in: Graphics Card | February 17, 2019 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Review: GeForce RTX 2060 vs GeForce GTX 1080 (Gigabyte GeForce RTX 2060 Gaming OC 6G)

Kehadiran GeForce RTX 2060 awal tahun 2019 ini menandakan mulainya pergeseran performa kartu grafis di kelas mainstream. Dengan perilisan GeForce RTX 2060, satu aspek yang nampak menjadi fokus NVIDIA adalah membuat GeForce RTX lebih bisa dijangkau banyak pengguna, mengingat GeForce RTX 2080 dan 2080 Ti yang dirilis pertengahan 2018 adalah kartu grafis berharga premium dan berada di luar jangkauan sebagian besar gamer.

Saat artikel ini dirilis, cukup umum menjumpai kartu grafis GeForce RTX 2060 di kisaran 6 Juta Rupiah. Walau bagi sebagian besar pengguna di Indonesia harga 6 Juta-an ini masih sulit disebut kelas ‘menengah’, potensi performa yang ditawarkan RTX 2060 membuatnya unggul cukup jauh dari generasi sebelumnya. Berikut ini sebuah uji singkat kami untuk menunjukkan perbedaan performa RTX 2060 (Founders Edition), melawan GeForce GTX 1060 yang cukup popular:

Baca Juga: Galax GeForce GTX 1060 HOF 6GB vs GeForce RTX 2060 Founders Edition

 

Anda tidak salah melihat tabel relative performance di atas. Pada pengujian skenario gaming 1080p kami di beberapa game terbaru, GeForce RTX 2060 Founders Edition memiliki performa hampir 1.5x GeForce GTX 1060! Perlu diingat, Galax GeForce GTX 1060 HOF yang kami gunakan adalah satu dari pre-overclocked GTX 1060 6GB terkencang di Dunia, dan perbedaan performa ini pastinya lebih jauh jika dibandingkan dengan GTX 1060 6GB biasa.

Sekarang, kami hendak menyajikan hasil beberapa pengujian lengkap dari RTX 2060 buatan Gigabyte: Gigabyte GeForce RTX 2060 Gaming OC 6G.

 

Spesifikasi Singkat – GeForce RTX 2060 (Founders Edition) vs Gigabyte RTX 2060 Gaming OC 6G

*klik untuk memperbesar

 

Dari spesifikasi, terlihat bahwa GPU TU106 yang menjadi mesin RTX 2060 memiliki 1920 Shader Unit (“CUDA Cores”), tidak terlampau jauh berbeda dengan 2304 unit pada GeForce RTX 2070. Lalu RTX 2060 juga masih diberikan GDDR6 sebesar 6GB yang beroperasi pada clockspeed 1750Mhz(effective data rate 14Gbps). GDDR6 yang memiliki rating 14Gbps ini yang akhirnya masih mengizinkan bandwidth tinggi meskipun Memory bus width pada RTX 2060 hanya 192-bit. Tentu karena membawa nama RTX, RTX 2060 masih dilengkapi 240 Tensor Cores dan 30 RT Cores.

Bagaimana dengan unit dari Gigabyte ini? GPU RTX 2060 besutan Gigabyte datang dengan spesifikasi mirip GeForce RTX 2060 Founders Edition (jumlah CUDA Cores, Clockspeed GDDR6, dkk) dengan perbedaan kentara terletak pada rating Boost clock dari Gigabyte RTX 2060 yang diset pada 1830Mhz.

Yang perlu dicatat adalah dengan adanya mekanisme GPU Boost di NVIDIA, adakalanya spesifikasi clock yang tertera di label, maupun yang dibaca di GPU-Z bisa berbeda dengan yang sebenarnya sedang beroperasi (kami akan jelaskan ini di bagian clockspeed di halaman berikutnya).

 

Turing: Performa lebih tinggi per Shader Unit vs Pascal

Satu hal yang perlu di-highlight juga adalah meskipun shader unit dari Turing RTX 2060 jumlahnya lebih sedikit dari Pascal di GTX 1070 Ti / GTX 1080 (2060 hanya memiliki 1920 Shader, 1070 Ti memiliki 2432 Shader Unit, dan 1080 memiliki 2560 shader), GPU turing akan cenderung memiliki performance-per-shader unit lebih tinggi dari Pascal karena beberapa peningkatan secara arsitektur yang ada di GPU Turing, seperti kemampuan mengoperasikan instruksi Floating-point dan Integer secara bersamaan dalam satu cycle pada beberapa workload. GPU Turing juga sudah mengalami beberapa penyesuaian pada L1/L2 Cache-nya, dimana selain ukuran cache pada Turing akan lebih besar, bandwidth dari L1/L2 cache-nya juga lebih tinggi.

 

 

Metode pengujian & Testbed

Pengujian kami pada Gigabyte GeForce RTX 2060 6GB akan meliputi beberapa hal:

  • Tampilan fisik, Spesifikasi
  • Karakteristik clockspeed + Potensi overclocking (Pernah dibahas di JagatOC)
  • Konsumsi daya & power efficiency, suhu
  • Performance Test: Benchmark Sintetis dan Gaming di Resolusi 1080p dan 4K
  • Beberapa performance test pada skenario DXR (DirectX Ray Tracing)

 

Game

Berikut daftar game yang digunakan:

Jika game tersebut memiliki internal benchmark tool, kami menjalankan tool tersebut lalu mengukur framerate/frametime-nya dengan Tool FRAPS (yang kemudian dianalisa dengan tool FRAFS Bench Viewer untuk mencari nilai average FPS dan 99th percentile FPS (1% Minimum FPS)-nya. Sebaliknya, kalau game tersebut tidak memiliki internal benchmark tool, kami menjalankan sebuah skenario gameplay singkat.

*Sebagai catatan, pada game dengan API Next-gen seperti Vulkan dan DX12 yang tidak bisa di-logging dengan FRAPS, kami menggunakan tool benchmark MSI Afterburner – RIvaTunerStatisticsServer(RTSS) untuk pengukuran average FPS & 1% Min FPS

 

Testbed – Spesifikasi 

  • Prosesor: Intel Core i9-7900X ‘Skylake-X’
  • Motherboard: ASUS ROG STRIX X299-XE
  • RAM: HyperX Predator RGB DDR4-3200CL16 4x8GB
  • SSD: HyperX 3K 240GB
  • PSU: Corsair AX1200i
  • CPU Cooler: Cooler MasterLiquid 240
  • Case: No Case, Open Bench Table (suhu ambient 25C)
  • OS: Windows 10 64-bit, 1809 Update
  • Driver NVIDIA: Forceware 417.71

 

GPU Pembanding

GTX_1080
GTX 1080 – GPU Pascal high-end 2016

 

Setelah melihat bagaimana GeForce RTX 2060 FE memiliki performa 1.5x GTX 1060 HOF, nampaknya cukup fair untuk mencari beberapa kartu grafis yang cukup powerful di jamannya sebagai pembanding Gigabyte GeForce RTX 2060 Gaming OC 6G. Sebagai pembanding utama, kami memilih:

  • GeForce GTX 1070 Ti 8GB GDDR5 (Founders Edition)
  • GeForce GTX 1080 8GB GDDR5X (Founders Edition)
  • GeForce RTX 2060 6GB GDDR6 (Founders Edition)

 

GeForce RTX 2060 FE – salah satu GPU pembanding

 

Kami juga menambahkan data Radeon RX Vega 64 (hanya untuk pengujian gaming di 4K), dan juga beberapa data GeForce RTX 2080 / 2080 Ti di pengujian sintetis benchmark ray-tracing.

 

Let’s Start!

 

Pengujian Gigabyte RTX 2060 & Penulisan oleh Alva Jonathan ‘Lucky_n00b’

Pengujian GPU pembanding oleh Ivan Rachmatsyah Akbar ‘IvanCupa’

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES