in: Processors | June 18, 2020 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Ryzen 3000XT Diumumkan: AMD Ryzen 3rd Gen ‘Zen2’ Mulai Kejar Clockspeed ?

Hampir setahun berlalu sejak dirilisnya AMD Ryzen 3rd Gen yang menawarkan performa yang mengagumkan di kelasnya. IPC (Instruction-per-Clock) yang lebih kencang berkat arsitektur Zen2 , serta konfigurasi yang menyentuh angka 12-core menjadi topik utama peluncuran keluarga prosesor 7nm tersebut tanggal 7 Juli 2019 lalu, Tidak lupa juga, AMD berhasil membuat prosesor baru tersebut masuk ke socket AM4 yang sudah mereka gunakan sejak Ryzen 1st Gen di 2017.

Sejak awal peluncuran prosesor berbasis Zen2 dengan prosesor 6-core Ryzen 5 3600 hingga 12-core Ryzen 9 3900X, AMD secara berkala melakukan update pada lineup produk mereka dari akhir 2019 hingga masuk ke awal 2020. Prosesor 16-Core Ryzen 9 3950X yang menjadi flagship prosesor Zen2 di socket AM4 muncul menjelang akhir tahun 2019, disusul Ryzen 3 series berbasis Zen2 yakni Ryzen 3 3100 dan Ryzen 3 3300X pada awal 2020 kemarin.

Kemarin, tepat tanggal 16 Juni 2020: AMD mengumumkan tambahan baru pada keluarga Ryzen 3rd Gen socket AM4, yang mereka sebut Ryzen 3000XT.

Lihat pengumuman AMD berikut ini:

AMD menawarkan 3 jenis prosesor baru, yakni Ryzen 5 3600XT, Ryzen 7 3800XT, dan Ryzen 9 3900XT.

Perlu diketahui, prosesor seri XT akan memiliki arsitektur, konfigurasi core dan cache, jenis platform/socket, yang sama dengan seri X.

Yang beda pada Ryzen 3000XT? Boost Clock lebih tinggi.

  • Ryzen 5 3600XT memiliki Boost Clock up to 4.5 Ghz, 100Mhz lebih tinggi dari Ryzen 5 3600X
  • Ryzen 7 3800XT memiliki Boost Clock up to 4.7 Ghz, 200Mhz lebih tinggi dari Ryzen 7 3800X
  • Ryzen 9 3900XT memiliki Boost Clock up to 4.7 Ghz, 100Mhz lebih tinggi dari Ryzen 9 3900X

 

Dengan ini, 3800XT dan 3900XT sekarang memiliki rating boost clock sama dengan model flagship 3950X, yakni 4.7 Ghz.

Sejauh ini, perbedaan boost clock 100-200Mhz kelihatannya tidak akan memberikan perbedaan yang sebegitunya signifikan bagi pengguna, dan base clockspeed prosesor XT juga tidak berubah.

Apa yang sebenarnya ingin dicapai AMD dengan Ryzen 3000XT, dan sejauh mana peningkatan clockspeed ini menjadi hal yang spesial? Mari kita lihat aspek clockspeed ini lebih dalam lagi.

 

 

Clockspeed dan (Precision) Boost

Meskipun sebagian besar peluncuran keluarga AMD Ryzen terbilang mulus dan lebih sering menuai sambutan meriah dari para pengguna, clockspeed adalah satu aspek dari Ryzen yang sering menjadi bahan diskusi hangat para enthusiast.

Perlu diketahui, berbeda dengan prosesor Intel ‘Kaby Lake’ yang sejak 2017 lalu menunjukkan potensi clockspeed tinggi hingga 5 Ghz lewat overclocking, Ryzen 1st Gen ‘Summit Ridge’ 14nm yang rilis di tahun 2017 memiliki clockspeed range di 4.1 Ghz-an, dan bahkan Ryzen 2nd Gen ‘Pinnacle Ridge’ 12nm tidak menunjukkan banyak perbedaan, dengan rating clock maksimal di kelas 4.35 Ghz. AMD Ryzen 1st gen dan 2nd Gen mencoba mengejar kompetitornya dengan ‘senjata’ berupa jumlah core yang luar biasa besar (hingga 2x kompetitornya!), walaupun clockspeed dan IPC mereka bukan yang paling kencang.

Saat peluncurannya, Ryzen 9 3900X yang menjadi flagship Zen2 sebelum 3950X rilis, mengusung clockspeed up to 4.6 Ghz. Ini adalah sebuah angka yang belum pernah ditemukan sebelumya pada Ryzen (kecuali dengan pendingin LN2 :p).

Digabung dengan informasi bahwa AMD Zen2 memiliki IPC yang mengagumkan, berita seputar pencapaian 4.6 Ghz ini begitu menghebohkan karena banyak yang berasumsi bahwa prosesor ini nantinya masih memiliki headroom untuk di-overclock lebih jauh lagi, menghasilkan performa yang belum pernah ada di kelasnya.

Sayangnya, pencapaian 4.6 Ghz pada Ryzen 9 3900X Zen2 ini terjadi karena mekanisme boost yang akan aktif pada kondisi sangat spesifik. pada sebuah Ryzen 9 3900X, prosesor bisa mencapai clock 4.6 Ghz pada kondisi load ringan 1-core/1-thread, dan inipun kecepatannya tidak sustained, melainkan naik turun bergantung pada keadaan.

Tidak mustahil untuk menemukan bahwa rated ‘1-core boost‘ clock ini hanya bisa sesekali dicapai dalam hitungan seconds, atau bahkan milliseconds. Ada juga beberapa user yang melaporkan bahwa sistem 3900X mereka tidak mencapai clockspeed 4.6 Ghz, dan lebih sering berada pada 4.525 – 4.55 Ghz.

Clockspeed dan overclocking pada Zen2 juga menjadi sorotan, karena prosesor Zen2 high-end dikenal hampir tidak memiliki overclocking headroom.

Saat prosesor Zen2 di-overclock secara manual, Anda hanya bisa memilih setting clockspeed secara manual untuk semua core (All-core OC). Yang jadi masalah, rata-rata pencapaian all-core OC dengan voltage yang aman bagi prosesor seperti Ryzen 9 3900X umumnya ada di kisaran 4.2 – 4.3 Ghz. Lupakan mencapai 4.6 Ghz all-core, karena angka seperti 4.4 – 4.5 Ghz all-core saja cukup jarang ditemui. Para user dan overclocker sudah disadarkan bahwa tidak semua core dalam chip 3900X bisa berjalan dalam konfigurasi 4.6 Ghz all-core, meskipun memiliki rating maximum boost ‘1-core’ up to 4.6 Ghz.

Overclocking secara manual di Zen2 bisa dilakukan untuk sedikit meningkatkan multi-core performance, namun sayangnya Anda yang melakukan manual overclocking all-core umumnya harus mengorbankan beberapa ratus Mhz yang menjadi nilai ‘boost 1-core’ nya. AMD Ryzen belum memiliki metode untuk melakukan overclocking dimana clockspeednya bisa disesuaikan dengan jumlah core yang di-load.

Secara spesifik, overclocking manual di AMD Ryzen (terutama Zen2) baru akan efektif bila Anda bisa melakukan All-core OC dengan kecepatan lebih tinggi dari rating maximum Boost Clock prosesornya.

Tentu, ini juga dilakukan dengan asumsi bahwa Anda bisa melakukan overclocking tersebut dengan tingkat voltage yang aman.

Hal ini kadang bisa dicapai pada prosesor Zen2 dengan boost clock rendah seperti 3500X dengan rating max boost clock 4.1 Ghz, namun akan sulit sekali dicapai pada Zen2 kelas atas yang memiliki boost clock  di atas 4.4 Ghz. Sebegitu sulitnya melakukan overclocking prosesor yang efektif untuk meningkatkan performa pada Zen2, sampai kami pun pernah menulis sebuah materi di JagatOC, bahwa overclocking dan tuning RAM DDR4 bisa lebih efektif untuk meningkatkan performa Zen2, terutama performa gaming.

Baca Juga:

Tuning DDR4 di Ryzen 9 3900X ‘Zen2’ : Mengejar Performa Gaming Core i9-9900K

 

Dari mulai tahun 2019 saat rilis, hingga awal 2020, para pengguna Zen2 CPU kebanyakan sudah paham bahwa melakukan overclocking manual pada Zen2 tidak memberikan manfaat signifikan. Sampai akhirnya hal ini berubah di 2020.

 

Ryzen 3 3100 dan Ryzen 3 3300X : Tunjukkan Potensi Clockspeed dari Zen2

Datangnya Ryzen 3 3rd Gen pada awal 2020, yakni Ryzen 3 3100 dan Ryzen 3 3300X secara mengejutkan berhasil menunjukkan hal yang jarang ada di Zen2 sebelumnya : kemampuan untuk overclocking manual all-core jauh melebihi rating max boost clock.

Kami pernah menulis sebuah analisis Ryzen 3 3100/3300X di JagatOC terutama seputar overclockability-nya, dan menemui bahwa beberapa sample kami sekaligus juga sample reviewer lain yang menguji prosesor tersebut dapat mencapai clockspeed yang menarik, setidaknya 4.4Ghz all-core, dan bahkan banyak yang bisa menyentuh 4.5 Ghz

Pada sebuah sample kami yakni Ryzen 3 3100 dimana rating max boost clock-nya hanya 3.9 Ghz, kami bisa mencapai clockspeed 4.4 Ghz all-core dengan stabil untuk dijalankan harian.

 

Jumlah sample size yang kami punya jelas terlalu kecil untuk dijadikan kesimpulan, tapi di sini kami melihat sebuah indikasi bahwa prosesor Zen2 punya potensi menarik kalau clockspeednya bisa dijaga tetap tinggi seperti ini. Walau pada saat itu kami tidak tahu apakah yang kami alami ini adalah bentuk silicon lottery, atau memang peningkatan dan improvement dalam hal proses fabrikasi.

Berikut adalah beberapa spekulasi yang sempat kami sebutkan pada artikel analisis & overclocking Ryzen 3 3100/3300X awal Mei 2020 lalu:

Jadi peningkatan potensi overclock di Ryzen 3 ini sendiri mengundang pertanyaan :

  • Apakah Ryzen 3 lebih mudah di-overclock karena memang core-nya hanya 4 dan menjadi ‘lebih enteng’ untuk dijalankan di frekuensi tinggi?
  • Apakah ada improvement dalam proses fabrikasi 7nm, namun AMD menolak untuk mengatakannya ke publik pada saat ini?
  • Atau ini semua terjadi karena proses binning / quality control yang lebih ketat untuk setiap parts-nya?

Nampaknya hanya AMD yang punya jawabannya.

Misalnya AMD sudah memiliki cara ‘memeras’ clock dari fabrikasi 7nm yang mereka punya sekarang, bukan tidak mungkin AMD bisa merilis berbagai prosesor Zen2 dengan clockspeed yang jauh lebih powerful. Sayangnya, sejauh ini, semua hal tersebut masih merupakan spekulasi kami (Kami sangat berharap satu lini Zen2 produk AMD mendapat refresh dengan kemampuan clockspeed lebih baik)

Seiring dengan hadirnya prosesor Ryzen 3 3rd di pasaran, makin banyak pula kabar yang beredar seputar kemampuan overclocking-nya. Tentu, tanpa prosedur pengujian yang disamaratakan dengan jumlah sampel besar, masih sulit mempercayai hasil tersebut sebagai bukti bahwa “Zen2 yang sekarang memiliki overclockability tinggi”.

 

Ryzen 5 3600 Produksi 2020 : Kejutan yang Menarik

Belum selesai kami melakukan observasi pada Ryzen 3 3100 dan 3300X, kami mendapat sebuah kejutan dari sebuah Ryzen 5 3600 retail yang kami beli tanggal 17 Juni kemarin.

Dengan menggunakan watercooling AIO 240mm, prosesor tersebut menunjukkan overclockability yang belum pernah kami temukan sebelumnya.

Kami bisa melakukan benchmarking (Cinebench R15) pada clockspeed 4.65 Ghz pada 1.35v.

*klik untuk memperbesar

 

Walaupun Cinebench R15 bukan sebuah standar kestabilan harian, namun menyelesaikan benchmark singkat ini pada Zen2 6-core 12-thread di 4.65Ghz all-core adalah pertamakalinya bagi kami.

 

Kemampuan Clockspeed seperti ini sangat JAUH melebihi Ryzen 5 3600 kami yang terdahulu, yang gagal menyelesaikan Cinebench R15 pada clockspeed 4.3Ghz.

 

Hal mengejutkan berikutnya adalah saat kami melakukan analisis VID antara kedua Ryzen 5 3600 tersebut, saat menjalankan single-core load :

Nilai yang di sebelah kiri (merah) adalah prosesor Ryzen 5 3600 kami yang baru, sedangkan nilai di sebelah kanan adalah Ryzen 5 3600 kami yang lama.

Terlihat cukup jelas bahwa Ryzen kami yang lama(yang gagal menjalankan Cinebench pada 4.3Ghz 1.35v), memiliki voltage/VID rating lebih tinggi dari Ryzen 5 3600 kami yang baru.

Umumnya, saat membandingkan berbagai fabrication variation , komponen yang membutuhkan voltage lebih tinggi saat beroperasi, kadang sering memiliki overclockability buruk, dibanding dengan komponen yang bisa mencapai kecepatan serupa dengan voltage rendah.

Ini sedikit menjelaskan mengapa Ryzen 5 3600 baru kami memiliki overclockability yang jauh berbeda dibanding Ryzen 5 3600 lama.

Sebagai tambahan, Ryzen 5 3600 yang baru kami beli, nampak memiliki tahun produksi di 2020 (berasumsi pembacaan batch number kami benar di atas, 20 adalah tahun produksi, dan ’10’ adalah minggu produksi).

Disclaimer: Dengan jumlah sample hanya satu, kami jelas tidak akan menyimpulkan bahwa semua Ryzen 3600 dengan tahun produksi 2020 akan memiliki overclockability baik.

 

Parts Binning vs Optimized Process

Kembali lagi pada topik utama kita yakni Ryzen 3000XT, pada sebuah video pengumuman Ryzen 3000XT, Robert Hallock dari AMD sempat mengatakan bahwa Ryzen 3000XT menggunakan ‘Optimized Process Technology‘, yang berarti AMD Ryzen 3000XT bukan hanya terjadi karena proses Parts Binning yang ketat (seperti Intel Core i7-8086K dan Core i9-9900KS), tapi karena AMD sudah menemukan cara untuk mengoptimalkan proses fabrikasi 7nm mereka saat ini.

Hal seperti ini cukup umum terjadi, dimana seiring berjalannya waktu dan riset yang dilakukan, sebuah vendor prosesor bisa ‘memeras’ kemampuan ekstra dari silikon yang mereka gunakan, dan ini paling umum terlihat dari kebutuhan voltage lebih rendah untuk clock sama, atau pencapaian clock lebih tinggi pada voltage sama.

Yang akan jadi pertanyaan selanjutnya adalah, apakah semua produk AMD berbasis 7nm akan mendapat peningkatan dari ‘Optimized Process’ yang sama?

 

Berdasarkan observasi kami akhir-akhir ini, saat Ryzen 3000XT rilis nanti, kami bisa melihat setidaknya akan ada 2 kemungkinan:

  • Jika naiknya overclockability Ryzen Zen2 di 3100/3300X dan 3600 yang kami amati ini terjadi karena silicon lottery dan ‘kebetulan’, maka Ryzen 3000XT akan memiliki behaviour seperti Zen2 high-end lama di 2019. Rating boost tinggi, namun all-core OC akan rendah, di kisaran 4.2 – 4.3Ghz.
  • Sebaliknya, jika semua overclockability ekstra pada 3100/3300X/3600 ini ada hubungannya dengan ‘Optimized Process’ yang dilakukan AMD pada semua produk 7nm, maka kami bisa memperkirakan bahwa Ryzen 3000XT akan mendapat overclockability tinggi, serta berpotensi memecahkan beberapa World Record yang tadinya dicapai oleh 3600X, 3800X, dan 3900X

 

Clockspeed ekstra pada XT yang hanya 100-200Mhz memang terlihat kecil bagi user, tapi jika ini dibarengi dengan potensi overclockability tinggi seperti yang kami jumpai pada Ryzen 3100/3300X dan Ryzen 3600 baru, maka prosesor yang tadinya hanya terlihat sebagai ‘refresh’ ini menjadi menarik sekali. Karena dengan peningkatan ini, ‘kelemahan’ AMD Zen2 di pada sektor clockspeed bisa diminimasi, setidaknya bagi para enthusiast dan overclocker.

Apakah Ryzen 3000XT bisa menunjukkan peningkatan overclockability seperti yang kami saksikan pada beberapa prosesor 3100, 3300X dan 3600 di atas? Hanya AMD yang punya jawabannya saat ini.

 

AMD Ryzen 3000XT diiperkirakan akan hadir Tanggal 7 Juli 2020 nanti, dan berikut adalah harga resminya :

 

Sebagai catatan tambahan, sejauh ini tidak nampak ada limitasi chipset, dan nampaknya sebagian besar chipset yang mendukung prosesor Zen2 akan juga mendukung Ryzen 3000XT. ADa kemungkinan Ryzen 3000XT bisa jadi akan membutuhkan BIOS / AGESA update, namun kami belum mendapat konfirmasi seputar hal ini saat artikel ditulis.

Kami tak sabar untuk menunggu prosesor tersebut hadir di lab kami. Tertarik untuk memiliki Ryzen 3000XT?

 

 

Bonus:

Sebagai tambahan, Ryzen 5 3600 kami bisa mencapai clockspeed 5 Ghz pada salah satu core-nya di 1.55v, masih menggunakan AIO 240mm.

Ini jelas tidak stabil dan hanya untuk keperluan validasi, namun nilai 5Ghz dengan ambient cooling seperti ini belum pernah kami dapatkan sebelumnya 🙂

*klik untuk memperbesar

 

 

 

 

 

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES