in: Casing | January 22, 2019 | by: Yufianto Gunawan

Review Casing Corsair Crystal 280X RGB

Di Computex 2018 lalu, Corsair memperkenalkan casing mereka yang disebut sebagai Crystal Series 280X RGB. Casing ini merupakan casing yang ditujukan untuk ingin membangun sebuah PC dengan motherboard Micro ATX atau Mini ITX, dengan desain dual-chamber, yang diharapkan bisa membuat hasil rakitan terlihat lebih rapi, di mana kabel-kabel dari berbagai komponen tidak terlihat “mengotori” ruang utama. Selain itu, di casing ini, Corsair menawarkan penutup dengan bahan tempered glass, serta kipas dengan tata cahaya dari RGB LED.

Beberapa waktu lalu, Corsair, melalui distributor mereka, PT DTG, mengirimkan casing tersebut untuk kami coba. Penasaran dengan apa saja yang ditawarkan Corsair di casing mereka ini? Kami akan membahasnya dalam artikel ini!

Spesifikasi Corsair Crystal 280X RGB

Sebelum mulai membahas casing dari Corsair yang satu ini, mari kita lihat terlebih dahulu spesifikasi dari casing ini. Seperti yang kami sebutkan di atas, casing ini hanya mendukung penggunaan motherboard dengan form factor Micro ATX dan Mini ITX saja. Secara keseluruhan, dimensi casing ini adalah 398 mm x 276 mm x 351 mm.

Dari dimensi di atas, casing ini terlihat memiliki lebar di atas rata-rata casing “biasa” pada umumnya. Crystal 280X RGB ini memiliki lebar mencapai hampir 28 cm, karena memang Corsair menggunakan desain dual-chamber, di mana “chamber” untuk PSU dan storage diletakkan di balik tray motherboard, sehingga casing ini menjadi lebih lebar dari casing “biasa”. Berikut ini adalah spesifikasi lengkap dari Corsair Crystal 280X RGB ini, berdasarkan informasi dari situs resmi Corsair:

Berdasarkan informasi spesifikasi tersebut, casing ini bisa menampung graphics card dengan panjang mencapai 300 mm serta PSU mencapai 180 mm, suatu hal yang terbilang wajar. Namun, satu hal yang mungkin perlu diperhatikan adalah tinggi maksimal pendingin prosesor yang bisa digunakan di casing ini hanya 150 mm saja. Hal ini disebabkan karena “chamber” utama casing ini memang tidak selebar di casing umumnya.

Testbed

Agar bisa merasakan hal-hal yang ditawarkan Corsair di casing Crystal 280X RGB ini, kami tentu saja akan merakit sebuah sistem lengkap ke dalam casing ini Berikut ini adalah komponen-komponen yang akan kami pasang ke dalam casing ini:

  • Prosesor: Intel Core i7-8086K
  • Motherboard: ASUS ROG STRIX Z390i
  • RAM: HyperX Fury DDR4-2666 2x 4 GB
  • Storage:
    • 2x WD Red 3 TB
    • 1x HGST 500 GB 2.5″
    • 1x Samsung SSD 850 EVO
  • CPU Cooler:
    • Cooler Master Hyper 212 Turbo LED
    • Cooler Master MasterLiquid 240
  • PSU:
    • Corsair TX650M
  • Graphics Card:
    • NVIDIA GeForce RTX 2080 Ti Founders Edition

Corsair Crystal 280X RGB

Mari kita mulai pembahasan dengan melihat secara sepintas casing Crystal 280X RGB ini. Unit yang dipinjamkan Corsair untuk review kali ini adalah varian dengan warna putih. Selain warna putih, Crystal 280X RGB ini juga tersedia dalam warna hitam. Casing ini menggunakan tempered glass sebagai penutup sebagian sisi depan, bagian atas, dan side panel kiri.

Tempered glass untuk side panel kiri dikunci dengan empat buah baut. Secara standar, Corsair menggunakan baut dengan kepala yang cukup besar, yang bisa dibuka dengan bantuan obeng. Tidak ada mekanisme yang membantu menahan tempered glass tersebut, kecuali empat buah baut itu, sehingga pengguna perlu berhati-hati saat melepas-pasang side panel itu. Kami menyarankan, sebaiknya casing ini diposisikan dalam posisi tidur ketika akan melepas atau memasang side panel casing ini.

Setelah side panel kiri dilepas, kita bisa mengakses tray motherboard. Terlihat ada beberapa lubang di tray motherboard ini, dengan tiga buah lubang ditutup dengan karet untuk membantu merapikan kabel. Terdapat lubang untuk membantu memasang backplate pendingin prosesor ke motherboard. Namun, bila diperhatikan, lubang tersebut tertutup semacam struktur, yaitu cage HDD 3.5″.

Ya, untuk HDD 3.5″, Corsair menggunakan semacam cage yang bisa diakses dari sisi belakang casing, dan diposisikan di belakang tray motherboard, menutup lubang untuk membantu pemasangan backplate sistem pendingin prosesor. Untungnya, Corsair mendesain cage tersebut agar dapat dilepas dengan mudah, untuk mengakses lubang di tray. Pengguna cukup melepas baut pengunci cage dan menarik cage ke arah dalam untuk melepasnya. Di cage HDD 3.5″ tersebut, terdapat 2 tray yang bisa menampung HDD 3.5″ atau storage 2.5″.

Di “chamber” untuk cage HDD 3.5″ tersebut, yang ditutup dengan side panel non-tempered glass, terdapat ruang untuk PSU, kabel-kabel dari berbagai komponen PC, serta cage storage 2.5″. Cage storage 2.5″ itu diisi tiga buah tray, yang masing-masinng tentunya bisa menampung HDD 2.5″ atau SSD 2.5″. Selain itu, di ujung “chamber”, dekat dengan sisi depan casing, terdapat kontroler RGB dari Corsair, Lighting Node Pro, yang merupakan pusat kontrol tata cahaya dari kipas atau perangkat lain di dalam casing yang mendukung software Corsair iCUE.

Casing ini dilengkapi Corsair dengan empat buah dust filter, untuk membantu mengurangi debu masuk ke dalam. Satu filter diposisikan di balik panel depan casing, untuk menutup ventilasi bagian depan. Satu lagi ada di sisi bawah casing dan satu di side panel kanan. Sedangkan satu lagi untuk menutup ventilasi di bagian atas casing, diposisikan di balik tempered glass sisi atas.

Beralih ke front panel. Corsair menempatkan front panel casing ini di sisi atas, di bagian depan kanan. Terdapat tombol power dan reset, 2x USB 3.0, serta audio out dan mic in di front panel casing ini. Dua port USB 3.0 di front panel ini mungkin akan dirasa kurang untuk beberapa kalangan pengguna, terutama yang membutuhkan banyak port USB, mengingat desain casing ini tidak memungkinkan kita menambahkan perangkat ekspansi, misalnya dengan memanfaatkan bay 5.25″, untuk menambah jumlah port USB yang bisa diakses dengan mudah dari sisi depan.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
Tags:

Comments

RANDOM ARTICLES