Preview dan Analisis Singkat: AMD Radeon RX 5700 Series ‘Navi’ & Arsitektur RDNA

Ajang E3 2019 menjadi saksi diluncurkannya GPU baru dari AMD : Radeon RX 5700 XT dan Radeon RX 5700.

Kedua GPU tersebut adalah produk perdana dari Radeon RX 5000 Family, yang menggunakan chip GPU ‘Navi‘ dengan teknologi Fabrikasi 7nm. Model number ‘5700’ pada produk ini bisa jadi menyiratkan bahwa mereka nantinya bukan menempati posisi teratas dari lineup ‘Navi’, walau mungkin akan menimbulkan sedikit kerancuan dibanding RX 570 ‘Polaris’ yang popular karena menawarkan price vs performance mengagumkan.

 

‘Navi’ sendiri bukanlah GPU 7nm pertama AMD, karena pada beberapa waktu sebelumnya, AMD pernah merilis Radeon VII berbasis ‘Vega’.

 

Baca Juga: Review AMD Radeon VII , Vega 7nm

 

 

Kami tidak dapat hadir langsung dari E3 2019 dan mengikuti AMD Next Horizon Gaming Tech Day disana, namun kami akan mencoba membahas GPU ‘Navi’ ini berdasarkan beberapa press deck / presentation slide yang kami terima. Mari mulai!

 

*catatan: semua informasi, preview dan klaim seputar performa pada AMD Radeon RX 5700 XT / RX 5700 yang ada di beberapa slide ini datang dari AMD, bukan dari pengujian kami.

Kami akan memberikan data pengujian lengkap seandainya nanti GPU tersebut datang ke lab kami ūüėČ

 

Spesifikasi Radeon RX 5700 Series

Seperti halnya pada semua GPU terbaru, spesifikasi adalah hal yang paling ditunggu-tunggu para enthusiast. Mari simak spesifikasi dari kedua Radeon RX 5700 XT tersebut.

*catatan: semua spesifikasi ini berdasarkan ‘reference’ design dari AMD, pada saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai adanya custom board dari partner AMD.

*klik untuk memperbesar – abaikan typo pada ‘Texture unit’

 

Radeon RX 5700 XT

Dari kedua Navi yang beredar, Radeon RX 5700 XT adalah versi tertinggi-nya. GPU ini dilengkapi 40 CU (2560 Stream Processor), 160 Texture Unit, dan 8GB GDDR6 yang rating-nya 14Gbps. Dengan 256-bit memory bus width, ia memiliki bandwidth efektif pada 448 GB/s. Meski tidak datang dengan memori HBM2 seperti Radeon VII, bandwidth dari GDDR6 ini nampak sudah cukup kompetitif, bahkan hampir setara dengan Bandwidth HBM1, 512 GB/s pada Radeon R9 Fury X.

AMD memberikan 64 ROP pada RX 5700, tepat 2x lebih banyak dari konfigurasi GPU Polaris mainstream yang ada di 32.

Kecepatan / clockspeed Radeon RX 5700 XT nampak akan menyesuaikan dengan load, dimana AMD memberikan 1605 Mhz Base Clock, 1755 Mhz Game Clock dan up to 1905 Mhz Peak Boost Clock¬†(Secara singkat, ‘Game’ Clock adalah range kecepatan GPU saat mengalami normal game load, bukan heavy benchmark load, maupun heavy compute load).

Pada Boost clock maksimalnya, AMD mengklaim bahwa 5700 XT memiliki kemampuan 9.75 TFLOP/s single-precision compute.

Die Radeon 5700 XT memiliki ukuran relatif kecil, 251 mm2, dan memiliki 10.3 Milyar Transistor. Densitas tinggi ini nampaknya merupakan satu keunggulan fabrikasi 7nm TSMC yang terlihat langsung. Nantinya, GPU tersebut menggunakan interkoneksi PCIe 4.0 16x (Jangan khawatir, standar ini akan backward-compatible ke PCIe 3.0 yang ada di kebanyakan motherboard modern).

Selain yang sudah disebutkan di atas, selain 40 Compute Unit / 2560 Stream Processor yang ada di Radeon RX 5700 XT, tidak ada dedicated processing block lain untuk melakukan akselerasi perhitungan AI / real-time ray tracing seperti yang dimiiliki NVIDIA GeForce RTX ‘Turing’.

 

225W Board Power

AMD memberikan rating 225W Total Board Power untuk card ini. Card versi reference dari Radeon RX 5700 XT sendiri akan memiliki 6-pin + 8-pin PCIe power connector input, dan diberi regulator daya dengan desain 7-phase, Digital VRM.

Rating 225W Board Power memang terlihat lebih kecil dari rating keluarga Vega64 dan Radeon VII yang berkisar di 300W, namun ini relatif cukup tinggi jika dibandingkan dengan ekspektasi dan spekulasi yang beredar di Internet. Dengan teknologi 7nm, para enthusiast nampak menginginkan GPU dengan rating kelas 150W-an ke bawah seperti saat RX 480 / RX 470 Polaris pertama muncul. Dengan 225W, RX 5700 XT nampak memiliki kelas board power setara Radeon RX 590.

 

Graphite TIM, Bentuk Pendingin Unik

GPU kelas 225W pastinya membutuhkan pendinginan yang serius, dan AMD nampak menggunakan ‘Vapor chamber’ cooler yang didinginkan dengan single-fan blower. Desain ini mirip dengan cooler yang terdapat pada¬†Polaris RX 480 / Vega 64 card versi reference, hanya saja AMD nampak juga berusaha mentransfer panas lebih efektif dengan menggunakan Graphite TIM (Ini digunakan pada Radeon VII).

 

 

Yang unik, bentuk fisik dari pendingin RX 5700 XT nampak ‘penyok’. AMD menyebutkan bahwa mereka melakukan optimalisasi airflow dan noise level, dan kami bisa menebak bahwa tujuan bentuk shroud yang ‘melengkung’ itu dimaksudkan untuk memfokuskan aliran udara ke vapor chamber yang posisinya agak sedikit ke bawah, dan ini membuat blower single-fan tersebut akan sedikit lebih efektif membuang panas dari Radeon RX 5700 XT terutama saat kecepatan fan rendah.

 

Radeon RX 5700 : Potong Compute Unit

Bagaimana dengan Radeon RX 5700? Spesifikasi-nya cukup serupa dengan RX 5700 XT, berikut ini spesifikasi yang sama : Proses Fabrikasi 7nm, ukuran die 251 mm2, RAM 256-bit 8GB GDDR6 14 Gbps, 64 ROP , Konektor Daya PCIe 6-pin + 8-pin, dukungan PCIe 4.0 serta pendingin Single-Fan Blower.

Yang berbeda? Spesifikasi Compute Unit di GPU, Clockspeed, Rating board Power, dan bentuk shroud pendingin (kami tidak tahu apakah vapor chamber yang digunakan sama dengan 5700 XT).

Radeon RX 5700 sedikit di-cut, dengan memiliki 36 Compute Unit (2304 Stream Processor), dan 144 Texture Unit.

Clockspeed agak diturunkan ke 1465 Mhz Base Clock, 1625Mhz ‘Game Clock’, dan up to 1725 Mhz Boost Clock. Ini membuat GPU tersebut memiliki rating performa 7.95 TFLOP/s single-precision compute.

*catatan: perlu diingat, jangan terlalu mudah menggunakan angka TFLOP/s ini sebagai acuan performa, karena perhitungan TFLOP/s secara teori umumnya bergantung spesifikasi jumlah shader unit / stream processor dan clockspeed, serta tidak memperhitungkan faktor instruction-per-clock yang diperbaiki pada arsitektur tertentu.

 

Potensi Efisiensi Daya Baik

Rating board power dari Radeon RX 5700 adalah 180 W, sekitar 80% dari Radeon RX 5700 XT. Cukup mudah untuk mempertimbangkan bahwa rating board power lebih rendah ini tidak hanya datang dari jumlah Compute Unit yang sedikit lebih kecil, namun berasal dari kisaran clockspeednya. Untuk mencapai rating clockspeed RX 5700 yang ada di kisaran 1.6 Ghz typical Game Clock, tentunya membutuhkan voltage yang relatif lebih rendah daripada RX 5700 XT yang menggunakan clockspeed tinggi Рini yang membuat Radeon RX 5700 memiliki rating board power rendah.

Kami bisa cukup yakin dengan ini, bahwa performance per watt (Power Efficiency) dari RX 5700 akan lebih baik dari RX 5700 XT.

 

Baca Juga: Eksperimen Undervolting Radeon VII 7nm

Eksperimen kami pada Radeon VII menunjukkan efisiensi maksimal dari Vega 7nm tersebut ada di titik pengoperasian sekitar 1.5 – 1.6 Ghz dengan voltage di bawah 1000 mV (default sekitar 1.8Ghz 1080 – 1100 mV). Hal serupa kami perkirakan akan terjadi juga di Navi 7nm

 

Radeon Display Engine & Radeon Media Engine

Radeon RX 5700 ‘Navi’ datang dengan konfigurasi display output berupa 1x HDMI 2.0b dan 3x DP 1.4 dengan dukungan Display Stream Compression(DSC) 1.2a. Ini nantinya akan mengizinkan display next-gen dengan dukungan DSC untuk menjalankan konfigurasi seperti 4K 144Hz tanpa chroma sub-sampling dengan hanya sebuah single display cable, atau bahkan konfigurasi yang lebih ekstrim seperti 8K 60Hz, atau 4K 240 Hz.

Selanjutnya, Media Engine untuk streaming/playback yang disematkan pada GPU ini memiliki kapabilitas:

  • VP9 / Youtube – Decode¬† :Up to 4K90 / 8K24
  • H.265 / HEVC – Encode/Decode: up To 4K60 Encode & 4K90 / 8K24 Decode

 

 

Base, ‘Game’ dan Boost clock : Implementasi Dynamic GPU Clockspeed

Melihat spesifikasi RX 5700 Series di atas, AMD jelas menyertakan 3 (tiga) rating clockspeed GPU: Base, Game, dan Boost.

Walau terlihat membingungkan bagi pengguna, hal ini tidak aneh ditemukan pada GPU modern pasca 2012, yang umumnya memiliki suatu mekanisme pintar untuk menyesuaikan kecepatan clockspeed GPU-nya bergantung pada keadaan. Secara singkat, mekanisme ini umumnya mengubah GPU Clockspeed secara dynamic berdasarkan sebuah sebuah variabel tertentu dari GPU yang dimonitor oleh berbagai sensor (misalnya: TDP/Power, Suhu GPU, dan juga kondisi load dari aplikasi tertentu).

NVIDIA GPU Boost dan AMD PowerTune adalah bentuk implementasi dari mekanisme di atas.

Pada Navi RX 5700 series, AMD menyebutkan bahwa:

  • Base Clock adalah clockspeed yang beroperasi pada load luar biasa berat (seperti stress test Furmark)
  • Game Clock adalah clockspeed yang umum dicapai pada load gaming pada umumnya
  • Boost Clock adalah rating clockspeed maksimal/peak yang bisa dioperasikan pada GPU tersebut (sebelum masuk ke ranah ‘overclocking’)

Sebagai catatan tambahan, AMD menyebutkan nilai ‘Boost Clock’ ini disebutkan sebagai ‘up to’, dimana faktor variasi fabrikasi akan menentukan nilai boost clock maksimal dari tiap-tiap GPU.

Setiap proses fabrikasi chip akan selalu dipengaruhi sebuah variasi kecil, yang menghasilkan chip dengan potensi kecepatan sedikit berbeda. Pada GPU, yang umum terjadi adalah menjumpai GPU dengan chip ‘bagus’ dengan rating voltage rendah, sedang chip ‘jelek’ harus dioperasikan dengan voltage relatif tinggi.

Untuk contoh singkat, simak eksperimen kami dalam mencari variasi operating voltage pada Radeon RX 480 ‘Polaris’ berikut ini :

Baca Juga: Eksperimen Melihat Variasi AMD Radeon RX 480

Card1031_states

Seperti yang Anda lihat pada eksperimen kami, chip GPU RX 480 ‘terburuk’ kami di-rating pada 1150 mV, sedangkan chip GPU yang ‘terbagus’ di-rating pada 1031 mV. Perbedaan beberapa ratus mV ini terlihat kecil, namun berpotensi memberikan sedikit perbedaan clockspeed operasional.

Saat GPU tersebut beroperasi di kondisi tertentu (heavy load misalnya), GPU yang membutuhkan voltase tinggi pastinya akan lebih sering men-trigger ‘Power Limit’ dari card tersebut, membuat clockspeed rata-rata-nya bisa lebih rendah, dan mengakibatkan sedikit perbedaan performa.

Belum bisa ditebak seberapa jauh perbedaan performa yang disebabkan variasi GPU Boost Clock pada RX 5700 series nanti, namun melihat dari GPU-GPU sebelumnya, umumnya beda performa yang terjadi ini sangat kecil (kurang dari 1-2%), kadang bisa jadi terlihat pada benchmark sintetis, tapi tidak terlalu berpengaruh pada gaming experience.

 

 

Halaman berikutnya – Sekilas Arsitektur RDNA: 1.25x Performance-Per-clock, 1.5x Performance-Per-Watt dari GCN

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES