in: Direct Release | February 18, 2020 | by: Jagat Review

Direct Release: Huawei Prediksi 10 Tren di Ranah Energi Masa Depan untuk Telko 2025

[Shenzhen, China, Feb 17, 2020] Huawei, perusahaan penyedia TIK terkemuka global, hari ini menyampaikan prediksinya mengenai 10 tren baru energi di bidang telekomunikasi (telko) di tahun 2025. Prediksi ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan bagi operator dalam mendukung pembangunan infrastruktur telekomunikasi di lapangan.

Teknologi 5G telah dinanti-nantikan kehadirannya. Ada tiga perubahan fundamental di jaringan telekomunikasi yang perlu diantisipasi dengan segera: kesiapan spektrum dan pendayagunaan teknologi mutakhir, kebutuhan akan stasiun-stasiun baru, hingga kesiapan mobile edge computing (MEC) sebagai kunci hadirnya evolusi teknologi tersebut.

Di saat yang sama pula, penetrasi teknologi 5G terlihat makin gencar dan mulai banyak diterapkan di berbagai industri. Muncul pula paradigma baru yang mendorong disatukannya Teknologi Infirmasi (IT) dan Teknologi Komunikasi (TK). Selain itu, saat ini juga terlihat makin banyak infrastruktur jaringan yang digunakan bersama. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah di sisi manakah dan sejauh mana perubahan-perubahan tersebut akan mendorong tumbuhnya inovasi energi untuk bidang telko?

1. DIGITALISASI ENERGI

90% stasiun telko yang ada di seluruh dunia diprediksikan akan merasakan digitalisasi energi.

Kehadiran 5G telah mendorong tumbuhnya stasiun-stasiun telko baru. Kegiatan Operations and Maintenance (O&M) menjadi kian kompleks. Tingginya Operational Expenditures (OPEX) secara signifikan menjadi salah satu faktor kendala yang bisa memangkas profit bagi operator. Peran digitalisasi di bidang energi dianggap sangat krusial dalam mendukung dihadirkannya kegiatan O&M yang kian simpel, yang pada akhirnya akan turut menekan biaya O&M secara keseluruhan.

Kehadiran teknologi-teknologi mutakhir, seperti pemetaan, kontrol, dan pemrosesan secara digital menjadi fundamental bagi terlaksananya digitalisasi energi. Di 2025 nanti, diprediksikan bahwa 90 persen stasiun-stasiun telko atau BTS yang ada di dunia akan beralih menggunakan smart energySmart energy memacu operator untuk membangun jaringan-jaringan baru berteknologi hijau, makin simpel, dan otonom.

2. PESATNYA PENGADOPSIAN ENERGI HIJAU TERBARUKAN

Penerapan energi hijau dukung gerakan hemat energi dalam rangka menekan emisi demi terwujudnya pembangunan industri yang berkesinambungan.

Dalam rangka menghadapi ketidakmenentuan perubahan iklim saat ini, serta sebagai wujud peran serta industri untuk tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh PBB, operator berlomba-lomba untuk menerapkan gerakan hijau dan industri ramah lingkungan dengan menekan penggunaan energi berbasis minyak bumi, memangkas angka kebutuhan untuk pemeliharaan, menghapus penggunaan generator berbahan bakar diesel di seluruh jaringan, berupaya mengerem angka emisi hingga serendah-rendahnya, serta mencanangkan pembangunan infrastruktur industri yang berkesinambungan. Menyikapi hal ini, investasi-investasi yang mendukung pembangunan berbasis energi hijau terus digelontorkan dan mengalami peningkatan tajam.

Beragam teknologi mutakhir di bidang energi, seperti photovoltaic atau tenaga surya, energi yang digerakkan oleh angin, sel berbahan bakar hidrogen, maupun teknologi baterai lithium mulai menunjukkan kematangan. Meski sejumlah teknologi membutuhkan investasi yang tak sedikit di awalnya, namun pada akhirnya teknologi tersebut akan mendapat tempat di hati para operator karena tingginya keuntungan yang akan mereka rasakan di kemudian hari, karena ramah lingkungan, memiliki tingkat emisi karbon yang rendah, bebas biaya pemeliharaan, serta biaya untuk kelistrikan yang bisa ditekan serendah mungkin.

3. MULAI TERGANTIKANNYA BATERI BERBASIS ASAM TIMBAL OLEH BATERAI LITHIUM

Baterai berbahan inti asam timbal akan mulai ditinggalkan dan digantikan oleh penggunaan baterai lithium. Baterai lithium akan makin banyak dipergunakan sebagai sumber energi, alih-alih sekadar sebagai cadangan energi.

Perkembangan 5G yang pesat mendorong peningkatan konsumsi daya di BTS hingga dua kali lipat. Dibutuhkan sistem penyimpanan daya dengan densitas tinggi. Baterai lithium merupakan pilihan yang tepat. Terlebih, usia pakai baterai lithium lima kali lebih panjang dibandingkan baterai asam timbal itu sendiri. Baterai lithium juga memiliki usia float charge dua kali lebih baik. Biaya per siklus usia baterai lithium juga jauh lebih rendah. Bahkan, dalam tiga tahun mendatang, harga per baterai lithium diperkirakan akan turun hingga 30 persen.

Bila diestimasikan secara kasar, biaya per baterai lithium diperkirakan akan mendekati harga baterai asam timbal di tahun 2022, itupun dengan usia pakai baterai yang bisa dimaksimalkan penggunaannya. Fitur teknologi peak shaving yang ada pada baterai lithium juga diharapkan akan dapat menekan kebutuhan untuk pengembangan kapasitas daya dan rekonstruksi. Pengaturan biaya daya kelistrikan yang fleksibel bisa mengurangi biaya total kelistrikan, dan lebih jauh akan dapat memangkas biaya total untuk konstruksi dan operasional jaringan.

4. KEHADIRAN 5G PICU TINGGINYA KEBUTUHAN ENERGI TELKO DI LINTAS INDUSTRI

Beragam skenario di ranah enterprise, butuh solusi suplai daya yang fleksibel.

Kehadiran 5G membuka beragam potensi untuk dikembangkannya beragam skenario pengaplikasian perangkat-perangkat BTS untuk mendukung kebutuhan di ranah enterprise. Mulai dari kebutuhan konektivitas untuk pelabuhan, kawasan pertambangan, daya kelistrikan, transportasi, kampus, rumah sakit, hingga komunitas. Masing-masing skenario membutuhkan solusi daya untuk telko yang beragam dan fleksibel, baik itu energi digital, modular, maupun paduan keduanya.

5. SUPLAI DAYA UNTUK KONVERGENSI DI RANAH TIK

Perkembangan TIK yang konvergen butuh solusi suplai daya yang beragam pula.

Popularitas 5G turut memicu suburnya integrasi antara Teknologi Informasi dan AI di setiap relung kehidupan manusia. Jaringan komunikasi berbasis Teknologi Komunikasi punya peran yang fundamental dalam pengembangan banyak aplikasi di masa kini. Konvergensi TIK tak mungkin dipungkiri lagi kehadirannya.

Transformasi ini turut memicu tingginya kebutuhan akan beragam suplai daya dan cadangan daya di BTS-BTS yang ada, maupun di rumah-rumah peralatan telko. Energi untuk telko punya peran vital dalam menjamin tersedianya suplai daya secara konsisten, memastikan punya cadangan daya yang cukup, manajemen ruang dan arus termal di ruangan, hingga manajemen kabel, baik untuk perangkat yang mendukung Teknologi Komunikasi maupun Teknologi Informasi. Namun tak bisa dipungkiri juga, bahwa di masa depan akan muncul kendala-kendala baru di ranah energi untuk telko yang perlu diantisipasi.

6. KOLABORASI DENGAN TEKNOLOGI AI

Kolaborasi NE dengan teknologi AI hasilkan TCO paling optimum pada model energy networks.

Tingginya pertumbuhan pembangunan stasiun-stasiun 5G dan konsumsi daya ternyata juga mendorong tingginya biaya untuk O&M maupun energi. Hal ini bagai bumerang yang pada akhirnya akan menghambat perkembangan 5G itu sendiri. Di sinilah pentingnya dikembangkannya kolaborasi dengan teknologi AI sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Penerapan teknologi hasil kolaborasi dengan AI di bidang energi telko, seperti pemodelan algoritma AI yang mendukung optimalisasi dalam penetapan konfigurasi sumber pada sliced networks di BTS, sekaligus untuk mengoptimalkan efisiensi, serta kapabilitas analisis AI untuk mendukung implementasi sistem jaringan kemudi otonom.

7. FULL-STACK TERSIMPLIFIKASIKAN

Hadirnya teknologi untuk energy networks yang tersimplifikasikan, menyeluruh, dengan siklus masa pakai yang penuh.

Di masa depan, konektivitas hadir di segala ruang. Makin banyak spektrum yang terpakai. Infrastruktur BTS makin sesak. Di era 5G, sistem energi dari BTS ke bearer networks dan core networks menjadi kian luas dan kompleks. Untuk itulah, diperlukan adanya strategi penggelaran yang makin simpel dengan kontrol TCO yang lebih ketat.

Di masa depan, penerapan teknologi energy networks yang tersimplifikasikan, menyeluruh, dengan siklus masa pakai yang utuh, diramalkan akan makin meriah, seperti satu kabinet tiap satu BTS, satu blade power tiap satu BTS, hingga jaringan kemudi otonom. Teknologi-teknologi ini diharapkan akan mendukung penggelaran dan peningkatan kapasitas yang kian efisien, mendukung terpangkasnya kebutuhan energi untuk O&M.

8. ARSITEKTUR YANG KAYA AKAN POLA

Di tengah makin bervariasinya skema input dan output daya, arsitektur yang kaya akan pola diramalkan akan menjadi tren di 2025.

Saat ini, hampir seluruh suplai daya yang ada tidak mendukung skema input maupun output yang memiliki beragam pola. Lantaran ukurannya yang besar, tingkat efisiensi rendah, dengan antarmuka yang beragam untuk perawatan sistem, dibutuhkan skema yang bisa memadukan beraneka jenis perangkat yang menuntut perlunya dilakukan konversi energi ke dalam satu sistem yang selaras. Arsitektur yang kaya akan pola ini memiliki densitas dan efisiensi sistem yang tinggi, lebih mudah dalam penggelarannya, serta dilengkapi dengan fitur O&M yang cerdas. Arsitektur seperti ini diprediksikan akan makin mendapatkan tempat di kancah industri energi di ranah telko di masa depan.

9. EFISIENSI MENINGKAT

Peningkatan efisiensi pada rectifier akan makin ekstrim. Tingkat efisiensi di level BTS dan jaringan menjadi perhatian serius.

Saat ini, tingkat efisiensi pada sistem daya telko hampir seluruhnya telah mengalami peningkatan di level rectifier. Angka efisiensi rectifier yang berhasil diraih oleh vendor rata-rata berada di kisaran 90% hingga 98%. Di masa depan, angka ini bisa dipacu hingga lebih ekstrim lagi mencapai 98% hingga 99% (atau dengan kata lain memiliki tingkat rectifier loss kurang dari 50%). Namun demikian, konsumsi energi di BTS sebagian besar terjadi di sistem pembangkit daya, sistem kontrol temperatur, hingga di lini suplai daya.

Operator akan makin fokus dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi energi di tingkat BTS maupun jaringan. Solusi sistem pertukaran panas dan solusi disipasi panas natural yang efisien bisa menjadi substitusi bagi kebutuhan akan air conditioners. Di masa depan, pendekatan ini bisa menjadi solusi baru untuk manajemen sistem udara panas yang ada saat ini.

10. TINGKAT KEANDALAN TINGGI

Keandalan akan menjadi satu hal fundamental yang tak terpisahkan di kancah energi ranah telko masa depan.

Teknologi AI menjadi motor bagi munculnya paradigma baru di ranah energi telko, dari BTS terisolasi ke energy networks. Kebutuhan yang tinggi akan suplai daya dan cadangan daya yang beragam, skenario penggelaran yang kian kompleks, serta lingkungan jaringan digital menuntut dihadirkannya energy networks yang andal. Teknologi yang bertumpu pada tingkat keandalan suatu solusi, seperti keandalan, keamanan, ketersediaan, privasi, hingga resiliensi, menjadi satu hal fundamental yang dihadirkannya energy networks yang andal di masa depan.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES