in: News | December 4, 2019 | by: Yufianto Gunawan

AWS: Bikin AI Jadi Makin Mudah

Di AWS re:Invent 2019, yang saat ini tengah berlangsung di Las Vegas, AS, AWS banyak memperkenalkan layanan baru mereka yang mencakup banyak sekali bidang. Berbagai solusi terkait compute, storage, analytics, dan lain sebagainya sudah sempat kami bahas di artikel sebelumnya. Namun, khusus untuk layanan baru terkait machine learning, kami merasa layanan baru dari AWS terbilang menarik sehingga kami akan membahasnya secara terpisah, di artikel ini.

CEO AWS saat menjelaskan layanan baru terkait machine learning

Machine learning, salah satu bagian dari AI, belakangan memang makin banyak diadopsi oleh berbagai perusahaan. Berbagai wujud machine learning, mulai dari yang cukup sederhana, misalnya oleh e-commerce untuk memberikan rekomendasi untuk pengguna layanan mereka, hingga yang rumit, tanpa disadari sudah banyak kita jumpai di berbagai layanan yang ada di sekitar kita. AWS, sebagai pemain besar di ranah cloud computing, sudah memiliki layanan terkait machine learning yang mumpuni, tapi di re:Invent 2019 ini, mereka menambahkan sejumla layanan machine learning baru yang membuat machine learning jadi lebih mudah dan pelanggan mereka pun juga bisa memanfaatkan AI berbasis machine learning untuk berbagai hal.

Sudah Mudah, Jadi Semakin Mudah Lagi

Layanan terkait machine learning AWS selama ini terbilang sudah memudahkan pelanggan mereka untuk menerapkan machine learning di berbagai bidang. Namun, kali ini, AWS ingin mempermudah lagi penerapan machine learning berbasis SageMaker, layanan machine learning andalan mereka. Mendukung layanan SageMaker, SageMaker Studio yang baru saja diumumkanĀ  memungkinkan pelanggan AWS mendapatkan IDE (Integrated Development Environment) yang membantu mereka dalam otomatisasi, integrasi, debug, serta pemantauan untuk machine learning.

Ada SageMaker Autopilot, di dalam SageMaker Studio, yang memudahkan pembuatan model machine learning hanya dengan menggunakan file CSV (Comma Separated Value) untuk satu skenario penggunaan tertentu. Hal ini tentu saja akan memangkas waktu pembuatan model machine learning. Kemudian, dengan SageMaker Experiments, pelanggan AWS bisa mencoba model machine learning yang sudah dibuat, menganalisa proses dan hasil, sehingga model yang tepat bisa dengan mudah ditemukan, mempermudah implementasi untuk skenario nyata.

SageMaker Debugger juga tersedia untuk membantu pelanggan AWS memantau secara real-time model machine learning yang digunakan. Sementara SageMaker Model Monitor bisa digunakan untuk melihat kinerja dari suatu model yang digunakan, apakah hasil yang didapatkan sudah sesuai atau justru malah menyimpang dari yang diharapkan. Semua tool tersebut memungkinkan pengguna layanan SageMaker untuk mendapatkan dukungan AI yang mumpuni, dengan proses yang makin mudah, serta waktu implementasi yang makin singkat, yang juga didukung oleh SageMaker Notebooks, yang memudahkan proses perancangan dari proses kerja suatu machine learning.

Hadirkan Fitur Menarik Tanpa Perlu Mendalami Machine Learning

Selain SageMaker Studio dengan segala macam fitur untuk mempermudah implementasi AI di atas, AWS juga mengumumkan tesedianya beberapa layanan baru yang memungkinkan pelanggan mereka, yang bahkan tidak memiliki pengalaman terkait machine learning, merasakan manfaat dari AI di beberapa bidang. Satu yang menarik adalah Amazon Kendra, yang membuat enterprise jadi bisa memiliki sistem yang komprehensif untuk basis informasi kalangan internal perusahaan. Amazon Kendra ini bisa melakukan analisis terhadap berbagai sumber data di dalam perusahaan untuk menyaring informasi penting, menyusun struktur informasi yang bisa jadi dibutuhkan para karyawan, dan mengumpulkannya menjadi suatu knowledge base yang lebih modern, yang bahkan bisa memberikan jawaban langsung untuk pencarian yang dilakukan, bukan hanya menyediakan suatu link ke sumber informasi yang dicari,

Kemudian, ada Amazon CodeGuru, yang membantu pengembang aplikasi menilai kode yang dibuat. CodeGuru ini memberikan feedback untuk beberapa hal, seperti apakah ada potensi masalah di aplikasi yang dibangun dari suatu kode. Selain itu, ada juga fitur untuk menilai apakah kode yang ditulis bisa berjalan dengan efisien atau justru memiliki potensi membebani sistem di luar yang seharusnya karena ada kode yang tidak terlalu rumit, yang seharusnya bisa diatasi dengan kode yang lebih sederhana.

Bisa Lacak Potensi Penipuan Online

AWS juga memperkenalkan Amazon Fraud Detector, yang tentunya akan sangat menarik di era di mana penipuan online makin marak. Teknologi ini menggunakan basis yang sama dengan yang digunakan di Amazon, dan bisa mencegah terjadinya fraud di transaksi online. Menariknya, implementasi Fraud Detector ini ke suatu sistem transaksi online bisa dilakukan bahkan oleh pihak yang tidak mendalami machine learning.

Fraud Detector hanya membutuhkan input data transaksi yang pernah terjadi dan temuan-temuan fraud sebelumnya. Melakukan analisis terhadap data yang ada, layanan ini bisa membuat model machine learning untuk mendeteksi potensi fraud berdasarkan pola perilaku tertentu, yang bisa juga didukung dengan data tambahan seperti alamat email dan nomer telepon. Melihat platform transaksi online saat ini makin berkembang, layanan AWS yang satu ini bisa membantu dalam mengurangi jumlah penipuan di platform online.

Juga Tawarkan Analisis Berbasis AI untuk Customer Service

Hal lain yang juga terbilang menarik di era saat ini, AWS menawarkan Contact Lens, untuk layanan Amazon Connect, layanan cloud contact center mereka. Concact Lens bisa melakukan analisis, bahkan secara real time, untuk telepon dan chat masuk terkait customer service. Berdasarkan model machine learning tertentu, Contact Lens bisa langsung membagi transkrip yang dihasilkan dari telepon atau chat masuk dan menunjukkan bagian positif, negatif, dan lain-lain dari transkrip itu. Memanfaatkan Contact Lens, pelanggan AWS bisa dengan mudah mendapatkan gambaran kinerja customer service mereka.

Bukan “Hal Baru” tapi Permudah AI untuk Siapa Saja

Memang, beberapa layanan penerapan AI yang ditawarkan oleh AWS di atas bisa saja dibangun sendiri oleh pelanggan mereka, karena pada dasarnya pembuatan model machine learning saat ini pun semakin mudah, terlebih lagi dengan SageMaker Studio yang diperkenalkan. Layanan penerapan AI di atas juga bisa dikatakan bukan suatu hal yang benar-benar baru, karena mungkin saja sudah bisa dihasilkan oleh pelanggan-pelanggan AWS. Namun, yang ditekankan AWS di sini, layanan-layanan itu dibentuk untuk membantu pelanggan mereka yang tidak memiliki pengalaman dengan machine learning untuk mendapatkan manfaat dari teknologi modern tersebut.

Ya, dengan adanya layanan seperti Amazon Kendra, Fraud Detector, dan Contact Lens, pelanggan AWS bisa dengan mudah mendapatkan dukungan AI untuk beberapa aspek spesifik. Ke depan, bukan tidak mungkin AWS akan menambahkan banyak layanan baru dengan tujuan penggunaan lain, yang tujuannya tentu tetap mempermudah pelanggan mereka menerapkan AI untuk operasional. Mari kita tunggu saja inovasi AI berikutnya dari AWS.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES