in: News | May 22, 2019 | by: Dian Syarifuddin

Ericsson: 5G Bukan Hanya untuk Industri

Pada Selasa kemarin (21/5), Ericsson sebagai salah satu perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi memaparkan beberapa hasil laporan terkait konektivitas 5G. Hasil laporan tersebut menyatakan bahwa sebagian besar pelanggan mengganggap bahwa kehadiran konektivitas 5G yang ditawarkan nantinya hanya akan ditujukan kalangan industri saja. Akan tetapi, Ericsson memiliki laporan menarik dimana para pelanggan juga merasakan konektivtas 5G melalui smartphone mereka.

Ronni Nurmal, selaku Head of Network Solutions, Ericsson Indonesia menyatakan bahwa banyak pelanggan yang mengatakan bahwa 5G nantinya hanya akan diadopsi oleh kalangan industri, B2B dan lain sebagainya. Namun ternyata, melalui hasil survey yang dilakukan Ericsson, banyak para pengguna smartphone di seluruh dunia mengatakan bahwa mereka bersedia membayar 20 persen lebih mahal untuk layanan 5G.

Menariknya, lebih dari 50% pengguna smartphone di Indonesia pun mengatakan bahwa mereka akan beralih operator jika dalam enam bulan provider yang mereka gunakan saat ini tidak menyediakan layanan 5G. Ini artinya, setengah dari pengguna smartphone di Indonesia sedang mendambakan kehadiran layanan 5G di perangkat mereka“, Ujar Ronni. Hasil laporan ini tentunya mematahkan opini dari para pelanggan yang menyatakan kalau layanan 5G hanya untuk kalangan indsutri saja.

Hasil temuan lainnya yang diperoleh Ericsson bahwa pola penggunaan 4G saat ini tidak menunjukkan perilaku penggunaan di masa depan. konsumsi video akan semakin meningkat seiring dengan perkembangan 5G. Pelanggan tidak hanya mampu mengakses video dalam resolusi yang lebih tinggi, tetapi juga dapat merasakan pengalaman video dengan format imersif seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR).

Meski begitu, Ericsson saat ini melihat bahwa operator di Indonesia masih terus berupaya membangun infrastruktur untuk 4G. Namun Ericsson menyebutkan bahwa penggunaan infrastruktur mereka yang mendukung Ericsson Spectrum Sharing akan membawa banyak keuntungan saat 5G mulai diimplementasikan nanti.

Konsumen di Indonesia pun berharap layanan 5G di Indonesia sudah tersedia dalam dua tahun mendatang. Pengguna smartphone di Tanah Air bahkan bersedia untuk membayar harga premium sebesar Rp30.000 untuk menikmati layanan 5G. Bahkan untuk Early Adapter bersedia membayar lebih sebesar Rp50.000 untuk menikmati layanan 5G.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES