in: News | May 29, 2019 | by: Pladidus Santoso

Computex 2019: Dell Bantu Bumi “Bernapas”

Teknologi memang didesain untuk membantu hidup manusia. Bahwa kehadirannya membuat segala sesuatunya lebih mudah, dari sisi efektivitas mengerjakan sesuatu hingga sekedar sesuatu yang sifatnya sekedar bersenang-senang. Namun manusia, termasuk Anda dan kami seringkali lupa bahwa untuk setiap produk yang didesain di pasaran, sumber daya harus dihabiskan. Seringkali, kita juga harus berhadapan dengan limbah yang kini menjadi fokus banyak diskusi, terutama bagaimana ia berdampak besar pada lingkungan. Salah satu penelitian bahkan memprediksi bahwa jumlah limbah plastik di lautan misalnya, akan berjumlah lebih banyak daripada ikan di tahun 2050 mendatang. Sebuah isu yang tidak bisa lagi kita abaikan.

Maka mengejutkan dan menarik untuk medengar bagaimana Dell, di event Computex 2019 dimana pertarungan para brand lebih difokuskan untuk sekedar membahas fitur, performa, kecepatan, yang kesemuanya mengarah pada penggunaaan energi yang besar, justru menyediakan waktu untuk membicarakan soal komitmen mereka pada lingkungan. Sesuatu yang berakhir mengunci perhatian kami, di luar teknologi terbaru Dell, yang akan kami bicarakan di artikel-artikel terpisah nanti. Komitmen untuk satu tujuan utama – membantu bumi “bernapas”.

Salah satunya mengemuka lewat kebijakan yang diambil untuk proses packaging produk premium Dell – XPS. Dell memastikan bahwa kesemuanya dibangun dengan menggunakan proses daur ulang dari tidak hanya limbah dan sampah, tetapi juga polusi itu sendiri. Sebuah langkah yang memang tidak bisa serta merta menyelamatkan dunia memang, tetapi pelan dan pasti, memberikan lebih banyak ruang bagi bumi untuk bernapas.

Plastik pembungkus untuk XPS misalnya, datang dari limbah plastik di lautan yang diambil oleh Dell dan didaur ulang untuk membungkus produk mereka. Tidak cukup sampai di sana saja, mereka bekerjasama dengan perusahaan di India untuk menangkap polusi udara kotor di salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia tersebut dan kemudian mengubahnya menjadi tinta. Tinta hitam tersebut kemudian didistribusikan menjadi tiga varian, termasuk yang digunakan untuk sekedar seni mural hingga layak cetak yang juga digunakan untuk packaging XPS itu sendiri. Proses daur ulang ini bahkan terjadi di tas Dell, yang kini dibungkus dengan bahan hasil daur ulang dari kaca film yang sering Anda temukan di jendela kaca mobil.

Dell berkomitmen untuk memberikan ruang napas bagi bumi dengan melakukan proses daur ulang limbah.
Salah satunya bahkan berjung meracik tinta yang dibuat dari polusi udara di India.

Membantu bumi tetapi sekaligus menguntungkan Dell, proses daur ulang ini memang menjadi salah satu komitmen yang hendak mereka dorong di masa depan. Berbicara dengan Matt McGowan – Product Planning and Marketing at Dell yang mengurusi produk seperti G-Series dan XPS itu sendiri, komitmen tersebut dipertegas. Satu-satunya alasan mengapa hanya XPS saat ini yang sudah didukung bahan daur ulang karena memang, resource mereka yang terbatas hanya mampu mengakomodasi lini produk ini saja. Namun seiring dengan lebih banyak investasi yang mereka lakukan di masa depan, akan ada lebih banyak limbah yang diproses ulang dan mungkin berakhir menjadi packaging produk Dell yang lain, bahkan Alienware sekalipun.

Satu yang pasti, langkah yang diambil oleh Dell sejauh ini memang tidak main-main. Mereka secara bangga mengumumkan bahwa mereka sudah berhasil mendaur ulang limbah seberat 100 juta pounds atau sekitar 50 juta kg sejauh ini. Target yang sempat diperkirakan baru akan terjadi di tahun 2020 tersebut ternyata berhasil mereka raih lebih cepat. Limbah ini juga menyangkut kepingan emas kecil yang bisa Anda temukan di elektronik untuk dilebur dan digunakan kembali oleh Dell di produk mereka.

Dell sudah mendaur ulang sekitar 100 juta pounds (50 juta kg) sampah beragam jenis, dan menggunakannya untuk produk andalan Dell, terutama di XPS.

Apa yang dilakukan Dell dengan langkah daur ulang ini dan kemudian mendorong diskusinya di ajang Computex 2019 tentu saja adalah sebuah langkah yang pantas untuk disambut baik, apalagi di tengah diskusi soal limbah yang menghangat. Sebuah perjalanan yang pantas kita dukung untuk dunia, rumah kita, yang lebih baik. RESPECT!

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES