<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jagat Review &#187; Digital Camera</title>
	<atom:link href="http://www.jagatreview.com/category/digicam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jagatreview.com</link>
	<description>Jagat Review is a review website that focused on consumer goods, hardware, technology updates, geek culture and everything in-between</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 07:15:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Nikon Memperbarui Seri S Melalui Coolpix S9300, S6300, S4300, dan S3300</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2012/02/nikon-memperbarui-seri-s-melalui-coolpix-s9300-s6300-s4300-dan-s3300/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2012/02/nikon-memperbarui-seri-s-melalui-coolpix-s9300-s6300-s4300-dan-s3300/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 06:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Camera]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[coolpix]]></category>
		<category><![CDATA[Nikon]]></category>
		<category><![CDATA[S3300]]></category>
		<category><![CDATA[S4300]]></category>
		<category><![CDATA[S6300]]></category>
		<category><![CDATA[S9300]]></category>
		<category><![CDATA[Seri S]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=129626</guid>
		<description><![CDATA[Seiring dengan pembaruan jajaran seri L dan P, Nikon turut meluncurkan empat kamera seri S terbarunya yang terdiri dari Coolpix S9300, S6300, S4300, dan S3300. Apa saja kelebihan dari masing-masing kamera tersebut?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring dengan pembaruan jajaran seri L dan P, <a href="http://www.dpreview.com/news/2012/02/01/Nikon_Coolpix_S9300_S6300_S4300_S3300">Nikon turut meluncurkan empat kamera seri S terbarunya</a> yang terdiri dari Coolpix S9300, S6300, S4300, dan S3300. Keempat kamera saku ini memberikan kemampuan fotografi berkualitas melalui fungsi pengoperasian yang mudah, serta kelebihan lainnya yang membedakan antara satu kamera dengan kamera lainnya. Berikut sekilas fitur dan teknologi yang ditawarkan Nikon melalui keempat kamera tersebut.</p>
<h2>Nikon Coolpix S9300</h2>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Nikon-Coolpix-S9300.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-129627" title="Nikon Coolpix S9300" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Nikon-Coolpix-S9300.jpg" alt="" width="520" height="390" /></a></p>
<p>Walaupun mengusung desain kamera <em>point and shoot</em>, S9300 menyembunyikan kemampuan optical zoom super yang mencapai 18x. Tingkat zoom yang tinggi ini disandingkan dengan teknologi Vibration Reduction (VR) untuk mengurangi keburaman foto yang dihasilkan melalui sensor CMOS Backside Illuminated (BSI) beresolusi 16 megapixel. Fitur GPS yang dibenamkan di dalam kamera ini memungkinkan pengguna untuk merekam lokasi perjalanan mereka. Selain foto berkualitas tinggi, S9300 pun dapat digunakan untuk merekam video Full HD 1080p. Nikon Coolpix S9300 dijual dengan harga USD350.</p>
<h2>Nikon Coolpix S6300</h2>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Nikon-Coolpix-S6300.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-129628" title="Nikon Coolpix S6300" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Nikon-Coolpix-S6300.jpg" alt="" width="520" height="390" /></a></p>
<p>Kamera ini membawa sejumlah teknologi yang dihadirkan dalam S9300, seperti sensor CMOS BSI 16 megapixel, kemampuan rekam video full HD 1080p, dan teknologi VR. Namun, kemampuan optical zoom yang dihadirkan dalam S6300 hanya sebesar 10x. Kamera ini juga dilengkapi dengan sejumlah fitur yang menunjang kreativitas pengguna. Easy Panorama Mode memungkinkan pengguna untuk mengambil foto 180° hingga 360°, sedangkan Creative Mode menawarkan sejumlah efek gambar untuk foto dan video. Nikon Coolpix S6300 dijual dengan harga USD200.</p>
<h2>Nikon Coolpix S4300</h2>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Nikon-Coolpix-S4300.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-129629" title="Nikon Coolpix S4300" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Nikon-Coolpix-S4300.jpg" alt="" width="520" height="390" /></a></p>
<p>Kamera ini dilengkapi dengan sensor CMOS CCD beresolusi 16 megapixel dengan lensa NIKKOR <em>wide angle</em> yang mampu melakukan optical zoom hingga 6x. Teknologi VR image stabilization yang dibenamkan di dalamnya menunjang kualitas hasil foto yang diambil dengan tingkat zoom maksimum. S4300 juga dilengkapi dengan Smart Portrai System yang terdiri dari fungsi Smile Shutter yang mendeteksi ketika subjek foto sedang tersenyum dan melepaskan shutter. Selain itu, fungsi Face-Priority AF yang digunakan mampu mendeteksi dan fokus hingga 12 wajah. Semua fungsi ini ditunjang dengan layar sentuh LCD 3 inci yang mampu menampilkan detail hingga 460k dot. Nikon Coolpix S4300 dijual dengan harga USD170.</p>
<h2>Nikon Coolpix S3300</h2>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Nikon-Coolpix-S3300.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-129630" title="Nikon Coolpix S3300" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Nikon-Coolpix-S3300.jpg" alt="" width="520" height="390" /></a></p>
<p>Mengusung sensor dan lensa yang sama dengan S4300, kamera yang satu ini dipasarkan untuk para traveller yang menginginkan kamera saku dengan interface yang mudah digunakan, baik untuk mengambil foto ataupun merekam video HD 720p. Kamera ini juga dilengkapi dengan 19 Scene Mode yang termasuk di dalamnya fungsu Scene Auto Selector yang menganalisis dan memilih scene yang tepat secara otomatis untuk mengoptimalkan hasil foto. Nikon Coolpix S3300 dijual dengan harga USD140.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2012/02/nikon-memperbarui-seri-s-melalui-coolpix-s9300-s6300-s4300-dan-s3300/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikon Lengkapi Jajaran Coolpix Seri “L” dengan L810 Superzoom dan L26</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2012/02/nikon-lengkapi-jajaran-coolpix-seri-l-dengan-l810-superzoom-dan-l26/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2012/02/nikon-lengkapi-jajaran-coolpix-seri-l-dengan-l810-superzoom-dan-l26/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 07:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Camera]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[coolpix]]></category>
		<category><![CDATA[kamera]]></category>
		<category><![CDATA[L Series]]></category>
		<category><![CDATA[L26]]></category>
		<category><![CDATA[L810]]></category>
		<category><![CDATA[Nikon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=129303</guid>
		<description><![CDATA[Menyusul peluncuran jajaran kamera baru dari para kompetitor, Nikon mengumumkan sejumlah produk terbaru mereka yang meramaikan pasar kamera point and shoot. Produsen kamera asal Jepang tersebut meramaikan jajaran produk Coolpix seri L dengan L810 dan L26.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyusul peluncuran jajaran kamera baru dari para kompetitor, Nikon mengumumkan sejumlah produk terbaru mereka yang meramaikan pasar kamera <em>point and shoot</em>. Produsen kamera dan perangkat fotografi asal Jepang ini <a href="http://www.dpreview.com/news/2012/02/01/Nikon_CoolPix_L810_L26_S30">meramaikan jajaran produk Coolpix seri L</a> dengan menghadirkan kamera superzoom L810 dan kamera saku L26 yang menawarkan beragam kemudahan bagi para pengguna. Berikut sekilas feature yang ditawarkan Nikon dalam kedua kamera terbarunya tersebut:</p>
<h2>Nikon Coolpix L810</h2>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Nikon-Coolpix-L810.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-129304" title="Nikon Coolpix L810" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Nikon-Coolpix-L810.jpg" alt="" width="520" height="390" /></a></p>
<p>Kamera beresolusi 16 megapixel ini dilengkapi dengan lensa yang mampu melakukan optical zoom hingga 26x. Lensa <em>wide angle</em> 22,5mm ditambah dengan teknologi VR <em>image stabilization</em> yang dibenamkan oleh Nikon tingkat keburaman dalam hasil foto yang diambil dengan panjang focal yang maksimal. <em>Smart Portrait Systems </em>dan 19 <em>Scene Modes</em> memastikan setiap foto yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik.</p>
<p>Dengan tingkat zoom yang tinggi, L810 dapat menjadi pilihan yang tepat untuk pengambilan foto olahraga. Apalagi Nikon telah mempersenjatai kamera ini dengan mode <em>Sports Continuous Shooting</em> yang membantu pengguna dalam mengambil foto objek yang bergerak dengan cepat. Selain itu, L810 juga dapat digunakan untuk merekam video HD 720p dengan kecepatan 30fps. Hasil foto dan video dapat dilihat kembali melalui layar LCD berukuran 3 inci yang memiliki resolusi 921k dot. Nikon Coolpix L810 dijual dengan harga USD280.</p>
<h2>Nikon Coolpix L26</h2>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Nikon-Coolpix-L26.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-129305" title="Nikon Coolpix L26" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Nikon-Coolpix-L26.jpg" alt="" width="520" height="390" /></a></p>
<p>Melengkapi jajaran kamera saku <em>entry level </em>dengan tingkat kemudahan penggunaan yang tinggi, Nikon menghadirkan L26, kamera saku dengan resolusi 16 megapixel. Pengguna hanya perlu membidik objek, menekan tombol shutter, dan membiarkan <em>Scene Modes</em> otomatis dalam kamera ini yang bekerja untuk menghasilkan kualitas foto terbaik. Feature ini membuat L26 sangat cocok digunakan oleh para pengguna yang hanya ingin mengabadikan momen, tanpa memikirkan segi artistik dalam fotografi.</p>
<p>L26 dilengkapi dengan lensa NIKKOR dengan kemampuan optical zoom hingga 5x. Kemampuan rekam video HD 720p pun dihadirkan dalam kamera ini, begitupula dengan teknologi <em>vibration reduction</em> dan <em>Smart Portrait</em> yang membantu menghasilkan foto dan video terbaik dengan usaha yang minim dari pengguna. Hasil foto dan video tersebut dapat dilihat kembali melalui layar LCD 3 inci. Nikon Coolpix L26 dijual dengan harga USD120.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2012/02/nikon-lengkapi-jajaran-coolpix-seri-l-dengan-l810-superzoom-dan-l26/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panasonic Luncurkan 2 Kamera Tangguh, TS4 dan TS20</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2012/02/panasonic-luncurkan-2-kamera-tangguh-ts4-dan-ts20/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2012/02/panasonic-luncurkan-2-kamera-tangguh-ts4-dan-ts20/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 12:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Camera]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[DMC-TS20]]></category>
		<category><![CDATA[DMC-TS4]]></category>
		<category><![CDATA[kamera]]></category>
		<category><![CDATA[lumix]]></category>
		<category><![CDATA[Panasonic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=129163</guid>
		<description><![CDATA[Seorang petualang tentunya membutuhkan kamera yang mudah dibawa kemana-mana dan menawarkan kemampuan yang mumpuni, baik dari segi pengambilan foto dan video ataupun fitur tambahan lainnya. Termasuk eksterior tubuh yang tangguh, seperti dua kamera terbaru Panasonic, Lumix DMC-TS4 dan TS20.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang petualang tentunya membutuhkan kamera yang mudah dibawa ke mana-mana dan menawarkan kemampuan yang mumpuni, baik dari segi pengambilan foto dan video ataupun fitur tambahan lainnya. Fungsi GPS dan geo-tagging semakin marak digunakan untuk membantu para petualang menelusuri kembali perjalanan mereka melalui rangkaian foto yang mereka ambil. Namun, apa gunanya semua itu jika dalam perjalanan kamera tersebut terancam dirusak oleh alam? Panasonic memastikan hal tersebut tidak terjadi dengan meluncurkan dua kamera tangguh terbaru mereka, Lumix DMC-TS4 dan DMC-TS20.</p>
<h2>Lumix DMC-TS4</h2>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Panasonic-DMC-TS4-Front.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-129164" title="Panasonic DMC TS4 (Front)" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Panasonic-DMC-TS4-Front-600x450.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p>Kamera 12,1 megapixel ini dibalut dengan eksterior tubuh yang tahan air hingga kedalaman 12 meter, tahan banting hingga ketinggian dua meter, tahan debu, dan tahan beku hingga suhu -10°C. Feature GPS, compass, altimeter, dan barometer di dalamnya membuat TS4 cocok digunakan saat bepergian. Pengguna dapat memanfaatkan altimeter untuk mengukur tingkat kedalaman air ketika menyelam dan barometer untuk membantu meramalkan cuaca. Sistem GPS membantu pengguna merekam lokasi pengambilan foto.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Panasonic-DMC-TS4-Back.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-129165" title="Panasonic DMC TS4 (Back)" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Panasonic-DMC-TS4-Back-600x450.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p>TS4 dilengkapi dengan Venus Engine yang terintegrasi dengan Intelligent Noise Reduction untuk menghasilkan foto dan video berkualitas tinggi, serta Sonic Speed AF yang memungkinkan pengambilan foto <em>burst</em> berkecepatan tinggi. Selain itu, TS4 merupakan kamera seri TS pertama yang menawarkan kemampuan pengoperasian manual sehingga memungkinkan pengguna untuk meningkatkan kreativitas fotografi mereka dengan mengatur kecepatan shutter dan aperture. Ditambah dengan mode Time Lapse Shot, Miniature Effect, dan Panorama Shot, foto yang dihasilkan oleh kamera ini semakin bervariasi.</p>
<p><a href="http://www.dpreview.com/news/2012/01/31/Panasonic_DMC-TS4_DMC-FT4_waterproof_camera">Panasonic Lumix DMC-TS4</a> dijual dengan harga USD400 dalam pilihan warna jingga, biru, hitam, atau silver.</p>
<h2>Lumix DMC-TS20</h2>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Panasonic-DMC-TS20-Front.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-129166" title="Panasonic DMC TS20 (Front)" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Panasonic-DMC-TS20-Front-600x450.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p>Kamera yang satu ini memiliki sensor yang lebih besar dibanding TS4, yaitu 16,1 megapixel, tetapi dengan sejumlah pengurangan dalam segi ketangguhan eksterior. TS20 mampu menahan kedalaman air hingga 5 meter, tahan banting hingga ketinggian 1,5 meter, tahan debu, dan tahan beku hingga suhu -10°C. Kamera ini dilengkapi dengan lensa 25mm ultra-wide-angle dan 4x optical zoom yang dapat ditingkatkan hingga 8x melalui fungsi Intelligent Zoom.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Panasonic-DMC-TS20-Back.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-129167" title="Panasonic DMC TS20 (Back)" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/02/Panasonic-DMC-TS20-Back-600x450.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p>TS20 mampu merekam video HD 720p dengan kecepatan 30fps. Fungsi 4x optical zoom dapat secara aktif digunakan selama proses pengambilan gambar. Hasil video ini akan disimpan dalam format MP4, sehingga memudahkan pengguna untuk berbagi video dengan teman ataupun keluarga. Selain itu, TS20 juga dilengkapi dengan layar Intelligent LCD berukuran 2,7 inci dengan mode High Angle dan sejumlah fitur lainnya, seperti mode Intelligent Auto (iA), AF Trackin, Intelligent ISO Control, Face Recognition, Intelligent Scene Selector, dan Intelligent Exposure.</p>
<p><a href="http://www.dpreview.com/news/2012/01/31/Panasonic_DMC-TS20_DMC-FT20_launched">Panasonic Lumix DMC-TS20</a> dijual dengan harga USD180 dalam pilihan warna jingga, biru, hitam, dan merah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2012/02/panasonic-luncurkan-2-kamera-tangguh-ts4-dan-ts20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sony Umumkan 3 Kamera Cyber-shot yang Meramaikan Seri T dan W</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2012/01/sony-umumkan-3-kamera-cyber-shot-yang-meramaikan-seri-t-dan-w/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2012/01/sony-umumkan-3-kamera-cyber-shot-yang-meramaikan-seri-t-dan-w/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 05:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Camera]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[cmos]]></category>
		<category><![CDATA[Cyber-shot]]></category>
		<category><![CDATA[EXMOR R]]></category>
		<category><![CDATA[kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Sony]]></category>
		<category><![CDATA[TX200V]]></category>
		<category><![CDATA[WX50]]></category>
		<category><![CDATA[WX70]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=128760</guid>
		<description><![CDATA[Sony mengumumkan tiga produk terbarunya yang terdiri dari Cyber-shot DSC-TX200V, DSC-WX70, dan DSC-WX50 yang meramaikan pasar kamera point and shoot. Apa saja fitur dan teknologi yang disiapkan Sony untuk ketiga produk tersebut?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sony mengumumkan tiga produk terbarunya yang terdiri dari Cyber-shot DSC-TX200V, DSC-WX70, dan DSC-WX50 yang meramaikan pasar kamera <em>point and shoot</em>. Ketiga produk ini dilengkapi dengan teknologi Extra High Sensitivity yang meminimalkan <em>noise</em> dalam kondisi pencahayaan yang rendah. Teknologi Clear Image Zoom juga dihadirkan untuk meningkatkan kemampuan zoom virtual hingga dua kali lipat. Sony juga menambahkan sembilan pilihan Picture Effect untuk membantu pengguna dalam menghasilkan karya-karya foto yang artistik.</p>
<p>Selain teknologi yang meningkatkan kualitas foto, Sony meminjam teknologi stabilisasi gambar dari jajaran handycam mereka untuk memastikan kualitas video yang dihasilkan dari <a href="http://www.dpreview.com/news/2012/01/30/Sony_DSC-TX200V_DSC-WX70_DSC-WX50">DSC-TX200V, DSC-WX70, dan DSC-WX50</a>. Optical Steady Shot Active Mode yang dibenamkan oleh Sony mengurangi tingkat keburaman hasil gambar. Berikut fitur yang dibenamkan dalam masing-masing kamera.</p>
<h2>Cyber-shot DSC-TX200V</h2>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/DSC-TX200V-Front.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-128761" title="DSC-TX200V (Front)" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/DSC-TX200V-Front.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p>Mengusung desain khas seri T yang sangat tipis, TX200V dilengkapi dengan sensor CMOS Exmor R 18,2 megapixel yang merupakan resolusi tertinggi untuk sebuah kamera saku saat ini. Ditambah dengan kehadiran prosesor BIONZ, kamera ini mampu menghasilkan foto dan video berkualitas dengan tingkat <em>noise</em> yang rendah. Pengguna juga dimungkinkan untuk mengambil foto beresolusi 13 megapixel pada saat melakukan rekam video.</p>
<p>Para pengguna tidak perlu takut kehilangan momen ketika mengambil foto karena TX200V dilengkapi dengan fungsi Auto Focus berkecepatan 1,3 detik dalam kondisi pencahayaan yang terang dan 2,5 detik dalam kondisi gelap. Selain itu, kamera ini juga memiliki tubuh yang tahan air hingga kedalaman lima meter, tahan debu, dan tahan beku hingga suhu -10 derajat celcius.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/DSC-TX200-Rear.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-128762" title="DSC-TX200 (Rear)" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/DSC-TX200-Rear.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p>Untuk melihat hasil foto dan video langsung dari kamera, TX200V dilengkapi dengan layar sentuh Xtra Fine TruBlack OLED berukuran 3,3 inci. Kamera tangguh terbaru dalam seri T ini dijual dalam kisaran harga USD500 dengan pilihan warna silver, merah, dan violet.</p>
<h2>Cyber-shot DSC-WX70 dan WX50</h2>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/DSC-WX50-Front.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-128766" title="DSC-WX50 (Front)" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/DSC-WX50-Front.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p>Kedua model Cyber-shot terbaru dalam seri W ini dilengkapi dengan sensor CMOS Exmor R beresolusi 16,2 megapixel, serta kemampuan mengambil foto beresolusi 12 megapixel pada saat melakukan rekam video. Perbedaan antara kedua kamera ini terletak di layar LCD yang digunakan, pilihan warna, dan harganya. WX70 menggunakan layar sentuh LCD 921k dot berukuran 3,0 inci dan dijual seharga USD230 dengan pilihan warna silver, hitam, pink, violet, dan putih. WX50 menggunakan layar LCD berukuran 2,7 inci dan dijual seharga USD200 dengan dua pilihan warna, silver atau hitam.</p>
<div id="attachment_128767" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/DSC-WX70-Back.jpg"><img class="size-full wp-image-128767" title="DSC-WX70 (Back)" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/DSC-WX70-Back.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan belakang Sony Cyber-shot DSC-WX70.</p></div>
<div id="attachment_128768" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/DSC-WX50-Back.jpg"><img class="size-full wp-image-128768" title="DSC-WX50 (Back)" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/DSC-WX50-Back.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan belakang Sony Cyber-shot DSC-WX50.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2012/01/sony-umumkan-3-kamera-cyber-shot-yang-meramaikan-seri-t-dan-w/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buyer&#8217;s Guide Kamera DSLR 2011</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/12/buyers-guide-kamera-dslr-2011/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/12/buyers-guide-kamera-dslr-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 04:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pramanaya Tjokronegoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Camera]]></category>
		<category><![CDATA[1100d]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[600D]]></category>
		<category><![CDATA[a35]]></category>
		<category><![CDATA[A65]]></category>
		<category><![CDATA[A77]]></category>
		<category><![CDATA[buyersguide2011]]></category>
		<category><![CDATA[canon]]></category>
		<category><![CDATA[D5100]]></category>
		<category><![CDATA[dslr]]></category>
		<category><![CDATA[dslt]]></category>
		<category><![CDATA[eos]]></category>
		<category><![CDATA[Nikon]]></category>
		<category><![CDATA[SLT]]></category>
		<category><![CDATA[Sony]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=119325</guid>
		<description><![CDATA[Kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR) yang sebelumnya mendominasi pasar, tahun ini sepertinya menjadi anak bawang. Hanya empat DSLR yang diluncurkan di 2011 ini. Apakah DSLR tersebut masih layak dipertimbangkan? Simak ulasan kami.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR) yang sebelumnya mendominasi pasar, tahun ini sepertinya menjadi anak bawang. Hanya empat DSLR yang diluncurkan di 2011 ini, tiga dari Canon dan satu dari Nikon. Keempat kamera itu mungkin akan selesai dibahas dalam satu halaman.</p>
<p>Sedikitnya tipe DSLR yang diuncurkan tahun ini disebabkan banyaknya produsen yang beralih ke mirrorless. Bahkan, dari 12 produsen kamera yang masih aktif, hanya 3 produsen yang masih mau mengembangkan kamera DSLR.</p>
<p>Namun, kamera tipe DSLR masih menawarkan kualitas, kecepatan, dan fleksibilitas tertinggi. Oleh karena itu, DSLR tetap akan dibahas secara mendalam. Kami juga menyatukan kamera tipe Digital Single Lens Translucent yang memiliki kualitas dan kecepatan setara dengan DSLR.</p>
<h2>Kamera Digital Single Lens Reflex</h2>
<p>Image Quality: High-Very High, Speed: High, Flexibility: High</p>
<p><a rel="attachment wp-att-116304" href="http://www.jagatreview.com/?attachment_id=116304"><img title="Nikon-LensandFlashLineUp" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/12/Nikon-LensandFlashLineUp.jpg" alt="" width="350" height="319" /></a></p>
<p>Cara kerja DSLR sangat unik dan tak dapat ditemui pada tipe kamera lain. Kuncinya terletak pada cermin.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-34567" href="http://www.jagatreview.com/2011/01/buyers-guide-kamera-dslr/camera_slr/"><img title="camera_slr" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2010/12/camera_slr.gif" alt="" width="250" height="180" /></a></p>
<p>Cermin dalam DSLR memantulkan gambar dari lensa ke viewfinder. Ini memungkinkan Anda untuk melihat tampilan seperti yang akan ditangkap sensor. Viewfinder ini adalah tipe viewfinder optik (OVF). Dibandingkan viewfinder elektronik atau live-view, OVF menampilkan objek yang akan difoto lebih cerah, lebih tajam, dan tentu saja tanpa jeda. OVF memungkinkan akuisisi object dengan sangat cepat. Selain itu, berkat cermin yang sama, autofokus DSLR juga jauh lebih cepat. Kamera compact atau hybrid hanya dapat mengunci fokus setelah 0,5-2 detik sementara DSLR dapat melakukannya dalam 0,05-0,3 detik saja.</p>
<p>Namun, kamera DSLR juga adalah kamera yang cukup rumit digunakan. Hampir semua DSLR saat ini memaksa Anda untuk mengintip viewfinder sebelum dapat memotret. Memang, tersedia feature Live View dimana Anda dapat mengkomposisi menggunakan layar LCD, tetapi feature ini memperlambat kinerja kamera. Namun, banyak fotografer memilih DSLR karena kelas ini memberikan kualitas gambar terbaik. Bahkan DSLR senilai 4 juta rupiah dapat memberikan hasil foto jauh lebih baik daripada kamera saku 6 juta rupiah. DSLR baru yang diluncurkan tahun ini adalah Canon EOS 1100D, Canon EOS 600D, Canon EOS 1Dx, dan Nikon D5100.</p>
<div>
<dl id="attachment_33696">
<dt> </dt>
</dl>
</div>
<h2>Kamera Digital Single Lens Translucent</h2>
<p>Image Quality: High-Very High, Speed: High, Flexibility: High</p>
<p><a rel="attachment wp-att-116311" href="http://www.jagatreview.com/?attachment_id=116311"><img title="SLT-A77_phantom" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/12/SLT-A77_phantom.jpg" alt="" width="640" height="461" /></a></p>
<p>DSLT adalah tipe kamera yang sangat serupa dengan DSLR, kecuali untuk dua komponen utama: cermin utama dan rangkaian viewfinder optik. Cermin DSLR dapat membuka tutup untuk membelokkan cahaya. Saat cahaya dibelokkan ke optical viewfinder, kamera tak dapat memotret. Sebaliknya, saat cahaya jatuh ke sensor, fotografer tak dapat membidik.</p>
<p>DSLT menggunakan cermin fixed yang semi transparan. Dengan cermin transparan, cahaya dapat jatuh ke sensor dan sekaligus dibelokkan ke sensor AF. Dengan cara ini, AF, viewfinder, dan sensor digital dapat bekerja secara bersamaan, tidak lagi bergantian. Metoda ini memungkinkan tracking AF yang lebih akurat untuk perekaman video maupun pemotretan sampai 12 fps.</p>
<p>Saat ini, satu-satunya produsen kamera digital yang menggunakan sistem DSLT adalah Sony. Produsen ini sudah menyatakan tak akan memproduksi DSLR lagi karena mempercayai bahwa masa depan kamera digital ada pada DSLT. Pada 2011, Sony meluncurkan Alpha A35, A65, dan A77.</p>
<p>Jika Anda berminat memiliki DSLR/DSLT, maka feature yang perlu diperhatikan adalah:</p>
<h2>Viewfinder</h2>
<div>
<dl id="attachment_34959">
<dt><a rel="attachment wp-att-34959" href="http://www.jagatreview.com/2011/01/buyers-guide-kamera-dslr/viewfinder/"><img title="Viewfinder" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/01/Viewfinder.jpg" alt="" width="235" height="338" /></a></dt>
<dd>Perbedaan ukuran fisik viewfinder</dd>
</dl>
</div>
<p>Viewfinder optik mungkin dirasa menyulitkan untuk pemotretan sehari-hari tetapi perlu digunakan untuk mendapatkan kecepatan tertinggi. Viewfinder memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. DSLR terjangkau biasanya memiliki viewfinder yang gelap dan kecil, sementara yang mahal dilengkapi viewfinder yang cerah dan lega. Dalam viewfinder ada sebuah LCD panel yang menampilkan parameter pemotretan. Viewfinder optik hanya dapat ditemui pada DSLR. Pengguna DSLT akan berhadapan dengan viewfinder elektronik, seperti pada kamera mirrorless.</p>
<h2>Ukuran Sensor</h2>
<div>
<dl id="attachment_34987">
<dt><a rel="attachment wp-att-34987" href="http://www.jagatreview.com/2011/01/buyers-guide-kamera-dslr/sensor/"><img title="sensor" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/01/sensor.jpg" alt="" width="500" height="281" /></a></dt>
<dd>Tiga kamera dengan ukuran sensor berbeda</dd>
</dl>
</div>
<p>Sama seperti tipe kamera compact, DSLR dilengkapi dengan beragam ukuran sensor. Bedanya, lensa kamera compact sudah disesuaikan dengan ukuran sensor, sementara lensa DSLR dapat diganti semaunya. Ini menimbulkan masalah karena berarti lensa yang sama dapat memberikan sudut pandang berbeda di bodi berbeda. Pemilihan sensor juga dapat membatasi pilihan lensa. Lensa Canon EF-s, misalnya, tak dapat dipasangkan dengan bodi EOS 1Dx.</p>
<h2>Titik AF</h2>
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_34988" class="wp-caption alignnone" style="width: 638px;">
<dt><img title="1Dx" src="http://dancarrphotography.com/blog/wp-content/uploads/2011/10/Canon-1dx-focus-points.jpg" alt="" width="628" height="444" /></dt>
</dl>
</div>
<p>Dibandingkan kamera compact, autofokus pada DSLR lebih cepat. Namun, titik fokus DSLR terpaku pada lokasi-lokasi yang sudah dirancang. Anda tak bisa memindahkan titik fokus secara bebas seperti pada kamera compact. Oleh karena itu, feature ini sering menjadi penentu pemilihan DSLR. DSLR yang baik memiliki 10 titik fokus atau lebih yang posisinya tersebar merata ke sudut-sudut frame. Kebanyakan DSLR Canon masih dilengkapi AF 9 titik yang posisinya kurang menyudut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/12/buyers-guide-kamera-dslr-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PC Murah Harga 3 Jutaan untuk Fotografer</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/11/pc-murah-seharga-3-jutaan-yang-cocok-untuk-fotografer/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/11/pc-murah-seharga-3-jutaan-yang-cocok-untuk-fotografer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 13:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bhisma Sidarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Camera]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[amd]]></category>
		<category><![CDATA[AMD Phenom II]]></category>
		<category><![CDATA[buyers guide]]></category>
		<category><![CDATA[core i3]]></category>
		<category><![CDATA[dslr]]></category>
		<category><![CDATA[hdr]]></category>
		<category><![CDATA[intel]]></category>
		<category><![CDATA[jagatfeatures]]></category>
		<category><![CDATA[Nikon]]></category>
		<category><![CDATA[olympus]]></category>
		<category><![CDATA[pc photographer]]></category>
		<category><![CDATA[Penitum G]]></category>
		<category><![CDATA[photomatix]]></category>
		<category><![CDATA[photoshop cs 5]]></category>
		<category><![CDATA[photoshop lightroom]]></category>
		<category><![CDATA[RAW Conversion]]></category>
		<category><![CDATA[Sony]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=114277</guid>
		<description><![CDATA[Anda fotografer yang butuh PC olah digital murah namun canggih dan kencang? Mustahil? Tentu tidak. Cermati artikel ini untuk memperoleh resep membangun PC murah khusus untuk para fotografer.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-114789" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/pc-murah-seharga-3-jutaan-yang-cocok-untuk-fotografer/sony-dsc-1816/"><img class="alignnone size-full wp-image-114789" title="SONY DSC" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/PC-for-Photographer.jpg" alt="" width="600" height="459" /></a></p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/category/digicam/">Fotografi digital</a> sudah menjadi hobi yang ditekuni oleh banyak orang. Selain kamera (<a href="http://www.jagatreview.com/tag/dslr/">DSLR</a>), sebuah komputer untuk mengolah hasil foto menjadi perangkat wajib bagi para fotografer ini. Masalahnya, setelah membeli perangkat kamera yang canggih, biasanya sudah tidak banyak dana yang tersisa untuk membangun komputer yang kencang.</p>
<p><strong>Kenapa desktop PC?</strong> Ya, sebenarnya sebuah <a href="http://www.jagatreview.com/category/mobile-computing/">notebook</a> sudah bisa menjalankan software pengolah foto. Akan tetapi, dengan dana yang sama Anda tidak akan bisa memperoleh performa notebook yang setara dengan desktop PC. Jadi, untuk dana terbatas, desktop PC tetap menjadi pilihan terbaik untuk mengolah foto.</p>
<h2>Prosesor</h2>
<p><img class="alignnone" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/01/sandybridge-kwartet-sandybridge.jpg" alt="" width="600" height="425" /></p>
<p>Untuk prosesor kami memilih perwakilan baik dari <a href="http://www.jagatreview.com/tag/intel/">Intel</a> dan <a href="http://www.jagatreview.com/tag/amd/">AMD</a> yang menggunakan dual dan quad core. Dari kubu Intel, kami memilih dari keluarga <a href="http://www.jagatreview.com/tag/sandy-bridge/">Sandy Bridge</a>, yaitu <a href="http://www.jagatreview.com/2011/09/review-processor-pentium-g-840-murah-dan-lebih-kencang/">Pentium G 840</a> dan <a href="http://www.jagatreview.com/2011/03/review-prosesor-intel-core-i3-2100-sandy-bridge-dengan-harga-murah/">Core i3 2100</a>. Sedangkan dari AMD diwakili dari keluarga Deneb dalam bentuk Phenom II X2 560 BE dan X4 945. Performa prosesor sangat penting dalam pengolahan foto. Walaupun begitu, hal tersebut tidak berarti Anda harus membayar harga yang berlebihan. Keempat <a href="http://www.jagatreview.com/category/processors/">prosesor</a> yang kami pilih mewakili keseimbangan antara performa dengan harga.</p>
<h2>Motherboard</h2>
<p>Motherboard juga merupakan komponen yang penting dalam sebuah PC Desktop. Semakin banyak fitur yang diusung oleh sebuah motherboard, maka semakin mahal harga yang harus dibayarkan. Kunci dalam pemilihan motherboard adalah mencari yang benar-benar kita butuhkan sehingga tidak usah mengeluarkan dana yang berlebih. Salah satu fitur penting yang ingin kami ketengahkan dalam pemilihan motherboard untuk sistem ini adalah tersedianya USB 3.0. Fitur ini sangat penting ketika Anda harus memindahkan foto lebih cepat dari memory card dengan menggunakan <a href="http://www.jagatreview.com/tag/card-reader-usb-3-0/">card reader yang telah mendukung USB 3.0</a> atau peripheral lainnya yang menggunakan <a href="http://www.jagatreview.com/tag/usb-3-0/">koneksi USB 3.0</a>.</p>
<div id="attachment_114700" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-114700" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/pc-murah-seharga-3-jutaan-yang-cocok-untuk-fotografer/h61mu3s3m/"><img class="size-full wp-image-114700" title="H61MU3S3(m)" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/H61MU3S3m.jpg" alt="" width="600" height="362" /></a><p class="wp-caption-text">H61M/U3S3</p></div>
<p>Untuk platform Intel, kami memilih ASRock H61M/U3S3. Mengapa kami memilih motherboard tersebut? Kami merasa chipset H61 sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pengguna awam. Ditambah dengan disediakannya fitur USB 3.0 dan eSATA dengan harga yang cukup terjangkau (kurang lebih 800 ribu pada saat tulisan ini diturunkan), membuat motherboard ini menjadi pilihan yang tepat bagi sistem yang akan kita bangun ini.</p>
<div id="attachment_114650" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><a rel="attachment wp-att-114650" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/pc-murah-seharga-3-jutaan-yang-cocok-untuk-fotografer/b20101207_2/"><img class="size-full wp-image-114650" title="b20101207_2" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/b20101207_2.jpg" alt="" width="480" height="420" /></a><p class="wp-caption-text">Biostar A880GU3</p></div>
<p>Untuk menyusun sistem AMD, pilihan kami jatuh kepada Biostar A880GU3. Chipset 880G memiliki performa yang cukup mumpuni untuk mendukung dua prosesor pilihan kami. Fitur USB 3.0 pun tersedia pada motherboard ini, ditambah dengan tersedianya dua buah slot PCI yang memungkinkan upgrade dalam bentuk add-on card untuk peripheral-peripheral tambahan.</p>
<h2>RAM</h2>
<p><img class="alignnone" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/kingston-hyperx-t1-ram.jpg" alt="" width="600" height="450" /></p>
<p>Melihat hasil pengujian dari artikel terdahulu mengenai <a href="http://www.jagatreview.com/2011/11/ukuran-memori-pc-yang-pas-untuk-menjalankan-adobe-photoshop/">efek RAM pada kinerja Adobe Photoshop</a>, kami memilih untuk menggunakan RAM berukuran total 8 GB. Mengapa tidak 4 GB saja? Mengingat harga RAM saat ini tergolong murah, penggunaan RAM besar menjadi pilihan yang logis. Lagipula, software imaging akan bekerja lebih cepat dengan menggunakan RAM besar.</p>
<h2>Casing dan PSU</h2>
<p><img class="alignnone" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/08/Gigabyte-GZ-F-series-1.jpg" alt="" width="540" height="352" /></p>
<p>Untuk dana yang cenderung terbatas ini, kami menggunakan acuan casing+PSU <a href="http://www.jagatreview.com/2011/08/review-gigabyte-gz-f-series-case-murah-dari-gigabyte/">Gigabyte GZ-F1 480W</a>. Harganya yang cukup terjangkau (kisaran di bawah Rp300.000,-) mengizinkan kami untuk menyisihkan dana untuk komponen lainnya. Tidak ada salahnya juga, apabila preferensi Anda ada di casing jenis lain. Akan tetapi, pastikan bahwa harganya tidak melampaui Rp300.000,-.</p>
<h2>Hard disk</h2>
<p><a rel="attachment wp-att-95632" href="http://www.jagatreview.com/2011/09/pc-gaming-murah-seharga-2-jutaan-rupiah/largecapacitydrives_02/"><img class="alignnone size-full wp-image-95632" title="LargeCapacityDrives_02" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/09/LargeCapacityDrives_02.jpg" alt="" width="300" height="315" /></a></p>
<p>Harga hard disk yang melambung tinggi membuat pilihan perangkat ini menjadi sangat terbatas. Kapasitas 320 GB memang tidak bisa dianggap besar. Akan tetapi, mengingat limitasi dana yang tersedia, kami memilih untuk menggunakannya. Kapasitas 320 GB sudah cukup besar untuk pengerjaan foto dan menyimpan sebagian besar hasilnya. Pastikan saja bahwa Anda memilih jenis hard disk yang mengutamakan performa, bukan konsumsi daya, karena hard disk yang cenderung mengutamakan konsumsi daya rendah akan memberikan performa yang rendah pula.</p>
<h2>Optical Drive</h2>
<p><a rel="attachment wp-att-95840" href="http://www.jagatreview.com/2011/09/pc-gaming-murah-seharga-2-jutaan-rupiah/aa76547a/"><img class="alignnone size-full wp-image-95840" title="AA76547a" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/09/AA76547a.jpg" alt="" width="246" height="246" /></a></p>
<p>Dengan banyaknya foto yang dihasilkan, proses backup akan menjadi sangat penting, terutama dalam kondisi harga hard disk yang melambung tinggi seperti saat ini. Salah satu cara backup yang sederhana adalah dengan menggunakan DVD. Oleh sebab itu, pada PC eknomis untuk fotografer ini kami tetap menyarankan sebuah DVD-RW.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/11/pc-murah-seharga-3-jutaan-yang-cocok-untuk-fotografer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Samsung NX200: Beyond Expectation</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 01:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pramanaya Tjokronegoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Camera]]></category>
		<category><![CDATA[Full HD]]></category>
		<category><![CDATA[jagatreviews]]></category>
		<category><![CDATA[nx]]></category>
		<category><![CDATA[nx200]]></category>
		<category><![CDATA[panorama]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung]]></category>
		<category><![CDATA[samsung nx]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung NX200]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=113162</guid>
		<description><![CDATA[Samsung NX200 adalah kamera mirrorless generasi ketiga dari Samsung. Kamera ini diperbarui dari luar sampai dalam. Bahkan lensanya pun baru. Jagat Review mengupas tuntas kemampuan kamera ini dalam review ekstensif.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Samsung NX200 adalah kamera mirrorless generasi ketiga dari Samsung. Kamera ini diperbarui dari luar sampai dalam. Bahkan lensanya pun baru. Dan hasilnya? Luar biasa. Namun, sebelum kami mengulas performanya, mari kita tengok sekilas spesifikasi Samsung NX200.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-113166" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/111114-samsung-nx200_dsc06539/"><img class="aligncenter size-full wp-image-113166" title="111114 - Samsung NX200_DSC06539" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/111114-Samsung-NX200_DSC06539.jpg" alt="" width="580" height="308" /></a></p>
<p>Spesifikasi Samsung NX200:</p>
<ul>
<li>Sensor CMOS baru resolusi 20.3 Megapixel yang dikembangkan Samsung.</li>
<li>Mendukung semua lensa NX Samsung, crop factor 1,5x. Dipasarkan berikut lensa baru 18-55mm yang dilengkapi Optical Image Stabilizer dan i-Function.</li>
<li>Rancangan bodi baru dengan material logam.</li>
<li>AMOLED display 3 inci resolusi 614,000 dot.</li>
<li>Rentang ISO 100 &#8211; 12800.</li>
<li>TIdak ada built-in flash, tetapi dipasarkan dengan flash mini yang dapat dipasangkan di hotshoe. Hotshoe NX200 adalah tipe universal.</li>
<li>Mode continuous shot sampai 7 frame per detik.</li>
<li>Mode Panorama.</li>
<li>10 &#8220;Smart Filter&#8221; dan 13 &#8220;Magic Frame&#8221;.</li>
<li>Perekaman video Full HD 1920 x 1080 (30 fps) dengan audio stereo.</li>
<li>SD/SDHC/SDXC card slot.</li>
<li>Optional GPS module.</li>
<li>HDMI output.</li>
</ul>
<h2>Unboxing dan Product Tour</h2>
<p><a rel="attachment wp-att-113169" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/111114-samsung-nx200_dsc06559/"><img class="aligncenter size-full wp-image-113169" title="111114 - Samsung NX200_DSC06559" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/111114-Samsung-NX200_DSC06559.jpg" alt="" width="580" height="352" /></a></p>
<p>Selain flash dan hood, kelengkapan NX200 tidak berbeda dengan kebanyakan kamera. Dalam paket penjualan disertakan lensa, charger, kabel USB, strap kamera, buku panduan, dan CD driver.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-113170" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/111114-samsung-nx200_dsc06529/"><img class="aligncenter size-full wp-image-113170" title="111114 - Samsung NX200_DSC06529" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/111114-Samsung-NX200_DSC06529.jpg" alt="" width="580" height="385" /></a></p>
<p><a rel="attachment wp-att-113172" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/111114-samsung-nx200_dsc06531/"><img class="aligncenter size-full wp-image-113172" title="111114 - Samsung NX200_DSC06531" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/111114-Samsung-NX200_DSC06531.jpg" alt="" width="580" height="321" /></a>Kamera ini menggunakan koneksi standar micro-USB sehingga Anda dapat menggunakan kabel micro-USB reguler jika yang asli hilang.<a rel="attachment wp-att-113167" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/111114-samsung-nx200_dsc06538/"></a></p>
<p><a rel="attachment wp-att-113167" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/111114-samsung-nx200_dsc06538/"><img class="aligncenter size-full wp-image-113167" title="111114 - Samsung NX200_DSC06538" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/111114-Samsung-NX200_DSC06538.jpg" alt="" width="580" height="334" /></a></p>
<p>Bodi NX200 seluruhnya dibalut metal, berbeda dengan kamera NX sebelumnya.<br />
<a rel="attachment wp-att-113165" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/111114-samsung-nx200_dsc06540/"><img class="aligncenter size-full wp-image-113165" title="111114 - Samsung NX200_DSC06540" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/111114-Samsung-NX200_DSC06540.jpg" alt="" width="580" height="336" /></a></p>
<p>Di bagian kanan terdapat lapisan seperti kulit yang sebenarnya hanya selembar karet tipis. Lapisan ini membantu kamera digenggam lebih mantap.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-113168" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/111114-samsung-nx200_dsc06547/"><img class="aligncenter size-full wp-image-113168" title="111114 - Samsung NX200_DSC06547" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/111114-Samsung-NX200_DSC06547.jpg" alt="" width="580" height="329" /></a></p>
<p>Meskipun rancangan dan bentuk NX200 berbeda jauh dengan pendahulunya, NX100, namun konsepnya tetap sama. NX200 adalan kamera compact yang dilengkapi lensa interchangeable dan sensor APS-C yang relatif besar.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-113174" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/111114-samsung-nx200_dsc06542/"><img class="aligncenter size-full wp-image-113174" title="111114 - Samsung NX200_DSC06542" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/111114-Samsung-NX200_DSC06542.jpg" alt="" width="580" height="371" /></a></p>
<p>NX100 dilengkapi lensa 20-50mm yang kurang menarik. NX200 kini dilengkapi dengan lensa 18-55mm yang baru. Lensa 18-55 ini berbeda dengan sebelumnya karena dilengkapi i-Function. Melalui tombol di lensa ini, Anda dapat mengakses parameter pemotretan.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-113174" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/111114-samsung-nx200_dsc06542/"></a><a rel="attachment wp-att-113175" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/111114-samsung-nx200_dsc06544/"><img class="aligncenter size-full wp-image-113175" title="111114 - Samsung NX200_DSC06544" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/111114-Samsung-NX200_DSC06544.jpg" alt="" width="580" height="261" /></a></p>
<p>Perubahan besar di bagian atas kamera adalah lokasi tuas power yang kini terletak di sekitar tombol shutter. Selain itu, di bagian ini Anda dapat menemukan mic stereo, hotshoe, speaker, scroll dial, dan mode dial.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-113175" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/111114-samsung-nx200_dsc06544/"></a><a rel="attachment wp-att-113176" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/111114-samsung-nx200_dsc06545/"><img class="aligncenter size-full wp-image-113176" title="111114 - Samsung NX200_DSC06545" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/111114-Samsung-NX200_DSC06545.jpg" alt="" width="580" height="334" /></a></p>
<p>Sementara di bagian belakang, perubahan besar adalah scroll dial di sekitar tombol empat arah. Dengan perubahan ini, NX200 berarti dilengkapi dua scroll dial seperti DSLR. NX200 juga dilengkapi tombol perkaman video dedicated sehingga Anda dapat memulai perekaman video kapan saja.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-113177" href="http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/111114-samsung-nx200_dsc06546/"><img class="aligncenter size-full wp-image-113177" title="111114 - Samsung NX200_DSC06546" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/111114-Samsung-NX200_DSC06546.jpg" alt="" width="580" height="431" /></a></p>
<p>Port HDMI dan port USB tersembunyi di balik pelindung kecil.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/11/samsung-nx200-beyond-expectation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panasonic LUMIX DMC-GX1: Kamera Micro Four Thirds dengan ISO 12.800</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/11/panasonic-lumix-dmc-gx1-kamera-micro-four-thirds-dengan-iso-12-800/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/11/panasonic-lumix-dmc-gx1-kamera-micro-four-thirds-dengan-iso-12-800/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 02:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ernest Dimitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Camera]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Compact System Camera]]></category>
		<category><![CDATA[DMC-GX1]]></category>
		<category><![CDATA[lumix]]></category>
		<category><![CDATA[Lumix G]]></category>
		<category><![CDATA[Panasonic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=108454</guid>
		<description><![CDATA[Panasonic kembali meramaikan pasar kamera digital micro four thirds melalui seri LUMIX G terbarunya, DMC-GX1. Kamera ini dilengkapi dengan sensor 16 megapixel dan sensitivitas ISO hingga 12.800. Apa lagi kelebihan yang ditawarkan DMC-GX1?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Panasonic kembali meramaikan pasar kamera digital micro four thirds melalui seri LUMIX G terbarunya, DMC-GX1. Compact System Camera (CSC) terbaru <a href="http://www.jagatreview.com/tag/panasonic/">Panasonic</a> ini dilengkapi sensor Live MOS beresolusi 16 megapixel dan Venus Engine yang memastikan kualitas gambar yang dihasilkan menyerupai obyek aslinya. Untuk memungkinkan pengambilan foto berkualitas dalam kondisi pencahayaan yang buruk, Panasonic telah mempersenjatai GX1 dengan sensitivitas ISO hingga 12.800.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/Panasonic-DMC-GX1-front.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-108459" title="Panasonic DMC GX1 (front)" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/Panasonic-DMC-GX1-front.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a></p>
<p>Sama seperti kamera dalam seri LUMIX G lainnya, GX1 mengadopsi sistem fokus Contrast AF yang memungkinkan proses fokus dilakukan oleh sensor gambar. Dengan sistem ini, GX1 mampu menghasilkan gambar berresolusi tinggi dan mengurangi noise. Proses penyesuaian fokus pun dapat dilakukan dengan cepat melalui Light Speed AF yang memungkinkan proses Auto Focus dilakukan hanya dalam waktu 0,09 detik. Kecepatan ini dapat dicapai dengan sinkronisasi antara lensa dan sensor yang dilakukan dengan kecepatan 120 fps.</p>
<p>LUMIX DMC-GX1 memiliki layar sentuh LCD berukuran 3 inci yang dilengkapi dengan sistem touch-control sehingga pengguna dapat mengatur fokus kamera hanya dengan menyentuh layar berresolusi 460.000 dot. Dengan fungsi AF Tracking, GX1 dapat mengunci dan mengikuti gerak subjek dalam fokus, bahkan dalam keadaan bergerak. Sama seperti kamera digital pada umumnya, GX1 dapat digunakan untuk merekam video HD dalam format AVCHD.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/Panasonic-DMC-GX1-back.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-108460" title="Panasonic DMC GX1 (back)" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/Panasonic-DMC-GX1-back.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a></p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/Panasonic-DMC-GX1-top.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-108461" title="Panasonic DMC GX1 (top)" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/11/Panasonic-DMC-GX1-top.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a></p>
<p><a href="http://www.dpreview.com/news/1111/11110719gx1.asp">Panasonic LUMIX DMC-GX1</a> akan segera hadir di pasaran pertengahan bulan Desember mendatang dengan kisaran harga USD699.99 hingga USD949.99, tergantung pilihan kit. Ada 14 lensa Micro Four Thirds yang dapat memenuhi setiap kebutuhan para fotografer—dari standard zoom, telephoto, single focal length, wide-angle, fish-eye, macro, hingga lensa 3D.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/11/panasonic-lumix-dmc-gx1-kamera-micro-four-thirds-dengan-iso-12-800/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review of Canon Ixus 310HS: Canon Best Touch Screen Camera</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/10/review-of-canon-ixus-310hs-canon-best-touch-screen-camera/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/10/review-of-canon-ixus-310hs-canon-best-touch-screen-camera/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 15:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Angelina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Camera]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=108188</guid>
		<description><![CDATA[HS system from Canon, which means High Sensitivity, consists of three components, called CMOS back illuminated sensor, a wide aperture lens (f/2.0), and advanced DIGIC processor. This system proved reliable on the Canon S95, producing photographs that extraordinary low light conditions. Now, the same system is present on the Ixus 310HS. All components are already proven his skill presented on this camera. In fact, Ixus 310HS has many advantages compared to S95, such as a touch screen and Full HD video recording capabilities. JagatReview test the performance of this camera.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-105755" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1647/"><img class="aligncenter size-full wp-image-105755" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20111003-DSC03267.jpg" alt="" width="580" height="344" /></a></p>
<p>HS system from Canon, which means High Sensitivity, consists of three components, called CMOS back illuminated sensor, a wide aperture lens (f/2.0), and advanced DIGIC processor. This system proved reliable on the Canon S95, producing photographs that extraordinary low light conditions. Now, the same system is present on the Ixus 310HS. All components are already proven his skill presented on this camera. In fact, Ixus 310HS has many advantages compared to S95, such as a touch screen and Full HD video recording capabilities. JagatReview test the performance of this camera.</p>
<p><strong>Canon Ixus 310HS specifications at a glance</strong></p>
<ul>
<li>High sensitivity CMOS sensor 12.1 megapixel</li>
<li>4.4 x f/2.0-5.8 zoom lens, equivalent to 24 to 105.6 mm</li>
<li>Vibration damper on the lens, with dynamic IS for movie recording</li>
<li>3.2-inch touch screen 461 000 dot resolution</li>
<li>Available Smart AUTO and Manual Exposure modes</li>
<li>Video recording Full HD 1920 x 1080 (24 fps) with stereo audio</li>
<li>The optical zoom can be used when recording video</li>
<li>HDMI output</li>
<li>Price Rp2.700.000</li>
</ul>
<h2><strong>Product Tour</strong></h2>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-105759" style="border-style: initial; border-color: initial;" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20111003-DSC03358.jpg" alt="" width="580" height="352" /></p>
<p>No different from other Canon cameras, you get a USB cable and AV cable in the sales package. In addition, charger, strap, CD applications, and guide books. The content of this sales package can be practically unchanged since we first tried digital Ixus, about 8 years ago.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-105756" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1648/"><img class="aligncenter size-full wp-image-105756" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20111003-DSC03271.jpg" alt="" width="580" height="332" /></a><a rel="attachment wp-att-105757" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/attachment/20110518103217408/"></a></p>
<p>The range of only 4.4x zoom lens Slightly shorter than the Ixus in general. In the vicinity of the lens there is a flash, AF assist lamp, and two stereo mic. You need to be careful when recording video, make sure fingers do not cover one of these mics.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-105757" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/attachment/20110518103217408/"><img class="aligncenter size-full wp-image-105757" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20110518103217408.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><a rel="attachment wp-att-105758" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1649/"></a></p>
<p>The touch screen is 3.2 inches wide at the incredible this petite camera. All but one button on the back of the camera have been excluded. All features are accessible via the touch screen.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-105758" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1649/"><img class="aligncenter size-full wp-image-105758" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20111003-DSC03269.jpg" alt="" width="580" height="238" /></a></p>
<p>At the top, buttons and levers left only a little. This camera is slightly thicker than the other Ixus.</p>
<div id="attachment_105760" class="wp-caption aligncenter" style="width: 590px"><a rel="attachment wp-att-105760" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1651/"><img class="size-full wp-image-105760" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20111003-DSC03272.jpg" alt="" width="580" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">Batteries and memory card slots</p></div>
<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-105761" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1652/"></a></p>
<p><a rel="attachment wp-att-105761" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1652/"><img class="aligncenter size-full wp-image-105761" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20111003-DSC03273.jpg" alt="" width="580" height="323" /></a></p>
<p>Ixus 310 HS has an HDMI port to connect the camera to an HD television. It is also available port combo USB / AV Out to connect camera with a computer or a non-HD television.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-105761" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1652/"></a><a rel="attachment wp-att-105762" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1653/"><img class="aligncenter size-full wp-image-105762" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20111003-DSC03274.jpg" alt="" width="580" height="335" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/10/review-of-canon-ixus-310hs-canon-best-touch-screen-camera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Canon Ixus 310HS: Kamera Layar Sentuh Terbaik Canon</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 01:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pramanaya Tjokronegoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Camera]]></category>
		<category><![CDATA[310hs]]></category>
		<category><![CDATA[canon]]></category>
		<category><![CDATA[high sensitivity]]></category>
		<category><![CDATA[ixus]]></category>
		<category><![CDATA[ixus 310]]></category>
		<category><![CDATA[ixus 310 hs]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=105753</guid>
		<description><![CDATA[Ixus 310HS dilengkapi sistem high sensitivity dari Canon yang sebelumnya sudah terbukti andal dalam kondisi low-light. Dipadukan dengan feature lain dan harga yang terjangkau, kamera ini memiliki value yang impresif. Bagaimana performanya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-105755" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1647/"><img class="aligncenter size-full wp-image-105755" title="SONY DSC" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20111003-DSC03267.jpg" alt="" width="580" height="344" /></a></p>
<p>Sistem HS dari Canon, yang berarti High Sensitivity, terdiri dari 3 komponen yaitu sensor CMOS back illuminated, lensa aperture lebar (f/2.0), dan porcessor DiGIC tercanggih. Sistem ini terbukti andal pada Canon S95, menghasilkan foto-foto yang luar biasa pada kondisi kurang cahaya. Kini, sistem yang sama hadir pada Ixus 310HS. Semua komponen yang sudah terbukti kepiawaiannya dihadirkan pada kamera ini. Bahkan, Ixus 310HS memiliki berbagai kelebihan dibandingkan S95, seperti layar sentuh dan kemampuan perekaman video Full HD. JagatReview menguji kinerja kamera ini.</p>
<p><strong>Sekilas spesifikasi Canon Ixus 310HS</strong></p>
<ul>
<li>Sensor CMOS high sensitivity 12,1 megapixel</li>
<li>Lensa zoom 4,4x f/2.0-5.8, setara dengan 24-105,6 mm</li>
<li>Peredam getar pada lensa, dengan dynamic IS untuk perekaman film</li>
<li>Layar sentuh 3,2 inci resolusi 461,000 dot</li>
<li>Tersedia Smart AUTO dan Manual Exposure mode</li>
<li>Perekaman video Full HD 1920 x 1080 (24 fps) dengan audio stereo</li>
<li>Zoom optik dapat digunakan saat merekam video</li>
<li>HDMI output</li>
<li>Harga Rp2.700.000</li>
</ul>
<h2><strong>Product Tour</strong></h2>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-105759" style="border-style: initial; border-color: initial;" title="SONY DSC" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20111003-DSC03358.jpg" alt="" width="580" height="352" /></p>
<p>Tak beda dengan kamera Canon lain, Anda mendapatkan kabel USB dan kabel AV dalam paket penjualan. Selain itu, charger, strap, CD aplikasi, dan  buku panduan. Konten paket penjualan ini dapat dibilang tak berubah sejak kami pertama mencoba Ixus digital, sekitar 8 tahun lalu.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-105756" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1648/"><img class="aligncenter size-full wp-image-105756" title="SONY DSC" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20111003-DSC03271.jpg" alt="" width="580" height="332" /></a><a rel="attachment wp-att-105757" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/attachment/20110518103217408/"></a></p>
<p>Rentang zoom lensa hanya 4,4x. Sedikit lebih pendek dari Ixus pada umumnya. Di sekitar lensa terdapat flash, lampu AF assist, dan kedua mic stereo. Anda perlu berhati-hati saat merekam video agar jari Anda tak menutupi salah satu mic ini.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-105757" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/attachment/20110518103217408/"><img class="aligncenter size-full wp-image-105757" title="20110518103217408" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20110518103217408.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><a rel="attachment wp-att-105758" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1649/"></a></p>
<p>Layar sentuh 3,2 inci luar biasa lebar pada kamera semungil ini. Semua kecuali satu tombol di belakang kamera sudah dihilangkan. Semua feature diakses via layar sentuh.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-105758" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1649/"><img class="aligncenter size-full wp-image-105758" title="SONY DSC" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20111003-DSC03269.jpg" alt="" width="580" height="238" /></a></p>
<p>Di bagian ataspun tombol dan tuas hanya tersisa sedikit. Kamera ini sedikit lebih tebal dibandingkan Ixus lain.</p>
<div id="attachment_105760" class="wp-caption aligncenter" style="width: 590px"><a rel="attachment wp-att-105760" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1651/"><img class="size-full wp-image-105760" title="SONY DSC" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20111003-DSC03272.jpg" alt="" width="580" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">Slot baterai dan memory card</p></div>
<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-105761" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1652/"></a></p>
<p><a rel="attachment wp-att-105761" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1652/"><img class="aligncenter size-full wp-image-105761" title="SONY DSC" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20111003-DSC03273.jpg" alt="" width="580" height="323" /></a></p>
<p>Ixus 310 HS dilengakpi port HDMI untuk menghubungkan kamera dengan televisi HD. Juga tersedia port combo USB/AV Out untuk menghibungkan kamera dengan komputer atau televisi non-HD.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-105761" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1652/"></a><a rel="attachment wp-att-105762" href="http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/sony-dsc-1653/"><img class="aligncenter size-full wp-image-105762" title="SONY DSC" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/10/20111003-DSC03274.jpg" alt="" width="580" height="335" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/10/review-canon-ixus-310hs-kamera-layar-sentuh-terbaik-canon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

