in: Features - Highlights - Processors | January 21, 2019 | by: Chandra Wijaya

Hands-On Review Intel Core i9-9980XE

Bulan Oktober 2018 lalu, Intel mengumumkan refresh untuk lini prosesor HEDT mereka. Melalui acara di New York, AS, Intel memperkenalkan Skylake-X Refresh untuk menggantikan Skylake-X yang sudah ada sejak September 2017. Intel sendiri tidak menyatakan adanya perbedaan arsitektur. Perubahan utama yang ditawarkan oleh lini Skylake-X Refresh ini adalah peningkatan clock speed yang cukup menjanjikan, Intel Turbo Boost Max Technology 3.0, dan penggunaan STIM (Soldered Thermal-Interface Material).

Ada beberapa prosesor Skylake-X Refresh yang diperkenalkan oleh Intel, untuk lini Core i7 X-Series, Core i9 X-Series, dan tentu saja Core i9 XE-Series. Anda bisa melihat lini Skylake-X Refresh di gambar di bawah ini:

Atau, Anda juga bisa membaca artikel liputan kami dari acara perkenalan prosesor baru Intel di New York, AS, tersebut: Dari New York, Intel Umumkan Jajaran Prosesor Desktop Terbaru!

Kemudian, membahas mengenai peningkatan clock speed yang didapat di prosesor Intel Core 9th Gen ini sendiri, peningkatan tersebut didapat dikarenakan adanya thermal headroom yang lebih baik dari prosesor Skylake-X sebelumnya. Thermal headroom ini bisa didapatkan oleh Intel berkat penggunaan STIM (Soldered Thermal-Interface Material). Penggunaan STIM ini sendiri sudah ditunggu sejak kehadiran Skylake-X di tahun 2017 lalu. Thermal conductivity STIM diharapkan dapat membawa performa ekstra dengan suhu yang relatif jauh lebih terjaga dibandingkan dengan penggunaan High Performance TIM (thermal paste) yang mereka gunakan di Skylake-X. Anda juga bisa membaca mengenai STIM lebih detail pada artikel di bawah ini: STIM: Thermal Headroom Ekstra di Core 9th Gen

Setelah melihat berbagai pembahasan singkat di atas, kali ini kami akan memberikan hands-on review mengenai salah satu prosesor Skylake-X Refresh, yaitu Intel Core i9-9980XE. Prosesor ini telah hadir di lab. Jagat Review sejak beberapa waktu lalu. Prosesor ini merupakan prosesor ‘Extreme Edition’ terbaru dari Intel yang ditujukan untuk menggantikan Core i9-7980XE.

Seperti yang dapat dilihat di website resmi Intel, Core i9 9980XE memiliki spesifikasi:

  • 18-Core, 36-Thread
  • Base speed 2.6Ghz, Max. Turbo Frequency 4.2 – 4.4 Ghz (Single Core Turbo)
  • 24.75MB L3 Cache
  • 65W TDP
  • Quad-channel DDR4
  • Up to 68 PCIe Lanes
  • LGA 2066 socket

Dengan spesifikasi monster di atas ini, Intel Core i9-9980XE dibandrol dengan harga USD 1979. Sebuah harga yang kurang lebih sama dengan pendahulunya Intel Core i9-7980XE ketika diluncurkan ke publik. Dan berikut ini adalah perbandingan dengan pendahulunya, Intel Core i9-7980XE:

Di Intel Core i9-9980XE ini dapat dikatakan tidak ada perubahan signifikan, selain dari penggunaan STIM dan perubahan clock speed. Intel Core i9-9980XE dapat memiliki turbo maksimal 4.5GHz (ITBM 3.0) berbeda 100 MHz dengan pendahulunya. Hal yang sangat membedakan adalah peningkatan 400 MHz pada base CPU clock.

Tanpa menunggu lama lagi, kami akan segera memulai pengujian Intel Core i9-9980XE dengan Intel Core i9-7980XE sebagai pembanding. List benchmark yang akan hadir pada pengujian kali ini adalah:

  • Cinebench R15 (Single Core dan Multi Thread)
  • Geekbench 4 (Single Core dan Multi Thread)
  • 3DMark Time Spy Extreme (CPU Score)
  • Blender 2.78a & Blenchmark 1.0.6 (Render Time)
  • 7-Zip (LZMA Compression Time)
  • FSResizer (Conversion Time)
  • Ashes of The Singularity 4K, Average FPS (Extreme Preset, GPU Focused)
  • Final Fantasy XV Benchmark 4K, Average FPS & 1% Min. FPS (Standard Quality)

Tambahan: Sekilas mengenai FPS dan Frame Time

Ada beberapa skenario pengujian dalam gaming yang menghasilkan variasi framerate cukup tinggi yang tidak bisa terdeteksi oleh penghitungan average FPS(frame per second) saja. Kejadian ini membuat kami memutuskan untuk melihat data Frametime logFrametime adalah waktu dimana 1 (satu) frame akan di-render oleh sistem, biasanya dalam satuan milliseconds (ms). Selama ini kami menggunakan FPS (Frame per second) sebagai unit pengukuran untuk mempermudah perbandingan. Namun, ada kalanya pengukuran frame time ini bisa lebih penting, karena bisa memberi kami data untuk melihat seberapa jauh variance/perbedaan dari waktu render masing-masing frame.

Umumnya, waktu render yang jauh berbeda antar frame, misal frame pertama dirender pada 16.7 ms, lalu frame kedua pada 40 ms, lalu frame ketiga pada 16.7 msakan membuat kita merasa adanya ‘stuttering’ dalam game.

Sebagai perbandingan, inilah konversi FPS ke Frametime:
(dengan rumus FPS = 1000/Frametime,  frametime dalam satuan ms. Berlaku sebaliknya, Frametime = 1000/FPS )

  • 120 FPS8.3 ms (1000/120 = 8.3)
  • 60 FPS16.7 ms (1000/60 = 16.7)
  • 30 fps33.3 ms (1000/30 = 33.3)
  • 20 fps50 ms (1000/20 = 50)

Ini berarti makin KECIL frametime, makin BESAR FPS-nya, dan berlaku sebaliknya.

Setelah menganalisa lebih lanjut, kami menemukan bahwa ada juga cara mudah untuk menentukan apakah sebuah sistem PC mengalami ‘stutter’ yang parah atau tidak. Salah satunya adalah dengan menganalisa frametime log dari beberapa tool seperti FRAFSTool sederhana ini dapat menghitung secara otomatis bagian 1% frame yang ‘terburuk’ dari sekumpulan data frame time ( 1% Minimum Framerate, a.k.a 99th percentile).

Tentunya, PC yang nilai ‘1% minimum FPS’-nya jauh lebih rendah dari FPS rata-rata, pastinya akan mengalami ketidaknyamanan berupa berbagai kejadian ‘stutter’ dalam game.

Pada sampel data frametime berikut, terlihat bahwa data Average tidak terlalu mencerminkan 'spike' yang terjadi, sedangkan data 99th percentile-nya lebih mendekati sebagian besar lonjakan yang terjadi sepanjang game berlangsung
Pada sampel data frametime berikut, terlihat bahwa data Average tidak terlalu mencerminkan ‘spike’ yang terjadi, sedangkan data 99th percentile-nya lebih mendekati sebagian besar lonjakan yang terjadi sepanjang game berlangsung

Deretan aplikasi di atas menurut kami sudah bisa memberikan gambaran performa yang diberikan oleh Core i9-9980XE, dibandingkan dengan pendahulunya, baik untuk beban single-threaded maupun multi-threaded, serta melibatkan benchmark sintetik, real-world, dan gaming. Sebagai catatan, seluruh benchmark gaming dijalakan pada konfigurasi 4K untuk bisa melihat apakah 1% minimum FPS terjaga.

Testbed

  • Prosesor: Intel Core i9-9980XE Extreme Edition & Intel Core i9-7980XE Extreme Edition
  • Motherboard: Asus ROG X299 Strix XE (BIOS 1602)
  • RAM: HyperX Predator RGB DDR4-3200 CL16-18-18-36 32GB Kit (4x8GB)
  • VGA: NVIDIA GEFORCE RTX 2080Ti Founders Edition
  • SSD: Samsung 960 PRO 2TB
  • PSU: Corsair HX850
  • Cooler: Cooler Master Masterliquid 240
  • OS: Windows 10 Pro 64-bit, 1809 RS5.
*Catatan extra: Prosesor Intel Core i9-7980XE yang kami gunakan sudah didelid, sehingga suhu yang didapatkan pada pengujian suhu Intel Core i9-7980XE sedikit lebih rendah daripada menggunakan TIM stock dari Intel. Prosesor Intel Core i9-7980XE ini menggunakan TIM Cooler Master Mastergel Pro. 

Tanpa menunda lagi mari kita lihat hasil pengujian Intel Core i9-9980XE!

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
Tags:

Comments

RANDOM ARTICLES