in: Highlights - Motherboard | May 24, 2019 | by: Yufianto Gunawan

Hands-On Review ASRock B450M Steel Legend

Tampilan Fisik Motherboard (Part 2)

Terdapat 3 buah slot ekspansi di motherboard ini, jumlah yang wajar untuk sebuah motherboard Micro-ATX. Slot yang tersedia adalah dua buah PCIe x16 dan satu buah PCIe x1. Slot PCIe x1 di motherboard ini mendukung standar PCIe 2.0 x1. Sementara untuk PCIe x16, konfigurasi standar akan sesuai dengan prosesor yang terpasang. Satu slot PCIe x16 yang ada berjenis Steel Slot, yang disebut ASRock membantu mengurangi interferensi sinyal, serta mendukung penggunaan graphics card yang cukup berat, karena stainless steel shield yang ada juga membantu memperkuat slot tersebut. Berikut ini konfigurasi slot PCIe motherboard ini sesuai dengan prosesor yang terpasang:

  • CPU Ryzen (Pinnacle Ridge & Summit Ridge): PCIe 3.0 x16 (Steel Slot) + PCIe 2.0 x4
  • APU Ryzen (Raven Ridge): PCIe 3.0 x8 (Steel Slot) + PCIe 2.0 x4
  • APU Athlon: PCIe 3.0 x4 (Steel Slot) + PCIe 2.0 x4
Slot PCIe di tengah dilengkapi dengan stainless steel shield

Beralih ke opsi untuk storage, motherboard ini menawarkan dua buah slot M.2. Satu slot M.2 merupakan slot Ultra M.2, yang mendukung SSD PCIe, dengan standar PCIe 3.0 x4 ketika pengguna menggunakan CPU atau APU Ryzen, atau PCIe 3.0 x2 ketika pengguna menggunakan APU Athlon. Sementara slot M.2 yang satu lagi hanya mendukung M.2 SATA saja.

Motherboard ini dilengkapi 2 M.2 dan 4 SATA III

Selain dua slot M.2 tersebut, ASRock juga menyediakan 4 port SATA yang mendukung SATA 6 Gbps. Sayangnya, port SATA ketiga menggunakan jalur yang dibagi bersama dengan M.2 SATA. Jadi, bila pengguna hanya bisa memilih untuk menggunakan salah satu dari keduanya. Keempat konektor SATA di ASRock B450M Steel Legend ini diposisikan menghadap ke samping. Motherboard ini mendukung penggunaan RAID untuk storage berbasis SATA, dengan opsi RAID 0, RAID 1, dan RAID 10.

Untuk sistem pendingin, ASRock menyediakan beberapa konektor di motherboard yang satu ini. Terdapat 5 buah konektor 4-pin yang tersedia di motherboard ini, yaitu 1 CPU Fan, 1 CPU/Water Pump, serta 3 Case Fan. Berdasarkan informasi dari ASRock, konektor CPU Fan mendukung penggunaan fan dengan daya maksimal 1 A (12 Watt), sementara empat konektor lain mendukung maksimal 2 A (24 Watt). Konektor CPU FAN dan CPU/Water Pump diletakkan di dekat slot DIMM, CHA FAN 1/WP diletakkan di area kiri bawah soket, dekat dengan area I/O, sementara 2 konektor fan lain diletakkan di deretan header di sisi bawah.

Terdapat tiga konektor RGB di motherboard ini, yaitu RGB LED Header, Addressable RGB Header, serta AMD Fan LED Header. AMD Fan LED Header diposisikan di atas slot DIMM, sehingga mudah dijangkau oleh kabel dari HSF bawaan paket penjualan prosesor AMD yang mendukung RGB LED. Sementara RGB LED Header dan Addressable RGB Header ditempatkan di sisi bawah motherboard. LED Strip yang terpasang ke kedua konektor tersebut bisa diatur dengan menggunakan Polychrome RGB.

Header USB 3.1 Gen. 1

ASRock menyediakan beberapa konektor untuk front panel casing, yaitu 2 USB 2.0 Header, 1 USB 3.1 Gen. 1 Header, 1 Front Panel Audio Header, serta header untuk Power, Reset, HDD LED, serta Power LED. Ada juga header untuk buzzer dan Power LED 3-pin yang bisa digunakan bila dibutuhkan. Sementara header lain yang tidak terkait dengan front panel, terdapat 1 TMP (Trusted Platform Module) Header; 1 COM Port Header, untuk yang masih membutuhkan port Serial; serta 1 Chassis Intrusion Header.

Berbagai header di sisi bawah motherboard, serta header untuk Clear CMOS

Clear CMOS di motherboard ini masih menggunakan pin, yang ditempatkan di dekat konektor fan di deretan header di sisi bawah motherboard. Pengguna harus menghubungkan dua pin itu untuk melakukan Clear CMOS di motherboard ini. Tidak ada on-board button yang ditempatkan ASRock di motherboard ini. Selain itu, ASRock juga tidak memberikan fitur pembantu deteksi masalah saat booting dalam bentuk apapun di motherboard ini. Hal ini mungkin akan sedikit merepotkan saat troubleshooting bila ada masalah.

Audio dari motherboard ini menggunakan basis Realtek ALC892. Chip ini sendiri sudah terbilang cukup tua, tetapi memang masih umum digunakan di motherboard di kelas B450M Steel Legend ini. Untuk membantu mendapatkan kualitas audio yang baik, ASRock menggunakan kapasitor Nichicon Fine Gold Series untuk bagian audio motherboard ini. Mereka juga melakukan isolasi untuk bagian audio, menempatkan jalur audio terpisah dengan jalur-jalur lain di PCB. Namun, secara umum, tidak ada hal yang terlalu spesial dari bagian audio ini.

Di area I/O, ASRock tidak banyak menempatkan konektor untuk motherboard ini. Hal ini terbilang wajar, karena pada umumnya motherboard di kelas menengah memang tidak dilengkapi I/O yang melimpah. Berikut ini konektor yang tersedia di area I/O motherboard ini:

  • 2x USB 2.0
  • 1x Combo PS/2
  • 1x Display Port 1.2
  • 1x HDMI
  • 4x USB 3.0/USB 3.1 Gen. 1
  • 1x USB 3.1 Gen. 2 Type A
  • 1x USB 3.1 Gen. 2 Type C
  • 1x Gigabit Ethernet
  • 1 set Konektor Audio + S/PDIF

Konektor audio yang ada di area I/O ASRock B450M Steel Legend disebut menggunakan Gold Audio Jack. Konektor ini tampaknya diharapkan untuk menjaga kualitas audio. Untuk Gigabit Ethernet, motherboard ini menggunakan chip Realtek RTL8111H. Sementara untuk display output, resolusi maksimal yang didukung adalah 4K @ 60 Hz, dengan menggunakan Display Port. Tentunya, agar display output ini bisa digunakan, prosesor yang digunakan harus yang berjenis APU, yang memiliki pengolah grafis terintegrasi.

PCB dari motherboard ini disebut ASRock menggunakan High Density Glass Fabric yang memiliki kerapatan tinggi. Jenis PCB ini disebut mengurangi kemungkinan terjadinya short yang disebabkan kelembaban tinggi. ASRock menggunakan material tembaga 2 oz untuk layer di PCB, yang disebut bisa memberikan efisiensi daya yang baik.

Terakhir, mari kita membahas sedikit area VRM dari motherboard ini. ASRock menggunakan PWM controller uPI UP9505P, yang mendukung konfigurasi 4+2. Untuk CPU, motherboard ini menggunakan MOSFET dari Sinopower, dua SM4337 untuk high-side dan dua SM4336 untuk low-side. Sementara untuk SoC, ASRock menggunakan konfigurasi yang sama, dengan penempatan posisi MOSFET yang sedikit berbeda. ASRock juga mengklaim bahwa mereka menggunakan premium power choke dengan rating 60 A untuk kestabilan yang lebih baik.

Datasheet dari komponen-komponen yang digunakan tersebut bisa dilihat dari link di bawah ini:

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES