in: News | November 15, 2019 | by: Dian Syarifuddin

VMware Perluas Portofolio VMware Tanzu dan Project Pacific di Kubernetes

Dalam perhelatan acara VMware vForum 2019 yang digelar Kamis kemarin (14/11), VMware mengundang para mitra untuk menyaksikan aneka ragam solusi baru yang diluncurkan VMware di tahun 2019 ini. Sebagai pembuka, Pat Gelsinger selaku CEO VMware menjelaskan beberapa produk andalan VMware yang diluncurkan tahun ini, yaitu portofolio dari VMware Tanzu dan Project Pacific yang telah disempurnakan.

Kedua portofolio tersebut diharapkan mampu sebagai solusi untuk perusahaan yang ingin bertransformasi dalam membangun, menjalankan dan mengelola peranti lunak (software) di Kubernetes. Sehingga, VMware Tanzu ini dapat mendukung pelanggan dalam membangun aplikasi di Kubernetes dan mengelola seluruh cluster dari satu ruang kontrol dengan memanfaatkan teknologi-teknologi mutakhir.

Saat ini, banyak organisasi yang memiliki mimpi untuk dapat menggandeng mitra yang mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, seiring dengan gencarnya kebutuhan untuk migrasi ke aplikasi-aplikasi modern. Sehingga akselerasi mereka dalam bertransformasi bisnis di era digital sekarang ini menjadi lebih lincah dan cepat,” ungkap Pat Gelsinger. Ia pun menambahkan, saat ini VMware berada di posisi yang tepat dan siap membantu pelanggan sukses dalam menapaki perjalanan bisnis mereka. VMware Tanzu dan Project Pacific menjadi kunci yang mendukung para CIO dalam membangun, mengoperasikan, mengelola, menjalin konektivitas, serta menerapkan perlindungan yang kokoh pada bisnis.

Cin Cin Go, Country Manager, VMware Indonesia

Cin Cin Go, Country Manager VMware Indonesia yang juga turut hadir pada acara tersebut menyebutkan bahwa VMware Tanzu hadir untuk memudahkan pelanggan membangun sebuah aplikasi dengan menggunakan metode Kubernetes. “Saat ini banyak perusahaan yang ingin membangun aplikasi namun masih mengusung metode “Counter Base”. Oleh karena itu, VMware menghadirkan VMware Tanzu. Solusi dari VMware ini pun nantinya tidak hanya menyasar pada sektor finansial, namun di semua sektor industri”, Ujar Cin Cin Go.

Di era digital seperti sekarang ini, Bank yang telah memiliki aplikasi dapat memperoleh pelanggan dengan mudah. Biasanya pelanggan yang menghampiri Bank, kini Bank dapat dengan mudah menawarkan berbagai layanan melalui aplikasi, bahkan yang menariknya pelanggan sudah bisa membuka rekening baru melalui aplikasi“, Imbuh Cin Cin Go.

Portofolio dari Project Pacific juga dikatakan memiliki benefit yang lebih baik bagi Bank dalam mengolah data center. Sebagai contoh, Bank DBS yang telah mengadopsi teknologi Project Pacific dengan memperkecil data center mereka hingga 75%.

Untuk di Indonesia sendiri, VMware Tanzu dan Project Pacific memang belum hadir di Indonesia. Sebagian besar pelanggan VMware terbesar di Tanah Air berada di sektor perbankan. Pemerintah pun saat ini sedang gencar mendorong transformasi digital, dimana platform Workspace One dari VMware saat ini sudah banyak diadopsi di perusahaan-perusahaan Indonesia.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES