in: Graphics Card | February 6, 2019 | by: Tim Jagat Review

GeForce GTX 1060 6GB vs GeForce RTX 2060 6GB (1080p Gaming)

Kartu Grafis GeForce GTX 1060 adalah satu solusi kartu grafis kelas menengah yang cukup popular di kalangan gamer. Performa GeForce GTX 1060 terutama yang versi 6GB GDDR5 (bukan yang 3GB) dianggap cukup memadai untuk menangani game terkini di skenario 1080p, NVIDIA juga mensyaratkan GeForce GTX 1060 6GB sebagai hardware minimal untuk memenuhi standar GeForce GTX BattleBox Essential 2018 mereka.

Namun bagaimana performa kartu grafis ini kalau dibandingkan dengan sang pendatang baru di kelas mainstream, GeForce RTX 2060 6GB? Uji singkat kami berikut ini akan mencari jawabannya!

 

Pengujian oleh Ivan Rachmatsyah Akbar “IvanCupa”, Editing oleh Alva Jonathan “Lucky_n00b”

 

Metode Pengujian & Testbed

1080p Gaming

XG2401_JagatOC

Kami akan menjalankan GeForce GTX 1060 6GB dan juga GeForce RTX 2060 6GB pada beberapa game AAA yang cukup membebani sistem grafis di PC, dimana semua game-nya akan dijalankan pada resolusi 1080p(1920×1080). Monitor yang kami gunakan pada artikel ini adalah Viewsonic XG2401 1080p 144Hz.

 

GPU 1: Galax GeForce GTX 1060 HOF GOC Edition 6GB

GeForce GTX 1060 yang akan mendapat tugas untuk dibandingkan adalah salah satu GeForce GTX 1060 spesial dari Galax, yakni GeForce GTX 1060 HOF GOC Edition. GPU tersebut datang dengan konfigurasi pre-overclocked, dengan power target yang cukup luas sehingga cukup untuk merepresentasikan kebanyakan kondisi GeForce GTX 1060 dalam keadaan overclock.

GeForce GTX 1060 HOF 6GB memiliki boost clock rating pada 1848Mhz. Pada aslinya, card ini bisa mendapat boost hingga 2Ghz dalam keadaan default!

 

Galax GeForce GTX 1060 HOF 6GB – 3DMark Fire Strike Graphics Score : 13221

 

GPU 2: GeForce RTX 2060 Founders Edition

GeForce RTX 2060 yang kami gunakan adalah versi Founders Edition dari NVIDIA.

 

GeForce RTX 2060 Founders Edition – 3DMark Fire Strike Graphics Score : 19042

 

 

Testbed – Specs

  • Prosesor: Intel Core i9-7900X ‘Skylake-X’
  • Motherboard: ASUS ROG STRIX X299-XE
  • RAM: HyperX Predator RGB DDR4-3200CL16 4x8GB
  • VGA 1: Galax GeForce GTX 1060 HOF 6GB
  • VGA 2: GeForce RTX 2060 6GB Founders Edition
  • SSD: HyperX 3K 240GB
  • PSU: Corsair AX1200i
  • CPU Cooler: Cooler MasterLiquid 240
  • OS: Windows 10 64-bit, 1809 Update
  • Case: No Case, Open Bench Table (suhu ambient 25C)

 

Game

Berikut daftar game yang digunakan:

Jika game tersebut memiliki internal benchmark tool, kami menjalankan tool tersebut lalu mengukur framerate/frametime-nya dengan Tool FRAPS (yang kemudian dianalisa dengan tool FRAFS Bench Viewer untuk mencari nilai average FPS dan 99th percentile FPS (1% Minimum FPS)-nya. Sebaliknya, kalau game tersebut tidak memiliki internal benchmark tool, kami menjalankan sebuah skenario gameplay singkat.

*Sebagai catatan, pada game dengan API Next-gen seperti Vulkan dan DX12 yang tidak bisa di-logging dengan FRAPS, kami menggunakan tool benchmark MSI Afterburner – RIvaTunerStatisticsServer(RTSS) untuk pengukuran average FPS & 1% Min FPS

Tambahan: Sekilas mengenai FPS dan Frame Time

Ada beberapa skenario pengujian dalam gaming yang menghasilkan variasi framerate cukup tinggi yang tidak bisa terdeteksi oleh penghitungan average FPS(frame per second) saja. Kejadian ini membuat kami memutuskan untuk melihat data Frametime logFrametime adalah waktu dimana 1 (satu) frame akan di-render oleh sistem, biasanya dalam satuan milliseconds (ms). Selama ini kami menggunakan FPS (Frame per second) sebagai unit pengukuran untuk mempermudah perbandingan. Namun, ada kalanya pengukuran frame time ini bisa lebih penting, karena bisa memberi kami data untuk melihat seberapa jauh variance/perbedaan dari waktu render masing-masing frame.

Umumnya, waktu render yang jauh berbeda antar frame, misal frame pertama dirender pada 16.7 ms, lalu frame kedua pada 40 ms, lalu frame ketiga pada 16.7 msakan membuat kita merasa adanya ‘stuttering’ dalam game.

Sebagai perbandingan, inilah konversi FPS ke Frametime:
(dengan rumus FPS = 1000/Frametime,  frametime dalam satuan ms. Berlaku sebaliknya, Frametime = 1000/FPS )

  • 120 FPS8.3 ms (1000/120 = 8.3)
  • 60 FPS16.7 ms (1000/60 = 16.7)
  • 30 fps33.3 ms (1000/30 = 33.3)
  • 20 fps50 ms (1000/20 = 50)

Ini berarti makin KECIL frametime, makin BESAR FPS-nya, dan berlaku sebaliknya.

Setelah menganalisa lebih lanjut, kami menemukan bahwa ada juga cara mudah untuk menentukan apakah sebuah sistem PC mengalami ‘stutter’ yang parah atau tidak. Salah satunya adalah dengan menganalisa frametime log dari beberapa tool seperti FRAFSTool sederhana ini dapat menghitung secara otomatis bagian 1% frame yang ‘terburuk’ dari sekumpulan data frame time ( 1% Minimum Framerate, a.k.a 99th percentile).

Tentunya, PC yang nilai ‘1% minimum FPS’-nya jauh lebih rendah dari FPS rata-rata, pastinya akan mengalami ketidaknyamanan berupa berbagai kejadian ‘stutter’ dalam game.

Pada sampel data frametime berikut, terlihat bahwa data Average tidak terlalu mencerminkan 'spike' yang terjadi, sedangkan data 99th percentile-nya lebih mendekati sebagian besar lonjakan yang terjadi sepanjang game berlangsung

Pada sampel data frametime berikut, terlihat bahwa data Average tidak terlalu mencerminkan ‘spike’ yang terjadi, sedangkan data 99th percentile-nya lebih mendekati sebagian besar lonjakan yang terjadi sepanjang game berlangsung

 

Pada skor benchmark sintetis DX11, seperti yang kami tunjukkan di atas lewat 3DMark Fire Strike Graphics Score, GeForce RTX 2060 sudah setidaknya 1.4x lebih kencang dari GeForce GTX 1060 6GB. Bagaimana pada pengujian game? Mari simak pengujian pada halaman berikutnya!

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Comments

RANDOM ARTICLES