in: News | January 18, 2019 | by: Yufianto Gunawan

ASUS di CES 2019: PC “Portabel” yang Kencang – ROG Mothership

Selain memamerkan produk-produk komponen mereka, di CES 2019 lalu, ASUS juga memamerkan jajaran produk sistem jadi mereka, seperti laptop, AIO, dan lain sebagainya. Tentu saja, bukan ASUS namanya kalau produk yang mereka tampilkan tidak menarik. Di ruang pameran mereka yang terletak di Trump International Hotel, Las Vegas, kami menjumpai beberapa produk baru ASUS yang terbilang menarik, yang akan kami bahas dalam artikel ini.

PC Kencang dengan Ukuran Ringkas

Salah satu produk yang menjadi highlight dari ASUS di CES 2019 ini adalah ROG GZ700, atau yang dikenal dengan sebutan ROG Mothership. Perangkat yang satu ini merupakan sebuah PC dalam kelas desktop replacement, dengan form factor yang terbilang unik. ROG Mothership memiliki dimensi di kisaran sebuah laptop 17.3″, tetapi bukan merupakan sebuah laptop, lebih menyerupai sebuah AIO. Namun, perangkat ini hadir dengan detachable keyboard yang bila tidak digunakan bisa dilipat dan digunakan sebagai penutup layar dari AIO tersebut. Desain ini membuat ROG Mothership mungkin lebih cocok disebut sebagai sebuah AIO portabel.

Walaupun hadir dengan ukuran yang terbilang ringkas, ROG Mothership ini hadir dengan spesifikasi yang terbilang tinggi. Prosesor yang digunakan adalah Core i9-8950HK, dengan 6 core/12 thread, sementara GPU di dalamnya adalah GeForce RTX 2080 8GB GDDR6. Konfigurasi spesifikasi seperti itu, ditambah dengan RAM DDR4-2666 dan 3x M.2 NVMe SSD, membuat perangkat yang satu ini cocok untuk digunakan bermain game. Oleh karena itu, ASUS memposisikannya di jajaran perangkat ROG mereka.

Seperti sebuah AIO pada umumnya, ROG Mothership ini mengusung sebuah layar IPS-Level, dengan ukuran 17.3″ resolusi 1920 x 1080 piksel, yang menawarkan color gamut 100% sRGB, refresh rate 144 Hz, serta kapabilitas G-Sync. Keyboard yang ada di perangkat ini merupakan sebuah keyboard detachable, yang bisa beroperasi dalam mode wired maupun wireless, dengan travel distance 2.5 mm untuk setiap tombol, serta ukuran full-size, dengan modul touchpad yang juga berfungsi sebagai numpad di sisi kiri. Perangkat ini juga hadir dengan konektivitas kekinian, yaitu WiFi AC dan Bluetooth 5.0, serta jajaran konektor yang terbilang lengkap, seperti USB 3.1 Gen. 2 (Type-C)/Thunderbolt 3, USB 3.1 Gen. 2 (TypeC), 4 x USB 3.1 Gen. 2, HDMI 2.0, audio combo, microphone jack, 2.5G Ethernet, serta SD Card reader.

ROG Zephyrus dengan Layar Lebih Besar

Produk lain yang ditampilkan ASUS di ruang pameran mereka adalah jajaran laptop gaming terbaru mereka. Salah satu yang menarik adalah ROG Zephyrus S, dengan kode GX701. Ya, berbeda dari Zephyrus S yang sebelumnya, laptop ini hadir dengan layar lebih besar, 17.3″, dengan spesifikasi dan set fitur yang kurang lebih mirip dengan ROG Zephyrus S GX531. Laptop tersebut hadir dengan opsi GPU GeForce RTX, mulai dari RTX 2060, RTX 2070, hingga RTX 2080 Max-Q.

Selain itu, ASUS juga menampilkan laptop gaming dengan sebuah prosesor baru, dari lini TUF Gaming, yaitu TUF Gaming FX505DY dan FX705DY. Keduanya hadir dengan AMD Ryzen 5 3550H, prosesor baru dari AMD yang disebut juga dengan kode Picasso. TUF Gaming dengan prosesor Picasso tersebut juga diperkuat dengan pengolah grafis diskrit Radeon RX 560X. FX505DY ini hadir dengan layar 15.6″, dan FX705DY hadir dengan layar 17.3″, masing-masing menawarkan dukungan untuk FreeSync, dengan refresh rate 120 Hz di FX505DY.

ASUS juga menampilkan beberapa laptop ROG Strix II dan ROG Zephyrus S mereka yang hadir dengan layar yang “lebih” dari varian standar. Salah satu yang ditampilkan adalah varian dengan layar HDR, hasil kerja sama dengan AUO, salah satu produsen panel display ternama. Ada juga varian dengan layar 240 Hz, yang merupakan sebuah hal baru yang ditawarkan untuk sebuah laptop gaming. Tidak ketinggalan, ada varian juga varian laptop ROG dengan layar 4K.

Laptop Profesional yang Ringkas

Beralih ke ruangan yang berbeda, ASUS menampilkan sebuah laptop yang juga menarik, walaupun bukan di luar segmen gaming. Laptop tersebut disebut sebagai StudioBook S W700. ASUS menyebutkan bahwa laptop tersebut ditujukan untuk kebutuhan kalangan content creator, serta pekerja kreatif seperti desainer, arsitek, dan lain sebagainya. Walaupun berukuran ringkas, laptop ini adalah sebuah mobile workstation, dengan opsi prosesor Xeon E-2176M serta Quadro P3200 6GB.

Karena ditujukan untuk kalangan profesional, laptop ini dibekali dengan layar yang memang khusus mengakomodasi kebutuhan yang ada. Layar di laptop tersebut hadir dengan layar 17.3″ yang menawarkan color gamut 97% DCI-P3, yang merupakan standar yang banyak digunakan untuk industri film, dengan validasi dari PANTONE. ASUS menawarkan NanoEdge display untuk layar laptop tersebut, sehingga ukuran secara keseluruhan laptop ini terbilang ringkas, dengan bodi seukuran laptop 15.6″.

Laptop ini hadir dengan ketebalan hanya 18.4 mm, yang disebut ASUS merupakan salah satu yang tertipis untuk sebuah laptop dengan GPU Quadro. ASUS juga menyebutkan bahwa laptop ini dibekali dengan SSD PCIe dengan opsi kapasitas hingga 4 TB. Selain itu, ASUS juga menghadirkan konektor Thunderbolt 3, dengan dukungan Display Port 1.4, yang membuat pengguna bisa menambahkan monitor untuk penggunaan laptop ini, dengan resolusi hinga 8K. Menariknya, mobile workstation ini hanya memiliki dimensi 15.03″ x 11.25″ x 0.72″ saja.

Jajaran Laptop Whiskey Lake

Terakhir, ASUS juga menampilkan jajaran laptop baru mereka dengan prosesor Whiskey Lake. Ada beberapa lini laptop dengan prosesor Whiskey Lake yang hadir di ruang pameran ASUS, termasuk di antaranya ZenBook S13 UX392, ZenBook 14 UX431, serta lini VivoBook terbaru. Semua laptop tersebut, selain mengusung prosesor Intel Whiskey Lake, juga menawarkan desain modern serta pengolah grafis diskrit NVIDIA GeForce MX Series.

ZenBook 14 UX431

ZenBook S13 UX392 hadir dengan layar 13.9″, dengan ukuran yang menyerupai pendahulunya, UX391, yang hadir dengan layar 13.3″. ASUS menawarkan bezel hanya 2.5 mm di sekeliling layar di laptop ini, dengan “bump” di bagian atas untuk webcam. Desain ErgoLift hinge dan bodi alumunium CNC juga ditawarkan oleh laptop ini.

Beralih ke ZenBook 14 UX331, laptop ini adalah varian yang mirip dengan ZenBook UX433, dengan perbedaan minor. Sementara VivoBook 14, 15, dan 17 terbaru hadir dengan bodi Peacock Blue, Coral Crush, Transparent Silver, dan Slate Gray, yang dipadukan dengan slim bezel dan ErgoLift hinge untuk melahirkan laptop dengan harga yang lebih terjangkau dari lini ZenBook, tetapi tetap menghadirkan keunggulan serupa, terutama dari sisi spesifikasi. Berbeda dengan lini ZenBook yang menghadirkan speaker hasil kerja sama ASUS dengan Harman Kardon, VivoBook hanya dibekali speaker SonicMaster.

Tags:

Comments

RANDOM ARTICLES