in: Processors | July 21, 2020 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Hands-on (p)review AMD RYZEN 3 PRO 4350G : Renoir APU Desktop

APU ‘Renoir’ Ryzen 4000-series Mobile diperkenalkan ke tech press di bulan Maret 2020 lalu, dan APU ini menjadi senjata utama bagi AMD untuk bersaing pada berbagai kelas notebook, mulai dari notebook tipis-ringan hingga ke notebook gaming powerful. APU Renoir dibuat dengan basis arsitektur ‘Zen2’ dengan fabrikasi 7nm, dan memiliki fokus untuk memberikan performa lebih tinggi dari APU Picasso generasi sebelumnya. Mengingat chip ini juga dibuat untuk notebook, tentu power-saving dan battery life menjadi dengan prioritas.

Sekarang, AMD mengemas APU Renoir tersebut bagi para pengguna Desktop PC. Mari kita berkenalan dengan AMD 4000-Series Ryzen Desktop APU ‘Renoir’.

 

Sample Renoir Pertama di Lab : Ryzen 3 PRO 4350G

Sedikit berbeda dari biasanya, APU Renoir Desktop yang pertama kali masuk lab kami berasal dari sebuah produk RYZEN PRO SERIES. Label ‘PRO’ ini biasanya ditujukan pada kalangan bisnis/commercial yang menginginkan fitur tambahan spesifik, dari aspek Security, Manageability, dan juga Availability. ‘PRO’ Features pada Ryzen PRO kali ini bukan menjadi fokus bahasan kami, karena kami lebih ingin membahas APU ‘Renoir’ yang terdapat di dalamnya.

APU yang dipinjamkan ke lab kami adalah AMD RYZEN 3 PRO 4350G, seri paling ekonomis dari jajaran produk AMD Ryzen PRO 4000-series desktop.

*klik untuk memperbesar

 

Kompatibilitas Chipset : B550 & X570

 

Saat ini, AMD mengatakan bahwa hanya chipset 500-series (B550 & X570) yang akan kompatibel untuk Renoir Desktop, dan belum ada rencana untuk pemberian dukungan pada 300-series dan 400-series chipset.

 

Mari menuju lab dan lihat prosesor ini lebih dekat!

 

Ruang Lingkup Pengujian & Testbed

Seperti judul yang Anda lihat, artikel pembahasan Renoir Desktop ini adalah sebuah preview untuk melihat beberapa aspek prosesor tersebut secara singkat. Karena keterbatasan waktu pengujian, saat ini kami belum bisa menghadirkan sebuah review lengkap.

Pembahasan pada preview ini akan melingkupi :

  • Overview Spesifikasi (CPU/GPU)
  • Pengujian Performa Singkat pada CPU/GPU
  • Konsumsi Daya

 

Testbed pengujian kami adalah sebagai berikut:

 

  • Prosesor: AMD RYZEN 3 PRO 4350G
  • Motherboard: Gigabyte B550M-DS3H
  • RAM: Transcend DDR4-2400 2x8GB (OC @ DDR4-3200 CL16)
  • GPU: Integrated
  • SSD 1(OS): Galax HOF 256GB SATA SSD
  • SSD 2(GAME): Corsair MP600 2TB NVMe
  • PSU : Corsair VS450
  • CPU Cooler: AMD Wraith Stealth
  • OS : Windows 10 Pro 64-bit, version 1909 build 18363

*Keterangan:

Driver GPU yang tersedia pada saat testing menggunakan driver dari vendor motherboard, versi 27.20.1020.1, driver ini nampak merupakan versi driver untuk OEM yang tidak memiliki AMD Radeon Software panel. 

 

Spesifikasi & CPU-Z / GPU-Z

 

Berdasarkan informasi di atas, dapat terlihat bahwa:

  • 4350G memiliki konfigurasi 4-core 8-Thread (setara APU Picasso tertinggi Ryzen 5 3400G)
  • L3 Cache relatif kecil untuk family Zen2, total 4MB
  • Melihat desain dengan hanya 1x 4MB Cache ini sangat mungkin bahwa topologi chip 4350G terdiri dari single-CCX design (seperti 3300X)
  • Radeon Vega yang dipakai hanya menggunakan desain 6 CU (384 Shader unit), lebih kecil dari rata-rata APU Picasso yang memiliki 8-11 CU.
  • Namun, Radeon Vega di Renoir 4350G ini memiliki clockspeed SANGAT tinggi, yakni 1700Mhz.
  • Berbeda dengan Matisse yang mendukung PCIe Gen 4 untuk bagian CPU dan Storage, nampak bahwa Renoir hanya memiliki kapabilitas interkoneksi PCIe Gen 3 (MP600 kami yang mendukung gen4 hanya berjalan di gen3)

 

Clockspeed CPU

Clockspeed 4350G sesuai rating AMD adalah 4Ghz, namun unit yang kami uji memiliki clockspeed sedikit lebih tinggi dari ini, berikut detailnya:

Cinebench R15 Multi-Core Load : 4000-4050Mhz

 

Cinebench R15 Single-Core Load:  Up to  4.1Ghz

 

GPU Clock : 3DMark Stress Test – up to 1700Mhz

 

*klik untuk memperbesar

Clock Integrated GPU (IGP) di sini nampak konstan pada 3DMark stress test, bertahan pada 1700Mhz.

 

Uji Performa Singkat – Ryzen 3 PRO 4350G – Benchmark Sintetis

Cinebench R15

Single-Core: 182

Multi-Core: 985

 

 

3DMark Fire Strike

Graphics Score: 3627

 

Skor Pembanding Cinebench R15 (data dari Artikel Analisis Ryzen 3 3rd Gen)

OC_Analisis_11B_RESULT_CB15_MT.png (885×506)

 

Skor Pembanding 3DMark Fire Strike Graphics (data dari Ryzen 5 3400G di ASRock A300)

AIDA64 Memory Benchmark

Memory Copy: 40.8 GB/s (@ DDR4-3200 CL16)

Memory Latency: 86.7ns (@ DDR4-3200 CL16)

 

SiSoftSandra – Inter-Core Latency : 23.8ns

 

Keterangan:

  • Skor Cinebench R15 Multi-core dari CPU 4350G mirip dengan Ryzen 3 3100, hampir mencapai 1000 poin berkat 4-core 8-Thread, ini jauh lebih kencang dari 3400G yang umumnya mencatatkan skor 800-900 poin.
  • Demikian juga dengan skor single-core dari 4350G yang melewati 180poin, ini masih belum mendekati high-clocked Zen2 yang kadang bisa mencapai 200 poin lewat, namun ini lebih kencang dari Ryzen 5 3400G dan Core i3-9100F.
  • Memory Latency pada AIDA64 nampak agak longgar di 86.7ns pada DDR4-3200, namun CPU inter-core latency-nya sangat baik yakni 23.8ns (nilai ini serupa dengan Ryzen 3 3300X yang menggunakan single-CCX topology)
  • Performa GPU di 4350G masih kalah sedikit dari Ryzen 5 3400G dengan kecepatan RAM sama, namun perlu diingat bahwa Radeon Vega yang ada di 4350 hanya memiliki 6 CU (bukan 11 CU seperti 3400G). Jadi jumlah CU rendah ini terkompensasi dengan sangat baik oleh clock GPU yang massive pada 1700Mhz.

 

Uji Performa Singkat – Ryzen 3 PRO 4350G – Gaming 1080p (Competitive / eSports title)

Berikut ini beberapa uji gaming yang kami jalankan pada game-game multiplayer kompetitif/eSports, dengan resolusi 1080p (1920×1080).

 

CS:GO – 1080p Very Low – AVERAGE 148 FPS

 

DotA 2 – 1080p FASTEST Preset, 100% Render Scale – AVERAGE 85 FPS

 

VALORANT – 1080p Low – AVERAGE 141 FPS

 

Game-game kompetitif yang relatif ringan bagi GPU ini masih bisa dijalankan dengan framerate cukup memadai pada 4350G, CSGO dan VALORANT pada detail rendah masih bisa dijalankan lebih dari 140 FPS+, nampak masih cukup memenuhi target framerate bagi pengguna layar high-refresh rate 120 – 144Hz.

Yang unik adalah tool monitoring/overlat afterburner kami mencatatkan bahwa clock GPU-nya dan CPU-nya cukup konstan saat gaming. Biasanya, saat CPU dan GPU di-load sekaligus, akan ada penurunan clockspeed karena power limit pada APU/SoC ini akan me-regulasi clock CPU dan GPU supaya kedua unit ini tidak melebihi power limit. Di 4350G, pada saat CPU dan GPU di-load pada skenario gaming, kami tidak melihat clock GPU turun, dan stabil di 1700Mhz.

(catatan : Saat artikel ini rilis, kami masih belum tahu pasti apakah ini merupakan hasil salah deteksi dari tool-nya, atau GPU-nya benar-benar memiliki clock konstan)

Temperature

 

Pada uji stress-test singkat dengan Cinebench R15 10x Loop, APU ini masih terdeteksi memiliki suhu operasi di sekitar 75 C-an, termasuk normal untuk suhu pada cooler bawaan AMD Wraith Stealth.

 

Power: Irit!

Klik untuk memperbesar

 

Satu hal yang nampak menonjol dari Renoir, adalah konsumsi daya-nya yang SUPER irit, terutama pada kondisi idle.  CPU Zen2 Renoir yang kami uji ini bisa menyentuh konsumsi daya saat idle di bawah 25 Watt pada power meter (Ini adalah konsumsi daya TOTAL sistem minus monitor).

Kami hampir tidak pernah menemui sebuah sistem Zen2 Matisse generasi sebelumnya yang saat Idle-nya mengonsumsi daya kurang dari 25W.

 

Bahkan saat load 4-core 8-Thread di Cinebench R15 sekalipun, 4350G belum menyentuh 80W.

 

 

 

Masih Bisa Overclock?

Kami tidak menguji overclocking secara mendetail karena ini di luar scope preview kami, tapi cukup menyenangkan untuk mengetahui bahwa APU ini unlocked dan bisa di-OC di motherboard B550 kami :p

 

CPU OC Test:  4.3 Ghz 1.35v

 

DRAM OC TEST : DDR4-4000 1:1 FCLK 2000Mhz

Kami lalu mengganti RAM testbed kami ke sebuah kit high-end dari Team, sebuah Team T-FORCE Xtreem Special Edition DDR4-4500, dan RAM ini dengan mudah bisa dioperasikan pada kecepatan DDR4-4000 dengan mode 1:1 yang berarti FCLK masih ada pada 2000Mhz.

Mengingat FCLK pada AMD Zen2 Matisse umumnya memiliki batas atas pada 1900Mhz-an, nilai FCLK tinggi pada Zen2 Renoir ini menunjukkan bahwa Renoir berpotensi memiliki memory controller yang lebih ‘sakti’ dari Matisse untuk menangani Memory clock & FCLK tinggi.

 

Ketersediaan : Tidak Dijual Dalam Boxed Package

Satu hal yang akan jadi pembeda Renoir dengan prosesor AMD pada umumnya adalah ketersediaan prosesor ini. Saat artikel ini ditulis, informasi yang kami terima dari AMD adalah prosesor Renoir desktop tidak direncanakan untuk dijual bebas per unit secara langsung ke end-user.

Prosesor ini dijual AMD melalui System Integrator (SI), yang akan menjual sebuah Paket PC yang menggunakan CPU Renoir. Jadi, Anda yang ingin mencoba Renoir belum bisa menjumpai prosesor tersebut dalam bentuk Boxed CPU (Processor-in-Box Package seperti normalnya), dan kemungkinan harus mencari paket PC dengan CPU tersebut.

Kami juga belum menerima informasi resmi harga prosesor ini dalam Rupiah.

 

Kesimpulan (Sementara)

Renoir : 7nm Monolithic Design

 

Meskipun menggunakan basis arsitektur Zen2 7nm yang sudah ada sejak 2019, Renoir menunjukkan beberapa karakteristik unik.

Sebagai sebuah produk, meskipun APU Ryzen 3 PRO 4350G ini diposisikan pada kelas ‘bawah’, nampak bahwa performa-nya dari sisi CPU maupun integrated GPU bisa bersaing bahkan mengalahkan Ryzen 5 3400G yang merupakan APU ‘Picasso’ last-gen tertinggi.

Baik performa multi-core maupun single-core dari CPU 4350G menunjukkan peningkatan tinggi dari generasi sebelumnya, dan walaupun IGP-nya masih kalah tipis dari Ryzen 5 3400G, performa IGP 4350G masih ada di range 94%-nya Ryzen 5 3400G, dengan hanya menggunakan 54% jumlah CU.

Aspek lain seperti power efficiency juga terlihat superior. Tidak berlebihan untuk menyebut bahwa Renoir APU berpotensi menjadi chip dengan performance-per-watt terbaik yang ada di desktop saat ini.

Sebagai tambahan, cukup menarik untuk melihat bahwa chip ini masih di-unlock dan bisa di-overclock pada motherboard B550. Kami belum memiliki data rata-rata pencapaian clock CPU renoir, namun overclocking RAM pada Renoir ini menunjukkan bahwa pencapaian FCLK pada CPU ini memiliki peningkatan dari Matisse, dimana clock FCLK 2000Mhz+ sekarang bisa dijalankan (dan tidak stuck pada 1900Mhz limit seperti di Matisse).

Nah, preview singkat akan APU Renoir desktop kami selesai sampai di sini, kami berharap pada waktu mendatang bisa memberikan analisis lengkap, dan berharap bisa ada data tambahan untuk melengkapi review lengkap kami nanti (seperti model Renoir high-end 4650G/4750G).

Sampai jumpa pada artikel pembahasan Renoir kami di lain waktu 😉

 

Tags:

Share This: