in: Graphics Card - Highlights | March 25, 2019 | by: Yufianto Gunawan

Review Graphics Card ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 OC

Graphics Card (Part 2)

Suhu Operasi ROG Strix GeForce RTX 2070 OC

  • Gaming Mode (P Mode) – Idle: 31 °C (Fan 32%)
  • Gaming Mode (P Mode) – Full Load: 60 °C (Fan 52%)

Catatan: pengujian suhu operasi dilakukan dengan GPU-Z ketika sistem menjalankan benchmark game Metro Exodus, dengan preset Ultra, tanpa RTX dan DLSS, yang kami loop sebanyak 5x. 

Hasil pengujian yang kami lakukan menunjukkan bahwa sistem pendingin di graphics card ini menawarkan performa yang baik, bisa menjaga suhu operasi GPU di sekitar 60 °C dalam kondisi full load. Hal ini terbilang baik, mengingat suhu operasi maksimal dari GPU Turing adalah 89 °C. Sementara di kondisi idle, suhu hingga 31 °C bisa dicapai karena di P Mode, mode yang kami gunakan, kipas tidak berhenti berputar walaupun graphics card tidak mendapatkan load.

Terkait suara, kami tidak menjumpai suara yang mengganggu selama pengujian graphics card ini. Hal ini terbilang wajar karena putaran kipas diatur secara otomatis, dan hanya berputar di kecepatan di kisaran 52% ketika graphics card mendapatkan full load. Tentu saja, ketika kami menjalankan kipas di kecepatan penuh, dengan pengaturan manual, suara yang dihasilkan masuk dalam kategori mengganggu. Suatu hal yang wajar.

Untuk ukuran, graphics card ini membutuhkan ruang lebih dari dua slot ekepansi. Hal ini berarti kita tidak bisa memasang apapun di 1-2 slot PCI Express yang berada di bawah slot yang kita gunakan untuk graphics card ini bila jarak kedua slot sesuai dengan standar dua slot ekspansi. Bila pengguna banyak menggunakan card PCI Express di sistem mereka, misalnya untuk capture card, sound card, dan lain sebagainya, hal ini tentu saja harus diperhatikan.

ASUS menyebutkan bahwa ada dua mode operasi di graphics card ini, yaitu Gaming Mode dan OC Mode. Kedua mode tersebut hanya bisa diakses melalui aplikasi, yaitu GPU Tweak II. Tidak ada mekanisme fisik, seperti switch, yang bisa digunakan untuk mengatur mode operasi. Walaupun begitu, hal ini seharusnya tidak jadi masalah berarti karena GPU Tweak II sendiri cukup mudah digunakan, dan juga mudah didapatkan.

I/O yang tersedia di graphics card ini sedikit berbeda dari standar yang biasa dijumpai di graphics card Founders Edition dari NVIDIA. ASUS tampaknya memilih untuk menyertakan konektor yang lebih banyak dipakai saat ini, dibandingkan mengikuti graphics card dari NVIDIA. Konfigurasi I/O yang mereka tawrakan ini disebut juga dioptimasi untuk kebutuhan penggunaan perangkat VR. Berikut ini jajaran konektor di I/O ROG Strix GeForce RTX 2070 OC:

  • 2x Display Port 1.4
  • 2x HDMI 2.0b
  • 1x USB Type C (VirtualLink)

 

Graphics card ini membutuhkan pasokan daya tambahan melalui dua buah konektor, yang ditempatkan di ujung jauh graphics card. Terdapat 1 konektor PCIe 6-pin dan 1 konektor PCIe 8-pin. ASUS menempatkan LED di dekat kedua konektor tersebut, yang bisa menjadi penanda apakah konektor daya sudah terpasang dengan benar atau tidak. Ini akan cukup memudahkan pengguna untuk troubleshooting ketika graphics card tidak berfungsi normal saat dipasang ke sistem.

Tidak ada konektor NVLink di graphics card ini. Hal tersebut wajar karena GeForce RTX 2070 memang tidak menawarkan dukungan untuk konfigurasi multi graphics card dengan menggunakan NVLink. Di GeForce RTX 2000 Series ini, dukungan itu hanya ada di GeForce RTX 2080 dan GeForce RTX 2080 Ti.

Di bagian ujung graphics card yang jauh dari area I/O, terdapat beberapa konektor. Kami melihat ada dua buah konektor fan 4-pin serta satu konektor 4-pin lain. Konektor fan 4-pin memang cukup umum disertakan ASUS di graphics card mereka, disebut sebagai FanConnect II di ROG Strix GeForce RTX 2070 OC ini. Konektor tersebut berfungsi layaknya konektor fan 4-pin pada umumnya, mendukung mode DC dan PWM. Bila pengguna memasang fan ke konektor ini, pengaturan putaran kipas juga akan menyertakan faktor suhu operasi graphics card. Kecepatan putaran kipas yang terpasang ke konektor itu juga bisa diatur melalui GPU Tweak II.

Sementara untuk satu konektor 4-pin yang lain, setelah membaca detail graphics card ini di situs resmi ASUS, kami mendapatkan informasi terkait kegunaan dari konektor tersebut. Konektor tersebut adalah konektor untuk Aura Sync. Pengguna bisa memasang LED strip yang mendukung Aura Sync ke konektor tersebut untuk mendapatkan warna dan efek sesuai dengan yang berjalan di graphics card, atau yang diatur dari Aura Sync.

Terkait daya tahan dari graphics card ini, ASUS menyebutkan bahwa mereka memproduksi graphics card dengan Auto-Extreme Technology. Hal tersebut disebut bisa meningkatkan faktor reliabilitas dari graphics card karena proses produksinya dilakukan dengan presisi sangat tinggi. Selain itu, proses produksi ini juga menghasilkan dampak lebih rendah ke lingkungan, menurut penjelasan dari ASUS.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES