<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jagat Review &#187; Seth Rogen</title>
	<atom:link href="http://www.jagatreview.com/tag/seth-rogen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jagatreview.com</link>
	<description>Jagat Review is a review website that focused on consumer goods, hardware, technology updates, geek culture and everything in-between</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 May 2013 14:24:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>50/50: Kisah Dramatis tentang Penderita Kanker</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2012/04/5050-kisah-dramatis-tentang-penderita-kanker/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2012/04/5050-kisah-dramatis-tentang-penderita-kanker/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 04:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky Natalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movies]]></category>
		<category><![CDATA[50/50]]></category>
		<category><![CDATA[Anjelica Huston]]></category>
		<category><![CDATA[Anna Kendrick]]></category>
		<category><![CDATA[Bryce Dallas Howard]]></category>
		<category><![CDATA[drama]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[jagatreviews]]></category>
		<category><![CDATA[Jonathan Levine]]></category>
		<category><![CDATA[Joseph Gordon-Levitt]]></category>
		<category><![CDATA[Mandate Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[Serge Houde]]></category>
		<category><![CDATA[Seth Rogen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=145013</guid>
		<description><![CDATA[<div style="float:left;"><img width="150" height="100" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/04/50-50-Poster-150x100.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="50-50-Poster" style="margin-bottom: 15px;" /></div>Berada di umur 20 something dan mengidap kanker bukanlah hal yang diinginkan siapa]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div style="float:left;"><img width="150" height="100" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/04/50-50-Poster-150x100.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="50-50-Poster" style="margin-bottom: 15px;" /></div><p>Bagaimana rasanya jika suatu hari Anda mengetahui bahwa sakit yang sering Anda rasakan adalah kanker, padahal saat itu Anda belum mencapai umur 30 tahun dan masih berstatus<em> single</em>? Semua orang tidak ada yang mau mendengar kata “kanker” di sepanjang hidupnya. Namun, jika itu benar-benar terjadi, apa yang akan terjadi dengan hidup Anda?</p>
<p>Film yang sebenarnya telah rilis tahun lalu ini berkisah mengenai perjuangan seorang pria yang didiagnosis mengidap kanker tulang belakang. Kisah ini sendiri diadaptasi dari pengalaman pribadi sang penulis naskah, Will Reiser, yang adalah sahabat Seth Rogen, salah satu pemain sekaligus produser film ini. Berdasarkan pengalaman Reiser, keduanya memutuskan untuk mengangkat kisah ini ke layar lebar dan membumbuinya dengan sedikit unsur komedi. Hhmm, film mengenai perjuangan hidup melawan penyakit dengan sentuhan komedi? <em>Let’s give this film a try&#8230;</em></p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/2012/04/5050-kisah-dramatis-tentang-penderita-kanker/50-50-poster/" rel="attachment wp-att-145015"><img class="aligncenter size-medium wp-image-145015" title="50-50-Poster" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/04/50-50-Poster-405x600.jpg" alt="" width="405" height="600" /></a></p>
<p>Film berjudul <em>50/50</em> ini berkisah mengenai kehidupan Adam Lerner (Joseph Gordon-Levitt), seorang jurnalis radio berumur 27 tahun. Adam mengetahui bahwa ia mengidap kanker langka ketika sebelumnya ia mengalami sakit berkelanjutan di bagian tulang belakangnya. Adam berusaha menerima keadaannya dengan perasaan tenang dan meyakinkan dirinya bahwa keadaannya akan baik-baik saja. Ia pun rutin melakukan kegiatan-kegiatan barunya, kemoterapi dan bertemu terapis. Selama melakukan itu semua, Adam hanya mendapatkan dukungan dari sahabatnya, Kyle (Seth Rogen) dan pacarnya, Rachel (Bryce Dallas Howard), sedangkan ibunya (Anjelica Huston) sudah terlalu sibuk mengurusi ayahnya (Serge Houde) yang mengidap dementia. Melalui informasi yang didapat dari Internet, Adam mengetahui bahwa kemungkinan hidupnya 50:50 dengan melakukan operasi pengangkatan tumor.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/2012/04/5050-kisah-dramatis-tentang-penderita-kanker/attachment/5050/" rel="attachment wp-att-145016"><img class="aligncenter size-medium wp-image-145016" title="5050" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/04/5050-600x375.jpg" alt="" width="600" height="375" /></a></p>
<p>Mengidap sebuah penyakit mematikan bukanlah hal yang mudah bagi Adam. Ia kesulitan mengekspresikan perasaan-perasaannya bahkan kepada terapisnya, Katherine (Anna Kendrick), yang membuat hubungan keduanya tidak begitu mulus di awal. Hidup Adam semakin suram ketika Kyle memergoki Rachel selingkuh dengan pria lain. Bersama satu-satunya orang yang ia percaya, Kyle, Adam menjalani hari-harinya untuk melawan penyakitnya.</p>
<h2><em>Is This a Drama-Comedy Film?</em></h2>
<p>Saya setuju jika film ini dikategorikan ke dalam genre drama. Namun, komedi? <em>Seriously</em>? Selama menyaksikan film ini, saya cukup terlarut dalam perasaan sang tokoh utama, Adam Lerner, dan beberapa kali menghela napas berat dan menahan tetesan air mata. Jadi, di mana letak unsur komedinya?</p>
<p>Ketika mengetahui keberadaan komedian Seth Rogen di film ini, saya pun sempat menerka-nerka apakah film ini akan dipenuhi unsur komedi seperti film-film Rogen pada umumnya. Apalagi, komedian tersebut tidak hanya berperan sebagai pemain saja, melainkan juga sebagai produser. Sayangnya, unsur komedi yang dimaksudkan Rogen di film ini tidak berhasil dieksekusi dengan baik karena unsur dramanya terlalu kuat. Akting Joseph Gordon-Levitt sebagai penderita kanker—didukung dengan <em>make up</em> dan gaya plontosnya—yang depresi dan mengalami tekanan batin terlalu kuat untuk disejajarkan dengan lelucon-lelucon yang dilempar lawan mainnya. Beberapa lelucon yang ada di film ini saya anggap sebagai pemanis dan pencair suasana, tetapi tidak terlalu kuat untuk membuat film ini dikategorikan sebagai film komedi.</p>
<p><a href="http://www.jagatreview.com/2012/04/5050-kisah-dramatis-tentang-penderita-kanker/50-50-movie/" rel="attachment wp-att-145014"><img class="aligncenter size-full wp-image-145014" title="50-50-Movie" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/04/50-50-Movie.jpg" alt="" width="480" height="320" /></a></p>
<p>Film ini justru terlihat memfokuskan diri ke pergulatan batin yang dialami Adam Lerner dan usahanya untuk menguasai emosi-emosinya dalam menghadapi penyakit dan masalah hidupnya. Film ini bukanlah film dengan kisah inspiratif yang bisa membuat siapa pun yang menontonnya tergugah untuk semakin memotivasi diri untuk kuat menghadapi cobaan hidup yang lebih ringan dari penyakit kanker. Film ini lebih bersifat deskriptif yang akan membuat penonton merasakan kesedihan, kekecewaan, kesendirian, dan keputusasaan yang dialami sang tokoh utama. Film ini juga menonjolkan unsur kesetiaan yang ditunjukkan Kyle saat menemani Adam di saat-saat terberatnya.</p>
<p>Jika Anda menyukai film-film bergenre drama yang akan membuat mata Anda basah sepanjang film berlangsung, 50/50 adalah pilihan yang tepat.</p>
<p><strong>Tanggal rilis:<br />
</strong>30 September 2011 (Amerika)</p>
<p><strong>Genre:<br />
</strong>Drama</p>
<p><strong>Durasi:<br />
</strong>100 menit</p>
<p><strong>Sutradara:<br />
</strong>Jonathan Levine</p>
<p><strong>Pemain:<br />
</strong>Joseph Gordon-Levitt, Seth Rogen, Anna Kendrick, Bryce Dallas Howard, Anjelica Huston</p>
<p><strong>Studio:<br />
</strong>Mandate Pictures</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2012/04/5050-kisah-dramatis-tentang-penderita-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Green Hornet Kembali dalam Bentuk Layar Lebar</title>
		<link>http://www.jagatreview.com/2011/02/the-green-hornet-kembali-dalam-bentuk-layar-lebar/</link>
		<comments>http://www.jagatreview.com/2011/02/the-green-hornet-kembali-dalam-bentuk-layar-lebar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 06:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky Natalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movies]]></category>
		<category><![CDATA[action komedi]]></category>
		<category><![CDATA[Bruce Lee]]></category>
		<category><![CDATA[Cameron Diaz]]></category>
		<category><![CDATA[Green Hornet]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Chou]]></category>
		<category><![CDATA[Kato]]></category>
		<category><![CDATA[program radio]]></category>
		<category><![CDATA[Seth Rogen]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jagatreview.com/?p=39714</guid>
		<description><![CDATA[<div style="float:left;"><img width="150" height="100" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/01/Green-Hornet-Movie-Poster-150x100.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="Green Hornet Movie Poster" style="margin-bottom: 15px;" /></div>﻿Anda hidup pada era tahun 30-an? Atau, mungkin nenek atau orangtua Anda pernah]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div style="float:left;"><img width="150" height="100" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/01/Green-Hornet-Movie-Poster-150x100.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="Green Hornet Movie Poster" style="margin-bottom: 15px;" /></div><p><strong>﻿</strong>Anda hidup pada era tahun 30-an? Atau, mungkin nenek atau orangtua Anda pernah cerita mengenai sebuah program radio yang menceritakan mengenai sepak terjang superhero bernama Green Hornet? Tidak? Oke, saatnya berkenalan dengan karakter yang satu ini!</p>
<p><a rel="attachment wp-att-39750" href="http://www.jagatreview.com/2011/02/the-green-hornet-kembali-dalam-bentuk-layar-lebar/green-hornet-movie-poster/"><img class="aligncenter size-full wp-image-39750" title="Green Hornet Movie Poster" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/01/Green-Hornet-Movie-Poster.jpg" alt="" width="520" height="771" /></a></p>
<p>Green Hornet adalah nama karakter yang juga digunakan sebagai judul sebuah program radio Amerika pada tahun 1936. Kesuksesan program ini membuatnya diangkat ke dalam bentuk komik tahun 1940, disusul dengan versi filmnya di tahun 1940 dan 1941. Puncaknya, cerita mengenai pria bertopeng ini diangkat ke dalam serial televisi (1966—1967) dan mengangkat nama Bruce Lee untuk pertama kalinya berkat perannya sebagai Black Beauty atau yang lebih dikenal sebagai Kato, <em>partner in crime</em>-nya Green Hornet.</p>
<p>Yep, Green Hornet sebenarnya bukan karakter superhero murni layaknya Batman, Spiderman, atau Superman. Ia lebih tepat digambarkan sebagai karakter yang sempat “khilaf” karena melakukan berbagai bentuk kejahatan. Identitas sebenarnya Green Hornet adalah Britt Reid (Seth Rogen), pemuda gagal yang mendapatkan warisan melimpah dari ayahnya, James Reid, yang juga pemilik penerbitan koran, The Daily Sentinel. Sepeninggal ayahnya, Britt seakan mendapatkan kebebasannya dan dapat melakukan apa pun tanpa campur tangan orang lain. Ia pun menemukan fakta bahwa montir ayahnya, Kato (Jay Chou), memiliki bakat yang luar biasa dalam mendesain mobil dan senjata, dan juga ilmu bela diri. Ia lalu menciptakan karakter Green Hornet yang melakukan kejahatan di lingkungan Los Angeles dengan menggunakan konsep kejahatan yang dijabarkan oleh sekretarisnya, Lenore Case (Cameron Diaz), hanya untuk mendapatkan popularitas. Keisengan Britt memancing kemarahan Chudnovsky (Christopher Waltz), mafia narkotika asal Rusia. Keadaan semakin berantakan saat Green Hornet menjadi terkenal dan diincar banyak pihak. Penyelesaian seperti apa yang akan diambil oleh Britt untuk menyelamatkan diri dan nama baiknya?</p>
<p><a rel="attachment wp-att-39749" href="http://www.jagatreview.com/2011/02/the-green-hornet-kembali-dalam-bentuk-layar-lebar/green-hornet2/"><img class="aligncenter size-full wp-image-39749" title="green hornet2" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/01/green-hornet2.jpg" alt="" width="640" height="427" /></a></p>
<p>Saya kurang mengetahui genre yang digunakan di kisah original Green Hornet. Namun, di versi terbarunya, kisah ini dikemas dalam bentuk action-komedi, nyaris sama seperti yang dilakukan Matthew Vaughn pada Kick Ass (2010). Walau menggunakan genre yang sama, bukan berarti kedua film tersebut memiliki kualitas yang sama. The Green Hornet dikemas dengan dukungan teknologi canggih dan penampilan martial art yang mumpuni. Namun, menurut saya, film ini gagal membuat penonton menikmati sisi komedinya. Dari empat bintang utama yang ada di film ini, hanya Christopher Waltz, pemenang Oscar dalam penampilan antagonisnya di Inglourious Basterds (2009), yang menampilkan sesuatu yang orisinil, yang membuat perannya akan diingat orang dalam kurun waktu tertentu. Bahkan, ratu komedi dan drama, Cameron Diaz, tampil biasa-biasa saja di film ini. Bagaimana dengan sang pemeran Green Hornet? Seth Rogen membawakan perannya layaknya seperti pemain baru di perfilman Hollywood. Tidak ada greget, tidak ada sesuatu yang menakjubkan, tidak ada yang istimewa.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-39748" href="http://www.jagatreview.com/2011/02/the-green-hornet-kembali-dalam-bentuk-layar-lebar/green-hornet1/"><img class="aligncenter size-full wp-image-39748" title="Green Hornet1" src="http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/01/Green-Hornet1.jpg" alt="" width="640" height="434" /></a></p>
<p>Hal lain yang mengganggu saya adalah performa 3D yang mengecewakan. Keputusan Michel Gondry untuk meng-convert versi 2D ke 3D setelah produksi selesai adalah keputusan yang tidak bijaksana yang hanya menghasilkan kualitas 3D yang sangat buruk. Hanya teks terjemahan yang terlihat “timbul” sedangkan seluruh adegan bisa saya saksikan tanpa menggunakan kacamata 3D. Jadi, saya menyarankan Anda untuk menonton dalam format 2D untuk menghindari kekecewaan dan juga tentunya dapat membantu Anda menghemat uang.</p>
<p>Sedikit banyak saya kecewa dengan kualitas film ini yang ternyata jauh di bawah ekspektasi. Di awal tahun ini, belum ada film yang benar-benar dapat membuat orang berdecak kagum. Penasaran dengan film-film yang diunggulkan di 2011 dan tak ingin membuang waktu menyaksikan film yang ternyata tidak sesuai harapan? Sebaiknya baca terlebih dahulu artikel <a href="http://www.jagatreview.com/2010/12/15-film-paling-dinanti-di-2011/">Film yang Dinanti di 2011</a> agar Anda bisa memilih film apa saja yang akan Anda tonton sepanjang tahun ini.</p>
<p><strong>Tanggal rilis:<br />
</strong>2 Februari 2011<br />
<strong>Genre:<br />
</strong>Action-komedi<br />
<strong>Durasi:<br />
</strong>114 menit<br />
<strong>Sutradara:<br />
</strong>Michel Gondry<br />
<strong>Pemain:<br />
</strong>Seth Rogen, Jay Chou, Cameron Diaz, Christopher Waltz<br />
<strong>Studio:<br />
</strong>Original Films</p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jagatreview.com/2011/02/the-green-hornet-kembali-dalam-bentuk-layar-lebar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using memcached
Database Caching 9/41 queries in 0.062 seconds using memcached

 Served from: www.jagatreview.com @ 2013-05-23 22:15:26 by W3 Total Cache -->