in: Notebook / Laptop | July 22, 2020 | by: Friska Suryawinata

Review Dynabook Portege X30L-G: Super-ringan dengan Intel 10th Gen

Uji Performa

Cinebench R15

Untuk menguji performa dari Dynabook ini, kami menggunakan benchmark Cinebench R15 yang diloop sebanyak 10 kali untuk melihat konsistensi performa yang dihasilkannya. Pengujian ini diuji dalam dua mode Windows Power Mode, yakni mode Better Performance dan Best Performance.

Berdasarkan dari hasil skor yang didapatkan, skor cukup stabil walaupun berada di Best Performance Mode. Sayangnya, skor ini bukanlah skor Core i7 tertinggi yang pernah kami temukan hingga saat ini. Kemungkinan besar rendahnya skor ini dikarenakan agar form factor tetap tipis-ringan dan suhu tetap rendah untuk durabilitas maksimal.

Sementara untuk pengujian dalam Performance on Battery pada mode Best Performance, didapatkan skor sebagai berikut. Sebagai informasi, seluruh pengujian performa dilakukan pada mode Best Performance, kecuali pada pengujian baterai.

Content Creation – Adobe Premiere Pro CC 2020

Pengujian berikutnya adalah menggunakan laptop Dynabook Portege X30L-G untuk dipakai melakukan rendering video dengan software Adobe Premiere Pro CC 2020. Pengujian dilakukan dalam kondisi RAM 8 GB Single Channel dan 16 GB Dual Channel, dengan skenario render video ke kualitas 4K dan FullHD, serta editing Color Correction dan Multi Layer.

4K Render Test

FullHD Render Test

CrystalDisk Mark

Untuk menguji performa storage Dynabook yang menggunakan 512 GB M.2 SSD PCie NVMe, kami memakai benchmark CrystalDisk Mark, di mana ditemukan hasilnya sebagai berikut:

Performa Baterai

Dynabook Portege X30L-G memiliki kapasitas baterai 42 Wh, di mana diharapkan bisa bertahan cukup lama untuk melakukan beragam kegiatan. Dengan mengatur Brightness di 50% dan Volume di 25%, laptop mampu bertahan untuk Video Playback dan Web Browsing selama masing-masing 9 jam 30 menit.

Sementara untuk tes charging dengan kondisi laptop tetap menyala, Airplane Mode diaktifkan, serta Brightness diatur ke 10%, didapatkan laptop mampu mengisi ulang hingga 43% di 30 menit, 74% di 60 menit, serta membutuhkan waktu 130 menit untuk terisi ulang penuh hingga 100%.

Sistem Pendingin dan Suhu Kerja

Dynabook Portege X30L-G menggunakan sistem pendingin aktif dengan memiliki 1 heatpipe dan 1 kipas. Untuk mengukur suhu kerja dari laptop ini, kami menggunakan stress test yang diuji dengan Cinebench R15 yang diloop hingga 10 kali. Hasilnya, terdapat spike ke 94 derajat Celcius saat pertama kali dijalankan, walau hanya terjadi sekali. Selanjutnya, suhu kerja stabil di angka 74-78 derajat Celcius.

\

Untuk suhu di permukaan laptop, kami mengukur menggunakan FlirONE, di mana ditemukan bahwa area palmrest berada di bawah 30 rejata Celcius, hampir seluruh permukaan keyboard memiliki suhu di bawah 40 derajat Celcius dengan area terpanas di tombol angka 8 yang mencapai 43 derajat Celcius. Suhu tercapai saat kondisi full load, di mana terjadi ketika terdapat proses rendering pada software Cinebench R15. Walau demikian, area keyboard masih tetap nyaman digunakan untuk mengetik, dan penggunaan normal suhunya tidak akan setinggi ini.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES