<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jagat Review &#187; Books</title>
	<atom:link href="http://www.jagatreview.com/category/books/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jagatreview.com</link>
	<description>Jagat Review is a review website that focused on consumer goods, hardware, technology updates, geek culture and everything in-between</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 07:15:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Prekuel Hitman: Absolution Hadir dalam Bentuk Novel</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2012/01/prekuel-hitman-absolution-hadir-dalam-bentuk-novel/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2012/01/prekuel-hitman-absolution-hadir-dalam-bentuk-novel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 07:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Games]]></category>
		<category><![CDATA[agent 47]]></category>
		<category><![CDATA[Hitman]]></category>
		<category><![CDATA[Hitman: Absolutin]]></category>
		<category><![CDATA[Hitman: Blood Money]]></category>
		<category><![CDATA[Hitman: Damnation]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[video game]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=128122</guid>
		<description><![CDATA[Kembalinya Agent 47 ke industri game telah dikonfirmasi melalui judul Hitman: Absolution dengan beragam video trailer dan gameplay yang telah dirilis. Untuk melengkapi kembalinya sang pembunuh bayaran, sebuah novel Hitman pun akan segera dirilis pada pertengahan tahun ini dengan judul Hitman: Damnation.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai penggemar franchise Hitman, kehadiran film adaptasi yang dirilis pada tahun 2007 silam meninggalkan perasaan yang bercampur aduk, dari rasa gembira dengan kehadiran Agent 47 di layar lebar hingga kecewa dengan penggambaran aksi yang kurang menggigit. Transisi video game ke konsol next-gen pun seperti tidak memberi tanda-tanda kehidupan bagi franchise tersebut, sampai akhirnya jajaran video <a href="http://www.jagatreview.com/2011/06/hitman-absolution-dikonfirmasi/">Hitman: Absolution</a> mulai beredar di dunia maya.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/Hitman-Damnation.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-128123" title="Hitman-Damnation" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/Hitman-Damnation.jpg" alt="" width="364" height="600" /></a></p>
<p><a href="http://jagatplay.com/2012/01/news/square-enix-perlihatkan-aksi-menawan-agent-47/">Aksi menawan Agent 47</a> dalam video gameplay yang dirilis oleh Square Enix tersebut cukup membuat para gamer tergiur dan semakin tidak sabar untuk memainkannya. Untuk melengkapi kembalinya sang pembunuh bayaran, sebuah novel Hitman pun akan segera dirilis pada pertengahan tahun ini, semoga saja sebelum Absolution mulai diterjunkan ke pasaran.</p>
<p>Mungkin sebagian dari Anda sempat bertanya-tanya mengapa Agent 47 dikejar-kejar oleh polisi dalam <a href="http://www.jagatreview.com/2011/10/video-gameplay-pertama-hitman-absolution-dirilis/">video gameplay yang beredar</a>. Mungkin juga Anda bertanya-tanya ada kejadian apa yang menjembatani game Hitman: Blood Money dengan Hitman: Absolution. Jawabannya dapat Anda temukan dalam novel <em>Hitman: Damnation</em> ini.</p>
<p>Mengambil setting kejadian setelah Blood Money, Agent 47 diceritakan sedang mengerjakan misi tertangguh yang pernah ia terima. Di tengah jalannya misi tersebut, sang tokoh protagonis dituduh telah membunuh sejumlah politikus Amerika. Namun, ada kejanggalan dalam misi tersebut yang membawa Agent 47 ke dalam sebuah konspirasi yang penuh dengan kebohongan dan pembunuhan.</p>
<p><a href="http://whatculture.com/gaming/hitman-damnation-novel-information-released.php">Novel <em>Hitman: Damnation</em></a> ini ditulis oleh Raymond Benson yang menulis 12 cerita James Bond untuk Ian Flemin Publications dari tahun 1997 hingga 2002. Karya lainnya termasuk novel <em>Splinter Cell</em> di bawah nama samaran David Michaels, serta novelisasi Metal Gear Solid dan Metal Gear Solid 2: Sons of Liberty.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2012/01/prekuel-hitman-absolution-hadir-dalam-bentuk-novel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Memperingati Ulang Tahun Mark Twain yang ke-176</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/12/google-memperingati-ulang-tahun-mark-twain-yang-ke-176/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/12/google-memperingati-ulang-tahun-mark-twain-yang-ke-176/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 07:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Adventures of Huckleberry Finn]]></category>
		<category><![CDATA[Doodle]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Literatur klasik]]></category>
		<category><![CDATA[Mark Twain]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[The Adventures of Tom Sawyer]]></category>
		<category><![CDATA[Tom Sawyer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=115289</guid>
		<description><![CDATA[Google memperingati hari ulang tahun Mark Twain, penulis novel The Adventures of Tom Sawyer dan Adventures of Huckleberry Finn, yang ke-176 dengan menghadirkan sebuah Google Doodle khusus. Apa yang digambarkan dalam Doodle tersebut?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para penggemar literatur asing, khususnya yang datang dari negeri Paman Sam, tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama Mark Twain dan karyanya yang berjudul The Adventures of Tom Sawyer. Untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-176 yang jatuh pada tanggal 30 November, Google menghadirkan Doodle yang <a href="http://mashable.com/2011/11/30/google-paint-the-fence/">menggambarkan salah satu adegan ikonik</a> dalam novel tersebut. Dalam doodle tersebut diperlihatkan Tom Sawyer, sang tokoh utama, menyuruh temannya untuk mengecat pagar kayu dengan tulisan “Google”.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/12/Mark-Twains-Google-Doodle1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-115293" title="Mark Twain's Google Doodle" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/12/Mark-Twains-Google-Doodle1.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Pria yang lahir dengan nama Samuel Langhorne Clemens pada tahun 1835 ini dibesarkan di kota Hannibal, Missouri, Amerika Serikat. Kota inilah yang menginspirasi Twain dalam menulis novel The Adventures of Tom Sawyer yang menceritakan tentang kehidupan seorang anak lelaki yang tumbuh besar di Sungai Mississipi. Novel yang dipublikasikan pada tahun 1876 ini pun mendapat sambutan bagus dari para pembaca dan diadaptasi ke layar lebar untuk pertama kalinya pada tahun 1930. Menyusul kesuksesan tersebut, Twain pun menuliskan sekuelnya dengan judul Adventures of Huckleberry Finn yang sering disebut sebagai The Great American Novel.</p>
<p>Mark Twain memang dikenal oleh banyak pembaca sebagai seorang penulis novel yang andal. Ia juga merupakan seorang jurnalis yang menulis artikel untuk Territorial Enterprise, sebuah koran dari kota Virginia, dan seorang pengusaha yang tidak sukses. Twain telah menginvestasikan dana ke sejumlah usaha bisnis yang gagal dan memaksanya untuk menyatakan bangkrut. Walaupun begitu, kesuksesannya di dunia sastralah yang patut diingat dan karya-karyanya masih menjadi salah satu novel klasik yang banyak dicari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/12/google-memperingati-ulang-tahun-mark-twain-yang-ke-176/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cognito Comics Luncurkan Graphic Novel Operation Ajax untuk iPad</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/11/cognito-comics-luncurkan-graphic-novel-operation-ajax-untuk-ipad/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/11/cognito-comics-luncurkan-graphic-novel-operation-ajax-untuk-ipad/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 10:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Apple App Store]]></category>
		<category><![CDATA[Cognito Comics]]></category>
		<category><![CDATA[Graphic Novel]]></category>
		<category><![CDATA[ipad]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[Operation Ajax]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=111810</guid>
		<description><![CDATA[Cognito Comics baru-baru ini meluncurkan graphic novel berjudul Operation Ajax yang mengoptimalkan teknologi dalam iPad untuk meningkatkan kenikmatan pengalaman membaca para konsumen. Seperti apa komik digital ini disuguhkan dalam iPad?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kehadiran iPad di pasar perangkat telekomunikasi mobile berangsur mengubah cara konsumen menikmati bahan bacaan—dari dokumen kerja, novel, hingga komik. Cognito Comics baru-baru ini meluncurkan graphic novel berjudul Operation Ajax yang mengoptimalkan teknologi dalam iPad untuk meningkatkan kenikmatan pengalaman membaca para konsumen. Komik ini dihadirkan dalam format portrait untuk memimik gaya membaca buku komik cetak dengan menambahkan keunggulan publikasi digital yang unik—seperti tampilan gambar yang menawan, panel animasi, dan efek suara yang memungkinkan pembaca untuk lebih mendalami setiap adegan dalam komik tersebut.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/Operation-Ajax.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-111812" title="Operation Ajax" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/Operation-Ajax-600x327.jpg" alt="" width="600" height="327" /></a></p>
<p>Operation Ajax merupakan sebuah graphic novel yang menceritakan ulang buku berjudul “All the Shah’s Men”. Buku ini menceritakan tentang kudeta yang dilakukan oleh CIA di Iran pada tahun 1953 yang menggulingkan kepemimpinan Mohammad Mossadegh. Kudeta ini juga menandakan dimulainya rezim brutal dari Mohammad Reza Syah yang dianggap sebagai boneka dari pemerintahan Amerika Serikat. Cognito Comics memberikan kesempatan kepada para pembaca Operation Ajax untuk menelusuri sejarah kudeta tersebut langsung dari iPad. Bahkan sejumlah dokumen yang baru saja diputuskan terbuka untuk umum dapat dibaca dalam aplikasi graphic novel ini.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="560" height="315" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/kvNfmr6oUJ0?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" src="http://www.youtube.com/v/kvNfmr6oUJ0?version=3&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Cognito Comics menghabiskan waktu selama empat tahun untuk menyelesaikan <a href="http://venturebeat.com/2011/11/16/cognito-comic-ipad-app/">graphic novel Operation Ajax untuk iPad</a>. Graphic novel ini telah hadir di Apple App Store secara gratis, tetapi promo ini hanya berlangsung selama kurang-lebih dua minggu. Setelah itu, para peminat harus mengunduhnya dengan harga USD7,99.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/11/cognito-comics-luncurkan-graphic-novel-operation-ajax-untuk-ipad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Dog Walker by Leslie Schnur</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/09/the-dog-walker-by-leslie-schnur/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/09/the-dog-walker-by-leslie-schnur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 04:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky Natalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[chick lit]]></category>
		<category><![CDATA[gramedia pustaka utama]]></category>
		<category><![CDATA[jagatreviews]]></category>
		<category><![CDATA[The Dog Walker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=93474</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak menggemari chick lit? Setidaknya, sebagian besar wanita di dunia menikmati genre fiksi yang satu ini. Novel yang satu ini pun dikategorikan ke dalam kisah chick lit. Apakah ia berhak mendapatkan apresiasi besar layaknya sebagian besar chick lit yang pernah ada?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Chick Lit menjadi subgenre yang diminati hampir seluruh wanita di dunia. Penjualan novel dengan genre ini dapat dipastikan menyentuh angka yang fantastis. Keberhasilan sebuah novel chick lit biasanya akan diikuti dengan kesuksesan film adaptasinya—jika ada; membuktikan bahwa chick lit dan chick flick menjadi kekuatan baru di dunia literatur dan perfilman global.</p>
<p>Salah satu chick lit yang baru saja terbit Maret lalu adalah The Dog Walker karya Leslie Schnur. Tidak terlalu sulit untuk mengetahui kategori novel ini karena penerbit Gramedia Pustaka Utama memberikan label “Chick Lit” di sampul depannya.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-93475" href="http://www.jagatreview.com/2011/09/the-dog-walker-by-leslie-schnur/the-dog-walker/"><img class="aligncenter size-full wp-image-93475" title="the dog walker" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/09/the-dog-walker.jpg" alt="" width="369" height="600" /></a></p>
<p>Novel ini berkisah mengenai kehidupan seorang <em>dog walker</em> di Kota New York bernama Nina Shepard. Menjadi seorang <em>dog walker</em> memang bukan cita-cita Nina, tetapi ia tahu bahwa inilah yang ia inginkan untuk hidupnya saat ini. Nina memiliki klien dari berbagai profesi, rutin membawa berbagai jenis anjing mewah berjalan-jalan di Central Park dan lingkungan sekitarnya. Walau begitu, Nina mempunyai satu klien favorit. Bukan karena jenis anjingnya, tapi karena pemiliknya. Nina jatuh cinta kepada Daniel, pemilik anjing bernama Sid. Setiap menjemput dan mengantar Sid, Nina menyempatkan diri untuk “mengintip” isi apartemen Daniel, berusaha mengenali pria tersebut dari tatanan rumahnya, baju-bajunya, dan barang-barangnya. Nina tidak pernah menyadari bahwa orang yang diintipnya akan masuk ke hidupnya dan memberikan perubahan besar dalam dirinya.</p>
<p>Terlalu mudah untuk ditebak. Itulah kesan pertama yang saya dapatkan saat membaca novel ini. Saat membaca subgenre-nya, saya sudah dapat memprediksi kisah yang disajikan Leslie dan akhirannya yang “sangat chick lit.” Satu hal yang saya sukai, film ini tidak menawarkan terlalu banyak kesenangan dan keglamoran; hanya kesederhanaan yang diwakili oleh karakter Nina dan kemisteriusan pria yang ditaksirnya.</p>
<p>Novel ini berisi banyak detail yang beberapa di antaranya tidak terlalu penting, menjadikannya penuh dengan pembahsan deskriptif, membuat kegiatan membaca sedikit membosankan karena pembaca belum mendapatkan inti ceritanya bahkan saat jumlah halaman sudah mencapai angka 100. Walau begitu, Leslie menggunakan sudut pandangan orang ketiga yang bercerita mengenai kisah Nina dan Daniel secara bergantian yang membuat pembaca memahami suasana hati dan perasaan kedua tokoh tersebut dengan porsi yang seimbang—walaupun penceritaan tersebut tidak dipisahkan ke dalam bagian-bagian tersendiri sehingga terkadang membinngungkan pembaca.</p>
<p>Bagi Anda yang menyukai kisah-kisah ringan sebagai pengisi waktu luang, novel ini bisa dijadikan salah satu koleksi di lemari buku Anda.</p>
<p><em>Happy reading!</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Penulis:<br />
</strong>Leslie Schnur</p>
<p><strong>Terbit:<br />
</strong>Maret 2010</p>
<p><strong>Kategori:<br />
</strong>Chick lit</p>
<p><strong>Harga:<br />
</strong>Rp42.500</p>
<p><strong>Jumlah halaman:<br />
</strong>372 halaman</p>
<p><strong>Penerbit:<br />
</strong>Gramedia Pustaka Utama</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/09/the-dog-walker-by-leslie-schnur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Layanan SMS Mengandung Nilai Bersejarah Bagi Tracey Moberly</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/07/layanan-sms-mengandung-nilai-bersejarah-bagi-tracey-moberly/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/07/layanan-sms-mengandung-nilai-bersejarah-bagi-tracey-moberly/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 12:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[SMS]]></category>
		<category><![CDATA[Text Me Up]]></category>
		<category><![CDATA[Text messaging]]></category>
		<category><![CDATA[Tracey Moberly]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=81928</guid>
		<description><![CDATA[Dengan perkembangan teknologi dan kehadiran akses internet tanpa batas dalam smartphone, penggunaan layanan SMS sebagai media komunikasi menjadi semakin berkurang. Namun, bagi Tracey Moberly, layanan tersebut memiliki nilai sejarah yang perlu dipublikasikan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kehadiran internet dan berbagai layanan <em>instant messaging</em> (IM), seperti BlackBerry Messenger dan Yahoo Messenger dalam <em>smartphone</em>, berangsur mengurangi jumlah penggunaan SMS. Pengguna <em>smartphone</em> yang berlangganan internet tanpa batas cenderung memilih menggunakan layanan IM atau media sosial, seperti Twitter dan Facebook, untuk berkomunikasi dengan teman-temannya. Ketika sebagian orang mulai meninggalkan penggunaan SMS, sebagian lainnya masih melihat pentingnya peran layanan tersebut. Salah satunya, Tracey Moberly.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/07/Text-Me-Up.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-81931" title="Text Me Up" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/07/Text-Me-Up.jpg" alt="" width="500" height="500" /></a></p>
<p>Sebagai seorang seniman, pembawa acara radio, dan salah satu pendiri bar The Foundry di London, hidup Tracey Moberly dihiasi oleh beragam pengalaman menarik seputar pertemuannya dengan para selebriti dunia. Semua pengalamannya ini tersimpan di dalam <a href="http://www.beautiful-books.co.uk/119-text-me-up.html">ribuan SMS yang diterimanya sejak tahun 1999</a>. Berbeda dengan kebanyakan orang yang ingin merahasiakan semua SMS yang pernah dikirim atau diterimanya, Tracey justru memublikasikannya melalui sebuah buku berjudul “Text Me Up!”.</p>
<p>Ini merupakan langkah unik yang diambil oleh seorang penulis untuk menceritakan perjalanan hidupnya selama 12 tahun terakhir. SMS yang biasanya mengandung pesan-pesan rahasia, baik yang berisi lelucon hingga yang bersifat intim, justru dipaparkan oleh Tracey dalam buku “Text Me Up!”. Buku yang terdiri dari 336 halaman ini juga dilengkapi dengan berbagai lukisan dan narasi dari sang penulis. Kehadiran buku ini menunjukkan peran penting layanan SMS. Walaupun terkesan kuno, layanan tersebut tetap menyimpan nilai sejarah khusus bagi sebagian orang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/07/layanan-sms-mengandung-nilai-bersejarah-bagi-tracey-moberly/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tic Toc Tic Toc: Quarter Life’s Tale</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/07/tic-toc-tic-toc-quarter-life%e2%80%99s-tale/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/07/tic-toc-tic-toc-quarter-life%e2%80%99s-tale/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2011 04:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky Natalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Andy Publisher]]></category>
		<category><![CDATA[book]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Mega]]></category>
		<category><![CDATA[jagatreviews]]></category>
		<category><![CDATA[Tic Toc Tic Toc: Quarter Life's tale]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=80915</guid>
		<description><![CDATA[Cukup lama setelah acara konferensi pers peluncuran novel perdananya yang diadakan Sabtu (15/5), Bunga Mega akhirnya benar-benar mengirimkan novelnya yang berjudul Tic Toc Tic Toc: Quarter Life’s Tale ke kantor Jagat Review. Sebelumnya, saya hanya membaca sinopsis dan diskusi yang berjalan di acara konferensi pers saat itu. Jadi, rasa penasaran saya terhadap isi dan cerita novel ini cukup besar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai orang yang gemar membaca berbagai genre novel, saya termasuk sering membaca novel-novel <em>chick flicks</em> yang menonjolkan kisah romantis karakternya. Jadi, membaca novel yang satu ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi saya: akankah saya menganggap novel ini layaknya novel romantis pada umumnya?</p>
<p><a rel="attachment wp-att-81105" href="http://www.jagatreview.com/2011/07/tic-toc-tic-toc-quarter-life%e2%80%99s-tale/tictoctictoc/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-81105" title="tictoctictoc" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/07/tictoctictoc-396x600.jpg" alt="" width="396" height="600" /></a></p>
<p>Bunga Mega merangkai cerita dalam novelnya ke dalam tiga bagian yang diceritakan dari tiga sudut pandang yang berbeda. Tiga sudut pandang tersebut diceritakan oleh para kerakter utamanya, Donna, Shiva, dan Ilyaa. Tiga wanita berusia lebih dari seperempat abad ini sudah saling mengenal lama dan menjalin hubungan persahabatan yang sangat erat. Ketiganya memiliki sifat yang berbeda dan pola pikir yang juga berbeda dalam menghadapi hidup mereka, khususnya masalah percintaan. Donna, dikenal sebagai sosok yang mandiri dan tidak percaya dengan komitmen. Namun, sikap spontannya membuatnya berani memutuskan untuk menikahi seorang pria yang baru saja dikenalnya. Shiva, seseorang yang sangat hati-hati dalam memilih pasangan, mengalami kegalauan saat harus memilih di antara dua pilihan: pria yang mencintainya atau menunggu “pangeran punggung” datang menjemputnya. Ketakutannya akan komitmen membuatnya harus berusaha ekstra keras untuk memutuskan yang terbaik untuk hidupnya. Yang terakhir, Ilyaa, adalah sosok yang paling naif dari tiga sahabatnya. Ilyaa menjadi satu-satunya karakter yang masih memiliki kepercayaan besar terhadap kekuatan cinta walaupun kenyataannya ia harus berada dalam hubungan tanpa status dalam waktu yang cukup lama. Ilyaa pun harus berjuang keluar dari <em>comfort zone</em>-nya dan mulai kembali mencari mimpinya akan sebuah hubungan yang seharusnya: bersama selamanya dalam ikatan pernikahan.</p>
<h2><strong>The Decision is in Your Hand</strong></h2>
<p>Ada beberapa hal yang saya sukai dari novel ini. Pertama, cara penceritaan yang diambil dari tiga sudut pandang akuan yang berbeda. Donna, Shiva, dan Ilyaa mendapatkan porsinya untuk saling bergantian menceritakan kisah dan perasaan mereka masing-masing. Metode seperti ini selalu berhasil membuat pembaca merasa dekat dengan karakter tersebut. Yang lebih uniknya lagi, ketiga karakter tersebut benar-benar memiliki keorisinalitasan yang membuat mereka unik dan berbeda satu sama lainnya. Itu tentunya membuat mereka juga mengambil keputusan yang berbeda untuk hidup mereka.</p>
<p>Kedua, Bunga Mega menyusun novel ini tidak hanya sekadar sebagai sebuah bacaan penghibur yang nantinya akan teronggok begitu saja di sudut rak buku setelah selesai dibaca. Bagi saya, Bunga Mega menyelipkan banyak pelajaran hidup di novel ini—tak heran karena sebelumnya Mega memang mengatakan bahwa bukunya yang satu ini merupakan kumpulan <em>curhat</em> teman-temannya dan sedikit pengalaman pribadinya—yang menjadikannya tidak hanya sebagai hiburan tapi juga mengandung pelajaran hidup yang cukup bermakna. Lumayan berbobot untuk ukuran sebuah novel <em>chick flicks</em>.</p>
<h2><strong>Tentang Bunga Mega</strong></h2>
<p>Di dunia literatur, nama Bunga Mega memang belum terlalu dikenal. Wanita berusia 27 tahun ini memulai karirnya di dunia penulisan saat mengikuti  LA Lights Indifest Movie 2007 yang membuat ide ceritanya masuk ke jajaran 50 besar. Ia juga berhasil menjadi salah satu pemenang lomba penulisan cerpen yang diadakan Escaeva-bukukita.com. Cerpennya yang berjudul “Aku Seorang Junkie Kasih Sayang” pun diterbitkan bersama cerpen-cerpen terbaik lainnya dalam antologi 14 kumpulan cerpen terbaik, <em>Tembang Bukit Kapur</em>. <em>Tic Toc Tic Toc: Quarter Life’s</em> Tale adalah novel perdananya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Penulis:<br />
</strong>Bunga Mega<br />
<strong>Terbit:<br />
</strong>Mei 2011<br />
<strong>Kategori:<br />
</strong>Novel<br />
<strong>Harga:<br />
</strong>Rp39.500<br />
<strong>Jumlah halaman:<br />
</strong>270 halaman<br />
<strong>Penerbit:<br />
</strong>Andy Publisher</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/07/tic-toc-tic-toc-quarter-life%e2%80%99s-tale/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Can You Survive The Zombie Apocalypse?</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/07/can-you-survive-the-zombie-apocalypse/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/07/can-you-survive-the-zombie-apocalypse/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 08:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Can You Survive The Zombie Apocalypse]]></category>
		<category><![CDATA[Horror]]></category>
		<category><![CDATA[jagatreviews]]></category>
		<category><![CDATA[Max Brailler]]></category>
		<category><![CDATA[Pick your own path]]></category>
		<category><![CDATA[zombie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=78418</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda penggemar cerita zombie? Pernahkah Anda membayangkan berada di tengah serangan monster-monster kanibal tersebut yang mengharuskan Anda untuk menetapkan pilihan-pilihan krusial? Buku yang satu ini menyuguhkan Anda semua itu dan lebih banyak lagi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda gemar menonton film horror bertema zombie, seperti <em>28 Days Later</em>, <em>Dawn of The Dead</em>, dan <em>Zombieland</em>, atau mungkin gemar bermain video game, seperti <em>Resident Evil</em> dan <em>Left 4 Dead</em>, buku yang satu ini mungkin akan cocok untuk Anda. <strong>Can You Survive The Zombie Apocalypse? </strong>Novel karangan Max Brallier ini tidak memaksa Anda untuk mengikuti perjalanan sejumlah karakter dalam menyelamatkan diri mereka dari serangan para zombie. Melainkan Anda ditempatkan sebagai karakter utama dalam cerita ini dengan berbagai kejadian dan dilema yang harus Anda pecahkan sendiri.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-78983" href="http://www.jagatreview.com/2011/07/can-you-survive-the-zombie-apocalypse/cystza/"><img class="aligncenter size-full wp-image-78983" title="CYSTZA" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/06/CYSTZA.jpg" alt="" width="386" height="600" /></a></p>
<p>Dalam buku ini, Anda memerankan seorang karakter berusia 25 tahun yang tinggal di kota Manhattan, New York. Anda tinggal di apartemen studio yang terlalu mahal dan pekerjaan korporat yang Anda benci. Hidup terasa datar dan tidak ada lagi yang mengejutkan bagi Anda. Hingga suatu hari, di tengah rapat kantor yang membosankan, berita mengenai serangan zombie di New York mulai tersebar. Kepanikan pun meledak di ruangan kantor Anda dan manusia pun mulai membanjiri jalanan kota tersebut. Anda pun diberikan tiga pilihan: kembali ke apartemen Anda, pergi ke luar kota dengan kereta, atau mencari taksi di tengah kemacetan jalan yang tiada tara. Di sinilah petualangan Anda dimulai.</p>
<p>Di tengah petualangan menuju keselamatan ini, Anda dapat bertemu dengan berbagai karakter yang menarik. Dari <em>stripper </em>yang andal memainkan samurai, seorang penjual ganja, segerombolan anak sekolah, hingga pasukan militer yang menembaki Anda. Salah satu adegan paling <em>memorable</em> dan lucu yang sempat saya temukan adalah ketika bertemu dengan sekelompok penggemar zombie. Dalam adegan tersebut, saya menjadi bagian dari upaya kelompok tersebut untuk menyelamatkan diri dengan cara membaur dengan para zombie. Dari dandanan, bau badan, hingga gerak jalan mereka disamakan. Sebuah adegan yang pastinya familiar bagi Anda yang pernah menonton <em>Shaun Of The Dead</em>. Akhir cerita yang akan Anda temukan pun beragam. Anda bisa diselamatkan oleh pasukan militer, seorang pemain <em>baseball </em>yang namanya tidak disensor, atau penjaga pantai. Anda juga dapat terbunuh, meninggal karena kecelakaan, atau bahkan berubah menjadi seorang zombie.</p>
<p>Dengan 100 alur cerita yang dapat ditelusuri dan 50 akhir cerita yang dapat ditemukan membuat saya terus ketagihan untuk membaca buku ini. Apalagi ditambah dengan adegan-adegan seru dan menegangkan, serta dilema moral dan pilihan yang harus ditentukan oleh pembaca di setiap akhir bab. Buku ini terus berhasil membuat saya penasaran dan tergoda untuk membacanya berulang kali demi mencoba setiap alur dan akhir cerita yang tersedia. Dapatkah Anda menyelematkan diri dari serangan zombie? Selamat mencoba!</p>
<p><strong>Penulis:</strong><br />
Max Brallier</p>
<p><strong>Terbit:</strong><br />
Februari 2011</p>
<p><strong>Kategori:</strong><br />
<em>Pick your own path</em>, <em>Survival Horror</em></p>
<p><strong>Harga:</strong><br />
Rp185.000</p>
<p><strong>Jumlah halaman:</strong><br />
384 halaman</p>
<p><strong>Penerbit:</strong><br />
Gallery Books</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/07/can-you-survive-the-zombie-apocalypse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Summers 10 Autumns—Dari Kota Apel ke The Big Apple</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/05/9-summers-10-autumns%e2%80%94dari-kota-apel-ke-the-big-apple/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/05/9-summers-10-autumns%e2%80%94dari-kota-apel-ke-the-big-apple/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 04:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky Natalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[9 Summers 10 Autumns]]></category>
		<category><![CDATA[book]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Iwan Setyawan]]></category>
		<category><![CDATA[jagatreviews]]></category>
		<category><![CDATA[kisah inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[New York]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=66302</guid>
		<description><![CDATA[Menggapai mimpi bukanlah hal yang mustahil jika seseorang memiliki keyakinan penuh atas mimpi dan pengharapannya. Mungkin, itulah yang ingin disampaikan Iwan Setyawan di novel pertamanya yang berjudul 9 Summers 10 Autumns. Mencari bacaan inspiratif? Silahkan intip review berikut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari begitu banyak buku inspiratif yang beredar di toko-toko buku saat ini, kami tertarik dengan buku yang satu ini. Bukan karena label “Best Seller” yang membuat kami akhirnya memutuskan untuk memesan buku ini langsung dari penerbitnya, namun karena judulnya yang menggelitik “9 Summers 10 Autumns: Dari Kota Apel ke The Big Apple”. Dari judul tersebut, kami sudah bisa menebak bahwa buku ini berisi hal-hal yang berbau “Kota Malang” dan “Kota New York”.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-66303" href="http://www.jagatreview.com/2011/05/9-summers-10-autumns%e2%80%94dari-kota-apel-ke-the-big-apple/9-summers-19-autumns/"><img class="aligncenter size-full wp-image-66303" title="9 summers 19 autumns" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/05/9-summers-19-autumns.jpg" alt="" width="400" height="599" /></a></p>
<p><em>Who is Iwan Setyawan</em>? Jika Anda mencari informasi mengenai orang ini sekarang, dengan mudah Anda akan menemukan banyak entri yang menjelaskan mengenai dirinya dan novel pertamanya. <em>But, who is the truly Iwan Setyawan</em>? Apa yang membuat mantan direktur Nielsen Consumer Research cabang New York, Amerika Serikat, ini membuat sebuah novel?</p>
<p>Jawabannya sederhana:  ia memiliki memori tak terlupakan tentang hidupnya. Novel 9 Summers 10 Autumns sedikit banyak terinspirasi dari perjalanan hidupnya hingga mencapai kesuksesan di salah satu kota besar di dunia, New York. Mari intip sedikit isi buku ini.</p>
<p>Novel ini berkisah tentang seorang pria asal Kota Batu, Malang, yang bekerja di New York. Pertemuannya dengan seorang anak kecil berpakaian putih-merah membuatnya mengingat seluruh kisah hidupnya yang telah lalu. Sedikit demi sedikit, pria tersebut membagi ceritanya mengenai hidup penuh kesederhanaan di rumah kecil bersama tujuh orang saudara, perjuangan mempertahankan prestasi di sekolah menengah, puji syukur atas keberhasilannya meraih PMDK di IPB, ketakutan besar saat pertama kali menginjakkan kaki ke Jakarta, hingga rasa haru tak terbendung saat ia berhasil mendapatkan sebuah kesempatan emas untuk berkarir di negara impian (hampir) semua orang, Amerika. Si pria bertemu dengan anak kecil tersebut secara berkala dan menumpahkan semua kenangan masa lalunya yang sangat berkesan dan menjadikannya sosok seperti dirinya sekarang.</p>
<p>Novel ini menceritakan sebuah kisah gamblang mengenai perjuangan hidup seorang anak manusia. Kita mungkin telah menemukan beberapa novel dengan tema serupa, seperti Laskar Pelangi (dan seri lanjutannya), Negeri Lima Menara (dan seri lanjutannya), dan masih banyak lagi. Namun, yang membedakan novel ini dengan novel-novel lainnya adalah kesederhanaan penceritaannya. Iwan tidak memberikan banyak “hiasan” di dalam tulisannya. Ini membuat novel ini terkesan seperti curahan hatinya. Iwan membingkai kisah-kisahnya ke dalam beberapa bagian yang dibuka dengan percakapannya dengan anak berbaju merah-putih. Sangat elegan, hangat, dan sederhana. <em>Love it</em>!</p>
<p>Bagi Anda yang menyukai novel inspiratif, buku ini bisa dijadikan rekomendasi sebagai penambah wawasan tentang makna kehidupan.</p>
<p><em>Happy reading</em>!</p>
<p><strong>Penulis:<br />
</strong>Iwan Setyawan<br />
<strong>Terbit:<br />
</strong>Februari 2011<br />
<strong>Kategori:<br />
</strong>Novel<br />
<strong>Harga:<br />
</strong>Rp47.000<br />
<strong>Jumlah halaman:<br />
</strong>211 halaman<br />
<strong>Penerbit:<br />
</strong>Gramedia Pustaka Utama</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/05/9-summers-10-autumns%e2%80%94dari-kota-apel-ke-the-big-apple/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bunga Mega Luncurkan Novel Perdananya</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/05/bunga-mega-luncurkan-novel-perdananya/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/05/bunga-mega-luncurkan-novel-perdananya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 06:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky Natalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aku Seorang Junkie Kasih Sayang]]></category>
		<category><![CDATA[Andy Publisher]]></category>
		<category><![CDATA[Antologi Bukit Tembang Kapur]]></category>
		<category><![CDATA[Be Strong Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Mega]]></category>
		<category><![CDATA[chicklit]]></category>
		<category><![CDATA[ia.Lo.Gue Art Space]]></category>
		<category><![CDATA[Kitadankata]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Tic Toc Tic Toc: Quarter Life’s Tale]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=65033</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi penulis muda yang memberikan variasi dalam dunia penulisan Indonesia. Bunga Mega, penulis yang sebelumnya lebih dikenal sebagai penulis cerpen, meluncurkan novel pertamanya berjudul Tic Toc Tic Toc: Quarter Life’s Tale.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inspirasi dapat datang dari mana saja. Itulah yang dialami Bunga Mega dalam proses pembuatan novel terbarunya, Tic Toc Tic Toc: Quarter Life’s Tale. Berawal dari gemar mendengarkan keluh kesah teman-temannya, Mega memutuskan untuk menulis sebuah novel yang diadaptasi dari pengalaman orang-orang di sekitarnya.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-65034" href="http://www.jagatreview.com/2011/05/bunga-mega-luncurkan-novel-perdananya/img_9877/"><img class="aligncenter size-full wp-image-65034" title="IMG_9877" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/05/IMG_9877.jpg" alt="" width="448" height="252" /></a></p>
<p>Sabtu (15/5), bertempat di Dia.Lo.Gue Art Space, Kemang, Bunga Mega mengadakan jumpa pers peluncuran novel tersebut. Penulis muda ini menyampaikan rasa syukurnya atas terwujudnya novel perdananya ini. “Setelah berkecimpung di dunia cerpen, saya lega dapat menghasilkan sebuah karya yang sama sekali baru dari karya-karya saya sebelumnya,” ujar penulis yang juga berprofesi sebagai MC ini. Sebelumnya, Mega pernah menghasilkan beberapa karya, di antaranya cerpen berjudul &#8220;Aku Seorang Junkie Kasih Sayang&#8221; yang dimuat dalam <em>Antologi Bukit Tembang Kapur</em> (14 penulis terbaik escaeva-bukukita.com), buku kumpulan cerpen <em>Kitadankata</em>, dan sebuah tulisan yang dimuat dalam buku berjudul <em>Be Strong Indonesia</em> (proyek untuk korban gempa Yogyakarta)</p>
<p>Tic Toc Tic Toc: Quarter Life’s Tale merupakan novel yang menceritakan kisah tiga wanita yang berada dalam “krisis seperempat abad” yang mengalami kegalauan dalam hal percintaan. Ketiga wanita tersebut memiliki permasalahan masing-masing yang berkaitan dengan komitmen. Ditanya mengenai ending novelnya, Mega menjamin bahwa jalan ceritanya akan sangat twisting dengan ending yang sulit ditebak.</p>
<p>Dalam memublikasikan novelnya ini, Mega bekerja sama dengan Andy Publisher. Nantinya, hasil penjualan novel ini 100% akan disumbangkan ke berbagai program charity yang ada. Bagi Mega, keberhasilannya menerbitkan buku ini harus disyukuri dengan wujud berbagi kepada sesama. “Saya mendedikasikan novel ini untuk sesama,” ujarnya sumringah.</p>
<div id="attachment_65035" class="wp-caption alignleft" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-65035" href="http://www.jagatreview.com/2011/05/bunga-mega-luncurkan-novel-perdananya/img_9888/"><img class="size-medium wp-image-65035" title="IMG_9888" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/05/IMG_9888-600x337.jpg" alt="" width="600" height="337" /></a><p class="wp-caption-text">Bunga Mega menandatangani novel perdananya di acara peluncuran Tic Toc Tic Toc: Quarter Life&#39;s Tale.</p></div>
<p>Bagi Anda yang penasaran dengan novel ini, mohon bersabar karena novel tersebut masih dalam perjalanan menuju kantor Jagat Review. Tunggu review novel ini selengkapnya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/05/bunga-mega-luncurkan-novel-perdananya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dahsyatnya Bahaya Aktivasi Otak Tengah</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/05/dahsyatnya-bahaya-aktivasi-otak-tengah/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/05/dahsyatnya-bahaya-aktivasi-otak-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 04:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky Natalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[book]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[jagatreviews]]></category>
		<category><![CDATA[otak tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=64449</guid>
		<description><![CDATA[Familiarkah Anda dengan pelatihan pengoptimalan kemampuan otak tengah yang sedang populer saat ini? Salah satu bentuk pelatihannya adalah aktivitas mata tertutup (blindfold activities). Apakah metode tersebut benar adanya? Buku ini mengupasnya secara detail dan ilmiah dengan bahasa yang mudah dicerna.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fenomena aktivasi otak tengah marak akhir-akhir ini. Program pelatihan ini mengklaim dapat meningkatkan konsentrasi, daya ingat, kreativitas, hingga hal-hal luar biasa lainnya seperti beraktivitas dengan mata tertutup (<em>blindfold activities</em>). Dengan iming-iming tersebut, banyak bisnis yang bergerak di bidang tersebut kebanjiran peserta yang kebanyakan anak-anak berusia produktif, mulai dari 5—12 tahun. Hebatnya lagi, pelatihan tersebut tidak membutuhkan waktu lama. Cukup dua hari kursus, dijamin otak tengah sang anak berhasil diaktivasi. Benarkah?</p>
<p><a rel="attachment wp-att-64450" href="http://www.jagatreview.com/2011/05/dahsyatnya-bahaya-aktivasi-otak-tengah/bahaya-aktivasi-otak-tengah/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-64450" title="bahaya aktivasi otak tengah" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/05/bahaya-aktivasi-otak-tengah-390x600.jpg" alt="" width="390" height="600" /></a></p>
<p>Penulis buku ini, Richard Claproth, Ph.D, menyatakan bahwa pada dasarnya kejeniusan seorang anak merupakan sebuah bakat alam. Ia mengutip perkataan Oscar Wilde bahwa “<em>Genius is born, not paid</em>”. Ia mengumpamanan kasus Albert Einstein yang memiliki kesulitan berbicara di masa pertumbuhannya dan performa akademik yang buruk. Walau begitu, dalam perjalanan hidupnya, Einstein justru menjadi ilmuwan besar sepanjang masa. Contoh kasus tersebut menjelaskan bahwa kejeniusan tidak bisa didapatkan dalam waktu singkat apalagi melalui pelatihan aktivasi otak tengah.</p>
<p>Aktivasi otak tengah bukanlah kegiatan yang dilakukan tanpa risiko. Hingga saat ini, metode aktivasi otak tengah belum dapat dijamin keamanannya karena kerahasiaan prosesnya. Para orangtua dilarang untuk mendampingi sang anak saat proses pengaktifan terjadi. Selain itu, metode ini belum pernah dibahas di dalam jurnal ilmiah yang diakui secara internasional. Jika ada, yang dibahas adalah aktivitas, bukan aktivasi, yang tentu saja tidak ada sangkut pautnya dengan peningkatan konsetrasi dan lain sebagainya.</p>
<p>Buku ini memberikan penjabaran mendetail mengenai bahayanya aktivasi otak tengah. Orangtua diimbau untuk mengetahui dengan detail metode ini sebelum mendaftarkan anak-anaknya ke program aktivasi yang sudah lumayan banyak beredar di Indonesia. Sebuah keputusan yang salah akan mengubah hidup sang anak selamanya.</p>
<p>Disusun ke dalam 16 bab, buku ini memberikan informasi lengkap mengenai seluk-beluk metode aktivasi otak tengah. Selain itu, buku ini juga berisi beberapa informasi mengenai cara belajar anak yang baik dan tips membuat anak menjadi cerdas tanpa harus mengikuti deretan program instan.</p>
<p>Tertarik mengetahui lebih banyak mengenai metode aktivasi otak tengah dan bahayanya jika diaplikasikan dengan cara yang salah? Buku ini akan memberikan seluruh informasi yang Anda butuhkan tentang hal tersebut!</p>
<p><strong>Penulis:<br />
</strong>Richard Claproth, Ph.D<br />
<strong>Terbit:<br />
</strong>Februari 2011<br />
<strong>Kategori:<br />
</strong>nonfiksi<br />
<strong>Harga:<br />
</strong>Rp55.000<br />
<strong>Jumlah halaman:<br />
</strong>238 halaman<br />
<strong>Penerbit:<br />
</strong>Grasindo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/05/dahsyatnya-bahaya-aktivasi-otak-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

