in: Storage Devices | June 26, 2020 | by: Friska Suryawinata

(VIDEO) Membahas NAS: Kenapa Penting untuk Personal Backup di Rumah?

Apakah Anda pernah mendengar perangkat yang disebut sebagai Network Attached Storage (NAS)? NAS ini sendiri merupakan sebuah storage yang terpasang bukan secara langsung di PC, tetapi melalui jaringan lokal atau LAN. Fungsi utama dari NAS ini memang untuk menyimpan data atau file, tetapi seiring dengan perkembangan waktu, fungsi NAS kini lebih dari sekedar penyimpanan data saja karena NAS masa kini memiliki beragam fitur lain yang tidak kalah menarik.

Untuk pembahasan kali ini, akan lebih terfokus kepada fungsi utamanya, yaitu sebagai perangkat penyimpanan data personal atau personal backup, di mana masih mencakup kepada fungsi “dasar” dari sebuah NAS.

Personal Backup dengan NAS

Ya, NAS sejatinya memang sebuah alat untuk menyimpan data pribadi atau penting, tetapi sebenarnya apa saja yang bisa dilakukan dengan menggunakan NAS?

Salah satunya yang jelas paling dikenal dan ketahui oleh banyak orang tentu saja untuk backup data dari PC. Biasanya, Shared Folder di NAS di-map sebagai Network Drive pada PC yang terhubung, sehingga pengguna bisa dengan mudah memindahkan file dari PC ke dalam NAS. Untuk opsi yang lebih modern, NAS juga menawarkan fitur backup otomatis dan sinkronisasi data secara berkala juga.

Selain itu, belakangan ini NAS juga mulai menawarkan fitur untuk melakukan backup storage USB. Ada sejumlah NAS yang dilengkapi dengan port USB yang memungkinkan NAS untuk melakukan akses ke storage berbasis USB. Bahkan, terdapat juga NAS yang telah menyertakan tombol khusus untuk backup otomatis dari storage berbasis USB yang terhubung.

Tak ketinggalan, NAS juga memungkinkan pengguna untuk melakukan backup dari smartphone. Belakangan ini, produsen NAS mulai menyediakan aplikasi agar NAS bisa diakses melalui smartphone, di mana sembari memanfaatkan aplikasi tersebut, pengguna bisa dengan mudah memindahkan data dari smartphone ke NAS seperti memindahkan data dari PC.

Synology DS220+

Sebagai salah satu contoh NAS yang memenuhi semua penjelasan dan fungsi yang dijabarkan di atas, kami memakai NAS Synology DS220+ sebagai contoh kali ini.

Synology DS220+ yang kami jadikan contoh kali ini merupakan NAS 2-bay kelas high performance paling baru yang diproduksi oleh Synology. Untuk spesifikasi utamanya, Synology DS220+ mengusung CPU Celeron J4025 (2C, clock 2.0 GHz, dengan burst clock 2.9 GHz), menggunakan RAM 2 GB DDR4, Storage Bay 2, memakai Disk 3.5″ HDD, 2.5″ HDD, 2.5″ SSD dengan maksimal kapasitas internal sebesar 32 TB (2x 16 TB).

Konektor yang dimiliki oleh Synology DS220+ terdiri dari tombol Power, tombol USB Copy, port USB 3.0 di sisi depannya. Kemudian terdapat port DC In, 2x port Gigabit Ethernet, USB 3.0, serta tombol Reset untuk sisi belakangnya. Tipe RAID yang dimilikinya terdiri dari Basic, JBOD, RAID 0, RAID 1 dan Synology Hybrid RAID. Sementara OS menggunakan DSM.

Bila masih penasaran dengan penjelasan mengenai NAS untuk personal storage ini, termasuk fungsi apa saja yang bisa didapatkan, keamanan data di NAS, serta pemanfaatan NAS ini untuk “Google Drive” pribadi, bisa cek di video ini:

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES