in: Graphics Card - Highlights | March 25, 2019 | by: Yufianto Gunawan

Review Graphics Card ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 OC

Platform Pengujian

Pengujian graphics card ROG Strix GeForce RTX 2070 OC ini dilakukan di testbed yang kami bangun untuk tes graphics card. Berikut ini adalah spesifikasi testbed tersebut:

  • Prosesor: Intel Core i9-7900X ‘Skylake-X’
  • Motherboard: ASUS ROG STRIX X299-XE
  • RAM: HyperX Predator RGB DDR4-3200CL16 4x 8GB
  • SSD: Samsung SSD 960 EVO 1 TB
  • PSU: Corsair HX850
  • CPU Cooler: Cooler MasterLiquid 240
  • Case: No Case, Open Bench Table
  • OS: Windows 10 64-bit, 1809 Update
  • Driver NVIDIA: Forceware 417.71

Metode Pengujian

Pengujian kami pada ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 OC akan meliputi beberapa hal:

  • Performance Test: Benchmark sintetis dan gaming di resolusi 1080p. Benchmark yang digunakan adalah:
    • Benchmark sintetis:
      • 3DMark
    • Game:
      • Ashes of the Singularity: Escalation (Vulkan)
      • Assassin’s Creed Odyssey (DirectX 11)
      • Battlefield 1 (DirectX 11)
      • F1 2018 (DirectX 11)
      • Far Cry 5 (DirectX 11)
      • Final Fantasy XV Benchmark (DirectX 11)
      • Forza Horizon 4 Demo (DirectX 12)
      • Ghost Recon Wildlands (DirectX 11)
      • GTA V (DirectX 11)
      • Metro Exodus (DirectX 12)
      • Shadow of the Tomb Raider Demo (DirectX 12)
      • Shadow of War (DirectX 11)
      • The Witcher 3 (DirectX 11)
  • Suhu
  • Konsumsi daya & power efficiency

Catatan: untuk pengujian performa di dalam game, kami menggunakan tool benchmark internal yang tersedia di dalam game, bila ada, dikombinasikan dengan FRAPS atau Afterburner + RTSS untuk mendapatkan 1% Min. Framerate, bila hasil itu tidak tersedia di tool benchmark internal. Sementara untuk game tanpa tool benchmark internal (The Witcher 3, Battlefield 1, dan GTA V), kami menggunakan suatu scene dalam game sebagai scene benchmark, dan pencatatan framerate/frametime dilakukan dengan FRAPS atau Afterburner + RTSS.

Franklin & Lamar, misi awal GTA V yang kami gunakan untuk scene benchmark.

Catatan 2: karena graphics card ini dilengkapi dengan dua buah preset clock, kami akan menyertakan hasil pengujian di kedua preset tersebut dalam review kali ini.

Tambahan: Sekilas mengenai FPS dan Frame Time

Ada beberapa skenario pengujian dalam gaming yang menghasilkan variasi framerate cukup tinggi yang tidak bisa terdeteksi oleh penghitungan average FPS(frame per second) saja. Kejadian ini membuat kami memutuskan untuk melihat data Frametime logFrametime adalah waktu dimana 1 (satu) frame akan di-render oleh sistem, biasanya dalam satuan milliseconds (ms). Selama ini kami menggunakan FPS (Frame per second) sebagai unit pengukuran untuk mempermudah perbandingan. Namun, ada kalanya pengukuran frame time ini bisa lebih penting, karena bisa memberi kami data untuk melihat seberapa jauh variance/perbedaan dari waktu render masing-masing frame.

Umumnya, waktu render yang jauh berbeda antar frame, misal frame pertama dirender pada 16.7 ms, lalu frame kedua pada 40 ms, lalu frame ketiga pada 16.7 msakan membuat kita merasa adanya ‘stuttering’ dalam game.

Sebagai perbandingan, inilah konversi FPS ke Frametime:
(dengan rumus FPS = 1000/Frametime,  frametime dalam satuan ms. Berlaku sebaliknya, Frametime = 1000/FPS )

  • 120 FPS8.3 ms (1000/120 = 8.3)
  • 60 FPS16.7 ms (1000/60 = 16.7)
  • 30 fps33.3 ms (1000/30 = 33.3)
  • 20 fps50 ms (1000/20 = 50)

Ini berarti makin KECIL frametime, makin BESAR FPS-nya, dan berlaku sebaliknya.

Setelah menganalisa lebih lanjut, kami menemukan bahwa ada juga cara mudah untuk menentukan apakah sebuah sistem PC mengalami ‘stutter’ yang parah atau tidak. Salah satunya adalah dengan menganalisa frametime log dari beberapa tool seperti FRAFSTool sederhana ini dapat menghitung secara otomatis bagian 1% frame yang ‘terburuk’ dari sekumpulan data frame time ( 1% Minimum Framerate, a.k.a 99th percentile).

Tentunya, PC yang nilai ‘1% minimum FPS’-nya jauh lebih rendah dari FPS rata-rata, pastinya akan mengalami ketidaknyamanan berupa berbagai kejadian ‘stutter’ dalam game.

Pada sampel data frametime berikut, terlihat bahwa data Average tidak terlalu mencerminkan 'spike' yang terjadi, sedangkan data 99th percentile-nya lebih mendekati sebagian besar lonjakan yang terjadi sepanjang game berlangsung
Pada sampel data frametime berikut, terlihat bahwa data Average tidak terlalu mencerminkan ‘spike’ yang terjadi, sedangkan data 99th percentile-nya lebih mendekati sebagian besar lonjakan yang terjadi sepanjang game berlangsung

GPU Pembanding

Sebagai pembanding untuk ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 OC, kami menggunakan 3 graphics card berikut ini:

  • GeForce GTX 1070 Ti Founders Edition
  • GeForce GTX 1080 Founders Edition
  • GeForce RTX 2060 Founders Edition

GeForce GTX 1080 Founders Edition dan GeForce GTX 1070 Ti Founders Edition kami pilih sebagai pembanding untuk menunjukkan posisi graphics card ini bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Sayang sekali, kami tidak memiliki data pengujian GeForce RTX 2070 Founders Edition, sehingga kami tidak bisa membandingkan graphics card dari ASUS ini, yang hadir dengan boost clock lebih tinggi, dengan Founders Edition, yang memang tidak hadir dengan spesifikasi sesuai reference design NVIDIA, tetapi cukup menggambarkan performa yang seharusnya bisa diharapkan dari GeForce RTX 2070. Sementara GeForce RTX 2060 kami sertakan untuk menunjukkan seberapa jauh perbedaan performa GeForce RTX 2070 dengan produk yang diposisikan tepat di bawahnya.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES