in: Desktop | May 29, 2020 | by: Friska Suryawinata

Review Lenovo ThinkCentre M75S dan V55T: PC Desktop AMD yang Irit Daya dan Dingin

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar Lenovo ThinkCentre? Umumnya, yang terlintas pasti adalah PC dekstop kelas bisnis dengan spesifikasi tinggi yang mampu menunjang kebutuhan perusahaan atau enterprise.

 

Kali ini, kami akan membahas lebih lengkap soal PC Desktop kelas bisnis dari Lenovo yang menggunakan AMD Ryzen, yaitu Lenovo ThinkCentre M75s dan Lenovo V55T. Kedua produk ini bisa dibeli melalui jalur proyek (lewat Lenovo untuk perusahaan) maupun jalur retail. Kenapa PC kelas bisnis yang satu ini tetap dijual lewat retail? Alasannnya adalah agar pengguna bisa tetap membeli PC tersebut, misalnya karena tidak ingin repot karena PC seperti ini dilengkapi garansi “satu atap”.

Desain dan Spesifikasi Lenovo ThinkCentre M75s & Lenovo V55t

Lenovo ThinkCentre M75s

 

Lenovo ThinkCentre M75s ini memiliki form factor SFF dengan ukuran casing 8.5 liter dan memiliki warna Matte Black, berdimensi 29 x 9.25 x 34.3 cm. Untuk spesifikasinya sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu versi proyek dan versi retail.

Versi retail dari Lenovo ThinkCentre M75s mengusung prosesor Ryzen 5 Pro 3400G (4C/8T) dengan RAM DDR4-2666 1 x 8 GB yang bisa diupgrade hingga total 64 GB, dan storage menggunakan HDD 1 TB (7200 rpm), memiliki Optical Drive, dan memiliki slot M.2 kosong untuk diisi dengan SSD. Graphics menggunakan Integrated Graphics dari Prosesor, memiliki Expansion Slot berupa 1X PCIe 3.0 x16, 2X PCIe 3.0 x1, dan 1X PCI, yang sayangnya hanya bisa menggunakan card low profile. Sementara PSU memiliki besar 210 W dengan rating efisiensi 85%.

Sementara spesifikasi Lenovo ThinkCentre M75s versi Proyek memiliki varian yang lebih banyak dari segi prosesor, di mana pengguna bisa memilih prosesor: Ryzen 9 Pro 3900 (12C/24T), Ryzen 7 Pro 3700 (8C/16T), Ryzen 5 Pro 3600 (6C/12T), Ryzen 5 Pro 3400G (4C/8T), Ryzen 3 Pro 3200G (4C/4T) atau Athlon Pro 300GE (2C/4T). RAM juga bisa dikonfigurasi sendiri dengan kapasitas hingga 64 GB, storage memiliki opsi SSD M.2 dan storage SATA, serta dilengkapi dengan Optical Drive juga. Untuk graphics, terdapat opsi menggunakan Integrated Graphics dari prosesor atau Radeon 520, serta PSU memiliki opsi 180 W, 210 W, atau 260 W.

Untuk tombol dan konektor, Lenovo ThinkCentre M75s memiliki tombol power, SD Card reader, microphone jack, headphone jack, 2x USB 3.1 Gen 1, dan 2x USB 3.1 Gen 2 untuk sisi depannya, sementara sisi belakang terdapat audio line in, audio line out, microphone jack, serial port, D-Sub, 2x DisplayPort, 2x USB 3.1 Gen 1, Gigabit Ethernet, 2x USB 2.0, 2x PS/2, dan AC Input untuk PSU. Khusus untuk versi yang dijual resmi di Indonesia, Lenovo ThinkCentre M75s juga memiliki tambahan konektor berupa antena Wi-Fi, serial port, dan 2x USB 2.0.

Konektivitas wireless terdiri dari Wi-Fi AC dan Bluetooth, serta fitur keamanan terdiri dari BIOS-based Smart USB Protection, Hardware-based Trusted Platform Module 2.0 dan AMD GuardMI.

Lenovo V55t

Sementara Lenovo V55t memiliki form factor Micro ATX dengan casing tower 15 liter. Walau demikian, casing yang dimiliki oleh Lenovo V55t ini tergolong relatif lebih ringkas dibandingkan dengan casing PC Desktop ATX pada umumnya. Lenovo V55t juga memiliki warna Matte Black dengan dimensi sebesar 14.5 x 27.5 x 36 cm.

Untuk spesifkasi, sama seperti ThinkCentre M75s, Lenovo V55t juga memiliki dua tipe spesifikasi yang berbeda antara proyek dan retail. Untuk versi Retail, Lenovo V55t mengusung prosesor yang terdiri dari opsi Ryzen 5 3400G (4C/8T) atau Ryzen 3 3200G (4C/4T), RAM DDR4-2666 1x 8 GB atau 1x 4 GB yang masih bisa diupgrade hingga total 32 GB, storage berupa HDD 1 TB (7200 rpm), optical drive, serta terdapat slot M.2 kosong untuk SSD. Graphics menggunakan Integrated Graphics dari prosesor, expansion slot terdiri dari 1X PCIe 3.0 x16 dan 1X PCIe 3.0 x1. PSU-nya sendiri sebesar 180 W dengan rating efisiensi 85%.

Sementara Lenovo V55t versi Proyek memiliki opsi prosesor yang terdiri dari Ryzen 5 3400G (4C/8T), Ryzen 3 3200G (4C/4T) atau Athlon 300GE (2C/4T). RAM bisa dikonfigurasi sendiri dengan kapasitas hingga 32 GB, storage memiliki opsi SSD M.2 dan storage SATA, serta dilengkapi optical drive. Graphics bisa dipilih antara Integrated Graphics dari prosesor atau menggunakan GeForce GT 730.

Tombol konektor dari Lenovo V55t terdiri dari tombol power, SD Card reader, microphone jack, headphone jack, 2x USB 3.1 Gen 1, dan 2x USB 2.0 pada sisi depan, sementara di sisi belakang terdapat audio line in, audio line out, microphone jack, HDMI, D-Sub, Gigabit Ethernet, 2x USB 2.0, AC Input untuk PSU. Lenovo V55t memiliki konektivitas berupa Wi-Fi AC dan Bluetooth, sementara fitur keamanannya menggunakan BIOS-based Smart USB Protection.

Karena keduanya merupakan PC desktop kelas bisnis, maka ThinkCentre M75s dan V55t memiliki jaminan durabilitas tinggi yang telah lolos berbagai uji ketahanan. Bahkan, ThinkCentre M75s sendiri sudah memiliki standarisasi dari MIL-STD.

Uji Performa

Dalam uji performa kedua PC desktop kelas bisnis ini, kami menggunakan spesifikasi versi retail yang terdiri dari:

  • ThinkCentre M75s: Ryzen 5 Pro 3400G, RAM 1x 8 GB, HDD 1 TB
  • V55t: Ryzen 3 3200G, RAM 1x 8 GB, HDD 1 TB

Di pengujian ini, kami juga menyertakan data kedia PC di-upgrade, dengan RAM menjadi dual-channel (2x 8 GB). Dan khusus untuk V55t, di beberapa pengujian kami turut menyertakan hasil kedia PC kami upgrade dengan menggunakan graphics card GeForce GT 1030.

Sebagai tambahan, ThinkCentre M75s sendiri seharusnya memiliki slot PCIe 3.0 x16 yang bisa digunakan untuk memasang graphics card, tetapi karena kami tidak memiliki card low-profile sehingga kami tidak bisa memasang graphics card ke dalam PC tersebut dalam pengujian kali ini.

Hasil pengujian untuk kedua PC desktop kelas bisnis dengan AMD Ryzen tersebut adalah sebagai berikut:

Cinebench R15

3DMark Fire Strike

Crystal Disk Mark

Lenovo ThinkCentre M75s

Lenovo V55t

Adobe Premiere Pro CC Skenario 4K

Adobe Premiere Pro CC Skenario Full HD

Gaming Test

Walau PC Desktop kelas bisnis ini umumnya tidak digunakan untuk gaming, tetapi kami tetap memberikan pengujian ketika dipakai untuk bermain game karena, kenapa tidak? Hasilnya bisa dilihat sebagai berikut ini:

  • ThinkCentre M75s – RAM Standar (1x 8 GB):
    • Dota 2 (1080p, Fastest, 100% Render): 40 – 80 fps
    • CS: GO (1080p, Low): 50 – 100 fps
    • GTA V (720p, Normal): 40 – 55 fps
  • ThinkCentre M75s – RAM Dual Channel (2x 8 GB)
    • Dota 2 (1080p, Fastest, 100% Render): 65 – 120 fps
    • CS: GO (1080p, Low): 90 – 160 fps
    • GTA V (720p, Normal): 70 – 90 fps
  • V55t – RAM Standar (1x 8 GB):
    • Dota 2 (1080p, Fastest, 100% Render): 40 – 80 fps
    • CS: GO (1080p, Low): 50 – 100 fps
    • GTA V (720p, Normal): 40 – 55 fps
  • V55t – RAM Dual Channel (2x 8 GB):
    • Dota 2 (1080p, Fastest, 100% Render): 70 – 120 fps
    • CS: GO (1080p, Low): 90 – 160 fps
    • GTA V (720p, Normal): 65 – 90 fps
  • V55t – RAM Dual Channel (2x 8 GB) + GeForce GT 1030:
    • Dota 2 (1080p, Fastest, 100% Render): 90 – 160 fps
    • CS: GO (1080p, Low): 130 – 200 fps
    • GTA V (1080p, Normal): 75 – 90 fps

Konsumsi Daya

Dalam pengujian konsumsi daya, kami menggunakan konsistensi dari hasil load untuk benchmark Cinebench R15, video playback 4K 69 fps, load gaming (GTA V), serta konsumsi ketika idle. Hasil untuk konsumsi daya dari Lenovo ThinkCentre M75S bisa dilihat di grafik berikut:

Sementara untuk Lenovo V55t, selain empat jenis uji konsumsi daya di atas, kami juga menambahkah konsumsi daya dari Lenovo V55t ketika melakukan