in: News | August 23, 2019 | by: Friska Suryawinata

Tiongkok Dituduh Membuat Bot Twitter untuk Promosi Film Mulan

Beberapa waktu yang lalu, Disney akhirnya merilis trailer perdana dari film live action Mulan, yang diambil berdasarkan film animasi Mulan yang hadir di tahun 1998 lalu. Walau diantipasi cukup tinggi oleh sebagian pecinta film, aktris utamanya, Liu Yifei, baru saja terkena kontroversi terkait peristiwa protes berkepanjangan di Hong Kong.

Karena kontroversi tersebut, banyak yang akhirnya mulai menyebarkan boikot untuk film live action Mulan terbaru yang direncanakan rilis tahun 2020 mendatang tersebut dengan tagar #BoycoytMulan. Namun sepertinya pihak Tiongkok kemudian dituduh tengah menaikkan pamor film live action Mulan ini dengan menggunakan bot Twitter.

Dilansir dari Screen Rant, setelah minggu ke-11 sejak peristiwa protes yang berseteru dengan pihak kepolisian di Hong Kong, berbagai dukungan maupun protes pun dilancarkan oleh berbagai selebriti termasuk Yufei. Demi mengalihkan perhatian dari konten tentang peristiwa di Hong Kong tersebut, ada dugaan bahwa pihak pemerintah pun melancarkan bot Twitter demi mempopulerkan film live action Mulan dan menghindari pembicaraan tentang protes tersebut.

Berdasarkan laporan Variety, pihak Twitter telah menghapus lebih dari 200.000 akun bot dari Tiongkok yang secara sengaja dan spesifik mencoba untuk menabur perselisihan politik di Hong Kong, termasuk merusak legitimasi dan posisi politik dari gerakan protes. Para bot ini juga mencoba untuk mempopulerkan tagar #SupportMulan sebagai gantinya.

Tak hanya terjadi di Twitter, pihak Facebook sendiri telah setidaknya menghapus 7 fanpage, 3 grup, serta 5 akun yang secara sengaja melakukan tindakan yang berhubungan dengan panasnya politik di Hong Kong saat ini.

Hal ini terjadi juga bukan karena peristiwa protes berkepanjangan tersebut, tetapi juga demi mengkoreksi pandangan para masyarakat secara global tentang kultur serta nasionalitas Tiongkok sendiri. Mengingat Twitter dan Facebook sendiri terkena blokir di negara Tirai Bambu tersebut, maka jelas bahwa “serangan” ini memang ditujukan untuk masyarakat global di luar wilayah Tiongkok dan Hong Kong.

Walau terkena kontroversi, kemungkinan besar Yufei tidak akan keluar dalam perannya sebagai Mulan dalam film live action Disney tersebut. Sangat disayangkan, kontroversi ini terlanjur terjadi dan membuat film live action Mulan yang belum rilis tersebut jadi terkena imbasnya di tengah-tengah peristiwa protes ini.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES