in: Graphics Card | February 14, 2019 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Review AMD Radeon VII: Vega 7nm

Era GPU 7nm akhirnya tiba! Setelah AMD memperkenalkan GPU 7nm pertama mereka beberapa waktu lalu di tahun 2018 untuk kelas data center dan workstation, sekarang giliran GPU kelas consumer. AMD Radeon VII (dibaca: Radeon Seven) adalah gaming GPU 7nm pertama di Dunia yang akhirnya rilis tanggal 7 Februari 2019 lalu, dan diharapkan bisa memberikan performa kelas atas di segmen high-end. Sedikit berbeda dari berbagai spekulasi yang beredar soal GPU next-gen AMD ini, Radeon VII masih menggunakan arsitektur ‘Vega’, bukan ‘Navi’.

 

Awal Mula Vega di 14nm

siggraph_vega_architecture_04_575px

GPU Vega 14nm diperkenalkan tahun 2017 lalu, mulai dari Radeon Vega Frontier Edition yang nampaknya ditujukan untuk kelas prosumer/workstation, lalu akhirnya datang versi consumer-nya beberapa bulan kemudian dengan Radeon RX Vega. Versi flagshipnya bernama Radeon RX Vega 64, berbasis GPU dengan codename ‘Vega 10

Baca Juga: Hands-on Review Radeon RX Vega 64

RXVega_1VEGA_9

Radeon RX Vega 64 diposisikan untuk melawan GeForce GTX 1080 pada kelas harga USD 499, namun sayangnya pertengahan 2017 adalah masa yang ‘buruk’ untuk merilis GPU. Kondisi ekosistem PC pada kala itu tengah ‘diserbu’ cryptocurrency miner, membuat RX Vega 64 hampir mustahil ditemukan. Kalaupun Anda menemukan-nya harga-nya akan mahal sekali, jauh di atas 499 USD yang ditetapkan AMD.

Pengujian yang dilakukan berbagai tester dan reviewer pada Vega 64 juga menunjukkan bahwa GPU tersebut memiliki satu karakteristik yang kurang disenangi para enthusiast: Vega 64 mengonsumsi daya cukup massive untuk performa yang ditawarkan (Tidak berlebihan jika candaan “VGA AMD Sahabat PLN” mengacu pada RX Vega, yang jauh lebih boros daya dari RX 400-series Polaris), belum lagi Vega memiliki heat output yang relatif besar, membuat versi aircooled dari Vega harus mendapat rating clockspeed lumayan rendah dibanding versi watercooled-nya. Seri Radeon RX Vega 56 yang lebih rendah memiliki karakteristik thermal dan power yang  lebih masuk akal dari RX Vega 64.

Selain kelangkaan unit, harga meroket, dan karakter power dan thermal yang kurang menyenangkan, AMD juga dihadapkan pada kenyataan bahwa GPU RX Vega 64 yang menjabat sebagai GPU tercepat mereka saat itu performanya masih terpaut jauh dari GPU terkencang kompetitornya, yakni GeForce GTX 1080 Ti. Butuh perubahan besar dari AMD untuk membuat GPU yang lebih kencang dari RX Vega 64.

Beberapa waktu lamanya setelah RX Vega rilis, AMD nampak tidak memberikan update baru pada GPU mereka. Hal ini nampak wajar karena demand GPU sekitar tahun 2017-an untuk cryptocurrency yang begitu besar, membuat GPU cukup ‘laris’ bagi miner. Nampak tidak ada gunanya merilis sesuatu yang baru untuk pasar ini di waktu itu, karena ada pendapat yang berbunyi “Performa GPU tidak penting, yang penting barang ready dan bisa dibeli dalam jumlah banyak“.

 

Dari 14nm ke 7nm: Pertama dengan Radeon Instinct ‘Vega 20’


Sedikit bergeser dari GPU kelas consumer, AMD mendemokan GPU 7nm mereka di Computex 2018, dan menyatakan bahwa pada akhir tahun nanti GPU 7nm ini akan siap produksi. Akhirnya diketahui bahwa GPU yang dimaksud AMD tersebut adalah Radeon Instinct berbasis Vega 7nm – codename: ‘Vega 20‘.Ya, perpindahan ke 7nm ini dilakukan pada arsitektur yang masih serupa.

Akhir tahun 2018 lalu, AMD secara resmi mengumumkan lini Radeon Instinct 7nm mereka pada ajang AMD Next Horizon. GPU Radeon Instinct ditujukan untuk kelas data center, untuk dioptimalkan menghadapi workload machine-learning dan high-performance computing. GPU yang dihadirkan di sana adalah AMD Radeon Instinct MI60 (64 Compute Unit, 32GB HBM2), dan juga AMD Radeon Instinct MI50 (60 Compute Unit, 16GB HBM2).

Baca Juga: Radeon Baru Hadir dengan Fabrikasi 7nm!

 

7nm: Apa Yang Spesial?

Radeon Instinct yang menjadi GPU 7nm perdana dari AMD menyajikan beberapa peningkatan dari generasi 14nm mereka sebelumnya. Secara spesifik, AMD menyebutkan bahwa GPU 7nm ini akan memiliki:

  • 2x More Density: Densitas Tinggi, lebih banyak transistor pada area sama
  • 1.25x Performance at Same Power : Performa 25% lebih baik pada level konsumsi daya sama
  • 50% Lower Power at Same Frequency : GPU 7nm AMD dapat mencapai clockspeed tertentu dengan daya setengah dari generasi 14nm sebelumnya

Nampak jelas bahwa dengan 7nm, AMD berharap untuk memaksimalkan die area demi membuat GPU lebih kompleks pada die lebih kecil, lalu juga menggunakan karakterisik dari fabrikasi 7nm untuk :

  1. Membuat GPU tersebut untuk mencapai clockspeed tinggi pada voltage lebih rendah, atau
  2. Mengoperasikan GPU pada clockspeed lebih tinggi dengan konsumsi daya yang sama dengan generasi sebelumnya

Walaupun karakteristik dari 7nm ini lahir pada Radeon Instinct, tidak sulit untuk melihat bahwa AMD akan membawa semua karakteristik tersebut pada GPU consumer 7nm mereka, Radeon VII.

Spesifikasi Radeon Instinct Mi50 – 60 Compute Unit (3840 Radeon Cores), 16GB HBM2

Radeon VII : 7nm Untuk Consumer

Pada sebuah kejutan di ajang CES 2019, AMD mengumumkan bahwa mereka memiliki sebuah GPU baru untuk consumer di kelas high-end : Radeon VII. Pengumuman ini jelas mengagetkan, karena pada saat itu tidak banyak yang memperkirakan bahwa AMD akan menghadirkan GPU baru ke pasar consumer/gamer, dengan menggunakan fabrikasi 7nm! Dengan harga pada 699 USD, Radeon VII akan menghadapi kompetitor mereka di kelas harga serupa: GeForce RTX 2080.

Baca Juga: AMD CES 2019 – Radeon VII Diumumkan, 7nm Gaming GPU Pertama + 16GB HBM2

Spesifikasi yang dibacakan kala itu, yakni 60 Compute Unit (3840 ‘Radeon Cores’), Performa 25% lebih tinggi dari Vega 64 pada daya sama, dan 16GB HBM2 langsung mengingatkan kami akan Radeon Instinct yang diumumkan beberapa waktu sebelumnya. Sekilas, Radeon VII memiliki spesifikasi mirip Radeon Instinct Mi50!

Tentu, unit Radeon VII yang ditujukan untuk kelas gamer/consumer akan secara spesifik di-tuning untuk pasarnya, AMD jelas tidak ingin merusak pasar Radeon Instinct. Sejauh ini, walau jumlah compute unit serta jumlah memory-nya sama, ada beberapa kapabilitas pada Radeon VII yang di-cut down, seperti misalnya:

  • Performa Double-precision compute lebih rendah dari Radeon Instinct Mi50 (Mi50 memiliki 6.7 TFLOPS FP64, Radeon VII sekitar setengahnya di 3.35 TFLOPS)
  • Tidak ada dukungan workstation-grade GPU Virtualization / MxGPU
  • Tidak ada ECC pada Radeon VII
  • Instinct Mi50 memiliki dukungan PCIe Gen 4 x16 , Radeon VII hanya PCIe Gen 3 x16

Untungnya ‘pemotongan’ fitur ini tidak akan terlalu berarti pada kelas consumer, karena sebagian besar skenario penggunaan pada segmen ini tidak membutuhkannya.

 

Spesifikasi – Radeon VII

Berikut spesifikasi lengkap dari Radeon VII, dibandingkan ke kompetitor terdekatnya, dan juga generasi sebelumnya:

*klik untuk memperbesar

 

GPU – CU lebih kecil, Clock lebih tinggi

Dibandingkan RX Vega 64, Radeon VII nampak memiliki jumlah shader / Compute Unit lebih kecil (60 CU pada Radeon VII, 64 CU pada RX Vega 64), namun transistor density pada Radeon VII membuat AMD bisa memasukkan 60 CU tersebut dalam area 331 mm2 berkat proses 7nm, dimana RX Vega 64 membutuhkan 495mm2 untuk 64 CU-nya. Proses 7nm juga mengizinkan Radeon VII memiliki karakter clockspeed/voltage yang lebih optimal untuk mencapai performa tinggi, plus AMD juga menambahkan beberapa optimalisasi pada compute unit-nya.

Clockspeed GPU Radeon VII pada saat Boost di-rating pada 1750Mhz, walau peak clockspeed-nya bisa mencapai 1800Mhz pada load dan keadaan tertentu. Sebagai pembanding, RX Vega 64 memiliki rating Boost Clock pada 1546Mhz / 1630Mhz peak. Sebagai catatan, Rating 1750-1800Mhz adalah angka yang sulit dicapai pada RX Vega 64, dan melakukan overclocking ke 1.65- 1.7Ghz-an saja sudah akan membutuhkan voltage cukup besar, yang membuat konsumsi daya dan thermal output di Vega 64 melonjak tinggi. Rating TDP pada Radeon VII dan Vega 64 ada di nilai mirip, sekitar 300 W-an.

*Catatan untuk clockspeed: Perlu dicatat juga bahwa rating ‘boost clock’ pada AMD dan NVIDIA akan berbeda, dimana AMD mencatatkan nilai boost clock sebagai nilai yang umum dicapai hingga ke nilai maksimal pada load tertentu sesuai rating TDP-nya, boost clock rating di NVIDIA mengacu pada nilai boost clock minimum yang bisa didapatkan, boost clock sebenarnya pada unit NVIDIA bisa lebih tinggi dari spesifikasi-nya bergantung pada power limit / power target. (Baca: Analisis Boost Clock GeForce RTX 2080 Gigabyte – JagatOC)

 

Memory – HBM2 1TB/s

Die shrink pada GPU juga yang membuat AMD bisa memasukkan 2 stack HBM2 tambahan pada Radeon VII. Dengan total 4 stack HBM2, ukuran Video RAM di Radeon VII menjadi 16 GB, dengan total memory bus width menjadi 4096-bit (1024-bit per stack, total 4 stack). 16GB HBM2 yang digunakan Radeon VII memiliki clockspeed 1Ghz dengan rating 2 Gbps, meningkat dari konfigurasi 945Mhz / 1.89Gbps di RX Vega 64. Karena bus width yang lebarnya 4096-bit, Radeon VII memiliki theoritical total bandwidth sebesar 1TB/s. Untuk perbandingan, theoritical bandwidth total pada 256-bit, 14 Gbps GDDR6 di GeForce RTX 2080 hanya mencapai 448 GB/s (Titan RTX dengan 384-bit bus GDDR6 yang di-overclock ke 16 Gbps pun baru memiliki theoritical bandwidth sebesar 768 GB/s).

Selain bandwidth yang massive, kami lebih terkejut dimana sekarang Radeon VII mempunyai 16GB Video RAM (sesuai dengan desain awal pada Radeon Instinct Mi50).

 

Ruang Lingkup, Metode Pengujian dan Testbed

Pengujian Radeon VII ada artikel ini akan membahas beberapa hal, seperti:

  • Tampilan fisik dari Radeon VII
  • Overview fitur di driver / Radeon Software
  • Karakteristik clockspeed dan voltage di Radeon VII dibandingkan RX Vega 64
  • Karakteristik konsumsi daya & power efficiency, suhu, dan noise
  • Performance Test: Benchmark Sintetis
  • Performance Test: Gaming di resolusi 4K

**Catatan: Radeon VII datang di lab JagatReview tanggal 4 Februari 2019 lalu, dan pada tanggal 7 Februari 2019 lalu hasil pengujian sudah bisa rilis sesuai dengan NDA release date yang ditetapkan AMD. Dengan waktu pengujian cukup singkat, kami harus memanfaatkan waktu seefisien mungkin saat pengujian berlangsung untuk memastikan ada konten yang bisa ditayangkan pada tanggal NDA release di atas (Selain Radeon VII, kami juga harus melakukan pengujian pada berbagai GPU pembanding). Ini membuat pengujian kami masih belum bisa membahas beberapa hal spesifik seputar Radeon VII seperti aspek content creation dan mencari skenario spesifik dimana 16GB HBM2-nya menjadi sesuatu yang diperlukan dan memberikan performance advantage.

 

Testbed

Sistem yang digunakan untuk pengujian adalah sebagai berikut:

  • Prosesor: Intel Core i9-7900X ‘Skylake-X’
  • Motherboard: ASUS ROG STRIX X299-XE
  • RAM: HyperX Predator RGB DDR4-3200CL16 4x8GB
  • SSD: HyperX 3K 240GB
  • PSU: Corsair AX1200i
  • CPU Cooler: Cooler MasterLiquid 240
  • Case: No Case, Open Bench Table (suhu ambient 25C)
  • OS: Windows 10 64-bit (1809 Update / RS5)

 

GPU yang sempat kami uji untuk menambahkan data pembanding di artikel ini adalah:

  • NVIDIA GeForce GTX 1070 Ti, Founders Edition (FE)
  • NVIDIA GeForce GTX 1080, Founders Edition (FE)
  • NVIDIA GeForce RTX 2060, Founders Edition (FE)
  • NVIDIA GeForce RTX 2080, Founders Edition (FE)
  • NVIDIA GeForce RTX 2080 Ti, Founders Edition (FE)
  • AMD Radeon RX Vega 64 (reference Aircooled version)

 

Berikutnya, ini versi Driver GPU yang digunakan untuk pengujian:

  • Radeon VII menggunakan driver pre-release untuk Radeon VII (Radeon Software Adrenalin Jan22-Press Edition),
  • Radeon RX Vega 64 menggunakan driver Radeon Software Adrenalin 19.2.1
  • Semua NVIDIA GeForce menggunakan NVIDIA Forceware 417.71

 

 

OK, let’s start!

 

 

Pengujian GPU pembanding oleh Ivan Rachmatsyah Akbar ‘IvanCupa’

Editing dan Pengujian Radeon VII oleh Alva Jonathan ‘Lucky_n00b’

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES