in: News | November 14, 2019 | by: Dedy Irvan

Apa Itu Huawei Mobile Services?

Sebelum kita bahas mengenai HMS, mari kita bahas dulu strategi 1+8+N Huawei. Agak rumit sepertinya, ya. Sebenarnya sederhana. Perhatikan bagan di bawah ya. Angka “1” dari 1+8+N berarti 1 poros utama, yaitu smartphone (dan user-nya). Lalu, angka “8” berarti ekosistem Huawei, yang saat ini memang ada 8: Vision (TV/display), speaker, kacamata (smart glasses), jam tangan (smart watch), telematika, ear buds, PC (laptop), dan tablet. Sementara “N” ini dimaksud endless services.

Jadi, 1 perangkat smartphone/pengguna sebagai pusatnya, dengan 8 ekosistem Huawei, untuk menciptakan lingkup IoT (Internet of Things) yang berisikan services tanpa batasan. Semua ini dipadukan dengan Huawei Mobile Services (HMS) sebagai pengendali dan pengoordinasi antar perangkat. Didukung dengan jaringan 5G Huawei, teknologi AI Huawei, dan solusi cloud computing Huawei, semua dirancang untuk bekerja secara harmonis.

Jadi, HMS ini berupa jajaran layanan yang membuat semua produk-produk di atas bisa berkomunikasi dengan mudah dan tentunya canggih. Nah, mari kita lihat apa saja layanan HMS yang saat ini sudah tersedia. Sebagai catatan, ini hanya sebagian dari yang sudah bisa diungkap. Seharusnya masih akan ada lagi layanan HMS lainnya di kemudian hari.

AppGallery

Ini adalah solusi Huawei untuk bersaing dengan Google Playstore atau Apple Appstore. Mungkin ini yang menjadi paling penting dan banyak dibahas di akhir tahun 2019. Sebab, Huawei Mate 30 Pro akan menjadi smartphone pertama Huawei yang resminya menumpukan kebutuhan aplikasi pada AppGallery. Sebenarnya, semua pengguna smartphone Huawei sudah bisa menjajal layanan ini. Search saja namanya: AppGallery.
Saat ini, AppGallery sudah digunakan di 170 negara, dengan 390 juta pengguna aktif bulanan (MAU/Monthly Active USer) sejak pertama kali layanan ini dibuka ke seluruh dunia pada bulan April 2018.

App Gallery

Huawei Browser

Ya, ini adalah browser bawaan di semua smartphone Huawei. Sudah ada 200 juta pengguna aktif bulanan. Browser ini bisa menjadi jembatan untuk beragam layanan dan fitur lainnya.

Huawei Assistant

Layanan ini menawarkan newsfeed, kalender, alarm, dan banyak fungsi yang sifatnya personal. Para pengembang dapat memanfaatkan layanan ini dengan menghubungkan layanan mereka ke Huawei Assistant yang sudah memiliki 160 juta pengguna aktif bulanan.

Huawei Mobile Cloud

Ya ini adalah layanan penyimpanan data di cloud yang bisa saja dikembangkan fungsinya di kemudian hari. Layanan ini bahkan sudah akan aktif untuk wilayah Asia Pasifik mulai dari bulan November 2019, dengan menawarkan kapasitas penyimpanan di cloud sebesar 5GB.

Quick App

Layanan ini memungkinkan pengguna bisa mengakses aplikasi tanpa mengunduhnya. Ya, jadi Quick app akan menjadi solusi bagi perangkat dengan kapasitas penyimpanan internal yang kecil. Atau bagi mereka yang ingin mengutamakan kapasitas penyimpanan smartphone untuk data foto dan video, mungkin? Ide yang sangat menarik sekali, meski tentunya koneksi akan tetap harus terjadi via Internet ya. Saat ini, sudah ada sekitar 2500 pengembang yang menghubungkan layanan mereka melalui platform ini. Sementara, sudah ada lebih dari 1000 aplikasi yang dirilis untuk kawasan China. Saat ini, Quick App sudah terbuka untuk para pengembang secara global.

Huawei Video

Ya, Huawei juga punya layanan seperti Netflix. Akan tetapi, saat ini Huawei Video baru tersedia Italia dan Spanyol. Kabarnya, Huawei akan segera melebarkan rentang layanan Huawei Video.

Huawei Music

Ternyata, Huawei juga punya layanan musik streaming seperti Spotify, lho. Huawei Music ini menyediakan beragam musik dari mancanegara. Rencananya, di penghujung 2019 ini Huawei Music akan segera tersedia pula untuk kawasan Asia Pasifik.

Ya, ternyata banyak juga layanan yang tersedia dari Huawei. Ini baru sebagian yang dikemukakan Huawei dalam ajang Huawei Developers Day (HDD) di Singapura pada bulan November 2019. Seiring dengan banyaknya pengembang yang bergabung dengan HMS, terutama untuk AppGallery, seharusnya HMS akan kian berkembang juga layanannya.

Hal yang menarik untuk disimak adalah, jika semua layanan ini dipadukan dengan konsep 1+8+N tentunya solusi Huawei akan menjadi kian menawan ya. Mari kita lihat perkembangan ke depannya. Karena, saat ini saja, AppGallery sudah menjadi application store nomer 3 di dunia. Akselerasi Huawei terhadap pengembangan HMS dan layanan-layanan di dalamnya tentunya akan memberikan dampak baik.

Oh ya, tahukah bahwa sebenarnya HMS bahkan sudah bisa digunakan di smartphone non-Huawei? Cek di Playstore (Android), Huawei Mobile Services ini ada lho. Jika Anda ingin menggunakan wearables Huawei dengan smartphone Android, HMS dan layanan Huawei Health harus diinstalasi terlebih dahulu. Nah lho, apakah ke depannya layanan Huawei ini akan kian menarik hingga banyak digunakan bahkan oleh pengguna smartphone non-Huawei? Mari kita lihat ya. Kalo menguntungkan, sebagai konsumen kita kan tinggal terima pakai ya.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES