in: Graphics Card | October 18, 2019 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Test : World of Tanks enCore RT Demo – Ray Tracing untuk Semua GPU?

Hardware

 

GeForce GTX 1080 Ti

 

GeForce GT 1030

 

Kami mencoba menggunakan beberapa hardware dari kelas berbeda untuk uji singkat ini:

  • Prosesor : Ryzen 5 2500U,Core i5-8600K, dan Core i9-7960X 16-core
  • VGA (discrete): GeForce GT 1030, GeForce GTX 1080 Ti
  • VGA (Integrated/IGP) : Radeon Vega 8, Intel UHD Graphics 630

 

Mari mulai!

 

Penjelasan singkat Testing (Points vs FPS)

WoT enCore RT Demo dibuat untuk memudahkan pengguna melihat performance PC-nya dan mereka memilih untuk menampilkan performa dalam Point rating, bukan FPS.

Berikut penjelasan dari web WoT:

“These points provide an adequate assessment of the PC performance and give you an opportunity to compare your results with other players’ results. If your PC scores more than 10,000 points, it is a great result that means the selected preset will not cause any lag or FPS drops. A result of 8,001 or higher (“gold”) is considered great; 3,001–8,000 points (“silver”) is good; up to 3,000 points (“bronze”) is satisfactory.”

 

Kami akan mencoba menggunakan kedua-nya (baik Points & FPS) untuk memperjelas.

 

Test 1 : CPU Scaling (i5-8600K vs i9-7960X + GeForce GTX 1080 Ti)

Yang pertama kami ingin lihat adalah dengan implementasi BVH pada CPU, seberapa jauh performa dari prosesor saat melakukan kalkulasi BVH akan mempengaruhi kinerja game. Kami menggunakan setting 1080p ULTRA, RT ULTRA.

CPU Load

CPU load – Core i9-7960X (~20% CPU Load)

 

CPU load – Core i5-8600K (~50% CPU Load)

 

WoT enCore demo nampak memberikan beban relatif ringan pada CPU dari segi usage, pada prosesor 6-core 6-thread Core i5-8600K kami terlihat hanya menunjukkan 50% usage, sedangkan Core i9-7960X 16-core kami mencatatkan penggunaan sekitar 20%-an(dan kadang sering di bawah angka tersebut). Jadi, BVH construction/calculation yang dikerjakan di CPU pada WoT nampak tidak mengambil resource se-massive yang kami sempat bayangkan.

Performa – CPU Scaling

Bagaimana dengan performa-nya?

*klik untuk memperbesar

Terlihat bahwa:

  • Prosesor 16-core 32-thread tidak membawa banyak perubahan dibanding prosesor 6-core 6-thread.
  • Overclocking Core i5-8600K ke 5.2Ghz juga tidak membawa perubahan berarti
  • Semua pengujian di sini masih bisa dianggap sebagai variasi run, sehingga mereka kurang lebih identik.

 

Performa – RT on vs OFF

Berikut ini perbedaan performa RT on (Ultra) vs RT OFF, pada Core i5-8600K:

 

 

Terlihat bahwa RT OFF dan ON memiliki perbedaan cukup jauh, saat RT di-ON kan, performa sistem hanya tinggal sekitar 60% dari saat RT OFF. Meskipun demikian, pada GTX 1080 Ti penggunaan Ray Tracing pada setting Ultra ini masih menunjukkan performa yang baik, game masih berjalan di atas 100 FPS!

 

 

 

TEST 2: Low End Graphics (GeForce GT 1030 & Integrated Graphics)

Nah, setelah mengetahui karakteristik performa pada GeForce GTX 1080 Ti, sekarang mari lihat performanya pada GeForce GT 1030 2GB dan beberapa solusi Integrated Graphics, seperti :

  • Radeon Vega 8 (pada Ryzen 5 2500U, dengan 2x4GB DDR4-2400 CL17), dan
  • Intel UHD Graphics 630 (pada Core i5-8600K, dengan 2x8GB DDR4-2400 CL17).

Semua pengujian di sini akan menggunakan Preset Medium 1080p, dengan RT HIGH (dan OFF sebagai pembanding)

Berikut hasilnya:

*klik untuk memperbesar

 

*klik untuk memperbesar

 

Jadi :

  • Nampak bahwa pada test solusi low-end GPU kami, yang masih sanggup menangani beban ray tracing pada WoT adalah discrete GPU sekelas GeForce GT 1030, yang masih memberikan average framerate pada 48 FPS-an(walau 1%-minimum framerate-nya agak jauh di bawah, pada 22 FPS).
  • Core engine pada WoT nampak masih bersahabat dengan IGP seperti Vega 8, sehingga masih menunjukkan performa memadai pada 43 FPS average di 1080p MEDIUM RT OFF, namun begitu RT dinyalakan (HIGH), performanya turun setengah ke sekitar 23 FPS (dan 1% min FPS pada 6 FPS jelas membuat game ini unplayable)
  • Dan untuk IGP Intel UHD 630, pada detail Medium 1080p, pada saat RT OFF pun framerate-nya masih sulit dibilang nyaman,

 

Penutup

Hal pertama yang nampak penerapan RT di game ini adalah bagaimana ray tracing masih memberikan beban yang berat meskipun sudah dioptimalisasi sedemikian rupa. Umumnya, performa sistem setelah RT dinyalakan masih menerima hit sekitar setengah dari performa saat RT OFF.  Namun demikian, performa pada GPU kelas GT 1030 yang kami uji tidak terlalu buruk, dimana GPU masih bisa memberikan setidaknya sekitar 40 FPS-an. Pastinya GPU desktop kelas menengah seperti kelas GeForce GTX 1050 Ti atau Radeon RX 570 bisa memberikan performa yang lebih baik dari solusi GPU low-end yang kami uji.

Pada sistem GPU kelas atas last-gen yang kami uji seperti GTX 1080 Ti masih nampak powerful, pada setting RT ULTRA sekalipun masih menunjukkan performa lebih dari 100 FPS+.

Akhir kata, konsep ray tracing pada WoT enCore RT ini sedikit memberikan harapan para gamer dan graphics tech-enthusiast, bahwa sudah ada bukti penerapan real-time ray tracing pada game yang TIDAK membutuhkan hardware khusus, bahkan game ini tidak mensyaratkan penggunaan DXR-compatible GPU, dan bisa berjalan dengan renderer DX11.

Tentu ini dimungkinkan selama ada developer yang mau mengembangkan hal tersebut, dan bisa melakukan tuning serta optimalisasi spesifik untuk membuat performa dari game tersebut masih bisa diterima.

 

 

Ray Tracing : Dedicated Hardware vs Resource Optimization

Walau ray tracing pada WoT dilakukan sebatas penerapan bayangan akurat dan realistis(yang bisa jadi diabaikan beberapa kalangan gamer), ini adalah sebuah langkah maju yang besar bagi dunia graphics.

Kami cukup kagum dengan kerjasama antara developer World of Tanks dan Intel untuk menerapkan Intel Embree Library ini, sehingga menciptakan sebuah contoh solusi bagi developer game yang ingin memberikan ekstra realisme berkat ray-tracing, TANPA membuat penggunanya harus membeli hardware spesifik.

 

 

 

Saat ini, NVIDIA memilih untuk mengembangkan sebuah hardware khusus /’RT Core’ untuk menangani kalkulasi BvH, membuat GPU shader-nya tidak perlu dibebani tugas tersebut, sedangkan developer WoT mencoba untuk mengerjakan BvH pada CPU. Semua metode ini tentunya akan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, bergantung pada workload dan hardware yang ada. Akan menarik untuk melihat bagaimana para pengembang hardware dan software untuk mengoptimalkan solusi ray tracing mereka di masa depan.

Sampai jumpa pada pengujian kami yang selanjutnya 😉

 

Ingin mencoba ‘Ray Tracing’ dari developer World of Tanks ini? Download Demo-nya pada Link berikut!

 

BACA JUGA

======

Sumber: World of Tanks – Ray Tracing Explained

 

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES