in: Highlights - Networking | June 27, 2019 | by: Yufianto Gunawan

Hands-On Review D-Link DWR-921

Penggunaan

Router DWR-921 ini hadir sebagai perangkat dengan rating N300, yang berarti hanya menawarkan data rate maksimal 300 Mbps dengan standar 802.11n (WiFi 4). N300 ini memang bisa dikatakan kurang kekinian, tetapi masih terbilang memadai untuk penggunaan di lingkungan dengan jumlah perangkat yang terhubung ke WiFi tidak terlalu banyak. Tentu saja, router ini juga menawarkan kompatibilitas dengan 802.11 b/g.

Kami mulai menguji penggunaan router ini dengan mengghubungkan kabel Ethernet dari router utama kantor kami ke port WAN dan menghidupkan router. Ketika menghubungkan perangkat ke WiFi dari router ini, kami mendapatkan status “No Internet”, yang berarti router tidak terhubung ke Internet padahal seharusnya router sudah memiliki satu koneksi ke Internet melalui port WAN. Kami memeriksa status operasi router lewat dashboard dan mendapati bahwa router “memaksa” untuk terhubung ke Internet melalui 3G/4G.

Ya, mode koneksi utama dari router DWR-921 ini adalah 3G/4G, yang berarti bila kita menggunakan konfigurasi standar pabrikan, kita harus memasang SIM Card yang sudah memiliki paket Internet untuk koneksi Internet. Pengubahan koneksi Internet melalui mode lain tentu saja masih bisa dilakukan, tetapi harus dengan pengaturan manual. Sayang sekali, D-Link memang menyediakan wizard untuk mempermudah kita melakukan pengaturan dasar, tetapi sayangnya wizard itu harus kita buka secara manual, tidak otomatis muncul untuk membantu pengaturan awal dari router.

Koneksi ke jaringan seluler sendiri bisa dikatakan hampir tidak perlu campur tangan dari pengguna. Ketika SIM Card dimasukkan ke dalam slot dan router dihidupkan, router akan secara otomatis menghubungkan diri ke jaringan seluler. Sementara untuk koneksi Internet melalui jaringan seluler, router bisa mencoba memeriksa konfigurasi jaringan untuk masing-masing operator, atau menggunakan preset yang ada. Untuk cacatan, Saat menguji router ini, di awal, kami memang tidak memasang SIM Card ke router, sehingga router tidak terhubung ke Internet karena konfigurasi dasar masih ada di 3G/4G, bukan karena router tidak terhubung ke jaringan seluler karena sebab lain.

Tampilan awal dashboard dari DWR-921 sebenarnya sudah cukup informatif untuk pengguna dengan mudah mengetahui parameter operasi dasar router. Hanya saja, akses ke menu pengaturan terkait tidak bisa dilakukan dengan mudah karena D-Link tidak menyertakan shortcut di tampilan awal. Pengguna harus mencari menu pengaturan terkait sendiri, dan hal ini biasanya akan dirasa merepotkan oleh pengguna kelas rumahan, terlebih di era saat ini. D-Link juga belum menyediakan aplikasi khusus untuk mempermudah pengaturan awal router ini, baik melalui PC maupun smartphone.

“Multi WAN” dengan memanfaatkan dua sumber Internet, dalam hal ini 3G/4G dan kabel Ethernet ke port WAN, tersedia di router ini. Kita bisa mengatur apakah “Multi WAN” itu akan digunakan sebagai opsi failover atau load sharing. Router akan secara otomatis mengatur agar koneksi utama yang tengah aktif digunakan sebagai koneksi utama, sementara koneksi kedua bisa ditambahkan secara manual untuk “Multi WAN” itu.

Terkait menu pengaturan yang ada, menurut kami apa yang ditawarkan D-Link untuk DWR-921 ini terbilang mencukupi untuk penggunaan di rumah atau kantor skala kecil. Memang, umumnya, di tempat-tempat tersebut, pengaturan jaringan tingkat lanjut kurang dibutuhkan. Namun, masih ada beberapa fitur yang ditawarkan D-Link, termasuk Inbound/Outbound Filter, DMZ, QoS, dan beberapa pengaturan lanjut untuk jaringan WiFi.

Opsi terkait fungsi seluler tersedia di router ini, dan bukan merupakan hal yang mengherankan mengingat router ini memang mendukung jaringan seluler. Pengguna bisa memanfaatkan Messaging Service untuk memeriksa pesan SMS yang masuk ke nomer yang digunakan. Ada juga USSD yang bisa digunakan untuk beberapa hal, termasuk memeriksa sisa pulsa, membeli paket Internet, memeriksa kuota, atau kebutuhan lain. Memang, fungsi USSD itu untuk saat ini sudah bisa digantikan oleh aplikasi smartphone yang disediakan operator, tetapi hadirnya fungsi USSD ini tetap akan memberikan kegunaan ketika dibutuhkan sewaktu-waktu.

Fitur Firmware Update tentunya juga tersedia di router DWR-921 ini. Sayang sekali, ketika kami mencoba meminta router memeriksa apakah ada firmware baru yang tersedia, router tidak bisa menemukannya. Kami mencoba memeriksa situs resmi D-Link, dan mendapati ada firmware baru, keluaran tahun 2018, yang sayangnya ditujukan untuk versi “hardware” berbeda. Sebagai catatan, DWR-921 yang dipinjamkan D-Link ini merupakan versi “C3”, dengan firmware keluaran tahun 2017.

Penutup

Melihat informasi di situs resmi mereka, D-Link terlihat mendesain router ini dengan konsep yang mirip dengan sebuah MiFi. MiFi sendiri merupakan modem seluler portabel dengan fitur WiFi, sehingga koneksi bisa dibagi ke beberapa perangkat lain melalui WiFi. DWR-921 ini diharapkan bisa menggantikan fungsi dari MiFi, kecuali dari sisi mobilitas, karena router ini tidak dilengkapi dengan baterai. Router ini sendiri bisa dipakai sebagai router rumahan, atau kantor kecil, tetapi disebutkan D-Link juga cocok digunakan di tempat-tempat lain di mana koneksi Internet berbasis kabel sulit didapatkan, seperti untuk menyediakan akses Internet di dalam bis, saat bepergian dengan kereta api, atau di beberapa tempat lain.

Rating N300 yang ditawarkan memang terbilang tidak terlalu “modern”. Secara umum router N300 masih bisa mengakomodasi kebutuhan saat ini, terutama bila jumlah perangkat yang terhubung tidak terlalu banyak dan beban jaringan juga tidak terlalu tinggi. Namun, untuk skenario penggunaan seperti yang disebutkan D-Link, mungkin router ini lebih cocok digunakan untuk personal atau kelompok kecil saja.

Fast Ethernet, yang ditawarkan router ini, juga bisa dikatakan “ketinggalan jaman”, cukup menghambat untuk penggunaan di rumah atau kantor kecil bila pengguna berniat menghubungkan perangkat ke router ini melalui kabel Ethernet. Untuk sekadar menikmati koneksi ke Internet, Fast Ethernet memang masih terbilang mencukupi. Sementara untuk penggunaan di luar rumah, seperti di bis atau kereta api, Fast Ethernet ini praktis tidak banyak menawarkan kegunaan.

Terkait dashboard dari DWR-921, dashboard yang disertakan mengusung desain dan fungsi serupa dengan beberapa router D-Link di kelas menengah ke bawah. Sayangnya, walaupun cukup informatif, dashboard dari router ini masih belum stabil, di mana kami masih menjumpai tombol di dashboard tiba-tiba tidak bisa ditekan. Selain itu, kemudahan konfigurasi yang ditawarkan D-Link di dashboard tersebut juga tidak optimal, karena wizard untuk membantu pengaturan awal tidak otomatis muncul saat pengguna pertama kali membuka dashboard router.

Hal lain yang perlu diperhatikan terkait router ini adalah tidak adanya firmware baru yang tersedia, khususnya untuk varian hardware “C3” ini. Di unit yang kami terima, firmware yang terpasang merupakan keluaran tahun 2017, dan kami masih merasa ada beberapa ketidakstabilan di firmware tersebut. Bila memang tidak ada lagi update firmware untuk DWR-921 ini, maka ketidaktabilan itu tidak bisa diatasi.

Berdasarkan informasi dari beberapa toko online, router ini dipasarkan di harga sekitar Rp 1.3 juta. Harga itu memang terlihat cukup tinggi untuk sebuah router N300 dengan Fast Ethernet saja. Sebagai informasi tambahan, di harga serupa, kita bisa mendapatkan router dengan dukungan WiFi AC/WiFi 5 dan port Gigabit Ethernet. Namun, kita tidak bisa melupakan bahwa router ini sudah dibekali dengan sebuah modem 3G/4G, dan memang disiapkan untuk beberapa skenario penggunaan di mana akses Internet berbasis kabel sulit didapatkan.

Perlu diperhatikan, router ini memang bukan satu-satunya pilihan yang bisa diambil untuk kebutuhan itu, karena fungsinya mungkin saja bisa digantikan oleh sebuah MiFi atau router non-seluler + sebuah modem 4G berbasis USB. Namun, hal yang perlu ditekankan, DWR-921 ini hadir sebagai sebuah paket dalam satu perangkat, yang bisa menjawab beberapa kebutuhan, walaupun dengan beberapa batasan. Untuk pengguna yang memang membutuhkan apa yang ditawarkannya, harga Rp 1.3 juta itu mungkin tidak akan terasa mahal.

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES