in: Display | April 10, 2019 | by: Pladidus Santoso

Review LG PF1000UG: Proyektor Multimedia “Imut”!

LG PF1000UG

Jika kita berbicara soal teknologi display, sebagian besar dari kita mungkin akan langsung berdiskusi soal monitor dan televisi, yang memang selalu jadi tumpuan. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, dimana para penikmat konten multimedia, termasuk video game dan film menginginkan sesuatu yang lebih wah dan megah, proyektor mulai jadi incaran. Masuk ke dalam teknologi yang satu ini memang bukan perkara mudah. Bukan saja karena masalah harga yang terhitung tinggi dibandingkan teknologi display yang lain, Anda juga harus menyiapkan ruang yang besar untuk memastikannya bisa dinikmati secara maksimal. Yang ditawarkan oleh LG via proyektor kecil mereka – PF 1000UG menjawab masalah tersebut.

Dengan bentuk yang lebih ringkas, LG PF1000UG hadir dengan satu konsep – menjadikannya sebagai sebuah proyektor multifungsi yang ringkas dan bisa digunakan dalam ruang kecil sekalipun. Kesemuanya tentu saja dipadukan dengan dukungan fitur yang membuatnya bisa digunakan untuk aktivitas menyenangkan seperti menikmati video game ataupun film terbaru yang Anda miliki, tetapi juga yang lebih produktif seperti presentasi di depan klien misalnya. Bentuk ringkas membuatnya mudah dibawa kemanapun ia dibutuhkan, membuatnya jadi perangkat yang terhitung “mobile” setidaknya untuk ukuran sebuah proyektor.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh LG PF1000UG ini? Mengapa kami menyebutnya seabgai proyektor multimedia yang “imut”?

Ultra Short Throw

Ringkas dan tidak butuh ruang besar untuk digunakan adalah konsep Ultra Short Throw.

Untuk mereka yang tidak terlalu familiar dengan perkembangan teknologi proyektor, perangkat yang satu ini selalu identik dengan sebuah mesin besar dan berat dengan suara bising yang selalu keluar begitu ia dinyalakan. Padahal, seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan kebutuhan, banyak dari produk tersebut yang hadir dengan bentuk lebih ringkas dan ramping sembari mempertahankan semua fitur dan teknologi yang memang dibutuhkan. Berangkat dari hal inilah, LG memperkenalkan LG PF1000UG yang diposisikan sebagai sebuah proyektor dengan konsep “Ultra Short Throw”.

Berbeda dengan proyektor yang menembak langsung ke depan melaluai lensa yang ada, lensa dengan tipe Ultra Short Throw ini justru menembak ke bagian belakang. Cahaya gambar tersebut diarahkan pada sebuah kaca pembesar dengan jarak super dekat yang kemudian akan memantulkannya kemanapun ruang yang Anda inginkan.

Alih-alih langsung menembak ke depan, lensa menembak kaca pembesar yang tersedia baru dipantulkan ke ruang tembak.
In action..
Konsep seperti ini memungkinkan Anda menikmati layar besar dalam jarak tembak yang pendek.

Hasilnya? Berbeda dengan proyektor pada umumnya yang membutuhkan ruang super besar untuk digunakan secara optimal, proyektor Ultra Short Throw – atau dalam kasus ini LG PF1000UG tidak menuntut hal tersebut. Ia bisa digunakan dalam ruang kecil dalam jarak antara ruang tembak dan proyektor yang pendek. LG bahkan mengklaim bahwa ia bisa menghasilkan ukuran layar setara televisi 100 inchi dalam jarak tembak hanya 38 cm saja. Sesuatu yang berhasil kami buktikan dan bukan sebuah omong kosong. Anda juga didukung dengan sebuah wheel di bagian tengah yang memungkinkan Anda untuk mengatur fokus proyektor. Didukung dengan sistem pengaturan via menu yang juga bisa memodifikasi posisi X-Y setiap sudut, LG memastikan bahwa PF1000UG bisa “beradaptasi” dengan ruang tembak yang ada.

Ketakutan banyak orang untuk beralih ke proyektor juga selalu berkisar pada miskonsepsi bahwa teknologi ini memakan daya listrik yang besar. Walaupun kami sendiri yakin bahwa di masa lampau atau mungkin teknologi proyektor yang lebih besar memang berujung sebagai “pemakan” tagihan listrik yang beringas, LG PF1000UG untungnya tidak demikian. Proses uji kami dengan setting brightness tertinggi dengan kontras warna paling signifikan memperlihatkan bahwa konsumsi daya terbesar berada di angka 85W, atau 15W lebih rendah dibandingkan klaim LG di situs resmi mereka yang berada di angka 100W. Jika dibandingkan dengan teknologi display yang lebih konvesional, konsumsi daya yang satu ini tentu saja, terhitung rasional.

Konsumsi daya rasional.
LG juga mengklaim ketahanan lampu bisa mencapai 30.000 jam penggunaan.

Salah satu ketakutan lain juga muncul dari daya tahan lampu proyektor itu sendiri. Mengingat daya tahannya akan terkikis seiring dengan frekuens penggunaan, keengganan untuk direpotkan dengan proses ganti lampu yang tidak murah jadi alasan untuk menghindari proyektor. Tantangan yang juga dijawab LG PF1000UG dengan “manis”. Menggunakan tipe lampu LED (RGB), ia diklaim bisa menawarkan daya tahan lampu hingga 30.000 jam penggunaan. Jumlah waktu yang jika diakumulasikan, sepertinya cukup untuk menikmati konten multimedia favorit Anda hingga muak. Daya tahan menjadi salah daya tarik produk yang satu ini.

LG PF1000UG sendiri mengusung spesifikasi resmi sebagai berikut:

  • Technology: DLP
  • Native Resolution: 1920x1080p, 60Hz
  • Brightness: 1000 Lumen
  • Contrast Ratio: 150.000:1
  • Noise: High Brightness – 30db, Economic – 21dB, Normal – 24dB
  • Projection Lens: Focus – Manual
  • Projection Image: Screen Size 152,4cm – 254cm with Throw Ratio: 0.29
  • Light Source: LED (RGB)
  • Life High Brightness: 30.000 jam
  • Power Consumption: 100W (Max)
  • Input Signal Compatibility: Digital (HDMI), Component
  • Input / Output Terminals: 2 HDMI, 1 RGB In, 1 Audio Out, 1 USB, 1 RGB (PC) Audio In
  • 3D Optimizer: Yes
Daftar Isi
Pages: 1 2 3
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES