwa idEA Works merupakan sebuah rangkaian kegiatan berupa workshop dan diskusi antara pelaku industri e-commerce di Indonesia, baik dengan kampus dan juga dengan perusahaan yang membutuhkan talenta sumber daya manusia berkualitas yang mampu mengembangkan dunia industri ekonomi digital”.

idEA Works diciptakan untuk menjembatani kesenjangan yang terjadi antara talenta muda Indonesia yang dibutuhkan di masa depan dan bagaimana mereka bisa menjadi seorang individu yang bisa berkembang, baik secara personal maupun menjadi enabler dari pengembangan dunia ekonomi digital itu sendiri.

Menurut riset Google, AT Kearney & Amvesindo pada tahun 2017, sektor industri ekonomi digital sudah menduduki posisi tiga besar investasi di Indonesia, setelah industri tambang minyak dan gas. Bila SDM bertalenta ekonomi digital di Indonesia berkurang bisa berdampak pada kurang kompetitifnya Indonesia, sehingga membuat perusahaan nantinya akan mencari talenta, seperti programmer misalanya dari negara lain.

Sofian Lusa yang menjabat sebagai Ketua Bidang Human Capital Development idEA, mengungkapkan bahwa banyak peran kunci di dalam industri ekonomi digital sulit ditemukan dan dikelola. Hal ini bisa dilihat dari tingginya angka turn over di sebuah perusahaan dalam industri terkait sulitnya menemukan SDM berbakat terbaik. “Hampir rata-rata para talenta muda yang sudah terbentuk untuk ekonomi digital lebih memilih untuk bekerja di perusahaan unicorn yang bisa memberikan gaji besar dan fasilitas tanpa batas“, Imbuh Sofian yang juga menjabat sebagai dosen di Universitas Indonesia.

Untuk itu idEA ingin berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas talenta digital di Indonesia dengan menggelar idEA Works. Workshop idEA Works sendiri terbagi dalam dua sesi di antaranya idEA Works Edu yang diselenggarakan pada 15-16 Februari 2019 dan idEA Works Pro pada 22-23 Februari 2019 di The Kasablanka, Jakarta.

Program idEA Works EDU lebih difokuskan untuk memberikan panduan dan gambaran bagi siswa-siswa SMA dan SMK tentang jurusan di universitas yang berkaitan dengan ekonomi digital. Sehingga nantinya mereka bisa mengenal sejak dini dan merasa tidak salah dalam mengambil jurusan, serta menumbuhkan minat mereka untuk kuliah dan berkarir di industri ekonomi digital.

Sedangkan idEA Works PRO lebih dikhususkan untuk para fresh graduate atau para pemula yang baru berkarir di dunia kerja untuk lebih meningkatkan lagi keterampilan mereka agar dapat bersaing ke level yang lebih tinggi. Jika program idEA Works berhasil, idEA rencananya akan mengadakan workshop ini ke kota-kota besar lainnya, seperti Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

Tags:

Comments

RANDOM ARTICLES