in: News | November 13, 2019 | by: Dedy Irvan

Kapalkan 200 Juta Smartphone: Huawei Ajak Developer Dukung Huawei Mobile Services

Singapura, 13 November 2019, Menghadapi embargo yang diberlakukan Amerika Serikat, Huawei mulai bergiat mengembangkan solusi mobile service mereka sendiri. Salah satu caranya adalah dengan mendorong pengembangan terkait Huawei Mobile Services atau HMS. HMS ini adalah layanan yang diberikan oleh Huawei kepada pengguna perangkatnya. Salah satu aplikasi terpenting dalam HMS adalah AppGallery yang menyediakan beragam aplikasi, serupa dengan Google Playstore. Oleh sebab itu, Huawei mengadakan APAC Huawei Developer Day 2019 (AHDD 2019) di Singapura.

Bertemu dan Memaparkan Perkembangan dan Kemungkinan

AHDD 2019 adalah yang pertama kali dilakukan di wilayah Asia Pasifik, di luar China. Dalam acara ini, Huawei mengundang para pengembang aplikasi dan layanan terkait Internet untuk memaparkan prospek HMS kepada mereka. Tentunya, tujuannya adalah untuk mengajak semua pihak terkait untuk membangun ekosistem berbasis HMS. Beragam developer aplikasi dan layanan hadir di sini. Dari Indonesia, kami mencatat bahwa perwakilan dari OVO, Blibli, dan Tokopedia pun hadir di acara ini.

Tidak Hanya Smartphone

Ya, HMS ini tidak hanya terkait ke smartphone saja. HMS akan bisa terkait ke beragam perangkat, mulai dari PC, TV, tablet, smart glasses, speaker, smart watch, dan banyak lagi perangkat lainnya. Untuk sementara waktu, memang perangkat yang terkait masih yang diproduksi Huawei sendiri. Akan tetapi, hal ini bisa saja berubah dalam waktu dekat. Sementara itu, Huawei pun memaparkan pencapaian dalam hal pengapalan produk hingga 22 Oktober 2019 yang cukup fantastis.

200 Juta Smartphone Sampai Oktober 2019

Huawei memaparkan bahwa mereka sudah mengapalkan tak kurang dari 200 juta smartphone hingga bulan Oktober 2019. Dalam AHDD 2019 bahkan Huawei menyebutkan bahwa angka ini masih akan terus meningkat drastis hingga akhir tahun 2019. Seperti kita ketahui, tidak adanya masalah dengan embargo untuk smartphone sebelum Mate 30 Pro membuat Huawei masih punya segudang tipe smartphone yang menarik untuk dipasarkan, bahkan hingga tahun depan. Hal ini membuatnya masih berada di peringkat kedua dunia dalam hal pengapalan smartphone.

Peningkatan Pengapalan di Atas 200%

Angka lain yang tak kalah menakjubkan adalah persentase peningkatan jumlah pengapalan perangkat Huawei di luar smartphone. PC (laptop) mengalami peningkatan pengapalan hingga 214%, smart audio (earphone) mencapai 233%, dan wearable (smartwatch) hingga 272% dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, menurunnya penjualan tablet ternyata tidak mengurangi pengapalan tablet Huawei yang masih menikmati perkembangan 10%.

HMS Pun Mengalami Peningkatan

Tidak hanya perangkat yang meningkat, penggunaan dan pengembangan HMS pun dilaporkan meningkat drastis dalam periode 1 tahun terakhir. HMS mengalami peningkatan penggunaan sebesar 30%. Pengembang yang mendaftarkan diri untuk menyuguhkan solusinya dalam HMS, meningkat hingga 123%. Sementara itu, aplikasi yang terintegrasi ke dalam HMS core meningkat 117%. Tampaknya, adopsi penggunaan dan ketertarikan para pengembang terhadap HMS memang cukup meningkat.

Kesampingkan Masalah, Kembangkan  Potensi yang Ada

Dalam acara ini pihak Huawei menyatakan bahwa mereka memilih untuk mengembangkan potensi yang ada dalam HMS. Terlepas dari masalah embargo yang membuat Mate 30 Pro belum bisa menyematkan Google Mobile Service (termasuk Playstore), pihak Huawei hanya memikirkan solusinya. Ya, memang solusi terbaik adalah mengembangkan apa yang dimilikinya sendiri. Jika berakhir dengan Playstore bisa lagi dipasangkan di Mate 30 Pro dan smartphone Huawei mendatang, Huawei tampaknya akan tetap berupaya memajukan HMS-nya yang memang terlihat cukup menjanjikan. Terutama karena mengingat bahwa Huawei mengapalkan banyak sekali smartphone serta perangkat pendukungnya, dan teknologi Huawei pun cukup luas hingga sampai ke cloud server dan AI yang bahkan sudah tergolong salah satu yang terbaik di dunia.
AHDD 2019 bisa jadi merupakan awal dari sesuatu yang besar bagi ekosistem perangkat Huawei. Mengingat persistensi dan kemampuan mereka, kami melihat bahwa kemungkinan HMS sukses cukup tinggi. Pertanyaan kami, jika ini benar terjadi, akankah produsen lain mengadopsi HMS ke dalam sistem mereka? Atau mereka akan bermitra dengan Huawei? Lalu, yang paling menarik, apakah tindakan Amerika Serikat melakukan embargo akan tercatat dalam sejarah sebagai tindakan yang tepat, atau menjadi blunder yang parah? Mari kita ikuti dan cermati bersama dalam beberapa tahun ke depan.
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES