in: Graphics Card | May 19, 2019 | by: Tim Jagat Review

Review: Gigabyte GeForce GTX 1650 Gaming OC 4G (vs Gigabyte GeForce GTX 1660 OC 6G )

.

NVIDIA nampak tidak berhenti merilis sejumlah kartu grafis berbasis arsitektur Turing. Setelah mengeluarkan Turing versi terjangkau dengan GTX 1660 Ti dan GTX 1660, NVIDIA melanjutkan serbuan Turing mereka ke pasar budget GPU dengan NVIDIA GeForce GTX 1650. Chip GPU yang digunakan pada GTX 1650 adalah chip TU117, berbeda dengan TU116 pada GTX 1660 Ti dan GTX 1660.

 

Spesifikasi NVIDIA GTX 1650

Berikut spesifikasi yang ditetapkan NVIDIA untuk GTX 1650-nya:

*klik untuk memperbesar

 

GTX 1650 memiliki beberapa spesifikasi yang terlihat cukup jauh berbeda dengan GTX 1660 / 1660 Ti :

  • CUDA Cores dengan jumlah relatif rendah di 896 CUDA Cores (vs 1408 di GTX 1660)
  • 4GB GDDR5 8Gbps dengan Memory bus width 128-bit
  • Hemat daya dengan rating TDP 75 W (Cukup untuk VGA Card tanpa konektor daya PCIe)

Dengan target kelas harga start di 149 USD, GTX 1650 nampak disiapkan untuk menggantikan keluarga GPU kelas budget seperti GTX 1050 / 1050 Ti. Kami melihat rating boost clock yang relatif rendah di bawah 1700 Mhz, namun hal ini bisa saja berbeda pada praktek-nya karena kami sering melihat GPU NVIDIA beroperasi jauh di atas boost clocknya jika si vendor pembuatnya mengizinkan. Kami cukup penasaran bagaimana karakteristik clockspeed dari GTX 1650 saat produsen-nya harus mengikuti standar ‘power limit’ NVIDIA di 75W.

Dari segi memory, GTX 1650 jelas memiliki spesifikasi terendah dibanding semua GTX Turing yang ada, dengan hanya mengusung 128-bit GDDR5 8Gbps. Jumlah Video RAM pada 4GB nampak tidak akan menjadi masalah yang terlalu berarti karena pengguna card kelas ini kemungkinan besar masih akan bermain di resolusi 1080p (atau mungkin di bawahnya).

 

1650 Desktop: Bukan ‘Full TU117’

Yang menarik, adalah ketika kami tidak sengaja membaca spesifikasi GPU GTX 1650 untuk laptop:

GPU GTX 1650 pada laptop memiliki 1024 CUDA Cores, menandakan GPU GTX 1650 desktop bukan merupakan TU117 versi ‘Full’. Penggunaan CUDA Cores/shader unit yang lebih besar pada versi laptop nampak umum ditemui sejak beberapa generasi lalu, karena dengan shader unit yang lebih tinggi produsen bisa menggunakan clock lebih rendah, dan pastinya voltage lebih rendah, berakibat pada peningkatan efisiensi daya dan juga thermal load yang lebih kecil.

Kami juga mendapati target TDP 35 – 50W pada 1650 laptop ini menarik. Komponen dengan TDP rendah membuat form factor tipis jadi dimungkinkan, lalu juga menandakan bahwa GTX 1650 adalah GPU yang diciptakan dengan fokus pada performance per watt.

 

GTX 1650: Tanpa Dukungan DXR 

Perbedaan berikutnya adalah tidak adanya DXR(DirectX Ray-Tracing) support sama sekali untuk GTX 1650. Sebagai perbandingan, Turing GTX seperti GeForce GTX 1660/1660Ti masih diberikan izin untuk menjalankan API DXR walau tanpa akselerasi hardware khusus seperti GeForce RTX series. (Yang unik, GTX ‘Pascal’ kelas tengah seperti GTX 1060 6GB masih ‘diijinkan’ menjalankan DXR, apakah NVIDIA merasa GTX 1650 masih terlalu lemah untuk menangani beban DXR tanpa akselerasi hardware?).

 

Masih Bawa Peningkatan Arsitektur Turing

Untungnya, GPU GTX 1650 masih membawa serta beberapa peningkatan yang NVIDIA lakukan pada Turing untuk mem-boost instruction-per-clock, seperti Concurrent FLOAT & INT Operation, penyesuaian jumlah cache, dan Fitur Adaptive Shading (pada saat artikel ini rilis, baru Wolfenstein II yang menerapkan fitur adaptive shading).

Baca Juga: Sekilas Arsitektur GTX Turing

Sekarang, mari lihat salah satu GPU GTX 1650 yang datang ke lab JagatReview dari Gigabyte: Gigabyte GTX 1650 Gaming OC 4G.

Gigabyte GTX 1650 Gaming OC 4G

Kemasan & Tampilan

 

WINDFORCE 2X Cooling, 2x 100mm fan

 

1x DP 1.4, 3x HDMI 2.0b
Masih ada input power 6-pin
Heatpipe direct-touch bantu transfer panas
Backplate
RGB Fusion 2.0 LED

 

Spesifikasi: Gigabyte GTX 1650 Gaming OC 4G

Dengan deteksi dari software GPU-Z, nampak bahwa GTX 1650 Gaming OC 4G memiliki Rating Boost Clock pada 1815Mhz, jauh melebihi rating 1665Mhz pada spesifikasi NVIDIA, sesuai dengan ‘OC’ pada namanya. Clockspeed Memory GDDR5 tidak berubah, tetap 2000Mhz (8Gbps efektif).

Hal menarik berikutnya adalah spesifikasi rating TDP a.k.a  ‘Power Limit’ dari GPU ini ada di standar default NVIDIA, yakni 75W. Gigabyte masih memberikan ruang cukup besar untuk modifikasi setting, hingga 140% dari defaultnya, atau 105W.

Yang perlu dicatat adalah dengan adanya mekanisme GPU Boost di NVIDIA, adakalanya spesifikasi clock yang tertera di label, maupun yang dibaca di GPU-Z bisa berbeda dengan yang sebenarnya sedang beroperasijadi nilai Boost sebesar 1830Mhz ini belum tentu menunjukkan clockspeed GPU yang terjadi saat full-load (Ini akan kami bahas pada analisis GPU Boost Clock nanti).

 

Metode pengujian & Testbed

Di sesi test pada Gigabyte GTX 1650 Gaming OC 4G ini, berikut pengujian yang hendak kami lakukan:

  • Pembahasan Spesifikasi GTX 1650 & Tampilan fisik
  • Analisis Boost Clock, Konsumsi daya & power efficiency, Suhu Operasi
  • Performance Test: Benchmark Sintetis dan Gaming di Resolusi 1080p

 

Game

Berikut daftar game yang digunakan:

Jika game tersebut memiliki internal benchmark tool, kami menjalankan tool tersebut lalu mengukur framerate/frametime-nya dengan Tool FRAPS (yang kemudian dianalisa dengan tool FRAFS Bench Viewer untuk mencari nilai average FPS dan 99th percentile FPS (1% Minimum FPS)-nya. Sebaliknya, kalau game tersebut tidak memiliki internal benchmark tool, kami menjalankan sebuah skenario gameplay singkat.

*Sebagai catatan, pada game dengan API Next-gen seperti Vulkan dan DX12 yang tidak bisa di-logging dengan FRAPS, kami menggunakan tool benchmark MSI Afterburner – RIvaTunerStatisticsServer(RTSS) untuk pengukuran average FPS & 1% Min FPS

 

 Spesifikasi Testbed

  • Prosesor: Intel Core i9-7900X ‘Skylake-X’
  • Motherboard: ASUS ROG STRIX X299-XE
  • RAM: HyperX Predator RGB DDR4-3200CL16 4x8GB
  • SSD: HyperX 3K 240GB
  • PSU: Corsair AX1200i
  • CPU Cooler: Cooler MasterLiquid 240
  • Case: No Case, Open Bench Table (suhu ambient 25C)
  • OS: Windows 10 64-bit, 1809 Update

 

GPU Pembanding

Kami akan menggunakan beberapa GPU pembanding, yakni:

  • AMD Radeon RX 570 4GB (ASUS ROG Strix Radeon RX 570 OC 4GB )
  • NVIDIA GeForce GTX 1050 Ti 4GB (Zotac GTX 1050 Ti Mini 4GB)
  • NVIDIA GeForce GTX 1060 6GB (NVIDIA Founders Edition)
  • NVIDIA GeForce GTX 1660 6GB (Gigabyte GTX 1660 OC 6G)
  • NVIDIA GeForce GTX 1660 Ti 6GB (Palit StormX OC 6GB)
Zotac GeForce GTX 1050 Ti Mini
ASUS ROG Strix Radeon RX 570 OC 4GB
NVIDIA GeForce GTX 1060 6GB FE

 

Gigabyte GTX 1660 OC 6G

 

Secara spesifik, kami ingin membandingkan GTX 1650 ke pesaing mereka di kelas harga serupa, sehingga kami menghadirkan Radeon RX 570 4GB. Pada generasi Pascal sebelumnya, yang kami pilih adalah GTX 1050 Ti 4GB dan GTX 1060 6GB. Tidak lupa, pembanding utama kami untuk melihat kinerja GPU tersebut adalah GTX 1660 (non-Ti)

 

Baca Juga: Overclocking Review Gigabyte GTX 1660 OC 6G

 

 

Mari mulai!

Pengujian oleh Ivan Rachmatsyah Akbar ‘IvanCupa’

Penulisan dan Editing oleh oleh Alva Jonathan ‘Lucky_n00b’

Daftar Isi
Pages: 1 2 3
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES