in: News | November 27, 2019 | by: Dian Syarifuddin

Cisco: Cyber Security Harus Menjadi Dasar Perusahaan di Era Digitalisasi

Proses digitalisasi pada sebuah perusahaan bisa dikatakan tidak mudah, terlebih lagi di era digitalisasi seperti sekarang ini. Berbagai sarana dan prasarana harus dicapai atau dibangun oleh perusahaan, dari awal hingga akhir, dan yang paling penting dari semua itu adalah perusahaan harus memiliki sistem keamanan yang kuat dan tepat.

Cisco melalui hasil studi yang dilakukan melalui acara Cisco 2019 Asia Pacific CISO Benchmark Study, mengungkapkan beberapa perusahaan di Indonesia mengalami downtime selama 24 jam atau lebih saat menghadapi pelanggaran keamanan cyber. Akibatnya, perusahaan-perusahaan tersebut mengalami kerugian, dan tercapat ada 24% dari mereka telah mengalami pelanggan keamanan cyber terburuk dalam satu tahun terakhir ini.

Marina Kacaribu, selaku Managing Director, Cisco Indonesia, menyatakan berdasarkan hasil studi Cisco tercatat ada 19% perusahaan-perusahaan di Indonesia mengalami gangguan akibat pelanggaran keamanan cyber hingga lebih dari 24 jam. Rata-rata perusahaan yang mengalami downtime diakibatkan karena teknologi yang belum siap. Selain itu, reaksi dari perusahaan yang terserang kejahatan cyber pun tidak segera untuk melaporkannya.

Oleh sebab itu, Cyber Security untuk sebuah perusahaan harus menjadi dasar terlebih dahulu dalam melakukan upaya digitalisasi, lebih khusus yang terkait dengan bisnis. Saat ini, tingkat adopsi digital di Indonesia sudah semakin berkembang dan seiring hal tersebut, kesadaran akan cyber security di kalangan bisnis sudah mulai meningkat“, Ujar Marina.

Hasil dari studi Cisco ini juga menunjukkan bahwa beberapa perusahaan di Indonesia sudah memiliki tingkat kesadaran yang baik. “Kami melihat beberapa tren positif yang dilakukan oleh beberapa perusahaan di Indonesia, namun masih banyak yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa setiap bisnis harus siap dalam menghadapi berbagai isu kejahatan cyber sebelum hal itu terjadi”, Tambah Marina.

Cisco pun memiliki solusi bagi perusahaan untuk menyederhanakan keamanan adalah dengan mempertimbangkan pendekatan Zero Trust yang memperhatikan keamanan dalam tiga bidang – Tenaga Kerja, Beban Kerja dan Tempat Kerja. Dengan begitu, akan memungkinkan perusahaan untuk melindungi pengguna dan perangkat mereka terhadap kredensial yang dicuri, phishing dan serangan berbasis identitas lainnya, mengelola lingkungan multi-cloud dan mengelola gerakan lateral di seluruh jaringan.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES