in: Graphics Card - Highlights | March 25, 2019 | by: Yufianto Gunawan

Review Graphics Card ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 OC

Graphics Card (Part 1)

Sebagai graphics card dengan GPU dari kelas atas, cukup wajar bila graphics card ini memiliki ukuran yang besar. ASUS menyebutkan bahwa graphics card ini memiliki dimensi 305 x 130 x48.9 mm, dengan sistem pendingin menggunakan tiga buah kipas berdiameter 90 mm. Sepintas, graphics card ini masih mengusung garis besar desain menyerupai graphics card kelas atas mereka dengan GPU dari generasi sebelumnya.

Sistem pendingin yang digunakan bisa dikatakan memiliki ukuran besar, yang tampaknya dibutuhkan untuk menjinakkan panas dari GPU Turing yang digunakan oleh ROG Strix GeForce RTX 2070 OC ini. Terdapat enam buah heatpipe di sistem pendingin tersebut, yang diatur sedemikian rupa untuk optimasi distribusi panas. Enam heatpipe tersebut terhubung ke dua segmen fin, dengan susunan yang terbilang rapat.

ASUS menyebut kipas yang digunakan di sistem pendingin tersebut sebagai Wing-Blade Fan. Kipas itu disebut menawarkan static pressure hingga 105% dari kipas di graphics card pada umumnya, dengan tingkat kebisingan yang rendah. Sementara untuk permukaan base sistem pendingin yang bersentuhan langsung dengan GPU, ASUS menyebutkan bahwa bagian itu dibangun dengan MaxContact Technology. Hal itu bisa meningkatkan thermal transfer dari GPU ke sistem pendingin.

Sebuah shroud digunakan ASUS untuk mempercantik tampilan dari sistem pendingin, dan juga graphics card secara keseluruhan. Terdapat beberapa area di shroud tersebut, di sekitar fan, yang digunakan ASUS untuk menempatkan RGB LED. Tentu saja, RGB LED tersebut bisa diatur warna dan efek tata cahayanya dengan aplikasi andalan ASUS, Aura Sync.

ROG Strix GeForce RTX 2070 OC ini juga dibekali dengan backplate, yang juga dilengkapi dengan RGB LED yang mendukung Aura Sync. Terdapat logo khas ASUS ROG di backplate tersebut, yang bisa berubah warna sesuai konfigurasi RGB LED. Corak khas ROG Strix juga ditampilkan di backplate tersebut.

Kami sempat mencoba menggunakan Aura Sync untuk melakukan pengaturan RGB LED di graphics card ini. Menariknya, karena testbed yang kami gunakan menggunakan motherboard dari ASUS yang juga hadir dengan dukungan Aura Sync, kami bisa melakukan sinkronasi warna dan efek untuk kedua komponen tersebut, ataupun mengaturnya agar menampilkan warna dan efen berbeda. Bahkan, bila ada komponen lain dalam PC yang juga menawarkan dukungan untuk Aura Sync, warna dan efek RGB LED di komponen tersebut pun bisa diatur dari aplikasi yang sama.

ASUS menawarkan cukup banyak preset efek di aplikasi Aura Sync tersebut. Beberapa preset yang ada bisa diatur agar tampil lebih sesuai dengan keinginan pengguna, termasuk untuk warna dan kecepatan efek dijalankan. Sementara untuk preset yang bisa ditampilkan dalam suatu sequence, yang melibatkan beberapa komponen, urutan tampil pun bisa diatur agar menghasilkan tampilan yang menarik.

RGB LED di graphics card bisa diatur agar warna dan efeknya sama dengan di motherboard, seperti di I/O Shield.

Logo ASUS ROG di backplate juga dilengkapi RGB LED.

Ada juga fitur yang memungkinkan agar RGB LED di graphics card tetap menyala dan menampilkan efek tertentu sekalipun PC dalam keadaan tidak menyala (sleep/shut down), selama pasokan listrik ke PC masih aktif. Sementara, bila pengguna tidak ingin mengaktifkan RGB LED di graphics card ini, opsi itu juga tersedia di Aura Sync. Secara umum, Aura Sync ini bisa dikatakan bisa memenuhi kebutuhan pengguna dari sisi pengaturan untuk RGB LED, baik di graphics card ini maupun di komponen lain yang mendukungnya.

Di area sudut graphics card yang dekat dengan area mounting back panel, ASUS menempatkan satu switch dan satu tombol. Switch tersebut dapat digunakan untuk memilih mode kipas, P Mode dan Q Mode, di mana P Mode (Performance) akan membuat kipas di graphics card terus aktif, sekalipun graphics card tidak mendapatkan beban kerja, dengan kurva kinerja kipas yang diatur untuk mengakomodasi kebutuhan pendinginan untuk menjaga performa tinggi. Sementara untuk Q Mode (Quiet), kipas diatur agar tidak menimbulkan suara yang mengganggu saat beroperasi, tanpa mengganggu performa secara keseluruhan graphics card. Di mode ini, kipas juga akan berhenti berputar selama suhu operasi masih di bawah 55 °C untuk menghasilkan operasi “0 dB”.

Sementara untuk tombol yang ada, ASUS menyematkan fungsi on/off untuk RGB LED. Jadi, bila pengguna menginginkan RGB LED tidak aktif, dengan sekali penekanan tombol ini, RGB LED akan secara otomatis dimatikan. Sayangnya, tombol ini bisa jadi tidak mudah diakses saat graphics card terpasang ke sistem yang ada di dalam casing. Selain itu, ketika pengguna melakukan shut down sistem, dan menyalakan kembali sistem, RGB LED akan kembali menyala, terlepas dari apakah saat shut down dilakukan pengguna mematikan RGB LED atau tidak.

Selain backplate, ROG Strix GeForce RTX 2070 OC ini disebut juga mengusung reinforced frame, yang ditempatkan di balik sistem pendingin. Fungsi dari frame ini tentu saja untuk memperkuat struktur keseluruhan graphics card, sehingga graphics card tidak mudah bengkok. ASUS menyebutkan bahwa frame tersebut menawarkan kekuatan struktural hingga 3x lipat. Hal ini memang seharusnya dibutuhkan mengingat ukuran graphics card ini yang terbilang besar.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES