in: News | June 16, 2020 | by: Dian Syarifuddin

Solusi Machine Learning berbasis Cloud AWS Siap Dukung Transformasi Digital Berbagai Sektor Industri

Cloud AWS, yang merupakan salah satu penyedia layanan berbasis komputasi awan terbesar di dunia belum lama ini telah mengembangkan layanan-layanannya yang siap mendukung optimalisasi pemanfaatan machine learning berbasis cloud. Layanan-layanan ini dihadirkan untuk kalangan bisnis maupun lembaga layanan publik.

Beberapa layanan dari AWS tersebut antara lain adalah Amazon Kendra, Amazon Sumerian, Amazon Lambda, Amazon Polly, Amazon Lex, Amazon Connect, serta Amazon Transcribe. Layanan-layanan dari AWS tersebut mampu membantu perusahaan berskala star-up hingga enterprise mengembangkan layanan-layanan inovatifnya yang mampu menjadi solusi cerdas bagi ekosistemnya.

Dalam sesi bincang-bincang dengan media yang dilakukan secara online, Santanu Dutt selaku Head of Technology South East Asia, AWS, memaparkan keunggulan-keunggulan dari layanan-layanan AWS yang selama ini telah digunakan oleh berbagai dunia usaha untuk mendukung optimalisasi pendayagunaan machine learning.

Machine learning tidak hanya bermanfaat untuk membuat prediksi atau prakiraan saja, tapi manfaatnya lebih luas dari itu. Machine learning diperlukan untuk automations & robotika, gaming, computer vision, hingga natural language understanding dan pengenalan suara,” ujar Santanu.

Pada pemaparannya, Santanu menjelaskan contoh-contoh keberhasilan machine learning berbasis cloud dari AWS yang telah membantu berbagai industri dalam mengembangkan solusi untuk mengatasi berbagai tantangan kebutuhan, dari keamanan karyawan pada saat bekerja, hingga optimalisasi kepuasan pelanggan.

Salah satu contoh penerapan yang menarik dan berdampak pada pemberdayaan ekonomi rakyat adalah pemanfaatan machine learning di industri pertanian berbasis teknologi di Indonesia. Melalui pemanfaatan machine learning untuk pertukaran data petani dan pertaniannya, perusahaan agritech HARA, membantu petani untuk terkoneksi dengan ekosistemnya seperti lembaga-lembaga pendanaan, bank, hingga asuransi, atau perusahaan-perusahaan lain yang memiliki keterkaitan kebutuhan, seperti permodalan serta kebutuhan pendukung pertanian.

Saat ini, telah tergabung sebanyak 32 ribu petani di Indonesia. HARA sendiri menargetkan sedikitnya satu juta petani akan bergabung bersama mereka. Agar tidak muncul isu skalabilitas, HARA saat ini telah menggunakan cloud AWS.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES