in: Graphics Card | April 8, 2019 | by: Tim Jagat Review

Review: Palit GeForce GTX 1660 Ti StormX OC 6GB

Kartu grafis beperforma tinggi identik dengan ukuran besar, namun Palit ingin membuktikan hal berbeda dengan kartu grafis rancangan mereka, Palit GeForce GTX 1660 Ti StormX OC 6GB ini. Panjang VGA card ini kurang dari 17cm (Dimensi: PxLxT 168 x 122 x 40 mm), nampak cocok untuk pengguna sistem mini-ITX. Pada kartu grafis mungil ini,  Palit menyematkan GPU NVIDIA GeForce GTX 1660 Ti. Seperti apa performanya, dan sejauh mana cooler bawaan single-fan yang diberikan bisa menangani suhu operasi dari GeForce GTX 1660 Ti? Mari simak reviewnya!

Baca Juga: Sekilas Arsitektur GTX Turing

 

Palit GeForce GTX 1660 Ti StormX OC

Tampilan Fisik Graphics Card

GPU-nya didinginkan dengan heatsink ber-heatpipe yang didinginkan dengan single-fan
Opsi display: 1x DP 1.4, 1x HDMI 2.0b, 1x DVI-D
1×8-pin power connector

 

GDDR6 chip pada Graphics Card ini juga nampak menyentuh bagian pendingin dengan semacam thermal pad.
Palit GTX 1660 Ti StormX OC memiliki PCB yang lebih pendek dari sebagian besar card GTX 1660 Ti yang kami temui

 

 

Spesifikasi – NVIDIA Reference GTX 1660 / Ti

 

Spesifikasi Palit GTX 1660 Ti StormX OC (GPU-Z)

Melihat dari nama ‘StormX OC’ yang diberikan Palit, cukup wajar untuk melihat bahwa boost clock GPU ini 45Mhz lebih tinggi dari standar reference NVIDIA untuk GTX 1660 Ti (reference: 1770Mhz, Palit: 1815Mhz). Namun meski sudah mengalami factory OC, Palit masih membiarkan nilai Power Limit dari GPU ini pada standar NVIDIA yakni 120W (ada ruang untuk ditingkatkan ke 130W).

Yang perlu dicatat adalah dengan adanya mekanisme GPU Boost di NVIDIA, adakalanya spesifikasi clock yang tertera di label, maupun yang dibaca di GPU-Z bisa berbeda dengan yang sebenarnya sedang beroperasijadi nilai Boost sebesar 1830Mhz ini belum tentu menunjukkan clockspeed GPU yang terjadi saat full-load (Ini akan kami bahas pada analisis GPU Boost Clock nanti).

Video RAM-nya sekelas dengan RTX 2060 dimana GTX 1660 Ti memiliki 192-bit 6GB GDDR6, tapi rating kecepatannya ada di 12 Gbps, bukan 14 Gbps yang ditemui pada seri atas GeForce RTX.

 

(Anda yang ingin informasi lebih lengkap dapat mengunjungi info pada website Palit berikut ini)

 

Metode pengujian & Testbed

Berikut ini pengujian yang hendak kami lakukan:

  • Pembahasan Spesifikasi, Tampilan Fisik
  • Analisis Boost Clock, konsumsi daya & power efficiency, serta Suhu operasi
  • Performance Test: Benchmark Sintetis dan Gaming di Resolusi 1080p

 

Game

Berikut daftar game yang digunakan:

Jika game tersebut memiliki internal benchmark tool, kami menjalankan tool tersebut lalu mengukur framerate/frametime-nya dengan Tool FRAPS (yang kemudian dianalisa dengan tool FRAFS Bench Viewer untuk mencari nilai average FPS dan 99th percentile FPS (1% Minimum FPS)-nya. Sebaliknya, kalau game tersebut tidak memiliki internal benchmark tool, kami menjalankan sebuah skenario gameplay singkat.

*Sebagai catatan, pada game dengan API Next-gen seperti Vulkan dan DX12 yang tidak bisa di-logging dengan FRAPS, kami menggunakan tool benchmark MSI Afterburner – RIvaTunerStatisticsServer(RTSS) untuk pengukuran average FPS & 1% Min FPS

 

Testbed – Spesifikasi 

  • Prosesor: Intel Core i9-7900X ‘Skylake-X’
  • Motherboard: ASUS ROG STRIX X299-XE
  • RAM: HyperX Predator RGB DDR4-3200CL16 4x8GB
  • SSD: HyperX 3K 240GB
  • PSU: Corsair AX1200i
  • CPU Cooler: Cooler MasterLiquid 240
  • Case: No Case, Open Bench Table (suhu ambient 25C)
  • OS: Windows 10 64-bit, 1809 Update

 

Catatan – GPU Pembanding

Kami akan menggunakan beberapa GPU pembanding untuk referensi performa, yakni:

  • NVIDIA GeForce GTX 1660 6GB (Gigabyte GTX 1660 OC 6G)
  • NVIDIA GeForce GTX 1060 6GB (NVIDIA Founders Edition)
  • NVIDIA GeForce RTX 2060 6GB (NVIDIA Founders Edition)

 

Pengujian oleh Ivan Rachmatsyah Akbar ‘IvanCupa’

Penulisan dan Editing oleh oleh Alva Jonathan ‘Lucky_n00b’

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES