in: Highlights - Notebook / Laptop | November 6, 2018 | by: Gatot Tri Yuwono

Review Notebook AMD Ryzen: ASUS VivoBook 15 X505ZA

Battery Life

Setting: Windows Power Option – Balanced | Windows Brightness – 50% | Speaker Volume – 25 % | Airplane Mode – On (Video Playback) | WiFi On & Bluetooth Off

Pengujian standar kami untuk daya tahan baterai mencatatkan durasi selama 4-5 jam untuk ASUS VivoBook 15 X505ZA. Meskipun durasi seperti itu masih tergolong kurang panjang, sejumlah laptop AMD Ryzen “Raven Ridge” yang pernah kami uji umumnya juga memiliki daya tahan baterai yang tidak jauh berbeda dengan ASUS VivoBook 15 X505ZA. Akan tetapi cukup disayangkan pada skenario produktivitas dengan menggunakan PCMark 8 Work, laptop hanya dapat bertahan sekitar 3 jam saja. Perlu diperhatikan daya tahan baterai di atas menggambarkan penggunaan laptop secara terus-menerus tanpa henti. Untuk skenario penggunaan sesungguhnya dimana pengguna akan melakukan rehat beberapa kali saat menggunakan laptop, daya tahan baterai ASUS VivoBook 15 X505ZA seharusnya dapat bertahan lebih lama lagi. Setting tingkat kecerahan lebih rendah seharusnya juga dapat membuat baterai bertahan lebih lama lagi.

Kesimpulan

Ryzen 3 2200U (CPU) – Penggunaan konfigurasi Single Channel Memory memang membuat performa Ryzen 3 2200U di ASUS VivoBook 15 X505ZA masih belum dapat tampil maksimal. Akan tetapi untuk laptop dengan harga jual di bawah 6,5 juta rupiah, performa Ryzen 3 2200U di ASUS VivoBook 15 X505ZA tetap memuaskan. Tampak Ryzen 3 2200U di ASUS VivoBook 15 X505ZA mampu mengimbangi performa prosesor seperti Core i5 7200U dan i5 6200U pada sejumlah pengujian kami. Padahal laptop dengan jenis prosesor Intel tersebut umumnya memiliki harga jualnya tidak semurah ASUS VivoBook 15 X505ZA. APU Bristol Ridge satu generasi lalu seperti FX-9800P dengan rating TDP 15 Watt pun sudah sulit untuk mengejar performa yang ditawarkan Ryzen 3 2200U. Pengujian “Performance Consistency” Ryzen 3 2200U di ASUS VivoBook 15 X505ZA pun menunjukkan hasil cukup memuaskan. Prosesor tidak mengalami penurunan performa yang signifikan akibat panas yang terus meningkat, masih berada pada level 88-89% dari performa puncaknya.

Performa komputasi ASUS VivoBook 15 X505ZA memang masih memiliki potensi untuk ditingkatkanlebih jauh lagi. Paling tidak anggarkan dana untuk membeli keping memori/RAM 4 GB DDR4 2400 MHz sehingga konfigurasi Dual Channel Memory dapat diaktifkan. Laptop ini pun mendukung konfigurasi Dual Storage dimana pengguna dapat menambahkan satu buah SSD M.2. Pindahkan sistem operasi ke SSD maka laptop ini akan lebih responsif dan gesit saat digunakan.

Radeon RX Vega 3 Graphics – Penggunaan konfigurasi Single Channel Memory juga memiliki imbas pada performa RX Vega 3 Graphics yang tidak dapat tampil optimal pada ASUS VivoBook 15 X505ZA. Untunglah dengan kondisi seperti itu, game dengan 3D Engine yang ringan masih dapat dijalankan dengan lancar di resolusi Native layar ASUS VivoBook 15 X505ZA. RX Vega 3 Graphics masih mampu mencapai Frame Rate di atas 40 fps meskipun harus dicapai dengan menggunakan Setting kualitas grafis yang rendah. Dengan 192 Stream Processor atau kurang dari separuh milik Ryzen 5 2500U, kami memang tidak berharap terlalu banyak pada performa gaming RX Vega 3 Graphics. Akan tetapi hasil pengujian kami menunjukkan RX Vega 3 Graphics masih sanggup diajak meladeni game yang ada saat ini bahkan dengan menggunakan konfigurasi Single Channel Memory. Gunakan konfigurasi Dual Channel Memory untuk performa lebih maksimal.

Overall – Laptop ASUS VivoBook 15 X505ZA dijual pada kisaran harga Rp. 6.399.000,-. Harga jual yang masuk akal untuk sebuah laptop dengan Ryzen 3 2200U yang dilengkapi memori/RAM DDR4 4 GB 2400 MHz dan 1 TB HDD. Bahkan untuk harga yang ditawarkan ASUS VivoBook 15 X505ZA sudah menyertakan sistem operasi resmi Windows 10 di dalamnya. Laptop ini pun menyediakan potensi Upgrade yang baik dengan tersedianya satu slot SO-DIMM dan slot M.2 yang masih kosong. Walaupun begitu melakukan Upgrade sendiri akan cukup merepotkan mengingat posisi slot SO-DIMM dan M.2 yang berada pada bagian bawah laptop sementara akses ke komponen internal dilakukan dengan melepas komponen keyboard.

Tidak hanya menawarkan spesifikasi Hardware yang memang sepadan untuk harganya, ASUS VivoBook 15 X505ZA pun tampil istimewa dengan desain bodi yang cantik dan elegan sekaligus bingkai layar ramping yang membuat laptop 15,6 inci ini terasa seperti laptop 14 inci. Bobotnya pun cukup ringan sekitar 2 kg saja (laptop+charger) membuat mobilitas terasa lebih nyaman. Kelengkapan konektor pun tergolong baik dengan 2X USB 3.1 Gen 1 (Type-A dan Type-C), 1X Gigabit Ethernet, HDMI, dan slot SD Card Reader. Teknologi ASUS Ice Cool pun membuat temperatur permukaan bodi ada dibawah temperatur tubuh manusia sehingga tetap nyaman disentuh meskipun temperatur kerja Ryzen 3 2200U sendiri berada di kisaran 80-90 °C.

ASUS VivoBook 15 X505ZA dengan Ryzen 3 2200U sangat cocok untuk mereka yang membutuhkan laptop murah untuk aktivitas harian yang tidak membutuhkan komputasi super kencang. Bahkan jika memang terpaksa diajak meladeni komputasi berat seperti 3D Rendering, ASUS VivoBook 15 X505ZA masih mampu meladeninya dengan prosesor Quad-Thread-nya meskipun akan memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Daya tahan baterai untuk sebuah laptop AMD Ryzen sudah tergolong cukup baik meskipun kami mengharapkan durasi yang lebih panjang lagi.

Kelebihan

(+) Desain bodi menarik

(+) Layar besar 15,6 inci

(+) Bingkai layar ramping, terasa seperti laptop 14 inci

(+) Tebal hanya 1,89 cm

(+) Bobot ringan untuk laptop 15,6 inci

(+) Prosesor 4-Threads, cocok untuk komputasi MultiThreading

(+) Performa gaming mumpuni di kelasnya

(+) Tersedia slot SO-DIMM untuk Upgrade

(+) Tersedia slot M.2

(+) Dua konektor USB 3.1 Gen 1

(+) Satu konektor Type-C USB

(+) Full-Sized HDMI

(+) Temperatur permukaan bodi rendah bahkan saat beban kerja tinggi

(+) Langsung menyertakan sistem operasi

Kekurangan

(-) Single Channel Memory

(-) Temperatur kerja relatif tinggi

(-) Hanya satu USB 3.1 Gen 1 dengan konektor Type-A

(-) Akses ke slot SO-DIMM dan M.2 cukup merepotkan

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6
Tags: