<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jagat Review &#187; David Forbes</title>
	<atom:link href="http://www.jagatreview.com/tag/david-forbes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jagatreview.com</link>
	<description>Jagat Review is a review website that focused on consumer goods, hardware, technology updates, geek culture and everything in-between</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 May 2013 12:00:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Menyaksikan Video lewat Sebuah Rompi? Tidak Mustahil!</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2012/01/menyaksikan-video-lewat-sebuah-rompi-tidak-mustahil/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2012/01/menyaksikan-video-lewat-sebuah-rompi-tidak-mustahil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 11:15:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky Natalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Popular Science]]></category>
		<category><![CDATA[David Forbes]]></category>
		<category><![CDATA[ipod]]></category>
		<category><![CDATA[lampu LED]]></category>
		<category><![CDATA[pop-sci]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=123218</guid>
		<description><![CDATA[<div style="float:left;"><img width="150" height="100" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/DavidForbes_StevenMeckler-150x100.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="DavidForbes_StevenMeckler" style="margin-bottom: 15px;" /></div>Seorang ahli pelistrikan menciptakan sebuah layar yang ditempelkan ke sebuah rompi.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div style="float:left;"><img width="150" height="100" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/DavidForbes_StevenMeckler-150x100.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="DavidForbes_StevenMeckler" style="margin-bottom: 15px;" /></div><p>Menyematkan barcode di sebuah kaos yang berfungsi untuk menghubungkannya ke PC untuk bermain gitar visual tampaknya sudah bukan hal aneh lagi. Karena, sekarang, kita bahkan sudah bisa menyaksikan video melalui sebuah rompi!</p>
<p>Awalnya, rompi tersebut adalah sebuah mantel. Sang insinyur listrik, David Forbes, memiliki ide untuk membuat sebuah layar yang ditempelkan di sebuah mantel ketika ia memiliki banyak lampu LED di rumahnya. Produk ini telah berhasil tercipta tahun 2009. Forbes menyebutnya sebagai “<a href="http://www.popsci.com/diy/article/2011-11/you-built-what-wearable-led-television">Televisi Terburuk di Dunia</a>”.</p>
<p>Saat ini, Forbes mengembangkan produknya dengan merakit sebuah “televisi” berbobot lebih ringan—produk sebelumnya memiliki bobot 50 pon. Ia pun mengukur ulang sebuah mantel dan memperkirakan jumlah lampu LED yang mampu “tertampung” di mantel tersebut untuk menciptakan sebuah layar berukuran 160 x 120 pixel. Lalu, memasang beberapa papan sirkuit fleksibel (menjadikannya cukup panjang) yang masing-masing memuat 30 baris LED dan mengirimkannya ke pabrik pembuatan papan sirkuit untuk membuat 175 buah.</p>
<div id="attachment_123242" class="wp-caption aligncenter" style="width: 535px"><a rel="attachment wp-att-123242" href="http://www.jagatreview.com/2012/01/menyaksikan-video-lewat-sebuah-rompi-tidak-mustahil/screenshot_stevenmeckler/"><img class="size-full wp-image-123242" title="ScreenShot_StevenMeckler" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/ScreenShot_StevenMeckler.jpg" alt="" width="525" height="403" /></a><p class="wp-caption-text">Saat rompi memutar sebuah video, lima gigabit data mengalir secara deras ke lampu-lampu LED tiap detiknya.</p></div>
<p>Forbes merakit sebuah papan sirkuit tambahan untuk menurunkan sinyal video analog dari iPod-nya, dan tiga papan sirkuit lainnya yang “menerjemahkan” sinyal tersebut ke LED yang ada dan menghantarkan daya dari dua buah baterai <em>lithium-polymer</em> yang diletakkan di kantong celananya. Papan kontrol tertempel dengan erat di punggung mantel, begitu pula papan layar fleksibel di bagian depan dan belakang mantel. Lalu, ia memotong kedua lengan mantel dan menjadikannya “rompi berlayar”. Penampilan final produk ini hanya berbobot 8 pon.</p>
<div id="attachment_123234" class="wp-caption aligncenter" style="width: 535px"><a rel="attachment wp-att-123234" href="http://www.jagatreview.com/2012/01/menyaksikan-video-lewat-sebuah-rompi-tidak-mustahil/davidforbes_stevenmeckler/"><img class="size-full wp-image-123234" title="DavidForbes_StevenMeckler" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/01/DavidForbes_StevenMeckler.jpg" alt="" width="525" height="531" /></a><p class="wp-caption-text">Televisi rompi ini terdiri dari 14.400 lampu LED berwarna hijau, merah, dan biru yang menciptakan 4.667 pixel.</p></div>
<p>Bagaimana dengan suara? Forbes menyertakan benda ciptaan lainnya, sebuah boom box yang dibuatnya untuk sepeda yang ia ciptakan dari pipa pembuangan dan bagian-bagian dari speaker kapal laut.</p>
<p>Televisi ini dapat bekerja dengan baik dan dapat disaksikan dengan nyaman. Forbes membutuhkan waktu selama 6 bulan untuk membuat televisi ini. Produk ini bernilai US$20.000.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2012/01/menyaksikan-video-lewat-sebuah-rompi-tidak-mustahil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
