in: News | July 11, 2019 | by: Dian Syarifuddin

Ericsson: 2024, Pelanggan 5G Diperkirakan Mencapai 1,9 Miliar

Pada Rabu kemarin (16/6), Ericsson Indonesia memaparkan hasil laporan tahunannya yaitu Ericsson Mobility Report untuk Juni 2019. Seiring dengan antusiasme dan momentum implementasi 5G yang kian berkembang, Ericsson melaporkan bahwa peningkatan jumlah langganan broadband selular akan mencapai 400 juta pada 2024 mendatang. Hal ini diperkirakan bahwa pelanggan 5G akan mencapai 1,9 miliar – mengalami peningkatan sebesar 27 persen dari 1,5 miliar, perkiraan pada November 2018.

Di Asia Tenggara dan Oseania, penggunaan data seluler per bulan diperkirakan akan tumbuh hingga tujuh kali dari 2,3 exabytes (EB) pada 2018 menjadi 16EB pada 2024. Sementara masih di wilayah yang sama, penggunaan data per smartphone setiap bulannya akan tumbuh dari 3,6GB menjadi 17GB dengan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) mencapai 29 persen. Hampir 12 persen langganan di wilayah ini diperkirakan akan mengadopsi 5G pada akhir tahun 2024, sehingga jangkauan 5G diperkirakan akan mencapai 45 persen dari populasi dunia.

Menurut Ronni Nurmal, Head of Network Solutions Ericsson Indonesia, Amerika Utara akan menjadi kawasan pertama kali yang mengadopsi jaringan 5G. Hal itulah yang membuat penetrasi 5G di wilayah tersebut dianggap lebih cepat dibandingkan wilayah lainnya. Sementara untuk wilayah Asia Tenggara sendiri, jaringan 4G LTE diprediksi masih akan terus berkembang dan lebih dominan hingga beberapa tahun ke depan. Jaringan 5G sendiri diprediksi akan mulai digelar pada 2021 mendatang.

Komitmen kuat dari vendor ponsel dan chipset juga merupakan kunci untuk percepatan adopsi 5G. Ponsel pintar untuk semua pita spektrum utama diprediksi akan meramaikan pasar selama tahun ini. Seiring dengan meningkatnya perangkat 5G dan implementasi jaringannya yang semakin masif, total langganan 5G di seluruh dunia diperkirakan akan mencapai lebih dari 10 juta pada akhir tahun 2019.

Di Indonesia sendiri tercatat, 50% pengguna smartphone mengatakan bahwa mereka akan beralih operator jika dalam enam bulan provider yang mereka gunakan saat ini tidak menyediakan layanan 5G. “Ini artinya, setengah dari pengguna smartphone di Indonesia sedang mendambakan kehadiran layanan 5G di perangkat mereka, Ujar Ronni. Hasil laporan ini tentunya mematahkan opini dari para pelanggan yang menyatakan kalau layanan 5G hanya untuk kalangan indsutri saja.

Hasil temuan lainnya yang diperoleh Ericsson bahwa pola penggunaan 4G saat ini tidak menunjukkan perilaku penggunaan di masa depan. konsumsi video akan semakin meningkat seiring dengan perkembangan 5G. Pelanggan tidak hanya mampu mengakses video dalam resolusi yang lebih tinggi, tetapi juga dapat merasakan pengalaman video dengan format imersif seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR).

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES