<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jagat Review &#187; Books</title>
	<atom:link href="http://www.jagatreview.com/category/books/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jagatreview.com</link>
	<description>Jagat Review is a review website that focused on consumer goods, hardware, technology updates, geek culture and everything in-between</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 May 2013 02:45:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.2</generator>
		<item>
		<title>Jepang Kembangkan Pemindai Buku Berkecepatan 250 Halaman per Menit</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2012/11/jepang-kembangkan-pemindai-buku-berkecepatan-250-halaman-per-menit/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2012/11/jepang-kembangkan-pemindai-buku-berkecepatan-250-halaman-per-menit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2012 05:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Popular Science]]></category>
		<category><![CDATA[BFS-Auto]]></category>
		<category><![CDATA[e-book]]></category>
		<category><![CDATA[Popsci]]></category>
		<category><![CDATA[popular science]]></category>
		<category><![CDATA[robot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=175074</guid>
		<description><![CDATA[Di era digital ini, setiap konsumen dapat menyimpan koleksi bukunya dalam tablet dan membacanya kapan pun, di mana pun mereka mau. Untuk membantu membuat versi digital sebuah buku, Jepang mengembangkan robot pemindai buku berkecepatan 250 halaman/menit.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di era digital ini, setiap konsumen dapat menyimpan koleksi bukunya dalam tablet dan membacanya kapan pun, di mana pun mereka mau. Namun, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memindai sebuah buku fisik menjadi versi digital? Menurut laboratori Ishikawa Oku di University of Tokyo, proses pemindaian buku dengan 250 halaman dapat dilakukan hanya dalam waktu satu menit.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/11/BFS-Auto.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-175075" title="BFS-Auto" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/11/BFS-Auto.jpg" alt="" width="550" height="405" /></a></p>
<p>Biasanya menciptakan versi digital sebuah buku dilakukan dengan dua pilihan proses, pemindaian manual yang lambat atau pemindaian berkecepatan tinggi. Sayangnya, pemindaian berkecepatan tinggi dilakukan dengan terlebih dahulu memotong setiap halaman buku sebelum dimasukan ke dalam scanner.</p>
<p>Robot kembangan laboratorium Ishikawa Oku yang diberi nama BFS-Auto mampu melakukan pemindaian berkecepatan tinggi tanpa harus merusak buku. Sesuai namanya—<a href="http://www.gizmag.com/robot-book-scanner/25114/">BFS (Book Flipping Scanning)</a>—robot tersebut mampu membalikkan setiap halaman buku dengan kecepatan 250 halaman per menit. Selama proses pemindaian terjadi, BFS-Auto menangkap bentuk buku menggunakan teknologi 3D Sensing, serta mengubah konten ke dalam bentuk digital dengan resolusi 400ppi. Sesudahnya, robot tersebut akan memperbaiki bentuk lengkungan halaman yang tertangkap kamera sehingga tampilan buku digital menjadi sempurna.</p>
<p>BFS-Auto rencananya akan dipasarkan pada 2013 mendatang. Sayangnya, tidak ada detail mengenai harga maupun ketersediaan di masing-masing negara.</p>
<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/03ccxwNssmo" frameborder="0" width="600" height="338"></iframe></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2012/11/jepang-kembangkan-pemindai-buku-berkecepatan-250-halaman-per-menit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Green Illusions: Kendaraan Elektrik Tidak Ramah Lingkungan?</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2012/07/green-illusions-kendaraan-elektrik-tidak-ramah-lingkungan/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2012/07/green-illusions-kendaraan-elektrik-tidak-ramah-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2012 06:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[green]]></category>
		<category><![CDATA[Green Illusions]]></category>
		<category><![CDATA[Ozzie Zehner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=155308</guid>
		<description><![CDATA[Ozzie Zehner membantah pandangan bahwa kendaraan elektrik merupakan jawaban yang tepat dari industri otomotif untuk menyelamatkan bumi. Apa alasan yang dipaparkan Ozzie dalam bukunya yang berjudul Green Illusions tersebut?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/07/Green-Illusions.jpg"><img class="size-full wp-image-155309 alignright" title="Green Illusions" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/07/Green-Illusions.jpg" alt="" width="330" height="495" /></a></p>
<p>Industri otomotif tampaknya telah mematok kendaraan elektrik sebagai solusi utama untuk pelestarian lingkungan. Sayangnya, Ozzie Zehner tidak berbagi pandangan yang sama dengan produse-produsen kendaraan elektrik. Dalam bukunya yang berjudul <em>Green Illusions: The Dirty Secrets of Clean Energy and the Future of Environmentalism</em>, Ia menjelaskan alasan di balik perbedaan pendapat tersebut.</p>
<p>Mantan pegawai General Motors tersebut menuliskan bahwa rangkaian material yang digunakan untuk menciptakan kendaraan elektrik justru menyumbangkan polusi. Bahkan jumlah polusi yang dihasilkan dari pengolahan tembaga, aluminium, dan logam yang dibutuhkan untuk kendaraan elektrik lebih banyak dibanding emisi CO2 yang berhasil ditekan. Lalu, solusi apa yang ditawarkan oleh Ozzie kepada industri otomotif dan konsumen untuk menyelamatkan bumi?</p>
<p>Penggunaan sarana transportasi umum menjadi jawaban Ozzie terhadap masalah pencemaran lingkungan. Ia mendorong solusi tersebut sebagai langkah alternatif yang patut dipertimbangkan pemerintah. Baginya, menggunakan dana untuk pengembangan sarana transportasi umum akan lebih efektif membantu bumi dibanding teknologi kendaraan elektrik. Menurut Ozzie, harga kendaraan elektrik pun kemungkinan besar tidak akan mengalami penurunan.</p>
<p>Tentunya, pendapat Ozzie mendapat tentangan dari berbagai pihak. <a href="http://green.autoblog.com/2012/07/07/evs-do-more-environmental-harm-than-good-author-argues/">Autoblog Green</a> menonjolkan pendapat dari dua orang pengamat industri. Editor Green Car Reports, John Voelcker, mengatakan bahwa penelitian mendalam yang dapat mengurangi penggunaan bahan radioaktif dalam motor elektrik masih berlangsung. Selain itu, John dan Nick Chambers, seorang penulis <em>freelance</em>, memprediksi terjadinya penurunan biaya baterai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2012/07/green-illusions-kendaraan-elektrik-tidak-ramah-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs Pottermore Akhirnya Membuka Registrasi untuk Umum</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2012/04/situs-pottermore-akhirnya-membuka-registrasi-untuk-umum/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2012/04/situs-pottermore-akhirnya-membuka-registrasi-untuk-umum/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 02:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky Natalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[e-book]]></category>
		<category><![CDATA[Harry Potter]]></category>
		<category><![CDATA[Hogwarts]]></category>
		<category><![CDATA[J.K. Rowling]]></category>
		<category><![CDATA[Pottermore]]></category>
		<category><![CDATA[situs]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=142620</guid>
		<description><![CDATA[Situs Pottermore telah dibuka sejak Juni tahun lalu. Namun, baru sekarang situs ini resmi membuka pendaftaran untuk siapa pun yang mengaku penggemar berat Harry Potter. Fitur apa saja yang ditawarkan situs ini? Berikut berita selengkapnya!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita fantasi mengenai dunia sihir dan karakter utamanya, Harry Potter, memang menjadi cerita legendaris yang dicintai banyak kalangan di seluruh dunia. Setelah buku terakhirnya terbit di tahun 2007 dan film terakhirnya rilis tahun 2011, Harry Potter dan Hogwarts tidak lantas dilupakan. Buktinya, perilisan situs <a href="http://www.pottermore.com/">Pottermore</a> Juni lalu mendapatkan respon yang sangat positif dari penggemar Harry Potter di seluruh dunia.</p>
<p>Situs ini memungkinkan penggemar <em>Harry Potter</em> mengeksplorasi dunia Harry Potter yang ada di buku lebih dalam lagi. Mereka juga bisa saling berinteraksi, berdiskusi, dan bermain social game yang rencananya akan direalisasikan dalam waktu dekat.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/2012/04/situs-pottermore-akhirnya-membuka-registrasi-untuk-umum/pottermore-live-for-all/" rel="attachment wp-att-142621"><img class="aligncenter size-full wp-image-142621" title="pottermore-live-for-all" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/04/pottermore-live-for-all.jpg" alt="" width="558" height="368" /></a></p>
<p>Selain sebagai media interaksi para penggemarnya, situs ini juga berfungsi sebagai toko online yang menjual serial <em>Harry Potter</em> dalam format e-book. Menariknya, hingga akhir Maret lalu, situs ini berhasil <a href="http://allthingsd.com/20120404/incendio-pottermore-e-book-sales-on-fire/">menjual e-book Harry Potter dengan total pendapatan sebesar US$1,5 juta</a> hanya dalam waktu beberapa hari saja.</p>
<p>Sejak peluncurannya tahun lalu, situs ini masih dalam versi beta dan terbatas untuk kalangan tertentu saja. Namun, sekarang, <a href="http://venturebeat.com/2012/04/15/pottermore-site-live-for-all/">situs ini sudah terbuka untuk siapa pun yang ingin bergabung bersama Pottermore</a>. Jika Anda membuka situs ini, Anda dapat melakukan pendaftaran dan kemudian akan mendapatkan email notifikasi yang menjelaskan masa tunggu sampai Anda dapat mengakses situs ini. Bagi yang sudah mendapatkan email notifikasi dan dapat login ke situs ini, akan disaring dan ditempatkan di antara empat rumah Hogwarts oleh Topi Seleksi sebelum akhirnya dapat mengeksplorasi dunia Harry Potter. Sangat interaktif!</p>
<p>Pottermore akan mendapatkan kepopulerannya dengan mudah, apalagi karena situs ini ditangani langsung oleh empunya <em>Harry Potter</em>, J.K. Rowling. Kabarnya, Rowling telah menulis 18.000 kata untuk materi baru di situs tersebut yang menjelaskan mengenai karakter, tempat, dan objek-objek ajaib yang ada di dunia <em>Harry Potter</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2012/04/situs-pottermore-akhirnya-membuka-registrasi-untuk-umum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adenita Luncurkan Buku Keduanya, 23 Episentrum</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2012/04/adenita-luncurkan-buku-keduanya-23-episentrum/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2012/04/adenita-luncurkan-buku-keduanya-23-episentrum/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 05:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky Natalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[23 Episentrum]]></category>
		<category><![CDATA[Adenita]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Grasindo]]></category>
		<category><![CDATA[kinokuniya]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Sembilan matahari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=140187</guid>
		<description><![CDATA[Penulis muda Adenita yang sukses dengan novel pertamanya, Sembilan Matahari, meluncurkan novel keduanya, 23 Episentrum, Sabtu (31/3), di Kinokuniya Plasa Senayan. Selain meluncurkan buku, Adenita juga mengajak tamu dan undangan untuk mengikuti talkshow menarik: “Menikmati Panggilan Jiwa”. Berikut hasil liputannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sekian banyak nama penulis muda di Indonesia, Adenita adalah salah satu penulis muda berbakat yang berhasil menancapkan cakarnya di dunia literasi Indonesia. Novel pertamanya, <em>Sembilan Matahari</em> (2008), mendulang sukses besar menjadi <em>best seller</em> dan dicetak sampai tujuh kali. Atas karyanya tersebut, Adenita berhasil menjadi nominasi Penulis Muda Berbakat Khatulistiwa Literary Awards 2009.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/04/Adenita.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-140193" title="Adenita" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/04/Adenita.jpg" alt="" width="450" height="600" /></a></p>
<p>Setelah vakum selama hampir empat tahun, Adenita kembali menelurkan sebuah novel berjudul <em>23 Episentrum</em>. Novel ini berkisah mengenai proses pencarian profesi tiga karakter utama, Matari, Awan, dan Prama. Ketiga karakter tersebut melewati jalan yang panjang untuk mencapai ambisi dan mengejar eksistensi yang mereka inginkan.</p>
<p>“Hidup memang butuh uang, tapi uang tidak bisa membeli kehidupan.” Itulah penggalan kalimat Adelina saat berkomentar mengenai esensi kebahagiaan dalam hidup seseorang. Novel terbarunya ini merupakan gambaran hidupnya yang berusaha ia bagi kepada banyak orang yang memiliki masalah serupa: mengejar eksistensi dan ambisi atau menjalani hidup yang sudah ada.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/04/23-Episentrum.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-140194" title="23 Episentrum" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/04/23-Episentrum.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p>Tanpa berusaha menggurui, Adelina berbagi pengalaman dari 23 orang yang ia kenal, orang-orang yang memperjuangkan kebahagiaan mereka dengan mengejar ambisi dan keinginan mereka demi mencapai kebahagiaan jiwa. Kisah-kisah mereka dapat ditemui di buku suplemen yang juga menjadi bagian dari buku<em> 23 Episentrum</em>.</p>
<p>Peluncuran <em>23 Episentrum</em> dihadiri oleh sahabat, kerabat, media, dan undangan lainnya, termasuk perwakilan dari pihak Grasindo selaku penerbit yang menerbitkan buku kedua Adenita ini.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/04/Prosesi-Peluncuran-23-Episentrum.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-140195" title="Prosesi Peluncuran 23 Episentrum" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/04/Prosesi-Peluncuran-23-Episentrum.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p>Bersamaan dengan peluncuran buku terbarunya, Adelina juga mengadakan sebuah <em>talkshow</em> ringan dengan tema “Menikmati Panggilan Jiwa”. <em>Talkshow</em> yang dipandu oleh presenter ternama Farhan ini mengangkat permasalahan yang dihadapi sebagian orang: menjalani profesi sesuai latar belakang pendidikan atau mengejar mimpi yang selalu membuncah di hati. Di sesi berbagi ini, Adelina mengundang M. Achir (Jurnalis TV), Dhitta Puti Sarasvati (pengajar, praktisi pendidikan), Thya Said (pekerja seni, penari, penulis), dan Deddy Dahlan (<em>passion coach</em>) sebagai narasumber yang berbagi pengalaman mereka yang sangat inspiratif.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/04/23-Episentrum-Launch-Talk-Show-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-140196" title="23 Episentrum Launch (Talk Show 1)" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/04/23-Episentrum-Launch-Talk-Show-1.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2012/04/adenita-luncurkan-buku-keduanya-23-episentrum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prekuel Hitman: Absolution Hadir dalam Bentuk Novel</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2012/01/prekuel-hitman-absolution-hadir-dalam-bentuk-novel/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2012/01/prekuel-hitman-absolution-hadir-dalam-bentuk-novel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 07:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Games]]></category>
		<category><![CDATA[agent 47]]></category>
		<category><![CDATA[Hitman]]></category>
		<category><![CDATA[Hitman: Absolutin]]></category>
		<category><![CDATA[Hitman: Blood Money]]></category>
		<category><![CDATA[Hitman: Damnation]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[video game]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=128122</guid>
		<description><![CDATA[Kembalinya Agent 47 ke industri game telah dikonfirmasi melalui judul Hitman: Absolution dengan beragam video trailer dan gameplay yang telah dirilis. Untuk melengkapi kembalinya sang pembunuh bayaran, sebuah novel Hitman pun akan segera dirilis pada pertengahan tahun ini dengan judul Hitman: Damnation.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai penggemar franchise Hitman, kehadiran film adaptasi yang dirilis pada tahun 2007 silam meninggalkan perasaan yang bercampur aduk, dari rasa gembira dengan kehadiran Agent 47 di layar lebar hingga kecewa dengan penggambaran aksi yang kurang menggigit. Transisi video game ke konsol next-gen pun seperti tidak memberi tanda-tanda kehidupan bagi franchise tersebut, sampai akhirnya jajaran video <a href="http://www.jagatreview.com/2011/06/hitman-absolution-dikonfirmasi/">Hitman: Absolution</a> mulai beredar di dunia maya.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/Hitman-Damnation.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-128123" title="Hitman-Damnation" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/Hitman-Damnation.jpg" alt="" width="364" height="600" /></a></p>
<p><a href="http://jagatplay.com/2012/01/news/square-enix-perlihatkan-aksi-menawan-agent-47/">Aksi menawan Agent 47</a> dalam video gameplay yang dirilis oleh Square Enix tersebut cukup membuat para gamer tergiur dan semakin tidak sabar untuk memainkannya. Untuk melengkapi kembalinya sang pembunuh bayaran, sebuah novel Hitman pun akan segera dirilis pada pertengahan tahun ini, semoga saja sebelum Absolution mulai diterjunkan ke pasaran.</p>
<p>Mungkin sebagian dari Anda sempat bertanya-tanya mengapa Agent 47 dikejar-kejar oleh polisi dalam <a href="http://www.jagatreview.com/2011/10/video-gameplay-pertama-hitman-absolution-dirilis/">video gameplay yang beredar</a>. Mungkin juga Anda bertanya-tanya ada kejadian apa yang menjembatani game Hitman: Blood Money dengan Hitman: Absolution. Jawabannya dapat Anda temukan dalam novel <em>Hitman: Damnation</em> ini.</p>
<p>Mengambil setting kejadian setelah Blood Money, Agent 47 diceritakan sedang mengerjakan misi tertangguh yang pernah ia terima. Di tengah jalannya misi tersebut, sang tokoh protagonis dituduh telah membunuh sejumlah politikus Amerika. Namun, ada kejanggalan dalam misi tersebut yang membawa Agent 47 ke dalam sebuah konspirasi yang penuh dengan kebohongan dan pembunuhan.</p>
<p><a href="http://whatculture.com/gaming/hitman-damnation-novel-information-released.php">Novel <em>Hitman: Damnation</em></a> ini ditulis oleh Raymond Benson yang menulis 12 cerita James Bond untuk Ian Flemin Publications dari tahun 1997 hingga 2002. Karya lainnya termasuk novel <em>Splinter Cell</em> di bawah nama samaran David Michaels, serta novelisasi Metal Gear Solid dan Metal Gear Solid 2: Sons of Liberty.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2012/01/prekuel-hitman-absolution-hadir-dalam-bentuk-novel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Memperingati Ulang Tahun Mark Twain yang ke-176</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/12/google-memperingati-ulang-tahun-mark-twain-yang-ke-176/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/12/google-memperingati-ulang-tahun-mark-twain-yang-ke-176/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 07:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Adventures of Huckleberry Finn]]></category>
		<category><![CDATA[Doodle]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Literatur klasik]]></category>
		<category><![CDATA[Mark Twain]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[The Adventures of Tom Sawyer]]></category>
		<category><![CDATA[Tom Sawyer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=115289</guid>
		<description><![CDATA[Google memperingati hari ulang tahun Mark Twain, penulis novel The Adventures of Tom Sawyer dan Adventures of Huckleberry Finn, yang ke-176 dengan menghadirkan sebuah Google Doodle khusus. Apa yang digambarkan dalam Doodle tersebut?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para penggemar literatur asing, khususnya yang datang dari negeri Paman Sam, tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama Mark Twain dan karyanya yang berjudul The Adventures of Tom Sawyer. Untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-176 yang jatuh pada tanggal 30 November, Google menghadirkan Doodle yang <a href="http://mashable.com/2011/11/30/google-paint-the-fence/">menggambarkan salah satu adegan ikonik</a> dalam novel tersebut. Dalam doodle tersebut diperlihatkan Tom Sawyer, sang tokoh utama, menyuruh temannya untuk mengecat pagar kayu dengan tulisan “Google”.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/12/Mark-Twains-Google-Doodle1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-115293" title="Mark Twain's Google Doodle" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/12/Mark-Twains-Google-Doodle1.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Pria yang lahir dengan nama Samuel Langhorne Clemens pada tahun 1835 ini dibesarkan di kota Hannibal, Missouri, Amerika Serikat. Kota inilah yang menginspirasi Twain dalam menulis novel The Adventures of Tom Sawyer yang menceritakan tentang kehidupan seorang anak lelaki yang tumbuh besar di Sungai Mississipi. Novel yang dipublikasikan pada tahun 1876 ini pun mendapat sambutan bagus dari para pembaca dan diadaptasi ke layar lebar untuk pertama kalinya pada tahun 1930. Menyusul kesuksesan tersebut, Twain pun menuliskan sekuelnya dengan judul Adventures of Huckleberry Finn yang sering disebut sebagai The Great American Novel.</p>
<p>Mark Twain memang dikenal oleh banyak pembaca sebagai seorang penulis novel yang andal. Ia juga merupakan seorang jurnalis yang menulis artikel untuk Territorial Enterprise, sebuah koran dari kota Virginia, dan seorang pengusaha yang tidak sukses. Twain telah menginvestasikan dana ke sejumlah usaha bisnis yang gagal dan memaksanya untuk menyatakan bangkrut. Walaupun begitu, kesuksesannya di dunia sastralah yang patut diingat dan karya-karyanya masih menjadi salah satu novel klasik yang banyak dicari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/12/google-memperingati-ulang-tahun-mark-twain-yang-ke-176/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cognito Comics Luncurkan Graphic Novel Operation Ajax untuk iPad</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/11/cognito-comics-luncurkan-graphic-novel-operation-ajax-untuk-ipad/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/11/cognito-comics-luncurkan-graphic-novel-operation-ajax-untuk-ipad/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 10:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Apple App Store]]></category>
		<category><![CDATA[Cognito Comics]]></category>
		<category><![CDATA[Graphic Novel]]></category>
		<category><![CDATA[ipad]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[Operation Ajax]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=111810</guid>
		<description><![CDATA[Cognito Comics baru-baru ini meluncurkan graphic novel berjudul Operation Ajax yang mengoptimalkan teknologi dalam iPad untuk meningkatkan kenikmatan pengalaman membaca para konsumen. Seperti apa komik digital ini disuguhkan dalam iPad?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kehadiran iPad di pasar perangkat telekomunikasi mobile berangsur mengubah cara konsumen menikmati bahan bacaan—dari dokumen kerja, novel, hingga komik. Cognito Comics baru-baru ini meluncurkan graphic novel berjudul Operation Ajax yang mengoptimalkan teknologi dalam iPad untuk meningkatkan kenikmatan pengalaman membaca para konsumen. Komik ini dihadirkan dalam format portrait untuk memimik gaya membaca buku komik cetak dengan menambahkan keunggulan publikasi digital yang unik—seperti tampilan gambar yang menawan, panel animasi, dan efek suara yang memungkinkan pembaca untuk lebih mendalami setiap adegan dalam komik tersebut.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/Operation-Ajax.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-111812" title="Operation Ajax" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/Operation-Ajax-600x327.jpg" alt="" width="600" height="327" /></a></p>
<p>Operation Ajax merupakan sebuah graphic novel yang menceritakan ulang buku berjudul “All the Shah’s Men”. Buku ini menceritakan tentang kudeta yang dilakukan oleh CIA di Iran pada tahun 1953 yang menggulingkan kepemimpinan Mohammad Mossadegh. Kudeta ini juga menandakan dimulainya rezim brutal dari Mohammad Reza Syah yang dianggap sebagai boneka dari pemerintahan Amerika Serikat. Cognito Comics memberikan kesempatan kepada para pembaca Operation Ajax untuk menelusuri sejarah kudeta tersebut langsung dari iPad. Bahkan sejumlah dokumen yang baru saja diputuskan terbuka untuk umum dapat dibaca dalam aplikasi graphic novel ini.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="560" height="315" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/kvNfmr6oUJ0?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" src="http://www.youtube.com/v/kvNfmr6oUJ0?version=3&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Cognito Comics menghabiskan waktu selama empat tahun untuk menyelesaikan <a href="http://venturebeat.com/2011/11/16/cognito-comic-ipad-app/">graphic novel Operation Ajax untuk iPad</a>. Graphic novel ini telah hadir di Apple App Store secara gratis, tetapi promo ini hanya berlangsung selama kurang-lebih dua minggu. Setelah itu, para peminat harus mengunduhnya dengan harga USD7,99.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/11/cognito-comics-luncurkan-graphic-novel-operation-ajax-untuk-ipad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Dog Walker by Leslie Schnur</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/09/the-dog-walker-by-leslie-schnur/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/09/the-dog-walker-by-leslie-schnur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 04:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky Natalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[chick lit]]></category>
		<category><![CDATA[gramedia pustaka utama]]></category>
		<category><![CDATA[jagatreviews]]></category>
		<category><![CDATA[The Dog Walker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=93474</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak menggemari chick lit? Setidaknya, sebagian besar wanita di dunia menikmati genre fiksi yang satu ini. Novel yang satu ini pun dikategorikan ke dalam kisah chick lit. Apakah ia berhak mendapatkan apresiasi besar layaknya sebagian besar chick lit yang pernah ada?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Chick Lit menjadi subgenre yang diminati hampir seluruh wanita di dunia. Penjualan novel dengan genre ini dapat dipastikan menyentuh angka yang fantastis. Keberhasilan sebuah novel chick lit biasanya akan diikuti dengan kesuksesan film adaptasinya—jika ada; membuktikan bahwa chick lit dan chick flick menjadi kekuatan baru di dunia literatur dan perfilman global.</p>
<p>Salah satu chick lit yang baru saja terbit Maret lalu adalah The Dog Walker karya Leslie Schnur. Tidak terlalu sulit untuk mengetahui kategori novel ini karena penerbit Gramedia Pustaka Utama memberikan label “Chick Lit” di sampul depannya.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-93475" href="http://www.jagatreview.com/2011/09/the-dog-walker-by-leslie-schnur/the-dog-walker/"><img class="aligncenter size-full wp-image-93475" title="the dog walker" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/09/the-dog-walker.jpg" alt="" width="369" height="600" /></a></p>
<p>Novel ini berkisah mengenai kehidupan seorang <em>dog walker</em> di Kota New York bernama Nina Shepard. Menjadi seorang <em>dog walker</em> memang bukan cita-cita Nina, tetapi ia tahu bahwa inilah yang ia inginkan untuk hidupnya saat ini. Nina memiliki klien dari berbagai profesi, rutin membawa berbagai jenis anjing mewah berjalan-jalan di Central Park dan lingkungan sekitarnya. Walau begitu, Nina mempunyai satu klien favorit. Bukan karena jenis anjingnya, tapi karena pemiliknya. Nina jatuh cinta kepada Daniel, pemilik anjing bernama Sid. Setiap menjemput dan mengantar Sid, Nina menyempatkan diri untuk “mengintip” isi apartemen Daniel, berusaha mengenali pria tersebut dari tatanan rumahnya, baju-bajunya, dan barang-barangnya. Nina tidak pernah menyadari bahwa orang yang diintipnya akan masuk ke hidupnya dan memberikan perubahan besar dalam dirinya.</p>
<p>Terlalu mudah untuk ditebak. Itulah kesan pertama yang saya dapatkan saat membaca novel ini. Saat membaca subgenre-nya, saya sudah dapat memprediksi kisah yang disajikan Leslie dan akhirannya yang “sangat chick lit.” Satu hal yang saya sukai, film ini tidak menawarkan terlalu banyak kesenangan dan keglamoran; hanya kesederhanaan yang diwakili oleh karakter Nina dan kemisteriusan pria yang ditaksirnya.</p>
<p>Novel ini berisi banyak detail yang beberapa di antaranya tidak terlalu penting, menjadikannya penuh dengan pembahsan deskriptif, membuat kegiatan membaca sedikit membosankan karena pembaca belum mendapatkan inti ceritanya bahkan saat jumlah halaman sudah mencapai angka 100. Walau begitu, Leslie menggunakan sudut pandangan orang ketiga yang bercerita mengenai kisah Nina dan Daniel secara bergantian yang membuat pembaca memahami suasana hati dan perasaan kedua tokoh tersebut dengan porsi yang seimbang—walaupun penceritaan tersebut tidak dipisahkan ke dalam bagian-bagian tersendiri sehingga terkadang membinngungkan pembaca.</p>
<p>Bagi Anda yang menyukai kisah-kisah ringan sebagai pengisi waktu luang, novel ini bisa dijadikan salah satu koleksi di lemari buku Anda.</p>
<p><em>Happy reading!</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Penulis:<br />
</strong>Leslie Schnur</p>
<p><strong>Terbit:<br />
</strong>Maret 2010</p>
<p><strong>Kategori:<br />
</strong>Chick lit</p>
<p><strong>Harga:<br />
</strong>Rp42.500</p>
<p><strong>Jumlah halaman:<br />
</strong>372 halaman</p>
<p><strong>Penerbit:<br />
</strong>Gramedia Pustaka Utama</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/09/the-dog-walker-by-leslie-schnur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Layanan SMS Mengandung Nilai Bersejarah Bagi Tracey Moberly</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/07/layanan-sms-mengandung-nilai-bersejarah-bagi-tracey-moberly/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/07/layanan-sms-mengandung-nilai-bersejarah-bagi-tracey-moberly/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 12:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[SMS]]></category>
		<category><![CDATA[Text Me Up]]></category>
		<category><![CDATA[Text messaging]]></category>
		<category><![CDATA[Tracey Moberly]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=81928</guid>
		<description><![CDATA[Dengan perkembangan teknologi dan kehadiran akses internet tanpa batas dalam smartphone, penggunaan layanan SMS sebagai media komunikasi menjadi semakin berkurang. Namun, bagi Tracey Moberly, layanan tersebut memiliki nilai sejarah yang perlu dipublikasikan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kehadiran internet dan berbagai layanan <em>instant messaging</em> (IM), seperti BlackBerry Messenger dan Yahoo Messenger dalam <em>smartphone</em>, berangsur mengurangi jumlah penggunaan SMS. Pengguna <em>smartphone</em> yang berlangganan internet tanpa batas cenderung memilih menggunakan layanan IM atau media sosial, seperti Twitter dan Facebook, untuk berkomunikasi dengan teman-temannya. Ketika sebagian orang mulai meninggalkan penggunaan SMS, sebagian lainnya masih melihat pentingnya peran layanan tersebut. Salah satunya, Tracey Moberly.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/07/Text-Me-Up.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-81931" title="Text Me Up" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/07/Text-Me-Up.jpg" alt="" width="500" height="500" /></a></p>
<p>Sebagai seorang seniman, pembawa acara radio, dan salah satu pendiri bar The Foundry di London, hidup Tracey Moberly dihiasi oleh beragam pengalaman menarik seputar pertemuannya dengan para selebriti dunia. Semua pengalamannya ini tersimpan di dalam <a href="http://www.beautiful-books.co.uk/119-text-me-up.html">ribuan SMS yang diterimanya sejak tahun 1999</a>. Berbeda dengan kebanyakan orang yang ingin merahasiakan semua SMS yang pernah dikirim atau diterimanya, Tracey justru memublikasikannya melalui sebuah buku berjudul “Text Me Up!”.</p>
<p>Ini merupakan langkah unik yang diambil oleh seorang penulis untuk menceritakan perjalanan hidupnya selama 12 tahun terakhir. SMS yang biasanya mengandung pesan-pesan rahasia, baik yang berisi lelucon hingga yang bersifat intim, justru dipaparkan oleh Tracey dalam buku “Text Me Up!”. Buku yang terdiri dari 336 halaman ini juga dilengkapi dengan berbagai lukisan dan narasi dari sang penulis. Kehadiran buku ini menunjukkan peran penting layanan SMS. Walaupun terkesan kuno, layanan tersebut tetap menyimpan nilai sejarah khusus bagi sebagian orang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/07/layanan-sms-mengandung-nilai-bersejarah-bagi-tracey-moberly/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tic Toc Tic Toc: Quarter Life’s Tale</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/07/tic-toc-tic-toc-quarter-life%e2%80%99s-tale/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/07/tic-toc-tic-toc-quarter-life%e2%80%99s-tale/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2011 04:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky Natalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Andy Publisher]]></category>
		<category><![CDATA[book]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Mega]]></category>
		<category><![CDATA[jagatreviews]]></category>
		<category><![CDATA[Tic Toc Tic Toc: Quarter Life's tale]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=80915</guid>
		<description><![CDATA[Cukup lama setelah acara konferensi pers peluncuran novel perdananya yang diadakan Sabtu (15/5), Bunga Mega akhirnya benar-benar mengirimkan novelnya yang berjudul Tic Toc Tic Toc: Quarter Life’s Tale ke kantor Jagat Review. Sebelumnya, saya hanya membaca sinopsis dan diskusi yang berjalan di acara konferensi pers saat itu. Jadi, rasa penasaran saya terhadap isi dan cerita novel ini cukup besar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai orang yang gemar membaca berbagai genre novel, saya termasuk sering membaca novel-novel <em>chick flicks</em> yang menonjolkan kisah romantis karakternya. Jadi, membaca novel yang satu ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi saya: akankah saya menganggap novel ini layaknya novel romantis pada umumnya?</p>
<p><a rel="attachment wp-att-81105" href="http://www.jagatreview.com/2011/07/tic-toc-tic-toc-quarter-life%e2%80%99s-tale/tictoctictoc/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-81105" title="tictoctictoc" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/07/tictoctictoc-396x600.jpg" alt="" width="396" height="600" /></a></p>
<p>Bunga Mega merangkai cerita dalam novelnya ke dalam tiga bagian yang diceritakan dari tiga sudut pandang yang berbeda. Tiga sudut pandang tersebut diceritakan oleh para kerakter utamanya, Donna, Shiva, dan Ilyaa. Tiga wanita berusia lebih dari seperempat abad ini sudah saling mengenal lama dan menjalin hubungan persahabatan yang sangat erat. Ketiganya memiliki sifat yang berbeda dan pola pikir yang juga berbeda dalam menghadapi hidup mereka, khususnya masalah percintaan. Donna, dikenal sebagai sosok yang mandiri dan tidak percaya dengan komitmen. Namun, sikap spontannya membuatnya berani memutuskan untuk menikahi seorang pria yang baru saja dikenalnya. Shiva, seseorang yang sangat hati-hati dalam memilih pasangan, mengalami kegalauan saat harus memilih di antara dua pilihan: pria yang mencintainya atau menunggu “pangeran punggung” datang menjemputnya. Ketakutannya akan komitmen membuatnya harus berusaha ekstra keras untuk memutuskan yang terbaik untuk hidupnya. Yang terakhir, Ilyaa, adalah sosok yang paling naif dari tiga sahabatnya. Ilyaa menjadi satu-satunya karakter yang masih memiliki kepercayaan besar terhadap kekuatan cinta walaupun kenyataannya ia harus berada dalam hubungan tanpa status dalam waktu yang cukup lama. Ilyaa pun harus berjuang keluar dari <em>comfort zone</em>-nya dan mulai kembali mencari mimpinya akan sebuah hubungan yang seharusnya: bersama selamanya dalam ikatan pernikahan.</p>
<h2><strong>The Decision is in Your Hand</strong></h2>
<p>Ada beberapa hal yang saya sukai dari novel ini. Pertama, cara penceritaan yang diambil dari tiga sudut pandang akuan yang berbeda. Donna, Shiva, dan Ilyaa mendapatkan porsinya untuk saling bergantian menceritakan kisah dan perasaan mereka masing-masing. Metode seperti ini selalu berhasil membuat pembaca merasa dekat dengan karakter tersebut. Yang lebih uniknya lagi, ketiga karakter tersebut benar-benar memiliki keorisinalitasan yang membuat mereka unik dan berbeda satu sama lainnya. Itu tentunya membuat mereka juga mengambil keputusan yang berbeda untuk hidup mereka.</p>
<p>Kedua, Bunga Mega menyusun novel ini tidak hanya sekadar sebagai sebuah bacaan penghibur yang nantinya akan teronggok begitu saja di sudut rak buku setelah selesai dibaca. Bagi saya, Bunga Mega menyelipkan banyak pelajaran hidup di novel ini—tak heran karena sebelumnya Mega memang mengatakan bahwa bukunya yang satu ini merupakan kumpulan <em>curhat</em> teman-temannya dan sedikit pengalaman pribadinya—yang menjadikannya tidak hanya sebagai hiburan tapi juga mengandung pelajaran hidup yang cukup bermakna. Lumayan berbobot untuk ukuran sebuah novel <em>chick flicks</em>.</p>
<h2><strong>Tentang Bunga Mega</strong></h2>
<p>Di dunia literatur, nama Bunga Mega memang belum terlalu dikenal. Wanita berusia 27 tahun ini memulai karirnya di dunia penulisan saat mengikuti  LA Lights Indifest Movie 2007 yang membuat ide ceritanya masuk ke jajaran 50 besar. Ia juga berhasil menjadi salah satu pemenang lomba penulisan cerpen yang diadakan Escaeva-bukukita.com. Cerpennya yang berjudul “Aku Seorang Junkie Kasih Sayang” pun diterbitkan bersama cerpen-cerpen terbaik lainnya dalam antologi 14 kumpulan cerpen terbaik, <em>Tembang Bukit Kapur</em>. <em>Tic Toc Tic Toc: Quarter Life’s</em> Tale adalah novel perdananya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Penulis:<br />
</strong>Bunga Mega<br />
<strong>Terbit:<br />
</strong>Mei 2011<br />
<strong>Kategori:<br />
</strong>Novel<br />
<strong>Harga:<br />
</strong>Rp39.500<br />
<strong>Jumlah halaman:<br />
</strong>270 halaman<br />
<strong>Penerbit:<br />
</strong>Andy Publisher</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/07/tic-toc-tic-toc-quarter-life%e2%80%99s-tale/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
