in: News | July 12, 2019 | by: Dian Syarifuddin

Red Hat Umumkan Red Hat Linux Enterprise 8 dan OpenShift 4

Bertepatan dengan acara Red Hat Hybrid Cloud Series, yang digelar kemarin (11/7) di Hotel Ayana Mid Plaza, Jakarta, pihak Red Hat yang diwakili oleh Damian Wong, General Manager untuk ASEAN, Rully Moulany, Country Manager Red Hat Indonesia dan Brendan Paget, Direktur Manajemen Portofolio untuk APAC, menyempatkan diri untuk memenuhi perwakilan dari beberapa media untuk berbagi informasi berkaitan dengan acara tersebut.

Acara yang bertemakan, “Bridge Your Clouds. Build Your Future”, Red Hat ingin berbagi bagaimana perusahaan dapat mempercepat dan merancang strategi hybrid cloud untuk mempercepat inovasi dan memberikan keunggulan yang kompetitif. Selain fokus pada pembahasan strategi open hybrid cloud, Red Hat juga mengumumkan ketersediaan sistem operasi terbaru mereka Red Hat Linux Enterprise 8 (RHEL 8). Tidak hanya itu, Red Hat juga mengumumkan ketersediaan Red Hat OpenShift 4 baru-baru ini.

RHEL 8 memiliki beberapa fitur baru yang mendukung berbagai kebutuhan komputasi perusahaan yang ada baik saat ini maupun yang akan datang. Sistem operasi ini juga dikatakan telah dirancang ulang untuk era cloud hybrid. Damian Wong berujar bahwa teknologi Cloud sudah tidak bisa lagi dihindari oleh perusahaan karena teknologinya dapat mendorong dan menjadi bagian penting untuk proses transformasi digital.

Brendan menambahkan kalau RHEL 8 memiliki beberapa keunggulan dibanding RHEL versi sebelumnya, yaitu dapat menurunkan biaya operasional, lebih cepat, konsisten, keamaman dan lain sebagainya. Sehingga sistem operasi ini dapat memenuhi berbagai kebutuhan teknologi yang unik dari perusahaan-perusahaan yang tengah berkembang. RHEL 8 juga memiliki kemampuan untuk mendukung beban kerja operasi dari pusat data perusahaan ke sejumlah cloud publik.

Selain mengumumkan RHEL 8, Red Hat juga turut mengumumkan kehadiran OpenShift 4. Platform generasi terbaru ini dirancang untuk memberikan pengalaman bagaikan cloud di cloud hybrid dengan mendorong pembaruan otomatis di seluruh penyebaran Kubernetes di mana saja. Ditambah dengan fleksibilitas pengembang yang ditingkatkan dan didukung oleh Kubernetes Operators, OpenShift 4 membantu meletakkan fondasi yang lebih aman dan konsisten untuk beban kerja cloud-native modern yang tengah bermunculan.

Penyerapan teknologi cloud di Indonesia sendiri saat ini dinilai sudah cukup tinggi. Rully Moulany berujar, baik di Indonesia maupun wilayah Asia lainnya, penyerapan teknologi Cloud makin meningkat seiring dengan bertumbuhnya perusahaan yang melakukan proses transformasi digital. Red Hat pun siap membantu bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia yang masih ragu-ragu atau khawatir saat ingin mengadopsi Cloud.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES