in: Tips | June 4, 2019 | by: Rifqi Sulthan

Mengenal PSU Modular: Cocok Buat Siapa Sih?

Ketika kita ingin membangun sebuah PC, PSU merupakan salah satu komponen penting yang harus diperhatikan baik-baik. PSU yang digunakan dapat mempengaruhi berbagai hal dalam PC, termasuk efisiensi daya, performa, hingga estetika dari sebuah PC itu sendiri. Setelah sebelumnya kami sempat membahas tentang sertifikasi 80+ pada PSU, kali ini kami akan mengulas tentang PSU modular. Saat ini, modular sudah menjadi salah satu faktor untuk menentukan sebuah PSU setelah garansi, kapasitas watt, dan efisiensi.

Apa itu PSU Modular?

PSU modular merupakan PSU yang memberikan kebebasan bagi penggunanya untuk melepas berbagai kabel output dari power supply tersebut. Fitur ini diberikan mengingat banyaknya builder yang ingin memiliki kebebasan dalam melakukan kustomisasi PC mereka. PSU modular sendiri dibagi menjadi dua, semi-modular dan full modular. Selain itu, ada juga PSU “biasa”, yang bisa disebut juga sebagai “non-modular”. Mari kita bahas masing-masing jenis PSU itu.

PSU Non-Modular

Contoh PSU non-modular

PSU dalam kategori ini memiliki kabel output yang sudah terpasang permanen ke PSU tersebut. Opsi non-modular biasanya terdapat pada PSU untuk entry level. Rendahnya tingkat kustomisasi kabel pada PSU non-modular memberikan manajemen kabel yang cukup merepotkan bagi penggunanya, terlebih lagi bila digunakan di casing sempit. Selain menurunkan tingkat estetika pada PC, banyaknya kabel yang tidak teratur juga dapat mempengaruhi sirkulasi udara pada PC. Akan tetapi, PSU ini memiliki rentang harga yang relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan yang lainnya.

PSU Semi-Modular

Contoh PSU semi-modular

PSU jenis ini memberikan opsi kustomisasi walaupun agak terbatas bagi penggunanya. Biasanya, kabel output yang “pasti terpakai”, yaitu 24-pin ATX dan 8-pin/4+4-pin CPU sudah terpasang permanen ke dalam power supply. Kabel storage/periferal dan PCIe umumnya hadir dalam bentuk modular, alias bisa dilepas atau dipasang sesuai kebutuhan. Adanya fitur kustomisasi ini membuat pengguna mampu melepas berbagai kabel yang tidak dibutuhkan oleh PC mereka. Manajemen kabel yang baik pada PSU ini dapat meningkatkan tingkat estetika dan memberikan sirkulasi udara yang lebih baik jika dibandingkan dengan PSU non-modular. Namun, harganya bisa jadi di atas PSU non-modular untuk kapasitas daya dan rating efisiensi yang sama.

PSU Full Modular

Contoh PSU full-modular

PSU jenis ini pada umumnya ditujukan untuk pengguna kelas enthusiast. Hal ini karena PSU full modular memberikan tingkat kustomisasi yang sangat tinggi bagi penggunanya. Seluruh kabelnya, termasuk kabel motherboard (24-pin ATX) dan prosesor (8-pin CPU) dapat dilepas dari power supply. Fitur ini memberikan opsi bagi builder, tidak hanya untuk melepas kabel yang tidak dibutuhkan, tetapi juga untuk menggunakan kabel dari pihak ketiga untuk meningkatkan estetika dari PC mereka. Selain itu, penggantian kabel saat terjadi masalah lebih mudah dilakukan jika dibandingkan dengan PSU non-modular.

Sama seperti PSU semi-modular, PSU full modular bisa memberikan sirkulasi udara yang lebih baik berkat manajemen kabel yang ditawarkan jika dibandingkan dengan PSU non-modular. Sayangnya, PSU jenis ini pada umumnya memiliki harga yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan PSU non-modular. Selain itu, PSU full modular pada umumnya memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkat dengan PSU non-modular karena adanya berbagai port output, sehingga mungkin akan sulit dipasang di casing dengan ruang untuk PSU yang sempit.

Non-Modular, Semi-Modular, atau Full Modular?

Lalu, PSU jenis apa yang sebaiknya dipilih? Hal itu tentu saja harus disesuaikan dengan berbagai hal, sesuai dengan deskripsi masing-masing jenis di atas. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain budget/ dana yang tersedia, casing yang akan digunakan, tingkat kerapian kabel yang diharapkan, serta tingkat pengetahuan pengguna terhadap komponen di dalam PC. Mari kita bahas sedikit lebih lanjut terkait jenis PSU yang sebaiknya dipilih sesuai hal-hal tersebut. Sebagai catatan, saran pemilihan PSU di sini diberikan dengan asumsi pengguna sudah tahu kapasitas daya dan efisiensi yang diinginkan.

Pertama, PSU non-modular. PSU ini bisa dipilih bila pengguna PC memiliki dana yang terbatas, karena harganya umumnya yang paling murah, untuk kapasitas daya dan efisiensi yang sama. PSU non-modular juga cocok untuk pengguna PSU dengan PSU cover dan ruang manajemen kabel yang lega, karena kabel-kabel di PSU ini tidak akan mengganggu estetika tampilan PC dan sirkulasi udara, selama pengguna merapikan kabel-kabel yang ada dengan baik. Atau, bila pengguna sama sekali tidak peduli dengan kerapian kabel di PC miliknya, PSU non-modular juga bisa dipilih. Terakhir, PSU jenis ini juga akan membantu untuk pengguna yang belum terlalu paham konektor-konektor di PC, karena di PSU non-modular pastinya semua kabel yang dibutuhkan sudah terpasang, dan pengguna tidak perlu bingung menentukan kabel mana yang dibutuhkan dana mana yang tidak.

Selama PC bisa berjalan normal, kadang ada juga yang tidak peduli banyak kabel bergelantungan di dalam casing PC mereka. 🙂

Berikutnya, untuk PSU semi-modular, PSU jenis ini bisa dipilih builder yang memiliki sedikit dana ekstra untuk PSU, karena harganya tidak setinggi PSU full-modular untuk kapasitas daya dan efisiensi sama. PSU jenis ini juga akan membantu untuk pengguna yang memiliki casing dengan ruang manajemen kabel yang terbatas. Namun, karena tidak semua kabel bisa dilepas dari PSU, akan ada tantangan ekstra ketika kita merapikan kabel-kabel dari PSU di dalam casing. Selain itu, praktis pengguna tidak bisa mengganti kabel yang terpasang permanen ke PSU dengan kabel aftermarket yang mungkin memiliki desain yang lebih disukai.

Terakhir, PSU full-modular cocok untuk builder yang mengalokasikan dana cukup besar untuk PSU serta benar-benar ingin PC yang terlihat rapi, terlepas dari casing yang digunakan. Pengguna umumnya akan lebih mudah mendapatkan hasil rakitan yang rapi, karena semua kabel yang tidak dibutuhkan bisa dilepas dari PSU, berbeda dari PSU semi-modular di mana mungkin ada kabel yang tidak dibutuhkan yang tidak mungkin dilepas karena terpasang permanen. Opsi penggunaan kabel aftermarket/third party dengan desain yang lebih disukai pun bisa dilakukan secara menyeluruh. Namun, pengkabelan yang benar-benar baik dan efisien dari sebuah PSU full-modular akan benar-benar tergantung dari pengetahuan pengguna dan tingkat kesabaran saat merakit PC dengan PSU jenis ini.

Hanya PSU full-modular yang menawarkan opsi penggunaan kabel third party dengan desain sesuai selera, khususnya untuk kabel 24-pin ATX seperti ini.

Setelah mengetahui berbagai perbedaan dari ketiga jenis PSU tersebut, PSU mana yang menurut Anda paling cocok bagi kebutuhan Anda? Apakah non-modular, semi-modular, atau full modular? Atau mungkin Anda telah menggunakan salah satu jenis PSU tersebut? Tuliskan di kolom komentar, ya!

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES