in: Casing | January 25, 2020 | by: Yufianto Gunawan

Hands-On Review Casing NZXT H510 Elite

Beberapa bulan lalu, NZXT melakukan refresh untuk lini casing H-Series mereka, untuk menyesuaikan tampilan produk-produk casing di lini tersebut dengan keinginan pengguna masa kini. Salah satu produk refresh H-Series tersebut adalah NZXT H510 Elite, yang hadir sebagai casing mid-tower dengan desain ringkas yang dilengkapi dengan tempered glass. Kali ini, kami akan membahas casing NZXT tersebut, yang sempat datang ke lab. pengujian kami beberapa waktu lalu.

Spesifikasi NZXT H510 Elite

Pertama, mari kita lihat terlebih dahulu spesifikasi dari casing H510 Elite ini. Casing ini, seperti yang sudah kami sebutkan di atas, memiliki ukuran mid-tower dengan dimensi 428 x 210 x 435 mm. Ketinggian casing ini akan menjadi 460 mm, atau bertambah sekitar 25 mm, bila kita menghitung tinggi kaki-kaki casing ini. H510 Elite didesain untuk menampung sistem dengan basis motherboard ATX, Micro ATX, dan Mini-ITX.

NZXT H510 Elite

Dengan dimensi di atas, NZXT menyebutkan bahwa casing ini bisa menampung graphics card dengan panjang hingga 368 mm, atau 313 mm bila pengguna memasang radiator watercooling di sisi depan. Sementara untuk CPU cooler, casing ini bisa menampung HSF dengan tinggi hingga 165 mm. Hal ini menunjukkan bahwa casing ini bisa mengakomodasi penggunaan berbagai HSF performa tinggi, yang umumnya memiliki tinggi sekitar 160 mm.

Sementara untuk pengguna yang ingin menggunakan watercooling, casing ini menyediakan tempat pemasangan radiator di sisi depan dan belakang. Untuk sisi belakang, casing ini bisa menampung radiator dengan ukuran 120 mm dengan ketebalan radiator + fan hingga 60 mm. Sementara untuk sisi depan, H510 Elite ini bisa mengakomodasi radiator 240 mm atau 280 mm, juga dengan ketebalan total radiator + fan hingga 60 mm.

NZXT menyebutkan bahwa casing ini dibangun dengan bahan SGCC steel, yang mencakup sebagian besar bodi casing, dengan tambahan tempered glass. Secara keseluruhan, berat kosong dari casing ini adalah 7.5 kg. Sementara untuk pilihan warna, NZXT menyediakan opsi Matte White dan Matte Black untuk H510 Elite ini. Varian warna yang hadir ke lab. Jagat Review adalah Matte White.

Testbed

Agar kami bisa memberikan gambaran seperti apa perakitan sistem ke dalam casing ini, kami tentu saja akan benar-benar merakit sebuah sistem utuh ke dalam NZXT H510 Elite ini. Berikut ini adalah komponen dari sistem yang kami gunakan:

Prosesor: Intel Core i5-8400

Motherboard: ASRock B365 Phantom Gaming

RAM: G.Skil TridentZ DDR4 2x 8 GB

Storage:

  • 2x WD Red 3 TB
  • 1x Seagate Constellation ES 3 TB
  • 1x HGST 500 GB 2.5″
  • 1x Samsung SSD 850 EVO

CPU Cooler:

  • Cooler Master Hyper 212 Turbo LED
  • Cooler Master MasterLiquid 240

PSU:

  • Corsair HX750

Graphics Card:

  • ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 OC
  • ASUS Strix GeForce GTX 950

NZXT H510 Elite

Sebelum masuk ke perakitan sistem, mari kita bahas terlebih dahulu casing NZXT H510 Elite ini. Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, varian yang kami uji adalah warna Matte White. Terlihat, warna putih memang cukup dominan di bagian yang banyak terlihat dari casing ini, yaitu di sisi depan, kiri, kanan, dan atas. Sementara sisi bawah, belakang, dan sebagian besar bagian dalam casing menggunakan warna abu-abu tua.

Tempered glass diberikan NZXT untuk side panel kiri dan sebagian sisi depan casing. Tempered glass untuk side panel kiri casing memiliki bracket di bagian dalam dengan mekanisme mounting di dekat sudut kiri atas. Bracket panel tersebut memiliki mekanisme penahan khusus yang memungkinkan side panel tidak langsung terlepas dari casing saat baut pengunci dikendorkan. Sementara untuk tempered glass di sisi depan casing, terdapat dua buah baut kecil untuk pengunci yang harus dilepas sebelum menariknya, untuk melepas panel tersebut.

Terdapat lubang ventilasi di side panel kanan, dekat dengan area depan, yang dilapisi dengan dust filter di sisi dalam. Selain itu, terdapat juga dust filter di area ventilasi untuk PSU. Namun, untuk tempat kipas di sisi  atas dan belakang, NZXT tidak menyediakan dust filter. NZXT tampaknya mendesain casing ini dengan arah airflow fixed, di mana intake dari kipas di area depan dan kipas PSU, dan output dari belakang dan atas.

Beralih ke sisi dalam casing, terdapat beberapa lubang untuk cable management. Sepintas, bila dilihat dari sisi kiri, kita tidak bisa melihat lubang cable management untuk kabel-kabel dari PSU, karena tertutup oleh cable bar berwarna putih. Lubang-lubang cable management di casing ini memang tidak dilengkapi dengan rubber grommet, tetapi hal itu tidak jadi masalah karena posisi lubang-lubang tersebut yang cukup tertutup membuat lubang kabel tidak mudah terlihat.

NZXT terlihat menyertakan tiga buah fan untuk H510 Elite ini. Satu kipas AER120 Case Version terpasang di tempat mounting kipas di sisi belakang. Sementara untuk sisi depan, terdapat dua buah kipas AER140 RGB Case Version.

Lubang untuk mengakses backplate sistem pendingin, dengan ukuran cukup besar, terdapat di tray motherboard dari H510 Elite ini. Beberapa lubang untuk menempatkan standoff baut mounting motherboard tersedia di tray motherboard ini. Lubang-lubang yang ada sudah disesuaikan posisinya untuk menampung motherboard sesuai dengan yang didukung casing ini, yaitu ATX, Micro ATX, dan Mini-ITX. Casing ini seharusnya juga bisa menampung motherboard Mini-DTX, karena secara umum posisi baut yang digunakan sama dengan Mini-ITX dan ruang yang tersedia mencukupi untuk ukuran motherboard tersebut.

Di sisi belakang tray motherboard, terlihat NZXT menempatkan dua buah bracket untuk memasang storage 2.5″. Terlihat juga, di sekeliling lubang untuk akses ke sisi belakang motherboard, terdapat bracket untuk membantu cable management. NZXT bahkan sudah menyertakan velcro strap untuk salah satu bracket untuk membantu merapikan kabel.

Smart Device V2 ditempatkan NZXT di balik tray motherboard ini juga. Perangkat ini berfungsi sebagai fan controller dan RGB controller, serta tentu saja kompatibel dengan NZXT Cam, dashboard kontrol fan dan RGB dari NZXT. Terdapat tiga konektor fan 4-pin di perangkat ini, dengan output maksimal 10W untuk setiap konektor. Selain itu, tersedia juga dua konektor RGB yang masing-masing bisa mengakomodasi hingga empat LED Strip HUE2 atau lima kipas AER RGB.

Di bawah tray motherboard, terdapat ruang untuk PSU dan storage 3.5″. Sebuah bracket khusus digunakan untuk memasang storage 3.5″ ke casing ini, dengan kapasitas maksimal 3 buah HDD 3.5″. Pengguna juga bisa memanfaatkan bracket tersebut untuk menampung satu storage 2.5″, karena di bagian dasar bracket terdapat lubang baut yang sesuai dengan posisi baut di storage 2.5″. Bracket ini bisa juga dilepas bila tidak dibutuhkan untuk memungkinkan penggunaan PSU dengan panjang di atas 180 mm.

Untuk front panel, NZXT menempatkannya di sisi atas, dekat dengan sudut kanan depan casing. Terdapat satu tombol power, satu port USB 3.1 Type A, satu port USB 3.1 Type C, serta audio combo di area ini. Kami tidak menjumpai adanya tombol reset di casing ini. Satu hal yang menarik, konektor front panel standar “Intel” dari casing ini (untuk Power LED, HDD LED, dan Power SW) sudah disatukan sesuai dengan standar yang banyak digunakan produsen motherboard, sehingga pengguna tidak perlu memasang konektor satu-per-satu ke tempatnya, cukup memasangkan satu set konektor “jadi” ke header di motherboard.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES