in: News | November 13, 2018 | by: Yufianto Gunawan

Next Horizon: AMD Buktikan “Satu” Bisa Saingi “Dua”

Minggu lalu, di San Francisco, AS, AMD menggelar acara bertajuk Next Horizon. Di acara tersebut, AMD mengumumkan bahwa mereka telah menyiapkan prosesor EPYC, prosesor mereka untuk segmen data center, generasi berikutnya, atau EPYC “Rome”. Prosesor tersebut akan jadi prosesor data center dengan litografi 7nm pertama di dunia, dan AMD pun sempat menunjukkan kepada perwakilan media dan analis yang hadir di lokasi acara, apa yang bisa dilakukan oleh prosesor EPYC generasi berikutnya itu.

Satu EPYC “Rome” Usung Core 2x Lipat EPYC Saat Ini

Salah satu tujuan penggunaan dari EPYC adalah untuk high-performance computing, yang sesuai namanya diharapkan bisa menangani beban kerja yang sangat berat. Di sini, umumnya jumlah core menjadi salah satu faktor penentu performa yang ditawarkan. Umumnya, di sebuah sistem high-performance computing, lebih dari satu prosesor bisa digunakan sekaligus untuk mendapatkan jumlah core sesuai yang dibutuhkan.

Di EPYC yang ada saat ini, prosesor EYPC 7601 adalah yang menawarkan jumlah core paling banyak, 32 core, dan mendukung sistem 2P, yang berarti dua prosesor dalam satu sistem, sehingga satu sistem total bisa menawarkan hingga 64 core. Namun, satu catatan di sistem itu, 64 core baru bisa ditawarkan dengan menggunakan dua prosesor. Di EPYC “Rome”, berbekal fabrikasi 7nm, AMD bisa menawarkan hingga 64 core hanya dari satu prosesor EPYC saja.

Bukan Cuma Soal Jumlah Core

AMD juga coba membuktikan bahwa EPYC “Rome” bukan hanya menawarkan jumlah core hingga dua kali lipat EPYC generasi pertama saja, tetapi juga performa yang membawa prosesor itu berada di level yang berbeda dari sebelumnya. Di salah satu sesi yang digelar, AMD menampilkan langsung prosesor sample awal dari EPYC “Rome”, menjalankan benchmark high-performance computing untuk simulasi rendering di skenario yang sama dengan dua sistem lain, satu berbasis 2x EPYC 7601 dan satu lagi berbasis 2x Xeon Platinum 8180M. Hasilnya, sistem dengan satu prosesor EPYC “Rome” bisa menyelesaikan benchmark di waktu yang kurang lebih mirip dengan dua sistem lain, yang masing-masing menggunakan dua prosesor, bahkan bisa sedikit lebih cepat dari keduanya.

Sistem berbasis EPYC “Rome” bisa menyaingi performa yang ditawarkan oleh sistem dual-processor yang ada saat ini.

EPYC “Rome” sendiri diharapkan AMD bisa menghadirkan performa di tingkat yang berbeda seperti yang ditunjukkan di demo tersebut, untuk sistem dengan satu prosesor. Sayangnya, untuk saat ini, AMD masih belum menentukan spesifikasi akhir dari jajaran prosesor EPYC “Rome” mereka. Jajaran prosesor itu baru akan resmi dirilis di tahun 2019 mendatang.

Tags: